25/09/2021
Pembukaan (Al-Fātiĥah):6
Hidayahkan lah kepada kami jalan yang lurus
___________
Saudaraku, pada ayat ini, begitu banyak umat manusia yang menggambarkan bahwa "Shirath Al-Mustaqiim" adalah sebuah jembatan yang ada di akhirat kelak, yang begitu tajam bagaikan rambut yang terbelah tujuh. Padahal, pada tafsir kalimat Al-Qur'an itu sendiri, Allah tidak tengah membahas tentang sebuah bangunan berupa jembatan. Sebenarnya, itu hanyalah sebuah proyeksi yang digambarkan oleh sebahagian orang terdahulu yang menghubungkannya dengan perhitungan amal ketika hidup di dunia dan mencoba menjelaskan dengan kemampuan ta'wil yang difahaminya dari ayat dan Hadits yang disampaikan, tak ada Hadits yang Shahih yang menjelaskan akan hal itu. Dan sebenarnya, dalam Hadits pun, Rasulullah sama sekali tidak membahas tentang jembatan. Akan tetapi Rasulullah hanya menjelaskan bahwa itu merupakan jalan yang begitu licin berduri, barang siapa yang tak mampu untuk menjalaninya niscaya akan tergelincir menjadi ahli Neraka. Itulah jalan dalam kehidupan dunia yang kita tempuh saat ini. Yang menentukan selamat dan tidaknya kita di akhirat adalah keimanan dan amal sholeh yang kita lakukan, bukan mampu dan tidaknya kita melewati sebuah jembatan di akhirat nanti, lagi p**a di akhirat bukanlah sebuah perlombaan. Karena, di akhirat bukan lah p**a saatnya kita beramal, melainkan mempertanggung jawabkan amal perbuatan yang telah kita lakukan di dunia ini. Oleh karena itu, Marilah kita beriman dengan sebenar-benarnya dan kita sibukkan diri ini untuk beramal sholeh. Itulah jalan yang lurus nan sebenar-benarnya (Shirath Al-Mustaqiim).
Sengaja saya tafsirkan ayat berikut ini dengan menggunakan kata "Hidayah" sebagaimana akar kata yang sebenarnya. Karena intisari dari ayat ini adalah do'a yang kita panjatkan kepada Allah agar memberikan hidayah bagi kehidupan kita di dunia, yaitu jalan kehidupan yang lurus, istiqamah, penuh dengan amal kebenaran yang diridhai-Nya, itulah "Agama Islam". Maka, dapat kita simpulkan bahwa ayat ini sesungguhnya bermakna sebagai berikut; "Ya, Allah. Hidayah-kanlah kepada kami agar menjadi Muslim dan Muslimah yang sebenar-benarnya sebagaimana yang Engkau ridhai". Hamba yang benar-benar memperoleh ridha dan mampu menjalani hidup ini dengan benar, selaras dengan apa yang diharapkan oleh Allah Ta'ala. Aamiin.