08/12/2025
Banua Berduka: Abuya KH. Syukri Unus, Sang โGurunya Para Guruโ Telah Berpulang
KH. Muhammad Syukri Unus, atau akrab disapa Abuya Syukri Unus, adalah ulama kharismatik asal Kalimantan Selatan yang dikenal sangat sederhana, alim, dan dekat dengan masyarakat. Sosoknya menjadi rujukan banyak santri dan guru, terutama di Martapura dan Amuntai, hingga disebut sebagai salah satu โgurunya para guruโ di Banua.
Lahir dari Keluarga Pecinta Ulama
Abuya lahir pada 5 Oktober 1948 di Desa Harus, Sungai Malang, Amuntai Tengah, Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan. Ayahnya bernama Unus bin Ali dan ibunya Hj. Mascinta, pasangan yang dikenal taat beragama dan sangat menghormati ulama.
Sejak kecil, Abuya sudah akrab dengan majelis ilmu dan para kiai karena sering diajak orang tuanya bersilaturahmi ke para guru agama.
Masa kecilnya dihabiskan dengan belajar Al-Qurโan dan dasar-dasar agama di kampung, hingga wafatnya sang ayah menjadi titik balik yang menguatkan tekadnya untuk lebih bersungguh-sungguh menuntut ilmu. Dalam suasana duka itulah, karakter tawadhu dan keteguhan hati Abuya makin terbentuk.
Menjadi Santri dan โGurunya Para Guruโ
Pendidikan formalnya dimulai di Sekolah Rakyat/SD pada 1954โ1960, lalu dilanjutkan ke SMP pada 1960โ1963 di Amuntai, bersamaan dengan belajar agama kepada paman beliau, M. Qadri bin Ali. Tahun 1963, di usia sekitar 15 tahun, ia berangkat nyantri ke Pondok Pesantren Darussalam Martapura, salah satu pesantren tertua dan ternama di Kalimantan Selatan.
Selama sekitar enam tahun di Darussalam, Abuya menekuni berbagai disiplin ilmu, khususnya fikih, nahwu, dan faraidh, hingga kemudian dipercaya mengajar di pesantren yang sama.
Dari sinilah namanya dikenal luas; banyak ulama dan guru yang kini masyhur di Kalimantan adalah murid-muridnya, sehingga Abuya dipandang sebagai figur sentral dalam jaringan keilmuan Darussalam.
Karya-Karya Ilmiah dan Keistimewaan Faraidh
Sebagai ulama yang kuat tradisi kitab kuningnya, Abuya tidak berhenti pada mengajar, tetapi juga menulis. Di antara karya yang dikenal adalah kitab ilmu nahwu Isโaf at-Thalibin fi Ilmi an-Nahwi dan karya-karya praktis seputar ibadah, seperti penjelasan haji dan umrah.
Bidang yang paling menonjol adalah ilmu waris (faraidh). Kitabnya Isโaf al-Khaโid disusun dengan pendekatan sangat membantu pelajar: disertai tabel, hitungan praktis, dan penjelasan berbahasa Arab-Melayu agar lebih mudah dipahami masyarakat Banjar.
Kitab ini selesai ditulis pada 17 Ramadhan 1403 H dan menjadi rujukan penting dalam pengajian faraidh di berbagai majelis.
Keluarga, Akhlak, dan Dakwah di Banua
Dalam kehidupan keluarga, Abuya menikah dengan Hj. Ramlah dan dikaruniai beberapa anak yang tumbuh dalam suasana rumah penuh keilmuan dan kesederhanaan. Di sela mengajar di Darussalam, beliau aktif mengisi majelis taklim di Martapura dan sekitarnya, sehingga namanya sangat hidup di hati masyarakat.
Gaya dakwahnya lembut, santun, dan kuat hujjah, membuat jamaah merasa dekat sekaligus hormat. Murid-murid yang pernah mengaji kepadanya kini banyak yang menjadi pengasuh pesantren, kiai kampung, dan guru agama di berbagai daerah Kalimantan, meneruskan mata rantai ilmu yang beliau tanamkan.
Wafatnya Sang Ulama dan Duka Banua
Kalimantan Selatan berduka ketika kabar wafatnya Abuya KH. Syukri Unus tersebar luas melalui berbagai media dan majelis taklim. Beliau wafat di Martapura dalam usia lanjut, setelah seumur hidupnya dihabiskan untuk mengajar, menulis, dan membimbing umat.
Rumah duka dan area pemakaman dipadati santri, ulama, dan masyarakat yang ingin memberikan penghormatan terakhir, menandakan betapa besar cinta umat kepadanya.
Jenazah beliau dimakamkan di Martapura, diiringi lantunan doa dan air mata para pencinta ilmu. Kepergiannya meninggalkan kekosongan di tengah dunia keagamaan Banua, namun warisan ilmu, akhlak, dan ribuan muridnya menjadi cahaya yang terus menyala.
Doa Terbaik untuk Abuya
Sebagai bentuk hormat dan cinta kepada beliau, berikut doa yang bisa dibaca:
ุฅููููุง ููููููู ููุฅููููุง ุฅููููููู ุฑูุงุฌูุนูููู
ุงููููููู
ูู ุงุบูููุฑู ููููุ ููุงุฑูุญูู
ูููุ ููุนูุงููููุ ููุงุนููู ุนูููููุ ููุฃูููุฑูู
ู ููุฒูููููุ ููููุณููุนู ู
ูุฏูุฎูููููุ ููุงุบูุณููููู ุจูุงููู
ูุงุกู ููุงูุซููููุฌู ููุงููุจูุฑูุฏูุ ููููููููู ู
ููู ุงููุฎูุทูุงููุง ููู
ูุง ููููููู ุงูุซููููุจู ุงููุฃูุจูููุถู ู
ููู ุงูุฏููููุณู.
ุงููููููู
ูู ุงุฌูุนููููู ู
ููู ุฃููููู ุงููุฌููููุฉูุ ููุงุฑูููุนู ุฏูุฑูุฌูุชููู ููู ุงูุตููุงููุญููููุ ููุงุฎููููููู ููู ุนูููุจููู ููู ุงููุบูุงุจูุฑููููุ ููุงุฌูู
ูุนูููุง ุจููู ู
ูุนู ุงููููุจููููููู ููุงูุตููุฏูููููููู ููุงูุดููููุฏูุงุกู ููุงูุตููุงููุญูููู ููู ุฃูุนูููู ุฌููููุงุชููู ููุง ุฃูุฑูุญูู
ู ุงูุฑููุงุญูู
ูููู.
Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa Abuya, melapangkan kuburnya, meninggikan derajatnya di sisi-Nya, dan menjadikan ilmu yang diajarkannya sebagai amal jariyah yang tidak terputus sampai hari kiamat.