Sekolah ini berdiri di atas lahan 6800 m2. Suasana pembelajaran cukup bagus, mengingat lokasinya sangat jauh dari hiruk pikuknya kota sehingga terhindar dari kebisingan. Suasana ini sangat tepat dijadikan sekolah yang berstandar nasional. Menjadi sekolah Standar Nasional Pendidikan adalah dambaan semua sekolah. Tetapi untuk mencapai kondisi ini sangat berat karena harus memenuhi standar kompetensi
yang telah ditetapkan seperti standar isi, proses, ketenagaan, manajemen dan sebagainya.Yang terpenting adalah manajemen pengelolaan dan pembiayaan serta proses harus baik niscaya akan dapat menghasilkan lulusan yang bermutu. Sekolah yang ingin mengembangkan diri untuk menjadi sekolah yang berstandar nasioanal selalu mencari inovasi-inovasi baru utuk kemajuan pendidikan di sekolahnya. Untuk mendapatkan hasil yang optimal dalam pendidikan perlu didukung oleh sarana / prasarana yang memadai seperti ruang belajar, lapangan untuk berolah raga, laboratorium, perpustakaan, lab. komputer, ruang keterampilan, ruang TU, ruang kepala sekolah dan sebagainya. Di samping itu juga kurikulum ini dikembangkan dengan menggunakan strategi pembelajaran CTL dan metode pembelajaran yang tepat serta didukung oleh suasana belajar yang kondusif. Suasana sejuk dan nyaman, serta lingkungan belajar yang bersih, sehat, tenang, tertib serta halaman dengan tamannya luas memberi keteduhan sehingga proses belajar menjadi lebih efektif menadi harapan yang ingin dikembangkan. Namun demikian budaya bersih masih belum menjadi kebutuhan sehingga perlu kerja semua pihak untuk membudayakan hidup bersih terlebih sekolah berada di jantung pengembangan Geopark Kadera Gunung Batur. Begitu p**a taman yang luas belum tertata dengan optimal, utamanya lapangan yang pada musim kemarau masih berdebu sementara aliran air diambil dari danau yang kurang lebih 500 m yang dinaikkan melalui mesin p***a. Keadaan masyarakat sekitar sebagai masyarakat pendukung dalam bidang sosial ekonomi masih berada dalam golongan menengah ke bawah sehingga partisipasi dan dukungan finansial dari masyarakat masih sangat rendah dalam menunjang pendidikan di sekolah. Hal ini akan menimbulkan kesenjangan harapan dengan output peserta didik, tetapi dukungan dalam bentuk partisipasi moral terhadap pendidikan yang dilakukan masyarakat sangat baik.