24/08/2026
๐ฟ๐๐ง๐ ๐๐๐๐ก๐๐ฌ๐๐ฉ ๐๐๐ฃ๐๐๐ ๐๐๐ฃ๐๐๐ช๐ฃ๐ ๐๐๐จ๐๐๐ค๐ฃ ๐๐๐ค๐ฌ: ๐๐๐ข๐๐ง๐๐ ๐๐๐ช๐ก๐๐ ๐๐๐๐ ๐ฎ๐๐ฃ๐ ๐๐๐ฃ๐ช๐ ๐๐๐ง๐ฃ๐ ๐๐๐ฃ ๐๐๐ ๐ฃ๐
KOTA BANJAR, 24 Agustus 2026 โ Ada yang berbeda di MI Plus Daarul Huda (MIPDAH) hari ini. Halaman dan lingkungan madrasah yang biasanya dipenuhi aktivitas belajar mengajar, berubah menjadi ruang penuh lantunan shalawat, senyum anak-anak, semangat kebersamaan, dan kreativitas.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini tidak sekadar menjadi agenda tahunan. Dengan mengusung tema โMeneladani Akhlak Rasulullah untuk Generasi Berkarakterโ, MIPDA menghadirkan peringatan Maulid sebagai momentum untuk mengajak seluruh siswa mengenal, mencintai, sekaligus meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Sejak pagi, suasana madrasah terasa berbeda. Para siswa tampil dengan busana terbaiknya. Wajah-wajah ceria berpadu dengan berbagai warna pakaian bernuansa Islami. Namun di balik kemeriahan tersebut, terselip sebuah pesan penting: bahwa mencintai Rasulullah bukan hanya dengan mengenang kelahiran beliau, tetapi juga dengan berusaha menghadirkan akhlaknya dalam perilaku.
๐๐๐ฌ๐ข๐ก๐๐ญ ๐๐๐ฌ๐ฎ๐ฅ๐ฎ๐ฅ๐ฅ๐๐ก, ๐๐๐ค๐๐ฅ ๐๐๐ ๐ข ๐๐๐ง๐๐ซ๐๐ฌ๐ข ๐๐๐ฌ๐ ๐๐๐ฉ๐๐ง
Salah satu rangkaian utama kegiatan adalah tausiyah yang disampaikan oleh Ustadz Muhammad Saefudin, S.Pd.
Melalui ceramah yang disampaikan dengan bahasa yang dekat dengan dunia anak, para siswa diajak memahami bahwa akhlak Rasulullah SAW bukanlah sekadar cerita yang dibaca dalam buku pelajaran. Kejujuran, kesabaran, kasih sayang, amanah, rendah hati, dan kepedulian merupakan nilai-nilai yang harus tumbuh menjadi kebiasaan.
Tema yang diangkat menjadi semakin relevan di tengah tantangan zaman. Anak-anak tidak cukup hanya dibekali kecerdasan akademik, tetapi juga membutuhkan karakter yang kuat agar mampu tumbuh menjadi generasi yang santun, bertanggung jawab, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.
Sebab ilmu tanpa akhlak akan kehilangan arah, sementara akhlak yang baik menjadi cahaya yang menuntun ilmu agar memberikan manfaat.
๐๐๐ญ๐ข๐ค๐ ๐๐ก๐๐ฅ๐๐ฐ๐๐ญ ๐๐๐ง๐ ๐๐ฅ๐ฎ๐ง ๐๐๐ซ๐ข ๐๐๐ง๐๐ซ๐๐ฌ๐ข ๐๐ฎ๐๐
Suasana Maulid semakin semarak dengan persembahan Marawis dari tim Marawis kelas 5 dan 6.
Penampilan para siswa tersebut menjadi salah satu momen yang menarik perhatian. Dengan kekompakan permainan dan lantunan bernuansa Islami, mereka menunjukkan bahwa seni dapat menjadi salah satu media untuk menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW.
Bagi para siswa, tampil di hadapan teman-teman dan guru tentu bukan sekadar pertunjukan. Ada proses belajar di dalamnya: belajar berlatih, menjaga kekompakan, membangun keberanian, sekaligus belajar tampil dengan penuh percaya diri.
Tepuk tangan dan apresiasi yang diberikan menjadi penyemangat tersendiri bagi para siswa yang telah mempersiapkan penampilan mereka.
๐๐๐ง๐ ๐ ๐ฎ๐ง๐ ๐ฒ๐๐ง๐ ๐๐๐ฅ๐ข๐ง๐ ๐๐ข๐ญ๐ฎ๐ง๐ ๐ ๐ฎ: ๐
๐๐ฌ๐ก๐ข๐จ๐ง ๐๐ก๐จ๐ฐ ๐๐ฌ๐ฅ๐๐ฆ๐ข
Namun ada satu rangkaian kegiatan yang menjadi magnet tersendiri dan paling dinantikan: Lomba Fashion Show Islami.
Bukan sekadar berjalan di atas panggung, para siswa dari kelas 1 hingga kelas 6, yang terdiri dari 15 kelas, tampil membawa konsep dan kreativitas masing-masing.
Busana Islami yang dikenakan para peserta tampil dalam beragam gaya. Ada yang tampil anggun, gagah, ceria, dan penuh percaya diri. Properti yang digunakan pun disesuaikan dengan busana dan konsep penampilan masing-masing.
Yang menarik, persiapan fashion show ini tidak hanya menjadi tugas wali kelas atau pendamping kelas.
๐ข๐ฟ๐ฎ๐ป๐ด ๐๐๐ฎ ๐๐๐ฟ๐๐ ๐บ๐ฒ๐ป๐ด๐ฎ๐บ๐ฏ๐ถ๐น ๐ฝ๐ฒ๐ฟ๐ฎ๐ป ๐ฏ๐ฒ๐๐ฎ๐ฟ
Antusiasme para orang tua terlihat sejak tahap persiapan. Mereka ikut membantu memilih dan menyiapkan busana, mendandani putra-putrinya, hingga mempersiapkan berbagai properti pendukung agar penampilan anak-anak mereka semakin menarik.
Di sinilah kegiatan Maulid tahun ini menemukan warna istimewanya.
๐๐๐๐ซ๐๐ฌ๐๐ก, ๐๐ฎ๐ซ๐ฎ, ๐๐๐ง ๐๐ซ๐๐ง๐ ๐๐ฎ๐ ๐๐๐ซ๐ฃ๐๐ฅ๐๐ง ๐๐๐ฅ๐๐ฆ ๐๐๐ญ๐ฎ ๐๐ซ๐๐ฆ๐
Fashion show tersebut akhirnya bukan hanya menjadi perlombaan antarkelas. Ia menjelma menjadi ruang kolaborasi antara siswa, guru, dan orang tua.
Di balik seorang anak yang tampil percaya diri di atas panggung, ada tangan orang tua yang mempersiapkan pakaian. Ada guru yang mengarahkan. Ada teman-teman sekelas yang memberikan dukungan.
Dengan kata lain, panggung itu tidak hanya menampilkan siswa.
Panggung itu menampilkan hasil dari sebuah kebersamaan.
Semangat para orang tua dalam mempersiapkan anak-anak mereka juga menunjukkan bahwa pendidikan karakter tidak berhenti di lingkungan madrasah. Nilai-nilai yang diajarkan guru akan semakin kuat ketika mendapat dukungan dan teladan dari keluarga di rumah.
Inilah salah satu esensi dari tema Maulid tahun ini: โMeneladani Akhlak Rasulullah untuk Generasi Berkarakter.โ
Karakter tidak lahir dalam sehari. Ia tumbuh dari kebiasaan, keteladanan, kerja sama, dan lingkungan yang terus mengajarkan kebaikan.
Peringatan Maulid Nabi akhirnya menjadi lebih dari sekadar acara seremonial.
Ada ilmu yang disampaikan melalui tausiyah. Ada kecintaan kepada Rasulullah yang disampaikan melalui lantunan marawis. Ada kreativitas yang tumbuh melalui fashion show. Dan ada kebersamaan yang terbangun melalui keterlibatan guru, siswa, serta orang tua.
Semua berpadu menjadi satu perayaan yang meriah, tetapi tetap sarat makna.
Karena pada akhirnya, memperingati Maulid Nabi bukan hanya tentang seberapa meriah sebuah acara dilaksanakan.
Yang jauh lebih penting adalah seberapa jauh akhlak Rasulullah mampu kita hadirkan dalam kehidupan.
Dari madrasah hari ini, MIPDA kembali mengingatkan bahwa generasi berkarakter tidak lahir hanya dari buku dan pelajaran. Mereka tumbuh dari keteladanan yang terus diperlihatkan, dari lingkungan yang membiasakan kebaikan, dan dari orang-orang dewasa yang mau berjalan bersama mendampingi mereka.
Semoga semarak Maulid Nabi Muhammad SAW di MI Plus Daarul Huda menjadi lebih dari sekadar kenangan satu hari.
Semoga lantunan shalawat hari ini menjadi pengingat, nasihat yang disampaikan menjadi bekal, dan setiap langkah kecil anak-anak MIPDAH menjadi bagian dari perjalanan panjang untuk meneladani akhlak manusia paling mulia, Rasulullah Muhammad SAW.
โMeneladani Akhlak Rasulullah untuk Generasi Berkarakter.โ
Karena generasi hebat bukan hanya yang cerdas pikirannya, tetapi juga yang indah akhlaknya.