MI Raudhatul Ulum Banjarmasin

MI Raudhatul Ulum Banjarmasin

Share

Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from MI Raudhatul Ulum Banjarmasin, Education, Jalan Pekapuran B Laut Gang Sriwijaya Rt. 08, Banjarmasin.

23/04/2012

Selamat Datang anak2ku para alumni,terima kasih atas kunjungan kalian hari ini.

10/04/2012

Menghormati Ibu, Menghormati Allah Juga

Rasulullah sudah yatim sejak dilahirkan, karena ayahnya wafat ketika ia masih dalam kandungan ibunya. Dalam usia enam tahun, kepedihannya bertambah setelah ibunya wafat menyusul ayahnya. Muhammad kecil diasuh oleh kakek, kemudian berpindah lagi kepada pamannya, Abu Thalib.
Meskipun hanya beberapa tahun berada dalam dekapan ibunya, Rasulullah merasakan benar kasih sayangnya. Kenangan manis bersama ibunda sangat membekas, melahirkan sifat kasih dan hormat, terutama kepada kaum ibu. Kepada ibu-ibu yang pernah menyusuinya, beliau memberikan penghormatan dan penghargaan yang setingi-tingginya.
Dalam Sunah Abu Daud, diriwayatkan dari Abu Thufail ra, katanya: "Aku pernah melihat Nabi saw sedang membagikan daging di al-Ji'ranah, tiba-tiba ada seorang perempuan datang sampai dekat kepada Nabi saw, lalu beliau menghamparkan mantelnya untuk perempuan itu. Maka ia duduk di atasnya. Lantas aku bertanya, `siapakah perempuan itu?' Para sahabat menjawab, `ia adalah ibu beliau yang pernah menyusuinya.'
Islam memberikan perhormatan dan kedudukan yang amat tinggi kepada para ibu, sampai sampai disebut bahwa "surga berada di telapak kaki ibu". Seseorang yang menghormati ibunya akan ditempatkan di surga, sementara anak yang mendurhakai ibunya akan ditempatkan pada posisi yang hina.
Adalah Umar bin Khaththab seorang anak yang sangat hormat kepada ibunya, sampai dalam masalah yang sekecil-kecilnya. Dalam hal makan, misalnya, ia tidak pernah makan mendahului ibunya. Ia bahkan tak berani makan bersama-sama dengan ibunya, sebab ia khawatir akan mengambil dan memakan hidangan yang tersedia di meja, sementara ibunya menginginkan makanan tersebut. Baginya, seorang ibu telah mendahulukan anaknya selama bertahun-tahun ketika sang anak masih kecil dan lemah.
Kasih ibu tak pernah terbalas oleh apapun juga. Yang bisa dilakukan anak hanyalah memberi penghormatan dan pelayanan, terutama ketika mereka sudah tua dan dalam keadaan lemah. Dalam hal ini Rasulullah mengingatkan kaum muslimin, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Muslim, beliau bersabda:
Dari Abu Hurairah ra, katanya, Rasululah saw bersabda, "Hidungnya harus direndahkan ke tanah, hidungnya harus direndahkan ke tanah, hidungnya harus direndahkan ke tanah." Beliau ditanya: "Ya Rasulullah, siapa?" Jawabnya, "Orang yang mendapatkan kesempatan baik untuk membantu kedua orang tuanya di masa tuanya, baik salah satunya maupun kedua-duanya, tetapi ia gagal mendapatkan dirinya masuk surga."
Dengan alasan apapun, orang tua, terutama ibu harus mendapatkan penghormatan dan pelayanan yang utama. Sesibuk apapun, sesulit apapun, ibu harus tetap dihormati dan dilayani. Ketika ia memanggil, maka pangilannya harus segera dijawab. Yang menghalangi panggilan ibu untuk tidak dijawab hanya satu, yaitu ketika seseorang sedang menjalankan shalat fardhu. Di luar itu, semua panggilan ibu harus dijawab. Misalnya, seorang yang sedang mengerjakan shalat sunnah, tiba-tiba sang ibu memanggil, maka panggilan ibu hendaknya dipenuhi terlebih dahulu. Shalat sunnah untuk sementara dibatalkan, untuk memenuhi panggilan ibu.
Dengan demikian, tidak ada alasan bagi anak mengabaikan panggilan ibunya. Ketika sang ibu menahan rindu kepada anaknya, sedang ia menelpon agar anaknya p**ang, maka anak yang shalih akan mengusahakan dengan segenap daya untuk memenuhi panggilannya. Apalagi jika sang ibu sedang sakit atau sedang membutuhkan bantuan.
Dalam satu hadits yang amat panjang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Rasululah menceritakan:
"... Juraij adalah seorang ahli ibadah, lalu ia membuat biara agar ia dapat lebih tenang beribadah. Tiba-tiba datang ibunya sedang ia masih tengah melakukan shalat, lalu sang ibu memanggil: `hai Juraij!' Kemudian Juraij berkata (dalam hati), `Wahai Rabbi, kupenuhi panggilan ibuku atau aku tetap melaksanakan shalat?' Maka ia pun melanjutkan shalatnya, sampai ibunya berpaling. Esok harinya, sang ibu datang kembali sedang ia masih dalam keadaan shalat, kemudian sang ibu memanggil, `Hai Juraij!' Maka berkalah ia (dalam hatinya), `Ya Tuhanku, ibuku atau shalatku?' Maka ia pun melanjutkan shalatnya. Kemudian pada esok harinya sang ibu datang kembali, sedang ia masih shalat, lalu sang ibu memanggilnya, `Hai Juraij!' Ia pun berkata (dalam hatinya), `Ya Allah, ibuku atau shalatku?' Ia pun melanjutkan shalatnya. Maka ibunya berdo'a, `Ya Allah, janganlah Engkau matikan ia sebelum ia melihat wajah pelacur!" Maka kesohorlah nama Juraij di kalangan Bani Israil sebagai seorang ahli ibadah."
"Kemudian ada seorang pelacur yang terkenal kecantikannya bersumpah, jika kalian setujui, aku akan menggodanya. Lalu perempuan itu menampakkan diri di hadapannya tetapi sama sekali Juraij tidak memperhatikannya. Kemudian pelacur itu mendatangi seorang pengembala kambing yang tinggal di biara Juraij untuk digodanya sehingga terjadilan perbuatan mesum sampai ia hamil. Setelah perempuan itu melahirkan, ia berkata `Anakku ini adalah hasil hubunganku dengan Juraij.' Maka orang-orang berdatangan ke tempat Juraij, kemudian ia diturunkan dari biaranya, kemudian biara itu dihancurkan.
Juraij bertanya, "Mengapa kalian berbuat seperti ini?"
Orang-orang itu menjawab, "Sebab engkau telah berbuat mesum dengan pelacur itu hingga ia melahirkan anak dari hasil hubungan gelapnya denganmu!"
"Mana bayi itu?" tanya Juraij kemudian bertanya kepada si bayi, "Hai bayi, siapakah ayahmu?" Aneh bin ajaib tiba-tiba bayi itu bisa berkata, "Si Fulan, seorang pengembala kambing."
Atas kejadian itu masyarakat merangkul Juraij, menciumnya, serta mengelus-elus badannya seraya mereka berjanji, "Kami akan membangun biaramu dari emas." Juraij berkata "Tidak, kembalikan saja sebagaimana semula terbuat dari tanah liat." Maka merekapun kembali membangun biaranya... (HR. Bukhari dan Muslim)
Nukilan hadits panjang dalam Shahih Bukhari dan Muslim itu merupakan pelajaran bagi ummat Muhammad agar mereka senantiasa menghormati dan memenuhi panggilan ibunya. Sekalipun untuk tujuan ibadah, mengabaikan panggilan ibu merupakan kesalahan yang bisa fatal akibatnya. Jika seorang ibu sampai sakit hati, lalu ia berdo'a, maka do'a itu langsung menuju ke `Arsy dan diterima Allah. Untung jika do'anya baik, tapi kalau sang ibu berdo'a untuk kecelakaan anaknya, maka bisa fatal akibatnya.
Juraij adalah contohnya, sekiranya ia sejenak menemui ibunya, membatalkan shalat sunnahnya, fitnah itu tak akan pernah sampai dialaminya. Akan tetapi karena ia mengabaikan panggilan ibunya, maka fitnah sebagaimana yang diharapkan ibunya akhirnya menimpanya. Untungnya si bayi mendapat mu'jizat berupa kemampuan untuk berkata sehingga bisa menunjuk seseorang sebagai ayahnya. Jika tidak, bukan saja biaranya yang dirusak massa, tapi juga dirinya.
Kisah Juraij di atas mengingatkan kita pada seorang sahabat yang bernama al-Qomah. Ketika sakaratul maut ia menghadapi masalah besar, seolah Malaikat mempermainkan nyawanya. Merasa iba terhadap nasib al-Qomah, Rasululah kemudian memanggil ibunya agar ia mau datang menemui anaknya dan memaafkan kesalahan. Setelah sang ibu memaafkan, maka lancarlah kematiannya.
Dalam ajaran Islam, tidak bersegera memenuhi pangilan ibu sudah tercatat sebagai dosa, bahkan sekadar berkata "uugh" kepada orang tua, sudah tergolong perbuatan durhaka. Apalagi membentak, apalagi melakukan kekerasan kepadanya. Durhaka kepada orang tua, terutama ibu merupakan dosa besar setelah syirik kepada Allah. Bahkan dosa ini tergolong dosa yang tak terampuni. Dalam Sya'bul Iman dikisahkan bahwa Abu Bakrah ra, berkata, Rasulullah saw bersabda: "Semua dosa akan diampuni oleh Allah ta'ala di antaranya yang Dia kehendaki, kecuali perbuatan durhaka kepada kedua orang tua. Sesunguhnya perbuatan ini dapat mempercepat kehidupan pelakunya sebelum ia mati.".

24/03/2012

Saat ini, tercatat sebanyak 165.000 SD hingga SMA. Ada 4.500 universitas. Jumlah siswa total di negara ini sebanyak 45 juta siswa. Siswa-siswa ini semua bisa dikategorikan sebagai generasi yang fasih digital dan internet (digital native). Tentu saja mereka lebih menguasai teknologi informasi daripada generasi sebelumnya yang masih konvensional. Keberadaan dan penggunaan teknologi informasi dalam suatu institusi pendidikan kini diposisikan sebagai penentu kualitas pendidikan. Menurut catatan lembaga riset Gartner, pada 2020 mendatang sekitar 60 persen lembaga pendidikan tinggi dunia akan mentransformasikan seluruh sistemnya menjadi online.

Bagaimana di negeri dan di negara kita? Pakar pendidikan Barat, Prensky, generasi digital native adalah mereka yang sejak lahir telah dilingkupi oleh berbagai macam peralatan digital seperti komputer, videogame, digital, music player, kamera video, telepon seluler, serta berbagai macam boneka dan perangkat yang khas era digital. Mereka sangat fasih dengan bahasa teknologi digital dan internet. Dunia telah berubah dan terus berubah sedemikian cepatnya (fast-placed manner). Lingkungan para siswa yang ada sekarang berbeda dari lingkungan para siswa di masa lalu untuk siapa sekolah-sekolah itu dirancang. Karena itu, sekolah konvensional sudah tidak zamannya lagi. Akibat dari lingkungan pertumbuhan anak-anak digital native yang berbeda dengan generasi yang terdahulu, maka, menurut Prensky, cara para siswa berpikir dan mengolah informasi secara fundamental berbeda sama sekali dari para pendahulunya (baca: para guru mereka). Kalau demikian adanya maka sekolah harus merevolusi diri.

Berdasarkan fenomena, anak usia sekolah dewasa ini sangat asyik dengan media jejaring sosial, games online, chatting, dan sebagainya. Hal ini seharusnya menjadi fokus utama bagi para penyelenggara pendidikan dan pemerintah. Akankah kita mempertahankan kondisi sekolah dengan fasilitas apa adanya atau menggesa sekolah yang ada relevansinya dengan ruh kepribadian siswa saat ini? Model sekolah seperti apa yang cocok untuk mereka yang akrab dengan peralatan digital? Guru seperti apa yang harus mengimbangi kefasihan teknologi mereka? Pembelajaran seperti apa p**a yang layak? Manajemen sekolah seperti apa yang paling pas? Persoalan ini menjadi sangat penting untuk digesa sebagai suatu tantangan masa depan.

Sekolah merupakan satuan pendidikan yang terlembaga dan terorganisasi. Dalam perkembangannya, sekolah memerlukan suatu manajemen modern yang handal, terutama menghadapi era digital. Hal ini sejalan dengan semakin majunya teknologi informasi dan komunikasi di kehidupan sehari-hari. Hampir semua lapisan kehidupan kita saat ini tidak bisa terlepas dari pemanfaatan teknologi komputer sebagai alat percepatan era digital. Fenomena ini merupakan matlamat bahwa sekolah tradisional selayaknya bermetamorfosis menjadi sekolah bermanajemen digital. Sejalan dengan itu, Tilaar menegaskan, masyarakat Indonesia kini sedang berada dalam masa transformasi. Era reformasi telah lahir dan masyarakat Indonesia ingin mewujudkan perubahan dalam semua aspek kehidupannya. Keberadaan suatu sekolah masa kini tidak akan terlepas dari peranan sistem informasi manajemen.

Era digital merupakan zaman atau masa pemanfaatan sistem komputerisasi dalam setiap aspek kehidupan. Saat ini, era digital sudah merambah tanpa terbendung dan tidak mungkin dibendung. Salah satu cara terbaik adalah menghadapinya dengan mempersiapkan segala kemungkinan sebagai jalan terbaik dalam berkompetisi, termasuk di sekolah sebagai organisasi pelayanan dan jasa. Manajemen sekolah di era digital bukan bertujuan untuk melahirkan sekolah digital. Namun, diperkirakan akan membentuk manajemen sekolah secara digital. Tujuannya agar pengambilan keputusan dapat dilaksanakan dengan lebih cepat, akurat, tepat, efektif, efisien, dan lebih sempurna.

Era digital menghendaki inovasi dan kreativitas. Sekolah yang tidak memerhatikan aspek inovatif dan kreatif akan mengalami tantangan luar biasa. Tantangan tersebut bisa berdampak terhadap pembelajaran, sistem informasi, sistem kurikulum, dan unsur penting lainnya yang membangun sekolah tersebut. Bukan tidak mungkin sekolah tersebut akan tertinggal dan ditinggalkan pelanggan. Karena itu, sekolah yang tidak mau tertinggal dan tidak ingin ditinggalkan pelanggan (masyarakat) harus mampu mempersiapkan dirinya dalam menghadapi era digital ini. Sebagai industri pendidikan, idealnya sekolah akan memproduksi sumber daya manusia (siswa) yang bermutu. Bagaimana itu bisa terwujud jika otak kita beku terhadap perhatian ke arah tersebut.

Nah, bagaimana kesiapan yang harus dilakukan? Ada beberapa hal penting yang sejatinya dipersiapkan. Pertama, mempersiapkan komponen inti. Kedua, kesiapan para sumber daya manusia (brainware). Semua sumber daya manusia yang terlibat ingin membangun sekolah di era digital (guru, kepala sekolah, dan tata usaha, bahkan siswa) dituntut bergerak menimba pengetahuan dasar (knowledge base). Era digital ini, masih banyak guru, kepala sekolah, dan tata usaha (karyawan) yang asing dengan komputer dan internet. Meminjam istilah Nurpit Junus, masih banyak guru mengidap penyakit TBC (Tak Bisa Computer). Tentu saja hal ini bisa diatasi dengan berbagai pelatihan, niat yang kuat, dan hasrat untuk berubah. Kesiapan sumber daya manusia di sekolah merupakan hal yang sangat strategis untuk membangun sekolah handal di era digital. Sumber daya manusia inilah nantinya yang akan bertindak sebagai manajer dan arsitektur untuk mengelola berbagai informasi.

Ketiga, kesiapan dan kemauan pemerintah. Kemampuan dan kesiapan sekolah dan sumber daya manusia di sekolah dipengaruhi oleh kesiapan dan kemampuan pemerintah untuk mewujudkannya. Bantuan dari pemerintah untuk menyediakan peralatan akan menjadi salah satu solusi untuk mewujudkan kemampuan sekolah di era digital. Penyediaan peralatan komputer dan jaringan internet dengan rangkaian multimedia akan memperkuat eksistensi sekolah sebagai tempat dan organisasi pelayanan dan produksi jasa. Sebelum jaringan internet mengglobal, kita masih kesulitan. Namun, dengan sistem modem dan wifi yang meluas di era digital ini, kesulitan tersebut semakin teratasi. Kita begitu mudah terhubung secara online tanpa batas ruang dan waktu.

Perkembangan teknologi, khususnya TI dapat mengubah cara pandang, cara kerja, dan implementasi dalam bidang pembelajaran. Hal ini ditandai dengan munculnya istilah-istilah baru seperti e-Book, e-learning, e-commerce, dan cyber school. Akar kata cyber adalah cybernetics, yang artinya tentang ”cara untuk mengendalikan (robot) dari jarak jauh”, jadi kata cyber berkaitan dengan ”pengendalian” dan ”jarak jauh”. Oleh karena itu, cyber school terkait dengan hal lain seperti distance learning, cyber schools, virtual school, e-education, e-classes, dan bentuk kelas jarak jauh lainnya yang memberikan penghargaan atau pujian kepada pesertanya. Namun, dalam pembelajaran di sekolah, bukan hanya berkaitan dengan pembentukan pengetahuan dan keterampilan. Mintzberg dalam bukunya Managers Not MBAs yang cukup menghebohkan kalangan pengelola bisnis sekolah di dunia.

Mintzberg menyebutkan, umumnya sekolah hanya sebatas membentuk pengetahuan dan keterampilan, tetapi jarang yang sampai membentuk perilaku. Padahal, perilaku memegang peranan penting sebagai penentu penampilan yang luar biasa (superior performance) dalam bekerja, apalagi sebagai manajer. Sementara pengetahuan dan keterampilan lebih hanya bersifat minimum requirements untuk berprofesi di bidang tertentu. Jadi, ketiganya, pengetahuan, keterampilan, serta perilaku, adalah komponen yang tidak bisa dipisahkan dalam membentuk kompetensi. Secara sederhana kompetensi yang diperlukan oleh seorang manajer adalah berani membuat keputusan dan bertindak, berani membuat inovasi dan pembaharuan, mampu memanajemeni orang, serta tentunya memiliki pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan bidangnya. Maka dari itu, ada tiga komponen yang membentuk kompetensi, yaitu (1) knowledge atau pengetahuan, (2) skills atau keterampilan, serta (3) attitute atau sikap / perilaku.

Penampilan sekolah kita saat ini masih berpakaian abad ke-20. Sementara itu, pergerakan perubahan dunia semakin tidak terkendali di abad ke-21 ini. Cara berpikir dan berprilaku para siswa pun berubah. Sekali lagi, percepatan perubahan tersebut karena pengaruh kemajuan teknologi informasi dan komunikasi sebagai dampak dari sedikit ilmu yang diberikan Tuhan. Dengan kenyataan demikian, akankah kita berkutat pada sistem manajemen sekolah konvensional? Mari kita renungkan pandangan pakar pendidikan terkenal, Jhon Dewey, ”Jika kita mengajar anak-anak kita sebagaimana yang kita lakukan kemarin, sama saja kita merampas masa depan mereka (If we teach our children as we did yesterday, we rob them of the future).





OLEH: Musa Ismail

Guru SMAN 3 Bengkalis, Mahasiswa Pascasarjana, Prodi Manajemen Pendidikan, Universitas Riau

di terbitkan oleh Batam Pos

Want your school to be the top-listed School/college in Banjarmasin?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Website

Address


Jalan Pekapuran B Laut Gang Sriwijaya Rt. 08
Banjarmasin
70233