16/06/2021
بسم الله الرحمن الرحيم
قَالَ الْعُلَمَاءُ: الْحَدِيثُ ثَلَاثَةُ أَقْسَامٍ صَحِيحٌ وَحَسَنٌ وَضَعِيفٌ: قَالُوا وَإِنَّمَا يَجُوزُ الِاحْتِجَاجُ مِنْ الْحَدِيثِ فِي الْأَحْكَامِ بِالْحَدِيثِ الصَّحِيحِ أَوْ الْحَسَنِ: فَأَمَّا الضَّعِيفُ فَلَا يَجُوزُ الِاحْتِجَاجُ بِهِ فِي الْأَحْكَامِ وَالْعَقَائِدِ وَتَجُوزُ رِوَايَتُهُ (1) وَالْعَمَلُ بِهِ فِي غَيْرِ الْأَحْكَامِ كَالْقَصَصِ وَفَضَائِلِ الْأَعْمَالِ وَالتَّرْغِيبِ وَالتَّرْهِيبِ
[النووي ,المجموع شرح المهذب ,1/59]
Para ulama menjelaskan: hadist terbagi menjadi tiga , yang pertama hadist shoheh yang kedua hadist hasan kemudin yang ketiga hadis dhoif.
Dari ketiga hadist ini yang boleh digunakan untuk dijadikan hujjah/dalil dalam sebuah hukum Hanya hadist shoheh dan juga hadist hasan. Hadist dhoif tidak boleh digunakan menjadi landasan sebuah hukum syari’at serta dijadikan landasan ‘akidah, namun demikian tetap diperbolehkan untuk meriwayatkan serta mengamalkannya untuk selain hukum hukum syariat, seperti menjelaskan sebuah cerita, menjelaskan keutaman keutamaan amal serta untuk dijadikan motivasi diri serta untuk menakut nakuti diri sehingga bisa lebih giat dan tekun dalam beribadah kepada Alloh SWT.
Dalam hal pengunaan dan mengamalkan hadist dhoif ini tidak lepas dari perbedaan pendapat anatar Ulama, Sebagian ulama berpendapat tidak boleh secara mutlak menggunakan,mengamalkan serta meriwayatkan hadist dhoif ini, kemudian ada ulama yang memperbolehan mengamalkan dan menggunakan hadist dhoif dengan beberapa syarat misalnya dengan tidak meyakini bahwa hadist tersebut benar benar merupakan ucapan Rosullulloh, kemudian yang terakhir Ulama yang berpendapat lebih ringan dalam pengamalan hadis doif dengan harapan bisa meninggkatkan motivasi diri dalam melakukan kebaikan dan semakin termotivasi untuk selalu berusaha menjadi lebih baik dalam beribadah dan mendekatkan diri kepada Alloh SWT. Perbedaan pendapat Ulama ini hanya dalam penggunaan dan mengamalkan hadist doif yang menjelaskan keutamaan keutamaan amal,menceritakan kisah dan dijadikan sebuah motivasi dan ancaman/menakut nakuti (الترغيب والترهيب).
والله اعلم wallohu a’lam.