Yayasan Uma Kandung (Panti Jompo)

Yayasan Uma Kandung (Panti Jompo)

Share

Yayasan Uma Kandung Merupakan panti Jompo yang lokasinya. Disana banyak Orang2 tua yang sangat memerlukan Support dan perhatian dari kita2 yang masih muda.

untuk menengok langsung, yukk kita ke TKP... Salurkan kepedulian anda melalui:
Bank Mandiri No. Rek : 031-00-0496979-9
an. yayasan Uma Kandung

Mobile uploads 16/07/2014

Anak -anak paud rumah belajar senyum....peduli lansia,,,

Photos from Yayasan Uma Kandung (Panti Jompo)'s post 16/07/2014

Kunjungan rumah belajar Senyum ke Rumah Lansia Dhuafa di Banjarmasin....
Ayooo peduli lansia,,,,

Mobile uploads 01/07/2014

Kunjungan dari hotel blue atlantik ke Rumah lansia yayasan uma kandung....

01/07/2014

Rumah lansia satu-satunya di Banjarmasin....

Photos 22/03/2012

Salah satu Penghuni Uma kandung yang sudah tidak punya sanak saudara lagi....
mungkin orang mengira orang yang menempatkan orangtuanya di panti Jompo adalah anak durhaka ato hanya ada di sinetron...
tapi ya mau bagaimana lagi...tanpa Keluarga dan anak, tidak mungkin kan kita membiarkan beliau terlantar????

Nah, saat itulah peran "Uma Kandung " diperlukan...
Mengayomi orang orang lanjut usia yang tidak punya sanak saudara dan program home care yang memberikan perhatian dan pengertian kepada masyarakat selama kita masih bisa memelihara orang tua....bagaimanapun kondisinya....tempat terbaik adalah dirumah kita dan bersama kita...
Home care merupakan Program pengayoman bagi orang tua lanjut yg masih bersama sanak saudaranya...dengan kunjungan rutin setiap jum'at sekaligus pemberian PMT bagi orang tua tsb.
wujudkan keprihatinan anda melalui :
bank mandiri
031.00.0496979.9
an. yayasan Uma kandung
Konfirmasi Transfer bisa melalui 085252661505

21/03/2012

Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian p**a pohon apel sangat mencintai anak kecil itu.

Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya. Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih. “Ayo ke sini bermain-main lagi denganku,” pinta pohon apel itu. “Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi,” jawab anak lelaki itu. “Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya.” Pohon apel itu menyahut, “Duh, maaf aku pun tak punya uang… tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu.” Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh s**a cita. Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu kembali sedih.

Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya datang. “Ayo bermain-main denganku lagi,” kata pohon apel. “Aku tak punya waktu,” jawab anak lelaki itu. “Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?” “Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah. Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu,” kata pohon apel. Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira. Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih.

Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa sangat bers**a cita menyambutnya. “Ayo bermain-main lagi deganku,” kata pohon apel. “Aku sedih,” kata anak lelaki itu. “Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?” “Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah.” Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya. Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu.

Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian. “Maaf anakku,” kata pohon apel itu. “Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu.” “Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu,” jawab anak lelaki itu. “Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat,” kata pohon apel. “Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu,” jawab anak lelaki itu. “Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu. Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini,” kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata. “Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang,” kata anak lelaki. “Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu.” “Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang.” Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon. Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.

Ini adalah cerita tentang kita semua. Pohon apel itu adalah orang tua kita. Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita. Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang ketika kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan. Tak peduli apa pun, orang tua kita akan selalu ada di sana untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia. Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat kasar pada pohon itu, tetapi begitulah cara kita memperlakukan orang tua kita.

Sebarkan cerita ini untuk mencerahkan lebih banyak rekan. Dan, yang terpenting: cintailah orang tua kita. Sampaikan pada orang tua kita sekarang, betapa kita mencintainya; dan berterima kasih atas seluruh hidup yang telah dan akan diberikannya pada kita.

Photos 01/03/2012

Mencuci kaki ibu..

01/03/2012

like this yoooo...

Want your school to be the top-listed School/college in Banjarmasin?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Telephone

Website

Address


Jalan Cendrawasih RT. 13 No. 25
Banjarmasin