Mantap anak KAMMI
Naufal abyan faruqi
Tak harus pernah mengalami untuk sekadar mengetahui. Dan tak cukup sekali mengalami untuk benar-benar memahami. ~
21/12/2015
Ada satu hal menarik di dunia ini yang mungkin perlu kamu ketahui. Bahwa mungkin seseorang yang datang ke dalam hidupmu nanti bukanlah orang yang baik. Baik dalam arti yang sebenarnya. Ada bagian-bagian yang tidak terpisahkan dari dirinya yang telah menjadi masa lalu. Pun setiap orang merasa ingin mengubur masa lalunya. Ia ingin berbagi denganmu. Mengawali sesuatu dengan kejujuran, bukan kebohongan.
Mungkin ia baru saja beranjak setelah sekian tahun bergelut dengan dirinya sendiri. Bertanya ke sana kemari hanya untuk mengetahui apakah Tuhan itu masih mungkin mengampuninya atau tidak. Dan rasa khawatir atas pengampunan itu senantiasa menyertai langkah kakinya. Hidupnya kini sangat hati-hati.
Ia mungkin bukan orang baik. Tidak sebaik sebagaimana pengetahuanmu tentangnya selama ini. Ia akan datang menjadi ujian bagimu. Ia tidak berharap diterima, tapi ia senantiasa mengusahakanmu. Ia bahkan sudah bersyukur karena mengenalmu membuatnya berusaha menjadi lebih baik. Ia sudah ikhlas dengan keputusanmu bahkan sebelum dia mengutarakan keinginannya.
Andai kamu berada di posisi hidupnya. Bagaimana perasaanmu?
Pernahkah Anda menyesal tentang apa yang telah Anda perbuat? Pernahkah Anda menyadari Anda bisa berbuat lebih baik, tapi sudah terlambat? Pernahkah Anda berbuat kesalahan yang kemudian berakibat fatal untuk Anda dan orang lain? Kalau ya, berarti Anda manusia.
Tidak ada satu pun dari kita yang bersih dari kesalahan. Tiap orang pasti pernah berbuat sesuatu yang kemudian membuat kita menyesal, berharap bisa mengulangi momen itu tapi sia-sia karena waktu tidak pernah berputar ke arah sebaliknya. Adalah wajar bila kita menyesal, bahkan bersedih. Tapi bagaimana bila perasaan tidak enak itu tetap menghantui kita
oke sist, ini ada tips moga bermanfaat :
1. Menyibukan diri
orang yang mengalami tekanan emosi berat akan lebih cepat ‘sehat’ bila menyibukkan dirinya dengan hal-hal yang bermanfaat. Terutama bila ia menggunakan waktunya untuk membantu orang lain. Hal ini dikarenakan, ketika membantu orang lain, pikiran kita tidak lagi berfokus pada masalah pribadi. Kebanyakan orang tenggelam dalam permasalahannya karena tidak bisa melihat ada dunia lain yang berputar di luar dunianya.
2. Jangan menyalahkan keadaan.
Menyalahkan keadaaan hanya akan membuat luka Anda bertambah dalam. Memang, yang paling mudah adalah menyalahkan orang lain atau lingkungan ketika sesuatu yang buruk terjadi pada kita. Tapi kenyataannya, kita tidak bisa menguasai dunia. Kita hanya bisa mencoba mengatur diri sendiri, dan bagaimana kita bereaksi terhadap dunia. Daripada menyalahkan keadaan, lebih baik tenangkan diri dan coba cari solusinya. Dan kita patut sangat berhati-hati, jangan sampai menyalahkan Allah atas apapun yang menimpa kita.
3. Ketika sebuah pintu tertutup, pintu lain terbuka
Ada pepatah yang sebenarnya agak menyesatkan.kesempatan emas itu hanya datang sekali seumur hidup, sebenarnya tidaklah tepat. Ada banyak sekali kesempatan di sekitar kita. Kadang kita saja yang tidak menyadarinya. Pintu lain itu tidak selalu sama persis bentuk dan warnanya dengan pintu sebelumnya yang terbanting keras di muka kita. Tapi percayalah, sesudah ujian itu ada kemudahan. Selalu ada hikmah di balik kejadian sepahit apapun.
4. menghitung nikmat
Ketika bersedih, orang begitu terfokus pada masalahnya sehingga cenderung lupa hal lain yang dimilikinya. Misalnya, OK kita kehilangan orang yang kita sayangi. Tapi bukankah kita masih memiliki keluarga yang menyayangi kita tulus, tubuh yang sehat, bisa bernafas leluasa, bisa melihat, jantung masih giat berdenyut, nikmat berislam, dsb. Percayalah, bahwa Anda dapat melihat permasalahan yang Anda hadapi tidak seberapa dibanding semua nikmat yang pernah Anda miliki. Lihatlah betapa kita sebenarnya sering mengalami ujian, namun toh Allah selalu membantu kita melewatinya dengan baik. Mengapa kali ini tidak? Ingatlah, pertolongan Allah itu dekat.
5.Jangan membuat keputusan besar saat emosi
Orang cenderung menggeneralisir permasalahan ketika sedang down. Rasanya seluruh hidupnya hancur. Padahal kenyataannya tidaklah demikian. Mungkin sebagian menjadi terpengaruh negatif, tapi kan tidak semuanya. Yang terjadi adalah, ia membuat suatu kesalahan, itu mempengaruhi perasaannya. Juga mempengaruhi penilaiannya terhadap diri sendiri dan lingkungan.
Di saat seperti ini sebaiknya jangan membuat keputusan-keputusan besar. Misalnya saja tiba-tiba memutuskan untuk bercerai atau bunuh diri. Sebaiknya tunggu sampai emosi kita mereda, baru berpikir dengan jernih sebelum memutuskan. Jangan lupa juga untuk shalat Istikhoroh, supaya keputusan yang kita ambil bukan karena emosi belaka.
6. Kembali pada allah swt
Kesedihan, penyesalan, semua rasa sakit yang tidak dibarengi iman, akan membuat kita mudah dijerumuskan setan. Maka yang paling baik adalah kembali pada Allah dengan permasalahan kita. Lihatlah, apa yang coba Allah sampaikan dengan kejadian ini? Apakah Allah ingin menarik kita yang semakin jauh untuk kembali dekat dengan-Nya? Apakah Allah tengah berusaha mengingatkan niat-niat yang tidak tulus, perhitungan yang tidak cermat, atau apa? Ataukah sekadar menguji kita?
Berdoa, senantiasalah berdoa. Mohon dikuatkan melalui cobaan seberat apapun. Jangan sampai ujian itu membuat kita malah jauh dari Allah. Jadikanlah Allah teman curhat kita yang paling akrab. Bermanja-manjalah pada-Nya, terutama di sepertiga malam terakhir. Bukankah Allah yang berjanji untuk mengabulkan permintaan hamba-Nya?
Ya Allah, Kami Percaya.. Bersama kesulitan ada kemudahan, dan bersama kesukaran ada kelapangan dariMU, Mohon Kuatkan..
“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Alam Nasyroh: 5).
Selamat pagi.. ��
Dear istri kelak....
( sebut saja dia anon )
assalamu'alaikum kamu yang suatu saat bakal ngisi kekosongan di hatiku hhaha
apa kabar? udah sholat belum? ngajinya udah sampe juzz berapa nih?
hai non in shaa Allah 4-5 tahun lagi kita bakal ketemu di depan penghulu barengan sama wali kamu juga.
semoga kalo udah waktunya nanti, kita udah sama2 siap lahir bathin yaa..
kalo sekarang yuk mendingan kita sama2 ngebenahin n saling memantaskan diri untuk satu sama lain hhehehe
aku sih ga pernah tau, sekarang ini kita udah kenal dari dulu, atau baru kenal kah, atau mungkin belom kenal sama sekali. tapi ga masalah kan yaa, kan tulang rusuk gak bakal salah untuk kembali ke pemiliknya, yaa meskipun mungkin sekarang kamu lagi nyasar2 dulu ke orang yang salah. :p
sebelum kita ketemu, aku mau minta maaf dulu aja kali yaa
maafin kalo aku gak sebaik atau sesuai sama harapan kamu nantinya
maaf kalo aku ga seganteng artis yang kamu idola2in sampe majang posternya di kamar(mungkin)
maaf kali
Renungan Malam :
Aku ingin berbagi kisah..
Mungkin kau pernah mendengarnya.
Karena kisah ini selalu berulang dengan aktor yang berbeda.
Ini tentang seorang anak manusia yang sangat jarang atau bahkan tak pernah ke masjid.
Suatu hari dia memasuki sebuah masjid, orang-orangpun mengikutinya dari belakang. Dia lalu mengambil posisi paling terdepan, bahkan lebih terdepan dari posisi sang imam.
Rupanya ia datang bukan untuk bertaubat, tapi sebagai jenazah yang terlambat mengerti arti hidup yang sesungguhnya.
Semoga kita bukan aktor selanjutnya dari kisah itu.Selagi ada waktu sambutlah hidayah itu..
Lakukanlah yang terbaik, sembari berharap agar semua berakhir indah.
Bergegaslah..
Karena ajal tak menunggu taubatmu.
-semoga bermanfaat-
Allah menyebutkan kata Shufaa' di dlm Al-Qur'an. Kata Shufaa' ini bermakna "bodoh". Bodoh ini ada 2 kategori. 1, orang yg gak tau bahwa semua ini milik Allah. 2, orang yg udah tau perintah Allah tp gak menjalankannya.
Skrg, kita bahas kategori yg pertama.
Ketika kita punya uang, anak, harta, mobil, atau apapun. Dan bahayanya, kita merasa memiliki, "ini punya gue!" Maka ketika kehilangan, kita akan merasa sedih. Ketika di tipu, sedih. Padahal ya... Duit2 Allah jg. Terserah Allah mau diapain itu duit. Entah dibikin kemalingan, lupa naro, ketinggalan, tiba2 jatoh, hilang, misalnya.
Ada org maling duit org lain. Ngambil duit orang lain. Blm tentu duit itu buat dia. Emang sih, dapet. Tapi bukan buat dia. Contoh, dia abis maling nih. Nah p**ang2 taunya anaknya sakit. Maka, pastilah dia membawa anaknya ini ke dokter. Buat menuju ke dokter, harus pake kendaraan. Entah itu ojek, atau angkot. Kalopun punya kendaraan sendiri, tentulah pake bensin. Sampe dokter, bayar gak? Bayar. Udah gitu nebus obat. Dimana nebus obatnya? Apotek. Nebus obat bayar gak? Bayar.
Maka itu duit gak sepenuhnya bisa berada ditangan dia. Duitnya jadi berpindah ke tangan dokter, tangan tukang ojek, tangan tukang angkot, tangan apotek, tangan pombensin.
Paham?
Ya jd gak selamanya apa yg kita punya sepenuhnya bersama kita. Nggak. Apa yg ada di langit & dibumi, di barat & di timur, di darat & dilautan. Semua, seeemuanya milik Allah.
Kamu punya emas nih misalnya. Kamu taro di lemari bagian paling atas. Mungkin gak kalo sewaktu-waktu kamu mindahin emas itu ke lemari bagian paling bawah? Yo mungkin. Terserah kamu lah, org itu emas2 kamu. Kamu bisa tata & taro dimanapun yg kamu mau.
Begitu p**a Allah.
Jd gausah nyesel.
Yg di atas, jadiin tambahan pelajaran aja ;)
11/01/2015
Sebetulnya Indonesia tidak boleh absen dalam perdebatan tentang Islam, Barat dan Terrorisme..
Sayang sekali Presiden kita diam...sebagai salah satu negara besar harusnya tampil mengajukan solusi...
Kita lah yg paling tahu cara mengatasi ekstremisme pemeluk agama dan terorisme kelompok bersenjata...
Sebagai negara Islam terbesar seharusnya solusi dan simpati datang dari kita
Kita harus bisa memukau barat yang sedang bingung kenapa minoritas Islam mereka anggap ancaman...
Dunia sedang kehilangan narasi...
Dan inilah narasi kita...
Sukarno pernah memimpikan ini "Saya membayangkan Presiden Indonesia berpidato di PBB dan membuat mata seluruh dunia terbelalak"
Mereka berteriak..."Inilah jalan kita menyelesaikan konflik dan ketidakadilan di dunia selama ini....!!!
Republik Indonesia membawa jalan keluar bagi dunia kita yang murung..
Bisakah?
Aku jawab "Kita Bisa!"
Bagaimana jawabanmu?
DEAR jodohku....
KU Titipkan Kau pada tuhanku....
siapapun dirimu....Allah tahu yang terbaik untuku...
Saat Ini, kU hanya bisa melayakan Diriku...
Karna Ku tahu....tak mungkin Ku dapatkan Dirmu,hanya karnaku mengikuti Nafsu
dear jodoku, jaga dirimu .akhlaqmu.cintamu dan tunggu. sampai kita bertemu di batas diwaktu.
Salam dan Semangat Pagi sahabat...!
Mari luruskan niat, aktivitas hari ini hanya karena mengharap ridhoNya..
Sekolah/ke Campus supaya Allah kasih ilmu yg berkah..
Kerja supaya Allah bimbing dlm rapat dan dimudahkan dlm mencari solusi...
Jualan supaya Allah kasih rizki halal & berkah...
Yg lainnya juga sama...supaya Allah bimbing dan berkahi. Amiin
Hidup ini jangan ribet
Jangan serba dipersulit dan didramatisir
Jangan mempersoalkan yang tak perlu dipersoalkan
Jangan sibuk mengurus yang bukan urusannya
Jangan mengomentari hal yang tak perlu dikomentari
Jangan sibuk memikirkan yang tak manfaat utk dipikirkan
Jangan sibuk dengan sesuatu yang akan mengotori dan menjadi penyakit hati
Ayo kita sungguh2 kendalikan hati, perasaan, pikiran, lisan dan sikap kita agar betul2 efektif membersihkan hati dan fokus agar dicintai Alloh
“Mengerti bahwa memaafkan itu proses yang menyakitkan. MEngerti, walau menyakitkan itu harus dilalui agar langkah kita menjadi jauh lebih ringan. Ketahuilah, memaafkan orang lain sebenarnya jauh lebih mudah dibandingkan memaafkan diri sendiri.”
Click here to claim your Sponsored Listing.
Location
Category
Website
Address
Bandung
40271