SMK NU Langensari

SMK NU Langensari Pendidikan Perbankan syariah

Kunjungan SMK NU Langensari ke OJK Tasikmalaya dan KAMPUNG Kreatif Rajapolah
15/01/2020

Kunjungan SMK NU Langensari ke OJK Tasikmalaya dan KAMPUNG Kreatif Rajapolah

Buat kenangan di masa datang
21/06/2019

Buat kenangan di masa datang

20/07/2018
Semangat Santri dan pendamping SMK NU Langensari (Pesantren Mujtahidin) pada Kegiatan Kemah Santri dalam rangka HSN 2017
23/10/2017

Semangat Santri dan pendamping SMK NU Langensari (Pesantren Mujtahidin) pada Kegiatan Kemah Santri dalam rangka HSN 2017

Paskibraka kecamatan Langensari   NU Langensari
20/08/2017

Paskibraka kecamatan Langensari NU Langensari

18/06/2017

Santunan anak yatim piatu dan penutupan pesantren kilat SMK NU Langensari

07/06/2017

Assalamualaikum,
Memasuki sepertiga yang ke-2 (sepuluh hari ke 2) kita memasuki fase Mahgfiroh/ampunan, marilah kita tingkatkan amal ibadah kita dengan harapan kita mendapatkan fadilah, manfaat, terutama Ampunan-Nya, mudah-mudahan dosa-dosa kita yang sudah lewat diampuni oleh Alloh SWT, dan memperingan perjalanan kita kedepan untuk selalu beribadah kepada-Nya, Aamiin,,,

26/05/2017

Assalamualaikum,
dalam rangka menghadapi Bulan Suci Ramadhan, kami Keluarga Besar SMK NU Langensari menyampaikan :
1. Memohon maaf se ikhlas-ikhlasnya atas segala khilaf, salah dan dosa kami semua
2. Mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa kepada semua sahabat, teman dan simpatisan
3. marilah kita sambut ramadhan 1438 dengan penuh s**a cita, sebagaimana baginda Nabi bersabda " siapapun yang berbahagia dengan datangnya bulan suci ramadhan, maka jasadkan diharamkan masuk neraka"
Semoga semua aktifitas kita selama bulan suci ramadhan dicatat oleh Alloh SWT sebagai amal kebaikan, aamiin...
wassalamualaikum.

01/04/2017

Menurut Littauer, sifat dan watak manusia itu ada 4 macam yaitu:
menyelesaikan suatu pekerjaan maka seorang koleris akan menyelesaikannya dengan caranya sendiri (My Way). Dia sungguh kreatif, bahkan kalau ada manual sekalipun maka dia tidak s**a menuruti manual tersebut. Viasanya, si koleris akan berusaha menyelesaikan pekerjaan itu sampai tuntas. Syaratnya harus dengan cara yang diyakini olehnya benar bukan dengan cara orang lain. Hambatan apapun akan diterjangnya guna mencapai tujuan. Koleris ini juga senang mengatur orang lain akan tetapi dia sendiri tidak s**a kalau dipaksa-paksa untuk melakukan sesuatu.

Kekuatan
– Senang memimpin, membuat keputusan, dinamis dan aktif
– Sangat memerlukan perubahan dan harus mengoreksi kesalahan
– Berkemauan keras dan pasti untuk mencapai sasaran/ target
– Bebas dan mandiri
– Berani menghadapi tantangan dan masalah
– “Hari ini harus lebih baik dari kemarin, hari esok harus lebih baik dari hari ini”
– Mencari pemecahan praktis dan bergerak cepat
– Mendelegasikan pekerjaan dan orientasi berfokus pada produktivitas
– Membuat dan menentukan tujuan
– Terdorong oleh tantangan dan tantangan
– Tidak begitu perlu teman
– Mau memimpin dan mengorganisasi
– Biasanya benar dan punya visi ke depan
– Unggul dalam keadaan darurat

Kelemahan
– Tidak sabar dan cepat marah (kasar dan tidak taktis)
– Senang memerintah
– Terlalu bergairah dan tidak/susah untuk santai
– Menyukai kontroversi dan pertengkaran
– Terlalu kaku dan kuat/ keras
– Tidak menyukai air mata dan emosi tidak simpatik
– Tidak s**a yang sepele dan bertele-tele / terlalu rinci
– Sering membuat keputusan tergesa-gesa
– Memanipulasi dan menuntut orang lain, cenderung memperalat orang lain
– Menghalalkan segala cara demi tercapainya tujuan
– Workaholics (kerja adalah “tuhan”-nya)
– Amat sulit mengaku salah dan meminta maaf
– Mungkin selalu benar tetapi tidak populer

2. SANGUIN
Tipe kepribadian populer, bagaimanakah seorang sanguin dalam menyelesaikan pekerjaannya? Ini susahnya, orang sanguin ini orangnya gampangan. Cara dia menyelesaikan pekerjaannya adalah dengan cara yang dianggapnya paling menyenangkan (Fun). Bagi mereka, apabila pekerjaan itu menyenangkan maka mereka bisa-bisa tidak ingat waktu. Sayangnya, orang sanguin ini terkesan bertele-tele; karena ingin selalu mencari celah-celah pekerjaan yang bagi dia bisa menimbulkan kegembiraan. Si Sanguin ini juga s**a menunda-nunda pekerjaan bahkan kerap melupakan apa yang sudah dikerjakannya. Dia bekerja tanpa rencana dan cenderung menganggap remeh apapun yang dilakukannya. Sikapnya cenderung seenaknya. Jika ada keramaian maka orang Sanguin selalu tampil paling lebih menonjol. Entah itu dari segi pakaiannya, pembicaraan / teriakannya yang menarik perhatian orang atau tingkah lakunya yang nyentrik. Si sanguin ini bisa diibaratkan seorang anak yang terkurung dalam tubuh orang dewasa. Biasanya mereka awet muda (atau merasa awet muda) dan senang bermain-main.

Kekuatan
– S**a bicara
– Secara fisik memegang pendengar, emosional dan demonstratif
– Ceria dan penuh rasa ingin tahu
– Antusias dan ekspresif
– Hidup di masa sekarang
– Mudah berubah (banyak kegiatan / keinginan)
– Berhati tulus dan kekanak-kanakan
– Senang kumpul dan berkumpul (untuk bertemu dan bicara)
– Umumnya hebat di permukaan (ibaratnya sebagai bungkus atau sampul buku)
– Mudah berteman dan menyukai orang lain
– Senang dengan pujian dan ingin menjadi perhatian
– Menyenangkan dan dicemburui orang lain
– Menyukai hal-hal yang spontan
– Mudah memaafkan (dan tidak menyimpan dendam)
– Mengambil inisiatif/ menghindar dari hal-hal atau keadaan yang membosankan

Kelemahan
– Suara dan tertawa yang keras (terlalu keras)
– Membesar-besarkan suatu hal / kejadian
– Susah untuk diam
– Mudah ikut-ikutan atau dikendalikan oleh keadaan atau orang lain (s**a nge-Gank)
– Sering minta persetujuan, termasuk hal-hal yang sepele
– Rentang Konsentrasi Pendek
– Dalam bekerja lebih s**a bicara dan melupakan kewajiban (awalnya saja antusias)
– Mudah berubah-ubah
– Susah datang tepat waktu jam kantor
– Prioritas kegiatan kacau
– Mendominasi percakapan, s**a menyela dan susah mendengarkan dengan tuntas
– Sering mengambil permasalahan orang lain, menjadi seolah-olah masalahnya
– Biasanya mereka agak egoistis
– Sering berdalih dan mengulangi cerita-cerita yg sama
– Konsentrasi ke “How to spend money” daripada “How to earn/save money”

3. MELANKOLIS
Tipe kepribadian sempurna, ini dia tipe pekerja teratur, rapi dan sistematis. Dalam menyelesaikan pekerjaan maka seorang yang berwatak melankolis akan memilih cara terbaik (best way), bagaimanapun caranya. Kalau ada manualnya maka dia akan mengikuti manual itu 100 % benar. Dia bekerja sangat tekun dan serius, selalu menuntut hal yang sama terhadap anak buah atau rekan-rekannya. Kalau ada yang melenceng sedikit dari kemauannya maka dia akan murung dan muram sepanjang hari. Orang Melankolis ini cepat sekali tersentuh perasaannya. Hidupnya teratur dan kalau berpakaian selalu selalu rapi dan charming.

Kekuatan
– Analitis, mendalam, dan penuh pikiran
– Serius dan bertujuan, serta berorientasi jadwal
– Artistik, musikal dan kreatif (filsafat & puitis)
– Sensitif
– Mau mengorbankan diri dan idealis
– Standar tinggi dan perfeksionis
– Senang perincian/memerinci, tekun, serba tertib dan teratur (rapi)
– Hemat
– Melihat masalah dan mencari solusi pemecahan kreatif (sering terlalu kreatif)
– Kalau sudah mulai, dituntaskan.
– Berteman dengan hati-hati.
– Puas di belakang layar, menghindari perhatian.
– Mau mendengar keluhan, setia dan mengabdi
– Sangat memperhatikan orang lain

Kelemahan
– Cenderung melihat masalah dari sisi negatif (murung dan tertekan)
– Mengingat yang negatif & pendendam
– Mudah merasa bersalah dan memiliki citra diri rendah
– Lebih menekankan pada cara daripada tercapainya tujuan
– Tertekan pada situasi yg tidak sempurna dan berubah-ubah
– Melewatkan banyak waktu untuk menganalisa dan merencanakan
– Standar yang terlalu tinggi sehingga sulit disenangkan
– Hidup berdasarkan definisi
– Sulit bersosialisasi
– Tukang kritik, tetapi sensitif terhadap kritik/ yg menentang dirinya
– Sulit mengungkapkan perasaan (cenderung menahan kasih sayang)
– Rasa curiga yg besar (skeptis terhadap pujian)
– Memerlukan persetujuan

4. PLEGMATIS
Tipe kepribadian yang damai, manusia yang paling menyenangkan bagi semua orang. Orang plegmatis ini nyaris tidak pernah marah. Senyumnya tulus. Hanya saja seperti orang yang tidak punya ambisi. Orangnya damai dan tidak s**a bertengkar. Dia juga sebagai pemalu dan lebih cenderung tidak ingin menonjol di keramaian. Seorang plegmatis akan menerima pendapat orang lain apapun itu, meski belum tentu dia mengerjakannya. Kalau melakukan pekerjaan maka orang plegmatis akan melakukannya dengan cara yang paling mudah (easy way). Kadang-kadang dengan menempuh jalan pintas.

Kekuatan
– Mudah bergaul, santai, tenang dan teguh
– Sabar, seimbang, dan pendengar yang baik
– Tidak banyak bicara, tetapi cenderung bijaksana
– Simpatik dan baik hati (sering menyembunyikan emosi)
– Kuat di bidang administrasi, dan cenderung ingin segalanya terorganisasi
– Penengah masalah yg baik
– Cenderung berusaha menemukan cara termudah
– Baik di bawah tekanan
– Menyenangkan dan tidak s**a menyinggung perasaan
– Rasa humor yg tajam
– Senang melihat dan mengawasi
– Berbelaskasihan dan peduli
– Mudah diajak rukun dan damai

Kelemahan
– Kurang antusias, terutama terhadap perubahan/ kegiatan baru
– Takut dan khawatir
– Menghindari konflik dan tanggung jawab
– Keras kepala, sulit kompromi (karena merasa benar)
– Terlalu pemalu dan pendiam
– Humor kering dan mengejek (Sarkatis)
– Kurang berorientasi pada tujuan
– Sulit bergerak dan kurang memotivasi diri
– Lebih s**a sebagai penonton daripada terlibat
– Tidak senang didesak-desak
– Menunda-nunda / menggantungkan masalah

23/03/2017

Pembuatan Majalah Sekolah
1. Latar belakang pembuatan
Hal pertama dalam membuat buletin atau majalah sekolah adalah menentukan latar belakang atau alasan pembuatan. Untuk mendeskripsikan latar belakang pembuatan BMS kita harus menjawab pertanyaan, “Kenapa hendak membuat BMS. Apa Alasannya?”. Deskripsikan pertanyaan tersebut dengan maksud dan tujuan pembuatan bulettin atau majalah sekolah.
2. Sumberdaya manusia
Sumberdaya Manusia perlu diperhitungkan karena SDM lah yang nantinya akan mengurus BMS dan menetukan eksistensinya di jagat jurnalistik sekolah. Bisa dicari dengan audisi atau penunjukkan siapa saja yang berkompeten dalam bidang jurnalistik. Jika memang ada ekskul jurnalistik, maka kita bisa memberdayakannya. SDM yang dibutuhkan akan menempati posisi-posisi tertentu. Posisi-posisi tersebut dikenal dengan istilah stuktur perencananan stuktur staf redaksi. Adapun susunan struktur dalam suatu redaksi majalah adalah
a) Pemimpin umum atau pelindung, yakni yang melindungi majalah sekolah kita. Biasanya ditempati oleh kepala sekolah atau wakil kepala sekolah bidang kesiswaan.
b) Penasihat, yakni yang membimbing dalam pembuatan majalah sekolah kita. Biasanya untuk bagian penasihat di duduki oleh beberapa gurun yang ada di sekolah kita.
c) Pembina, yakni yang membimbing dan dan yang mengarahkan dalam pembuatan majalah sekolah. Biasanya posisi ini di duduki oleh guru mata pelajaran Bahasa Indonesia atau guru yang memiliki kemampuan dalam bidang jurnalistik.
d) Pemimpin redaksi, yakni orang yang sangat berperan dalam pembuatan majalah sekolah, atau bisa disebut ketua dari stuktur staf redaksi. Adapun salah satu kriteria seorang pemimpin redaksi adalah
- Memiliki kemampuan tentang jurnalistik dan kepemimpinan
- Bertanggungjawab terhadap aktivitas keredaksian
- Melakukan pengawasan terhadap seluruh isi atau rubric
- Mengkoordinasi seluruh staf
- Konsolidasi dengan pembina
e) Sekretaris. Ditempati oleh seseorang (anggota atau kader sekolah) yang berkapasitas dalam bidang kesekretariatan. Seperti surat-menyurat, dan lain-lain.
f) Bendahara, yakni yang mengurusi bagian peruangan di majalah sekolah kita. Diposisikan untuk kader yang memiliki kemampuan mengelola keuangan.
g) Dewan redaksi. Masyarakat banyak mengartikan dewan redaksi sebagai dengan staf redaksi atau wartawan pencari berita. Karena tugasnya mengurus semua naskah atau artikel yang akan dipublikasikan. Seperti ilustrator/seting/layout, yakni yang mengurus desain majalah yang akan kita buat. Dari mulai cover sampai isinya. Seorang dewan redaksi memiliki keahlian khusus dan mempunyai kriteria khusus, misalnya;
- Memiliki kemampuan korespondensi atau tulis-menulis sehingga mampu menuangkan ide ke dalam tulisan dengan bahasa yang baik dan benar
- Bertanggungjawab menyediakan naskah yang akan dimuat
- Peka terhadap situasi dan kondisi up to date
- Reporter dan Designer termasuk ke dalam dewan redaksi
h) Distributor, yakni yang mengurusi pendistribusian atau penjualan majalah yang telah kita buat. Tugasnya adalah mendistribusikan BMS yang sudah dicetak.
i) Additional crew atau kru tambahan bisa diposisikan di BMS (jika hal ini dipandang penting). Yang termasuk AC misalnya;
- Bagian iklan, yakni yang mengurusi bagian perikalanan.
- Bagian marketing, yakni orang yang mengurusi proses penjualan majalah.
- Bagian promosi, yakni bagian yang mempromosikan majalah sekolah yang telah kita buat.
3. Membuat nama majalah atau slogan, yaitu merencanakan nama majalah yang akan kita buat. Diusahakan untuk pembuatan nama itu semenarik mungkin. Nama dan slogan ini lebih baik berkaitan dengan latar belakang yang dibuat. Misalnya:
- Latar belakang : Ingin memajukan dan mengembangkan diri para anggota
dan kader organisasi sekolah.
- Nama : Let’s Go
- Slogan : Provokator kemajuan dan pengembangan diri.

Ketiga langkah tersebut, merupakan langkah awal dalam pembuatan majalah sekolah. Dan ketiga langkah tersebut dikatergorikan sebagai “tahap persiapan”. Didalam tahap persiapan ini yakni pembuatan proposal. Dalam pembuatan proposal baiknya dibahas oleh semua staf redaksi majalah yang telah kita buat dengan didampingi oleh Pembina. Mulai dari nama majalah, visi-misi, rencana pembuatan majalah, sampai dana yang akan kita keluarkan untuk pembuatan majalah kita.
Setelah membuat nama majalah dan slogannya, maka langkah selanjutnya adalah pembuatan isi majalah.
4. Rubrikasi.
Setelah membuat nama dan slogan, mulailah memikirkan rubrik apa yang akan dimuat dalam majalah. Rubrik-rubrik yang disajikan akan menentukan apakah BMS marketable atau tidak. Pada ujungnya kualitas rubrik yang baik akan membuat pembaca betah, karena banyak ide dan gagasan pengembangan diri yang dimuat. Untuk pembuatan rublik ini dibahas oleh semua stuktur staf redaksi dan Pembina dan disetujui oleh bagian penasihat dan pelindung. adapun contoh rubrikasi:
- Dalam bulettin BARU (Bacaan Religius Untukmu) yang didirikan oleh Forum Komunikasi Remaja Muslim (FKRM) Tasikmalaya disajikan rubrik-rubrik sebagai berikut:
a) Muqaddimah (semacam salam pembuka dari redaksi).
b) Maidah Ula (“Maidah” artinya hidangan, “Ula” artinya utama. Maksudnya semacam kajian utama sebagai penjabaran dari tema yang ditentukan).
c) Pena BARU (rubrik khusus yang diperuntukkan bagi kru BARU mengenai ide atau pengalaman dalam pemajuan dan pengembangan diri).
d) Atadaru? (diambil dari bahasa Arab yang berarti “Tahukah Kamu?”, rubrik untuk menampilkan informasi-informasi penting seputar peradaban).
e) Istinshah (diambil dari bahasa Arab yang berarti “Meminta Nasehat”, identik dengan rubruk konsultasi).
5. Membuat logo majalah
buatlah logo untuk majalah semenarik mungkin karena jika suatu saat majalah sekolah tersebut ber-partner dalam suatu event maka logo majalah tersebut akan dimuat di spanduk atau background event tersebut tapi jika memang sudah ada kesepakatan untuk itu.
6. Modal produksi
Inilah salah satu penyokong terbit atau tidaknya suatu majalah sekolah. Oleh karena itu perlu dipikirkan darimana pendapatan atau modal untuk produksi bulettin atau majalah sekolah. Ada empat opsi yang dapat perjuangkan, yaitu (1) Subsidi dari sekolah, (2) Iuran Anggota, (3) Donatur, dan atau (4) Iklan.
7. Distribusi, yakni orang yang mengursi penjualan majalah sekolah yang telah diterbitkan Jadi sebelum majalah sekolah diterbitkan, tentukan hal berikut ini:
- Apakah BMS yang dibuat akan dijual dengan harga tertentu?
- Ataukah diberikan secara cuma-cuma alias gratis?
- Jika dijual, perhatikan dan kembangkan management pemasaran.
- Jika digratiskan, jagalah sumber-sumber pendapatan keuangan agar selalu konsisten.
8. Suplemen, yakni urutan kerja kru:
a) Planning (menyusun rencana penerbitan: rapat redaksi)
b) Hunting (pengumpulan bahan-bahan tulisan
c) Writing (penulisan naskah)
d) Editing (proses penyuntingan, koreksi dan adaptasi naskah)
e) Designing (lay out, artistik)
f) Printing (penyetakan buletin/majalah)

Tahap terakhir inilah yang dikatakan tahap penulisan dan pengeditan. Yakni mengumpulkan naskah yang akan kita buat dalam majalah sekolah kita. Penulisan naskah bisa dari wawancara siswa, tulisan kiriman siswa, guru, maupun karyawan sekolah. Untuk memfokuskan isi, sebaiknya diadakan rapat redaksi terlebih dahulu. Dan tentukan tema apa yang akan dibuat dalam edisi majalah sekolah sekarang. Setelah semua naskah masuk ke meja redaksi, seleksi semua naskah yang telah masuk. Apakah naskah tersebut layak dimuat atau tidak.
Selanjutnya masuklah pada tahap setting. Yakni mensetting majalah yang akan kita buat. Untuk persettingan ini dilakukan di tempat percetakan. Setelah semua naskah telah di setting/di layout hasil layout lalu di print ulang sebelum di cetak. Tujuanya untuk mencari letak mana yang masih kurang, untuk meminimalisir kesalahan sebelum di cetak.
Dan yang paling akhir adalah tahap percetakan. Dalam tahap ini kita bisa memilih dua pilihan mejalah yang akan kita buat. Yakni untuk pembuatan majalah kita menggunakan kalkir atau film. Pilihan ini tergantung dari kemampuan pengelola majalah sekolah, terutama dalam pendanaan. Karena untuk pembuatan majalah dengan menggunakan kalkir dan film itu berbeda harganya. Dan selanjutnya majalah sekolah kita di cetak oleh bagian percetakan.

Suasana kewirausahaan juga harus diciptakan.....persiapan penanaman cabe
25/02/2017

Suasana kewirausahaan juga harus diciptakan.....persiapan penanaman cabe

Address

Jalan Ponpes Mujtahidin Kel. Muktisari Kec. Langensari
Banjar
46343

Opening Hours

Monday 07:00 - 16:00

Telephone

02657549049

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when SMK NU Langensari posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category