31/05/2026
Selamat Hari Raya Waisak - Bagi Umat Budha (31 Mei 2026)
SMK Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru No Pelayanan Publik SMKPP N Banjarbaru: 085811151955 (Khusus WA)
31/05/2026
Selamat Hari Raya Waisak - Bagi Umat Budha (31 Mei 2026)
29/05/2026
- Repost -
Melawan mafia pangan juga tentang keberanian menjaga hak petani, melindungi konsumen, dan memastikan pangan Indonesia tetap aman serta berkeadilan.
SobaTani, dalam beberapa waktu terakhir, Kementerian Pertanian telah mengungkap berbagai kasus strategis, termasuk dugaan beras oplosan yang berpotensi merugikan konsumen hingga Rp99,35 triliun per tahun. Selain itu, sebanyak 2.231 izin pengecer dan distributor pupuk bermasalah juga telah dicabut sebagai bentuk komitmen pembenahan tata niaga pangan nasional.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa keberanian menghadapi mafia pangan harus dibarengi dukungan penuh dari seluruh pihak agar pangan Indonesia semakin kuat, adil, dan berpihak pada rakyat.
Tidak ada ruang bagi mafia pangan yang merugikan rakyat. Lawan mafia pangan, jaga masa depan pangan Indonesia.
29/05/2026
WAMENTAN SUDARYONO: KETERSEDIAAN HEWAN KURBAN NASIONAL SURPLUS, PASOKAN AMAN
Jakarta – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menyebut ketersediaan hewan kurban nasional tahun ini berada dalam kondisi aman bahkan surplus. Berdasarkan laporan yang disampaikan, jumlah hewan kurban secara nasional mencapai sekitar 3,2 juta ekor, sementara kebutuhan diperkirakan berada pada kisaran 2,4 juta ekor, sehingga terdapat surplus sekitar 800 ribu ekor.
Menurut Wamentan Sudaryono, kondisi tersebut menunjukkan bahwa pasokan ternak nasional dalam kondisi baik sekaligus menjadi gambaran daya tahan masyarakat di tengah berbagai tantangan global.
“Ini artinya alhamdulillah Allah telah memberikan rahmat-Nya, telah memberikan rezekinya kepada bangsa kita, negara kita. Hari ini di saat kesulitan perang di mana-mana kita dalam keadaan yang baik, itu perlu tentu kita syukuri bersama,” ujar Wamentan Sudaryono pada Kegiatan penyembelihan hewan kurban di Masjid Nurul Iman, Kantor Pusat, Kementerian Pertanian, Rabu (27/5/2026)
Data nasional menunjukkan tren peningkatan partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan kurban. Berdasarkan data iSIKHNAS, jumlah pemotongan hewan kurban secara nasional pada 2025 lalu tercatat mencapai 2.268.764 ekor atau meningkat 11,5 persen dibandingkan tahun 2024 yang sebanyak 2.033.995 ekor.
Optimisme tersebut juga tercermin dari pelaksanaan kurban di lingkungan Kementerian Pertanian yang mencatat rekor tertinggi sepanjang penyelenggaraan. Tahun 2026 ini, sebanyak 49 ekor hewan kurban, terdiri atas 41 ekor sapi dan 8 ekor kambing, terkumpul di Masjid Nurul Iman Kantor Pusat Kementerian Pertanian.
Jumlah tersebut meningkat signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Pada 2024 tercatat sebanyak 2 ekor sapi dan 15 kambing, meningkat menjadi 9 ekor sapi dan 10 kambing pada 2025, lalu melonjak menjadi 41 ekor sapi dan 8 kambing pada tahun 2026 ini.
“Insyaallah negara kita baik, pertumbuhannya baik dan kita bisa lihat partisipasi dari jumlah kurban di masjid ini saja,” ujar Wamentan Sudaryono yang juga merupakan Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) itu.
Hewan kurban berasal dari berbagai pihak, mulai dari Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Wamentan Sudaryono, pejabat di lingkungan Kementerian Pertanian, mitra kerja, BUMN, hingga HKTI yang menyalurkan 15 ekor sapi kurban. Untuk memastikan penyembelihan berjalan sesuai syariat dan standar kesehatan, panitia melibatkan 41 Juru Sembelih Halal (Juleha) binaan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH).
“Tolong juga seluruh penyembelihan hewan ini dilaksanakan dengan higienis, dengan baik, bersih, sehingga tidak menimbulkan satu hal yang tidak kita inginkan,” kata Wamentan Sudaryono.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian Agung Suganda turut melaporkan bahwa ketersediaan hewan kurban nasional dalam kondisi aman dan terkendali. Berdasarkan proyeksi Ditjen PKH, total ketersediaan hewan kurban mencapai sekitar 3,2 juta ekor, terdiri dari 860 ribu ekor sapi, 34 ribu ekor kerbau, 1,4 juta ekor kambing, dan 935 ribu ekor domba.
“Kami melaporkan bahwa ketersediaan hewan kurban secara nasional cukup aman dan terkendali. Total proyeksi ketersediaan sebanyak 3,2 juta ekor, sementara proyeksi kebutuhan nasional kita untuk pengadaan hewan kurban ini sebanyak 2,4 juta ekor sehingga masih ada surplus sekitar 800 ribu ekor,” ujar Agung Suganda.
Agung juga menyampaikan bahwa tahun ini pemerintah menyalurkan lebih dari 1.000 ekor sapi bantuan kemasyarakatan Presiden yang didistribusikan ke provinsi, kabupaten/kota, Ibu Kota Nusantara (IKN), serta berbagai lembaga masyarakat.
“Totalnya itu ada 1.000 lebih sapi kurban bantuan kemasyarakatan dari Bapak Presiden dan alhamdulillah setiap tahun ini naik terus. Tahun kemarin 981, sekarang 1.000 lebih karena ini bentuk kepedulian dari Presiden kepada kita semua, khususnya para peternak,” kata Agung.
Selain itu, pelaksanaan dam haji di dalam negeri juga mengalami peningkatan. Jika tahun lalu sekitar 10 ribu ekor kambing disembelih melalui skema dam haji, tahun ini jumlahnya meningkat menjadi 32.690 ekor.
Menurut Agung, peningkatan tersebut berpotensi memberikan dampak positif bagi peternak nasional.
“Kalau 200 ribu jemaah haji saja ditambah dengan kebutuhan kurban tadi, maka setiap tahun paling tidak lebih dari 2 juta ekor harus disiapkan dan ini menambah keberkahan bagi teman-teman peternak kita,” ujarnya.
Tim Humas SMK-PPN Banjarbaru
Sumber Humas BPPSDMP, Kementan
27/05/2026
📢 Halo Sobat Tani 🌾👨🌾
PENGUMUMAN HASIL SPMB JALUR UMUM GELOMBANG 1
Berdasarkan hasil rapat pleno Panitia Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMK-PP Negeri Banjarbaru Tahun Pembelajaran 2026/2027, dengan ini diumumkan bahwa calon murid baru yang namanya tercantum dalam lampiran pengumuman ini dinyatakan LULUS dan CADANGAN pada seleksi SPMB SMK-PP Negeri Banjarbaru Tahun Pembelajaran 2026/2027.
Calon murid baru yang dinyatakan LULUS wajib melakukan daftar ulang sesuai jadwal dan persyaratan yang telah ditetapkan oleh panitia. Apabila calon murid baru yang dinyatakan lulus tidak melakukan daftar ulang mulai hari Senin, 25 Mei 2026 sampai dengan hari Jumat, 5 Juni 2026, maka yang bersangkutan dianggap mengundurkan diri.
Calon murid baru yang dinyatakan CADANGAN belum dinyatakan diterima sebagai murid baru. Peserta cadangan dapat dipanggil sesuai urutan apabila terdapat kuota yang tersedia karena adanya peserta lulus yang mengundurkan diri atau tidak melakukan daftar ulang sesuai jadwal yang ditentukan.
Keputusan panitia bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat.
Demikian pengumuman ini disampaikan untuk diketahui dan diperhatikan sebagaimana mestinya.
Berikut Link Dokumen Pengumuman Lengkap nya.
https://drive.google.com/file/d/1OZoCsI2uQR0q3tfvDUzqjFlVJr9KxjRv/view?usp=sharing
27/05/2026
Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H - 2026
26/05/2026
Selamat dan Sukses kepada 6 orsng siswa kelas XII TP. 2025/2026, atas kelulusan pada Perguruan Tinggi Negeri melalui UTBK di Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) Tahun 2026.
26/05/2026
Selamat kepada siswi SMK-PP Negeri Banjarbaru, Aulia Dara N., terpilih sebagai Paskibraka Kota Banjarbaru Tahun 2026
25/05/2026
Halo sobat tani, kali ini Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan (SMK-PP) Negeri Banjarbaru sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) bidang Pendidikan Vokasi dari Kementerian Pertanian kembali membuka Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk Gelombang 2 Tahun 2026.
SPMB Gelombang 2 2026 dibuka dari Senin, 25 Mei sd 08 Juni 2026. Bagi yang berminat bersekolah di SMK-PP Negeri Banjarbaru, silakan membuka link: https://spmb.smkppnbanjarbaru.sch.id/
Untuk lebih jelas informasi dan pendaftaran silakan buka link di atas. Terima Kasih.
24/05/2026
MELALUI GERAKAN ASRI, PERKUAT LINGKUNGAN KERJA DAN DUKUNG SWASEMBADA PANGAN NASIONAL
SERPONG & BANJARBARU – Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) menggelar pencanangan Gerakan Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) yang dipusatkan di Politeknik Enjinering Pertanian Indonesia, Sabtu (23/5/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan kerja yang sehat, produktif, dan mendukung optimalisasi pemanfaatan lahan di seluruh unit pelaksana teknis (UPT) lingkup BPPSDMP.
Gerakan ASRI dilaksanakan secara serentak dan diikuti oleh seluruh UPT BPPSDMP melalui Zoom Meeting. Setiap unit kerja melaksanakan kegiatan ASRI di lingkungan masing-masing dan melaporkan pelaksanaannya secara langsung kepada Kepala BPPSDMP.
Gerakan ASRI merupakan tindak lanjut atas instruksi Presiden Prabowo Subianto, dalam menciptakan lingkungan nasional yang bersih, sehat, dan indah melalui penanganan sampah terpadu, penataan ruang, serta penguatan budaya kebersihan di lingkungan perkantoran, fasilitas publik, dan permukiman.
Keberhasilan swasembada pangan nasional disebut membutuhkan dukungan sumber daya manusia pertanian yang unggul, disiplin, produktif, serta didukung lingkungan kerja yang sehat dan berkelanjutan, sebagaimana yang selama ini ditekankan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pencanangan Gerakan ASRI lingkup BPPSDMP yang ditandai dengan penekanan tombol sirene dan dilanjutkan dengan monitoring pelaksanaan kegiatan pertanaman AAS dan ASRI di UPT BPPSDMP, serta NGOBRAS (Ngobrol Santai) bersama penyuluh pertanian dengan tema Gerakan ASRI untuk Kehidupan Berkualitas dalam mendukung kinerja penyuluh pertanian guna mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan.
Kegiatan dilanjutkan dengan tanam perdana sayuran di lahan kampus PEPI sebagai bentuk optimalisasi pemanfaatan lahan produktif di lingkungan pendidikan vokasi pertanian.
Dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis bersama Badan Gizi Nasional, BPPSDMP juga melaksanakan groundbreaking Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan melibatkan UPT pendidikan lingkup BPPSDMP.
Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Badan PPSDMP Zuroqi Mubarok, Kepala Pusat Pelatihan Pertanian Tedy Dirhamsyah, serta Direktur Politeknik Enjinering Pertanian Indonesia Harmanto bersama jajaran pusat dan UPT lingkup BPPSDMP.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Idha Widi Arsanti mengatakan, Gerakan ASRI menjadi langkah bersama dalam membangun budaya kerja yang sehat dan produktif di lingkungan BPPSDMP.
“Gerakan ASRI bukan hanya soal kebersihan lingkungan kerja, tetapi juga membangun karakter dan budaya kerja ASN pertanian agar lebih disiplin, sehat, produktif, serta mampu menjadi contoh di tengah masyarakat,” ujar Idha.
Menurutnya, lingkungan kerja yang aman, sehat, resik, dan indah akan mendukung peningkatan kualitas pelayanan, pendidikan vokasi, serta kinerja penyuluhan pertanian dalam mendukung target swasembada pangan berkelanjutan.
“Kami ingin seluruh UPT BPPSDMP memiliki semangat yang sama dalam menciptakan lingkungan kerja yang nyaman, produktif, dan mampu mendukung pengembangan SDM pertanian yang unggul,” tutupnya.
Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan Negeri juga berpartisipasi dalam kegiatan ini, yang diikuti seluruh pegawai dan siswa kelas X dsn XI TP. 2025/2026.
Di momen ini, Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru, Angga Tri A.P., saat pemaparan bersama Kepala BPPSDMP, Kementan via zoom menjelaskan bahwa sekolah menggelar kegiatan di beberapa lokasi, diantaranya di kampus, lahan praktek, dan outlet teaching factory, yang nantinya akan dijadikan sppg SMK-PP Negeri Banjarbaru.
Selain gerakan asri dan groundbreaking sppg, sekolah juga menggelar tanam bersama sayuran bunga kol, di lahan tefa, yang nantinya diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dapur sppg.
Tim Ekpos SMKPPN Banjarbaru
Sumber Humas BPPSDMP, Kementan
24/05/2026
KEMENTAN PERCEPAT TANAM OPLAH DAN CSR UNTUK JAGA PRODUKSI PANGAN NASIONAL
Sukabumi & Pulang Pisau – Dalam rangka mendukung Program Ketahanan Pangan melalui pencapaian swasembada pangan nasional berkelanjutan, Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) melaksanakan Gerakan Tanam Serempak, Jumat (22/5/2026).
Kegiatan tanam dipusatkan di Desa Bojonglegok, Kecamatan Parakansalak, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat, serta dilaksanakan serentak di berbagai wilayah Indonesia pada lokasi Optimalisasi Lahan (Oplah) Tahun 2024 dan 2025, serta lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR) Tahun 2025.
Hadir di lokasi kegiatan di Sukabumi antara lain Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, Bupati Sukabumi, yang diwakili Staf Ahli Bupati, Tri Romadhono beserta jajaran pemerintah daerah.
Secara nasional, gerakan tanam serentak ini dilaksanakan di 26 provinsi dengan target tanam sekitar 50 ribu hektare. Kegiatan mencakup lokasi Optimalisasi Lahan (Oplah) Tahun 2024 seluas 21.093 hektare, Oplah 2025 seluas 27.472 hektare, serta Cetak Sawah Rakyat (CSR) Tahun 2025 seluas 1.700 hektare.
Provinsi yang berpartisipasi dalam kegiatan ini antara lain Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jambi, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Papua, Papua Selatan, dan Papua Barat Daya, serta sejumlah wilayah lainnya.
Gerakan ini menjadi langkah konkret Kementerian Pertanian dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan produktif guna memperkuat ketahanan pangan nasional dan mendukung tercapainya swasembada padi secara berkelanjutan.
Selain itu, percepatan tanam juga menjadi strategi antisipasi terhadap dampak perubahan iklim, termasuk potensi El Nino, yang berisiko menurunkan produksi pangan akibat berkurangnya ketersediaan air dan mundurnya musim tanam.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa percepatan tanam serentak menjadi langkah strategis dalam menjaga stabilitas produksi nasional di tengah tantangan global dan iklim. Percepatan tanam dilakukan untuk menjaga momentum produksi nasional agar kebutuhan pangan tetap terpenuhi di tengah ancaman kekeringan dan perubahan iklim.
Menteri Pertanian juga telah menerbitkan surat edaran kepada kepala daerah sebagai langkah mitigasi dan antisipasi musim kemarau yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus mendatang.
Dalam surat edaran tersebut, pemerintah daerah diminta memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kekeringan melalui pemetaan wilayah rawan kekeringan, pendataan potensi sumber air, serta optimalisasi indeks pertanaman di wilayah masing-masing.
Selain itu, langkah mitigasi juga dilakukan melalui percepatan tanam, pompanisasi, optimalisasi lahan rawa, penggunaan benih tahan kekeringan, serta pembangunan infrastruktur air seperti embung, long storage, dan sumur bor guna menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa keberhasilan gerakan tanam serentak sangat ditentukan oleh pengawalan di lapangan, khususnya oleh penyuluh pertanian bersama petani.
“Percepatan tanam harus terus dijaga dengan pengawalan yang kuat di lapangan. Penyuluh bersama petani menjadi kunci untuk memastikan lahan yang sudah siap dapat segera ditanami dan memberikan hasil optimal,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa gerakan tanam serentak yang kembali dilaksanakan untuk keenam kalinya menjadi upaya percepatan peningkatan indeks pertanaman di berbagai wilayah.
“Kami kembali melaksanakan Gerakan Tanam Serentak untuk keenam kalinya yang dipusatkan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dan diikuti 26 provinsi di seluruh Indonesia, dari Aceh hingga Papua. Alhamdulillah, lebih dari 50 ribu hektare lahan telah kembali tertanami,” ujarnya.
“Gerakan ini menjadi akselerator untuk mendorong petani terus melakukan tanam setelah panen, sehingga produktivitas dan indeks pertanaman dapat meningkat, dari satu kali tanam menjadi dua hingga tiga kali tanam dalam setahun,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan bahwa percepatan tanam perlu dilakukan dengan memanfaatkan sisa air pada penghujung musim hujan agar tanaman dapat tumbuh optimal sebelum memasuki periode kering.
“Penggunaan alat dan mesin pertanian seperti rice transplanter, drone pertanian, dan dukungan teknologi lainnya akan mempercepat proses tanam, meningkatkan efisiensi, serta membantu petani dalam menghadapi keterbatasan tenaga kerja,” tambahnya.
Ia juga mengingatkan agar kegiatan tanam tidak hanya dilakukan saat gerakan tanam serentak, tetapi terus berlanjut secara konsisten di lapangan.
“Tanam harus terus berjalan setiap hari, tidak hanya saat gerakan tanam serentak saja. Penyuluh juga harus tetap semangat mendampingi petani dalam kegiatan pertanaman di wilayah masing-masing,” tegasnya.
Dalam sesi dialog, Bupati Mesuji, Hj. Elfianah Khamamik, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan Kementerian Pertanian dalam meningkatkan indeks pertanaman di Kabupaten Mesuji.
Apresiasi terhadap pelaksanaan gerakan tanam serentak juga disampaikan oleh Bupati Aceh Besar, Muharram Idris; Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga; Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan; Sekretaris Daerah Pinrang, Andi Calo Kerrang; serta Staf Ahli Bupati Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Andrianto Wicaksono.
Mereka menilai gerakan tanam serentak memberikan dampak positif terhadap peningkatan produktivitas pertanian di wilayah masing-masing.
Menanggapi berbagai kebutuhan yang disampaikan daerah, Kepala BPPSDMP menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif seluruh pemerintah daerah dan menegaskan bahwa kebutuhan pendukung pertanian dapat diusulkan melalui mekanisme yang berlaku.
“Untuk kebutuhan alsintan, benih, jalan usaha tani, dan kebutuhan pendukung lainnya dapat segera diusulkan sesuai mekanisme yang ada agar dapat segera ditindaklanjuti,” ujarnya.
Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), pemerintah daerah, hingga penyuluh pertanian dan petani di lokasi pelaksanaan.
Gerakan tanam serentak ini juga menjadi bagian dari upaya modernisasi pertanian dan regenerasi petani melalui pelibatan generasi muda dalam pembangunan sektor pertanian nasional.
Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru sebagai Pj Brigade Pangan dan LTT di Kalimantan Tengah, juga berpartisipasi dalam kegiatan ini, yang dihadiri oleh Kepala Sekolah SMK-PP Negeri Banjarbaru, Angga Tri A.P.
Pelaksanaan tanam serentak kali ini berada di Desa Tahai Jaya, Kecamatan Maliku, Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah.
Selain SMK-PP Negeri Banjarbaru, hadir juga Kepala BRMP provinsi Kalimantan Tengah, Kepala Dinas Pertanian Kapuas, Perwakilan LO Pulang Pisau dari Polbangtan Malang, Anggota dan Manager Brigade Pangan, Penyuluh Pendamping Brigade Pangan, serta masyarakat.
Tim Ekpos SMKPPN Banjarbaru
Sumber Humas BPPSDMP, Kementan
| Monday | 08:00 - 15:30 |
| Tuesday | 08:00 - 15:30 |
| Wednesday | 08:00 - 15:30 |
| Thursday | 08:00 - 15:30 |
| Friday | 08:00 - 16:30 |