13/07/2016
*BAHAYA PUTUS SILATURAHMI*
Abdurrahman bin โAuf RA mendengar Rasul bersabda:
ููุงูู ุงูููู ุนูุฒูู ููุฌูููู: ุฃููุง ุงูุฑููุญูู
ููุ ููุฃููุง ุฎูููููุชู ุงูุฑููุญูู
ูุ ููุงุดูุชูููููุชู ููููุง ู
ููู ุงุณูู
ููุ ููู
ููู ููุตูููููุง ููุตูููุชูููุ ููู
ููู ููุทูุนูููุง ุจุชูุชูููู
โAllah berfirman: Aku adalah Ar-Rahman, Aku menciptakan rahim & Aku mengambilnya dari namaKu. Siapa yang menyambungnya, niscaya Aku akn menjaga haknya & siapa memutusnya, niscaya Aku akan memutus dirinya.โ [HR. Ahmad]
_Catatan Alvers_
Allah Maha Pengasih lg Maha Penyayang memerintahkan manusia untuk menebar kasih sayang diantara mereka, khusus lagi pada sanak saudara, Allah melarang permusuhan & saling benci terlebih sanak saudara: kakak/adik/bibi/dll
Imam Nawawi menukil Qadli Iyadh bahwa menyambung tali silaturahmi hukumnya wajib & memutuskannya adalah dosa besar. Bentuk silaturahmi berbeda-beda derajatnya mulai terendah yaitu saling menyapa [Syarah Muslim]
Abu Awfa RA meriwayatkan : Ketika berkumpul dengan Rasul, tiba-tiba beliau bersabda:
ูุง ูุญู ูุฑุฌู ุฃู
ุณู ูุงุทุน ุฑุญู
ุฅูุง ูุงู
ุนูุง
โJangan duduk bersamaku orang yang memutus tali silaturahmi"
Setelah itu ada seorang pemuda berdiri & meninggalkan majelis & beberapa saat kemudian datang lagi & duduk di tempatnya. Rasul menanyakan penyebabnya maka ia menjelaskan bahwa ia memendam permusuhan dengan bibinya. Ia segera meminta maaf pada bibinya & bibinya memaafkannya. Ia pun kembali ke majelis dengan hati lapang. Rasulpun berkata:
ุงุฌูุณ ุ ููุฏ ุฃุญุณูุช ุ ุฃูุง ุฅููุง ูุง ุชูุฒู ุงูุฑุญู
ุฉ ุนูู ููู
ูููู
ูุงุทุน ุฑุญู
Duduklah, kau telah berbuat kebaikan, ingat sesungguhnya tidaklah turun rahmat Allah pd kaum yang didalamnya terdapat yang memutuskan tali silaturrahim [HR Baihaqi]
Nabi saw dalam hadits shahih, "Tidak akan masuk surga orang yang memutus ikatan rahim." [HR Bukhari]
Semoga Allah membuka hati untuk menjaga silaturahmi & menyingkirkan ego, merasa paling benar yang berujung menyakiti hati dan putus silaturahmi.