LPPMD Unpad

LPPMD Unpad

Share

LPPMD Unpad merupakan lembaga kajian yang berfokus di bidang sosial-politik

Photos from LPPMD Unpad's post 15/12/2022

Salam Pembebasan!

"Tergolongnya seorang filsuf tertentu pada suatu mazhab didasarkan pada persoalan apakah ia mengakui alam, dunia eksternal, materi dalam gerak, sebagai hal yang utama, atauhkah roh, rasio, kesadaran dan lain-lain" -V.I. Lenin
Pengakuan tersebut membuat filsafat secara ontologis terbagi menjadi dua kubu, yaitu kubu Idealisme dan Materialisme. Pengadopsian suatu basis ontologis tertentu, memiliki implikasi yang cukup besar dalam bagaimana kita berpikir, melihat fenomena, dan bertindak

Simak postingan berikut untuk memahami lebih lanjut ya!

Facebook: LPPMD Unpad
Instagram:
Twitter:
Line:

21/10/2022

Salam Pembebasan!

LPPMD Unpad resmi melantik 9 kader baru angkatan 43 yang sudah lolos melewati rangkaian kegiatan Pendidikan Dasar. LPPMD Unpad mengucapkan selamat datang kepada seluruh kader baru angkatan 43 serta mengapresiasi seluruh panitia Pendidikan Dasar XLIII yang telah melangsungkan kegiatan kaderisasi secara maksimal. Berikut adalah nama-nama kader baru yang telah berhasil melewati agenda Pendidikan Dasar LPPMD Unpad:

1. Intan Ayu Anggraini (FIB 2022)
2. M. Naufal Putra Widhiana (FIB 2022)
3. M. Aria Mestika Prabu (FIB 2022)
4. Adrian Aulia Rahman (FIB 2022)
5. M. Haikal Algifari (FMIPA 2022)
6. Febrio (FMIPA 2021)
7. Azzam Fauzul Azhim Adnan (FMIPA 2018)
8. Cindy Veronica Rohanauli (FISIP 2022)
9. Olivia Angeline Margareth (FIKOM 2022)

Selamat kepada kader baru angkatan ke-43! Selamat menjadi bagian dari Lembaga Pengkajian dan Pengabdian Masyarakat Demokratis Universitas Padjadjaran

Facebook : LPPMD Unpad
Twitter :
Instagram :
Line :

Photos from LPPMD Unpad's post 01/10/2022

Salam pembebasan!

Telah dibuka penerimaan anggota baru LPPMD melalui pelaksanaan agenda “Pendidikan Dasar ke-43”. Terbuka luas kesempatan untuk kawan-kawan yang tertarik dengan kegiatan-kegiatan seperti diskusi, bedah buku, kajian, dan masih banyak lagi. Kapan lagi bisa memiliki wadah belajar dan berkembang bersama dalam mengkaji dan berdiskusi? Yuk segera daftarkan diri kawan-kawan!

Link Pendaftaran: bit.ly/OprecPD43LPPMD
Link Booklet: bit.ly/BookletPD43

Facebook : LPPMD Unpad
Twitter :
Instagram :
Line :
Email: [email protected]

18/07/2022

Salam Pembebasan!

Pada September 2019 lalu, masyarakat melakukan aksi penolakan RKUHP kepada pemerintah di berbagai daerah. Penolakan tersebut diakibatkan oleh pasal-pasal dalam RKUHP yang dianggap bermakna ambigu, tidak jelas, dan lain-lain.

Aliansi Nasional Reformasi KUHP, yang terdiri dari berbagai lembaga masyarakat dan mahasiswa telah menyurati Presiden Joko Widodo yang berisi desakan untuk segera menerbitkan draft RKUHP secara publik. Kemudian, mahasiswa mengancam akan melakukan aksi demonstrasi besar-besaran jika pemerintah tidak memberikan akses kepada masyarakat untuk membuka Draft RKUHP terbaru.

Meskipun sekarang Draft RKUHP telah dibuka, jalan masih begitu panjang bagi masyarakat untuk mengawal dan menganalisa pasal-pasal yang terdapat dalam undang-undang ini. Untuk itu, LPPMD pada kesempatan kali ini berkolaborasi dengan LBH Bandung akan mengadakan diskusi publik bertajuk Polemik RKHUP: Dari Negara Hukum Menuju Negara Kekuasaan.

Acara ini turut mengundang seluruh mahasiswa
serta elemen masyarakat untuk ikut berdiskusi mengenai lika liku RKUHP.

Link Pendaftaran : bit.ly/diskusipubliklppmd
Hari Tgl: Rabu, 20 Juli 2022
waktu: 19:00 WIB- selesai

Kami tunggu kehadiran kawan-kawan!

Facebook : LPPMD Unpad
Twitter :
Instagram :
Line :
Email: [email protected]

Photos from LPPMD Unpad's post 08/05/2022

Salam Pembebasan!

Selama bulan April kemarin, LPPMD mengadakan kegiatan "Pendidikan Dasar" atau lebih dikenal dengan singkatannya yaitu PD yang ke-42. PD ini disinyalir sebagai pintu bagi para mahasiswa Unpad yang tertarik untuk bergabung dengan LPPMD.

Setelah menjalani Pra PD dan juga pematerian PD sebagai bekal para kader baru kedepannya, LPPMD kemudian menjaring 3 anggota baru untuk menjadi bagian dari organisasi ini. Berikut adalah 3 nama yang dinyatakan lolos:

1. M. Dzaky Abdullah (FIB 2019)
2. M. Nadhif Achyansyah (FISIP 2019)
3. Yusuf Lamuri (FMIPA 2021)

Adapun arti dari nama angkatan 42 ini, Parrhesia, adalah kebenaran, harapan, kemerdekaan, dan kebebasan berbicara. Semoga angkatan 42 ini dapat menjadi pribadi, baik di dalam dan di luar LPPMD, yang memenuhi seluruh arti dari kata "Parrhesia". Bukan hanya para anggota baru ini saja, semoga organisasi LPPMD pun dapat menjadi apa yang dimaksud dari "Parrhesia" juga.

Selamat dan semangat kawan-kawan 42!

Facebook : LPPMD Unpad
Twitter :
Instagram :
Line :

01/05/2022

Salam Pembebasan!

Tanggal 1 Mei diperingati sebagai Hari Buruh Internasional atau May Day dimana biasanya hari ini dirayakan oleh para pekerja di seluruh penjuru dunia dengan melakukan aksi long march di lokasi masing-masing.

Dalam demonstrasi tersebut, para pekerja biasanya mengajukan berbagai tuntutan yang bertujuan untuk memberikan kesejahteraan dan keamanan pada pekerjaan mereka. Hari Buruh ini sejatinya lahir dari parade yang digalakan oleh Lucy Parson dan Albert Parson dimana mereka serta anak-anak juga 340.000 pekerja dari 12 pabrik menuju Chicago Michigan Avenue dengan membawa tuntutan perihal regulasi bekerja 8 jam sehari.

Tuntutan tersebut merupakan sebuah usaha untuk memberikan pekerjaan pada ribuan pekerja lainnya yang menganggur akibat mesin-mesin “penghemat kerja” baru. Parade tersebutlah yang kemudian menjadi cikal bakal terjadinya Haymarket Riot.

Ratusan tahun kemudian, semangat para pekerja Haymarket masih dipegang teguh oleh para pekerja abad ini. Di Bandung misalnya, ribuan orang–baik dari kalangan pelajar dan pekerja– yang mengklaim sebagai black bloc/Antifa melakukan parade dalam rangka memperingati May Day pada tahun 2019.

Serupa dengan nasib para pekerja di Haymarket, massa yang tergabung dalam parade mendapatkan represi dari aparat kepolisian; setidaknya 600 orang ditahan dan puluhan mengalami luka-luka.

Untuk memperingati Hari Buruh atau May Day ini, Ketua Umum LPPMD yaitu M. Diva Kafila Raudya kemudian membuat sebuah tulisan yang berjudul “May Day dan Refleksi Kerja Hari Ini” yang mana didalamnya membahas seputar bagaimana keadaan pekerja saat ini yang tereksploitasi di tengah-tengah Revolusi Industri 4.0 .
Untuk membacanya, kawan-kawan dapat mengakses tulisan tersebut melalui link berikut:

https://www.lppmdunpad.com/2022/05/may-day-dan-refleksi-kerja-hari-ini.html

Selamat Membaca!

Facebook : LPPMD Unpad
Twitter :
Instagram :
Line :

22/04/2022

Salam Pembebasan!

Pada tanggal 28-30 Maret 2022 yang lalu, KontraS mengadakan pelatihan mengenai “Mengaktifkan Kembali Kebebasan Masyarakat Sipil” yang dilaksanakan di CO&CO Space, Dipatiukur, Kota Bandung. Pelatihan ini membahas mengenai kebebasan masyarakat sipil dalam pembelaan HAM dan berfokus pada isu Myanmar yang sedang terjadi pelanggaran HAM, terutama membahas mengenai krisis kemanusiaan dan berkuasanya militer di Myanmar. Salah seorang kader LPPMD, Aditya Bagja Wicaksono, mengikuti pelatihan tersebut dan menuliskan press release terkait pelatihan tersebut. Untuk membaca press release tersebut, pembaca dapat mengaksesnya di link berikut:

https://www.lppmdunpad.com/2022/04/press-release-pelatihan-kontras.html

Selamat membaca!

Facebook : LPPMD Unpad
Twitter :
Instagram :
Line :

Photos from LPPMD Unpad's post 10/04/2022

Salam Pembebasan!

Revolusi Hijau merupakan suatu istilah yang dipakai untuk menggambarkan penggunaan teknologi dalam budidaya pertanian. Revolusi hijau ini dimulai pada tahun 1950-an hingga 1980-an dan banyak digunakan di negara berkembang, terutama di Asia. Hasil dari Revolusi Hijau ini adalah swasembada sejumlah bahan pangan di beberapa negara yang kekurangan persediaan pangan.
Di Indonesia sendiri, revolusi hijau sudah diinisiasi semenjak zaman pemerintahan Soekarno melalui adanya Rencana Kasimo. Namun sayangnya, dikarenakan secara ekonomi negara belum dapat mengusahakan, akhirnya rencana tersebut gagal. Kemudian, pemerintahan Orde Baru pun mencoba untuk merealisasikan rencana tersebut dalam bentuk “Bimas” (Bimbingan Massal) dan berhasil dilaksanakan. Bimas sendiri memiliki semboyan berbunyi, “Panca Usaha Tani” dan disempurnakan menjadi “Sapta Usaha Tani”.
Sayangnya, niat awal yang terlihat mulia dari revolusi hijau ini yaitu untuk meningkatkan produksi pangan di negara berkembang justru malah memberi kerugian terhadap kesejahteraan dan juga lingkungan. Bagaimana bentuk kerugian yang didapatkan di Indonesia? dan bagaimana selayaknya revolusi hijau ini dilaksanakan untuk kedepannya agar dapat memberikan dampak baik yang nyata? Pembaca dapat menyimak infografis “Pride & Prejudice Revolusi Hijau” yang ditulis oleh Restu Alfarisy, salah satu kader LPPMD angkatan 41. Selamat membaca!
Facebook : LPPMD Unpad
Twitter :
Instagram :
Line :

SECANGKIR HUJAN BERSAMA SEMESTA 08/04/2022

Salam Pembebasan!

“Teruntuk kamu yang telah lama termakan waktu dan tenggelam dalam pengasingan.”

Tulisan kader LPPMD yang berjudul "Secangkir Hujan Bersama Semesta" karya M. Restu Alfarisy merupakan sebuah cerpen yang menceritakan mengenai seseorang yang baru pertama kali merasakan perasaan ‘aneh’ kepada temannya. Simak tulisannya di website lppmd untuk mengetahui lebih lanjut. Selamat membaca!

https://www.lppmdunpad.com/2022/04/secangkir-hujan-bersama-semesta.html

Facebook : LPPMD Unpad
Twitter :
Instagram :
Line :

SECANGKIR HUJAN BERSAMA SEMESTA  Ilustrasi: Andien Destiani R. Oleh: Restu Alfarisy Teruntuk kamu yang telah lama termakan waktu dan tenggelam dalam pengasingan Di ambang pintu ini sembari menatap air-air hujan yang membuat suara ramai berjatuhan, terkenang dalam pikiranku semua kenangan yang pernah kita ciptakan bersama—atau m...

30/03/2022

Salam Pembebasan!

Tahun awal berdirinya suatu bangsa tak jarang terjadi gonjang-ganjing, seperti perebutan kekuasaan yang seringkali terdapat campur tangan pihak asing di dalamnya. Sejarah mencatat bahwa Indonesia pernah mengalami hal serupa ketika Republik genap berusia 20 tahun. Peristiwa yang diyakini sebagai perebutan kekuasaan antara militer dan kelompok komunis yang dikenal sebagai peristiwa G30S/Gestok/Gestapu ini meninggalkan tinta darah dalam catatan Indonesia. Tak ada yang menyangka bahwa peristiwa yang memakan korban 6 perwira tinggi dan 1 perwira muda ini berbuntut pada penangkapan juga pengasingan orang yang tertuduh sebagai komunis, pembubaran partai komunis, bahkan genosida politik.

Gerakan 30 September bukan hanya tentang pembantaian 7 perwira militer AD saja. Lebih dari itu, terjadi p**a perebutan kekuasaan antara PKI dan kelompok kontra-PKI, yaitu partai oposisi, mahasiswa, dan angkatan darat. Konflik yang terjadi antara kedua kekuatan ini terlihat pada Pemilu 1955 dan masa demokrasi terpimpin. Pada masa itu, PKI sebagai partai posisi empat pemenang Pemilu 1955 dianggap terlalu dekat dengan Sukarno yang pada saat itu p**a hubungan Indonesia dengan blok komunis sangat mesra. Hal inilah yang membuat kelompok anti-komunis sangat mendukung pembubaran Partai Komunis Indonesia dari bumi Nusantara.

Kondisi Republik saat itu menjadi sangat kacau pasca meletusnya peristiwa Gerakan 30 September. aksi demonstrasi besar-besaran, pembunuhan para terduga PKI, dan kerusuhan lain membuat kondisi Republik makin kacau. Kondisi seperti ini menjadi sangat rawan akan terjadinya perebutan kekuasaan, terlebih kepercayaan rakyat terhadap Presiden Sukarno menurun selepas peristiwa berdarah tersebut. Melihat keadaan politik Republik yang sedang kacau ini kemudian “dimanfaatkan” oleh Soeharto yang saat itu berpangkat Letnan Jenderal untuk tampil di hadapan rakyat Indonesia seakan dia lah pahlawan yang akan menstabilkan kondisi Republik. Berbekal surat perintah yang ditandatangani langsung oleh Presiden Sukarno, Soeharto melakukan tindakan-tindakan yang dianggapnya perlu untuk mengembalikan kestabilan negara, walaupun tindakan tersebut dianggap melewati batas dan menimbulkan kontroversi.

Lantas bagaimana Soeharto bisa mendapatkan surat perintah tersebut? Bagaimana bisa surat perintah ini menimbulkan banyak sekali kontroversi? Dan apa saja dampak dari surat perintah yang digunakan Soeharto untuk menjaga kestabilan negara? Kawan-kawan dapat membacanya dalam tulisan “Supersemar: Surat Super Pembuka Jalan Kekuasaan Soeharto yang Kontroversial” karya Noki Dwi N. di link berikut:

https://www.lppmdunpad.com/2022/03/supersemar-surat-super-pembuka-jalan.html

Facebook : LPPMD Unpad
Twitter :
Instagram :
Line :
Email: [email protected]

Photos from LPPMD Unpad's post 22/03/2022

Salam pembebasan!

Telah dibuka penerimaan anggota baru LPPMD melalui pelaksanaan agenda “Pendidikan Dasar ke-42”. Terbuka luas kesempatan untuk kawan-kawan yang tertarik dengan kegiatan-kegiatan seperti diskusi, bedah buku, kajian, dan masih banyak lagi. Kapan lagi bisa memiliki wadah belajar dan berkembang bersama dalam mengkaji dan berdiskusi? Yuk segera daftarkan diri kawan-kawan!

Link Pendaftaran: https://bit.ly/PendaftaranBalonderLPPMD42
Link buku saku (booklet): https://bit.ly/BookletPD42

Facebook : LPPMD Unpad
Twitter :
Instagram :
Line :
Email: [email protected]

Photos from LPPMD Unpad's post 18/03/2022

Salam Pembebasan!

Buddha Gautama merupakan figur utama dalam agama Buddha. Sebelum menjadi seorang Buddha, ia merupakan seorang anak raja dari klan Sakya. Menjadi seorang anak raja, tentulah hidupnya dapat dikatakan lebih dari berkecukupan.

Namun, apa yang membuatnya keluar dari kehidupan serba ada dan terjamin itu dan kemudian bertapa hingga menjadi seorang Buddha? Bagaimana perjalanan hidupnya? Dan Nilai apa saja yang ia tanamkan dalam ajarannya yang masih bertahan hingga sekarang? Pembaca dapat menyimak informasi tersebut dalam infografis singkat berikut!

Facebook : LPPMD Unpad
Twitter :
Instagram :
Line :
Email: [email protected]

Want your school to be the top-listed School/college in Bandung?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Telephone

Address


Bandung