16/08/2021
*IMAN TAMPAK TIDAK TERLIHAT DI AWAL* ~~~
Kemarin kita lihat ada tayangan bagus tentang analogi tauhid sebagai fondasi di awal. Apabila tak ada fondasi maka bangunan lainnya mudah roboh, amalan-amalan kita lainnya tak berarti apa-apa, kalau tauhid tak dipertahankan.
Maka, menumbuhkan bibit fitrah IMAN di hati anak, bagaikan menguatkan AKAR di awal, seperti pohon-pohon besar yang bisa tumbuh tinggi dan lama, biasanya juga lama tumbuh di atas tanah, karena fokusnya memperkuat akar dulu.
Maka, itulah yang kita sebagai orangtua lakukan, khususnya di 7 tahun pertama anak-anak kita.
Mungkin, diskusi dan obrolan tentang Allah pada anak, tidak akan langsung terlihat di awal. Mungkin penanaman STRONG WHY TAUHID yang berulang kali di benak anak-anak, dengan cara lembut, ahsan dan menyenangkan, tak langsung terlihat di awal. Mungkin, konten dan konteks buku tauhid yang dihadirkan sakeena, tidak akan terlalu terlihat di awal efeknya.
Karena insya Allah di 7 tahun pertama khususnya, adalah masa untuk kita sebagai orangtua, mengokohkan AKAR IMAN agar menghujam di hati anak-anak.
Pengulangan / repetisi adalah salah satu cara, untun menyirami bibit iman tersebut, agar semakin kokoh. Berulang kali, sampai meresap dan menghujam di hati anak-anak KECINTAAN pada Rabb-nya, sebelum TAAT pada Rabb-nya.
Maka jangan sampai kebalik, melewati fase usia 7 tahun pertama memaksa mereka melakukan ibadah yang belum jadi kewajiban, sebelum timbul kecintaan.
Maka, memiliki beberapa buku tentang TAUHID, semoga jadi salah satu JALAN REPETISI tertanamnya akar keimanan yang kuat untuk anak. Dan semoga konteks dan konten yang dihadirkan buku “Warna Ciptaan Allah” ini bisa menjadi salah satu media pilihan Ayah Bunda.
“Anak kokoh imannya, baik adabnya, cerdas intelektualnya, dan ahsan sikapnya,”
Aamin aamin Yaa Rabbal’alamin 🥰🤲🏻❤️💝🧡💛💚💙💜🖤🤍
_Foezi Citra Cuaca Elmart_
*Fufu Elmart*
Penulis 62 Buku tentang Pernikahn, keluarga dan Buku Anak
Barakallah fikum 💜