KOIN ARAB

KOIN ARAB

Share

Kosakata & Info ttg Bhs Arab (Koin Arab) dgn postingan :

- Kosakata harian
- Teka-teki
- Info kursus bhs Arab
- Kosakata ayat per kata
- Hiwar dll

KOIN ARAB – WhatsApp channel 03/05/2026

✨ *Bedah Anatomi Hamzah (أ) : #1. Hamzah Ashli, Sang Identitas Kata*
_(Seri Ensiklopedia Nahwu)_

_Sahabat KOIN ARAB,_

Pernahkah Anda membayangkan sebuah kata yang kehilangan "ruhnya"?

Dalam bahasa Arab, ada jenis hamzah yang jika ia dibuang, maka hancurlah identitas kata tersebut. Ia bukan sekadar hiasan atau jembatan suara, melainkan fondasi yang membangun makna kata.

Memahami Hamzah Ashli adalah langkah pertama agar kita tidak sembarangan meluluhkan bacaan pada kata-kata yang seharusnya dibaca tegas.

Yuk, kita kulik rahasianya langsung dari matan kitab *al-Mu’jam al-Mufashshol fil I'rob* karya Syaikh Thahir Yusuf al-Khathib.

•••✿❁✿•••

📚 *_Matan Kitab:_*

اَلْهَمْزَةُ «أ» هِيَ الرَّمْزُ الْأَوَّلُ لِلْأَبْجَدِيَّةِ نُطْقًا، وَتَأْتِي عَلَى عِدَّةِ أَوْجُهٍ مِنْهَا :

_Hamzah (أ) adalah simbol pertama dalam susunan abjad secara pelafalan, dan ia hadir dalam beberapa wajah (fungsi), di antaranya...(NB: Penulis kitab membaginya menjadi 6 fungsi)._

••••✿❁✿••••

✍️ Sebelum kita lanjutkan, sebagai catatan kecil, dalam _Bab al-Hamzah_ pada kitab tersebut, Syaikh Thahir Yusuf al-Khathib sebenarnya menempatkan *Hamzah Taswiyah* (Hamzah Penyetara) sebagai pembahasan paling awal.

Namun, untuk mempermudah pemahaman kita, seri perdana ini akan dimulai dan fokus pada *Hamzah Ashli* sebagai "pemilik rumah kata" yang sebenarnya.

••••✿❁✿••••

1️⃣ *HAMZAH ASHLI*

هَمْزَةُ الأَصْلِ : وَهِيَ مِنْ أَصْلِ الْكَلِمَةِ، نَحْوُ: «أَخٌ ، أَبٌ»

_Hamzah Ashli: Yaitu hamzah yang merupakan bagian dari akar kata, contohnya «أَخٌ» (Saudara), «أَبٌ» (Ayah)._

🗣 *_Pendapat Ulama Nahwu:_*

Syaikh Mustafa al-Ghalayini dalam kitab *Jami' ad-Durus al-Arabiyyah* menjelaskan bahwa Hamzah Ashli adalah hamzah yang menjadi salah satu pilar pembentuk kata (*Huruf Ashliyyah*).

Dalam istilah ulama, huruf penyusun kata disebut dengan huruf al-mabani (pembangun struktur kata).

Adapun yang dimaksud dengan 'mabani" di sini adalah huruf pembentuk akar kata, jadi perlu dibedakan dengan istilah 'mabni' dalam ilmu i'rob.

Hal ini sejalan dengan pemahaman yang dapat ditarik dari penjelasan Imam Ibnu Jinni dalam *kitab al-Khasha’ish* yang membedakan antara huruf al-ma’ani (huruf yang memiliki fungsi gramatikal) dengan huruf al-mabani yang murni berfungsi sebagai materi fisik penyusun identitas sebuah kata, sehingga ketiadaan salah satu huruf mabani pada akar kata yang asli akan merusak makna substansial dari kata tersebut.

💡 *_Penjelasan Aplikatif:_*

Hamzah Ashli ini ibarat huruf A pada kata *ACARA*. Jika satu saja huruf A-nya hilang menjadi *CARA, ACRA atau ACAR*, maka maknanya berubah total.

Jadi, Hamzah Ashli secara maknawi merupakan "identitas" sekaligus "ruh" suatu kata yang jika dicabut, maka kata itu kehilangan jati dirinya. Karena statusnya sebagai fondasi, maka hamzah ini tidak boleh dibuang.

Secara pelafalan, Hamzah Ashli pada umumnya dilafalkan secara jelas, tegas, dan tidak luluh karena ia bukan termasuk hamzah yang gugur (washal).

Dari aspek bentuk akar kata (*shorof*), Hamzah Ashli bisa berada di mana saja yaitu:

1. Di awal kata (Fa' Fi'il) misalnya: *أَكَلَ* (makan) atau isim *أَخٌ* (saudara)

2. Di tengah kata ('Ain Fi'il) misalnya: *سَأَلَ* (bertanya) atau isim *رَأْسٌ* (kepala)

3. Di akhir kata (Lam Fi'il) misalnya: *قَرَأَ* (membaca) atau isim *مَلْجَأٌ* (tempat berlindung)

Meskipun letaknya berpindah-pindah, suaranya tetap konsisten yakni wajib dibaca tegas meskipun disambung dengan kata sebelumnya.

Contohnya *فَأَكَلَ* tetap dibaca *Fa-akala*, suaranya tidak boleh luluh atau hilang (dibaca tanpa jeda dan huruf hamzahnya tetap terdengar jelas).

••••✿❁✿••••

💎 *Catatan Faidah*

Mengapa Syaikh Thahir pada bahasan Hamzah Ashli ini memberikan contoh kata «أَخٌ» (Saudara) dan «أَبٌ» (Ayah)?

Selain contoh yang sederhana, sepertinya beliau ingin menegaskan bahwa sebelum kita bicara soal hamzah tambahan (seperti pada kata *أَحْسَنَ*) atau hamzah bantuan (seperti pada kata *اُكْتُبْ*), kita harus kenal dulu dengan hamzah "pribumi" sebagai "keluarga inti penghuni rumah kata" yang memang asli dari sananya.

••••✿❁✿••••

*Peta Konsep Hamzah Ashli*

🏠 *Status:* _Pemilik sah rumah_ dan bagian dari DNA kata sehingga "tidak bisa diusir dan dihapus"

🪨 *Fungsi:* Identitas dan fondasi kata

🔊 *Bunyi:* Jelas, tegas dan tidak pernah luluh

📍 *Posisi:* Bisa di awal/tengah/akhir kata

🔎 *Ciri:* Jika hamzahnya dibuang, misalnya أَكَلَ (makan) menjadi كَلَ (tidak ada artinya), maka hamzahnya adalah ASHLI.

💡 Hamzah Ashli ditentukan oleh struktur kata (shorof), bukan sekadar cara bacanya.

••••✿❁✿••••

🔜 *Bocoran Konten Lanjutan*

👉 *_Sekadar Mengenal Lawannya_*

Untuk memperkuat pemahaman, bayangkan ada "penyewa rumah" yang bukan pemilik asli, ia datang hanya untuk "menambah fungsi dari
rumah" (yakni wazan/pola kata) tersebut.

Contohnya hamzah pada kata *أَخْرَجَ* (mengeluarkan) sebagai tambahan huruf dari kata *خَرَجَ* (keluar). Hamzah di sini *BUKAN Ashli*, melainkan tambahan
pada wazan kata.

Bedanya?

Jika rumah dihancurkan dan dibangun ulang
dengan model berbeda, "penyewa" ini bisa muncul dan hilang sesuai kebutuhan pola kata.

Detail lengkap tentang hamzah "penyewa" ini — yang merupakan bagian dari keluarga
*Hamzah Qatha',* insya Alloh akan kita bedah di Seri #2. Tetap pantau dan jangan terlewat ya! ⚠️

••••✿❁✿••••

*Kuis Singkat #1* ❓

Perhatikan ketiga kata berikut:

1. *أَرْضٌ* (bumi)
2. *أَخَذَ* (mengambil)
3. *اُخْرُجْ*
(keluarlah!)

Manakah di antara kata-kata di atas yang hamzahnya *BUKAN* merupakan Hamzah Ashli?

A.) Nomor 1 saja.
B.) Nomor 3 saja.
C.) Nomor 1 dan 2.
D.) Semuanya adalah Hamzah Ashli.

⚠️ *Perhatikan:* _tidak semua hamzah di awal_ kata adalah _ashli_.

*Ayo tulis jawaban Anda beserta alasan singkatnya lalu kirim ke nomor 0811-2265-715!*

_Pengirim dengan jawaban yang benar insya Alloh akan didoakan di depan Ka'bah_

•••✿❁✿•••

*KOIN ARAB*
_(Kosakata, Obrolan/hiwar, I'rob, Nahwu dan konten bahasa Arab lainnya)_

*_Ambillah fa'idah bahasa Arab layaknya kita menemukan koin emas_* 🪙

*Ikuti kami di:*

📱 _WA Channel:_ bit.ly/KoinArab

📢 _Telegram:_ t.me/KoinArab

📘 _Facebook:_ bit.ly/FBKoinArab

KOIN ARAB – WhatsApp channel Follow KOIN ARAB's WhatsApp channel. KOIN ARAB (Kosakata, Obrolan, I'rob, Nahwu) dan konten lainnya terkait bahasa Arab

🪙 Investasi Ilmu untuk Paham Bahasa Al-Qur'an & Hadits

Selamat datang di Channel KOIN ARAB!

Di sini kita akan belajar bahasa Arab secara bertahap dan menyenangkan melalui:
📚 Kosakata (Mufrodat harian)
💬 Obrolan (Hiwar/Percakapan praktis)
⚖️ I’rob (Analisis kedudukan kata)
📖 Nahwu (Kaidah tata bahasa)
✨ Konten dan informasi seru lainnya terkait bahasa Arab

Yuk, kumpulkan "KOIN" ilmu setiap hari agar makin mahir berbahasa Arab!. Join 156 followers for the latest updates.

KOIN ARAB – WhatsApp channel 29/04/2026

KOIN ARAB
(Kosakata, Obrolan/hiwar, I'rob, Nahwu dan konten bahasa Arab lainnya)

✨ MENGENAL DHUYUFURRAHMAN: GELAR MULIA SANG TAMU AGUNG

Sahabat KOIN ARAB,

Suasana haru biru mulai menyelimuti tanah air. Sebanyak 525 kloter jamaah haji Indonesia akan mulai diberangkatkan menuju Baitullah pada 22 April 2026.

Di telinga kita, ada sebuah istilah yakni dhuyufurrahman yang begitu akrab menggema sebagai panggilan kehormatan yang penuh doa dan harapan bagi jamaah haji yang rindu akan bait-Nya.

Mari kita kumpulkan koin-koin ilmu bahasa Arab untuk memahami hakikat di balik gelar indah ini agar kerinduan kita untuk bertamu ke rumah-Nya semakin membuncah!

••••✿❁✿••••

1. Bedah Istilah (Etimologi & Makna)

Secara struktur bahasa, kata dhuyufurrahman (ضُيُوفُ الرَّحْمَنِ) adalah bentuk idhafah (frase) yang terdiri dari:

✍️ Dhuyuf (ضُيُوفُ): Merupakan Jam'u Taksir (jamak tak beraturan) dari bentuk mufrod-nya (tunggal) yakni Dhayfun (ضَيْفٌ) yang berarti tamu.

✍️ Ar-Rahman (الرَّحْمَنِ): Salah satu nama Allah ﷻ yang menunjukkan kasih sayang-Nya yang meliputi segala sesuatu.

Penyandaran hamba kepada nama Tuhan di sini disebut sebagai Idhafah Tasyrifiyyah (penyandaran untuk memuliakan), sebagaimana istilah Baitullah (Rumah Allah) atau Naqatullah (Unta Allah).

••••✿❁✿••••

2. Dalil Dhuyufurrahman

Secara tekstual, kata Dhuyufurrahman merupakan ungkapan populer di kalangan ulama untuk merangkum makna dari kata Wafdullah.

🔹 Hadits Wafdullah (Delegasi Allah):
"Jamaah haji dan umrah adalah delegasi Allah. Allah ﷻ memanggil mereka, maka mereka memenuhi panggilan-Nya." (HR. Ibnu Majah).

🔹 Hadits Dhayfullah (Tamu Allah):
"Jamaah haji dan umrah adalah Tamu Allah." (HR. Al-Bazzar).

Meskipun ada perbedaan derajat riwayat, maknanya sahih karena saling menguatkan.

••••✿❁✿••••

3. Contoh Obrolan (Hiwar)

أَحْمَدُ : حَيَّاكُمُ اللهُ يَا ضُيُوْفَ الرَّحْمَنِ! أَهْلًا وَسَهْلًا.
(Ahmad: Semoga Allah ﷻ memuliakanmu wahai tamu-tamu Allah! Selamat datang.)

سَلِيْمً : جَزَاكُمُ اللهُ خَيْرًا وَبَارَكَ فِي خِدْمَتِكُمْ.
(Salim: Semoga Allah ﷻ membalas kalian dengan kebaikan dan memberkahi pelayanan kalian.)

••••✿❁✿••••

4. Analisis I'rob

✍️ Ya (يَا): Harfun Nida' (Huruf Panggil).

✍️ Dhuyufa (ضُيُوفَ): Munada Mudhof. Statusnya wajib Manshub (Nasab) dengan tanda Fathah di akhir kata.

✍️ Ar-Rahmani (الرَّحْمَنِ): Mudhof Ilaih. Statusnya wajib Majrur (Jar) dengan tanda Kasrah.

••••✿❁✿••••

5. Perbedaan Fonetik: Tamu vs Lemah

✨ Tamu (Dhayf - ضَيْف): Menggunakan huruf Ya (ي).

✨ Lemah (Dha'if - ضَعِيْف): Menggunakan huruf 'Ain (ع).

⚠️ Hati-hati, perbedaan satu huruf mengubah doa mulia menjadi makna yang kurang tepat.

••••✿❁✿••••

6. CATATAN FAIDAH

Gelar Dhuyufurrahman mendorong para petugas untuk memberikan pelayanan maksimal (Ikram). Kelemahan sang tamu Allah justru menjadi kekuatannya karena ia bersandar langsung pada Sang Maha Perkasa.

✅ Gunakanlah panggilan Yaa Dhuyuufarrahman saat menyambut jamaah haji/umrah.

••••✿❁✿••••

7. Kesimpulan

A. Dhuyufurrahman adalah istilah ulama untuk menyebut delegasi Allah (Wafdullah).

B. Dalam Nahwu, jika diawali kata panggil "Ya", maka wajib dibaca "Dhuyufa" (Fathah).

C. Akurasi pelafalan huruf Ya dan 'Ain sangat penting.

••••✿❁✿••••

KUIS SINGKAT ❓

Manakah penulisan yang tepat saat kita menyapa para tamu Allah?

A. يَا ضُيُوْفُ الرَّحْمَنِ (Ya Dhuyufu...)

B. يَا ضُيُوْفَ الرَّحْمَنِ (Ya Dhuyufa...)

Ayo kirim jawaban Anda ke nomor 0811-2265-715.

Aamiin Ya Rabbal 'Alamin!

••••✿❁✿••••

KOIN ARAB

Ambillah faidah bahasa Arab layaknya kita menemukan koin emas 🪙

Ikuti konten kami di:

WA Channel: bit.ly/KoinArab

Telegram: t.me/KoinArab

Facebook: bit.ly/FBKoinArab

KOIN ARAB – WhatsApp channel Follow KOIN ARAB's WhatsApp channel. KOIN ARAB (Kosakata, Obrolan, I'rob, Nahwu) dan konten lainnya terkait bahasa Arab

🪙 Investasi Ilmu untuk Paham Bahasa Al-Qur'an & Hadits

Selamat datang di Channel KOIN ARAB!

Di sini kita akan belajar bahasa Arab secara bertahap dan menyenangkan melalui:
📚 Kosakata (Mufrodat harian)
💬 Obrolan (Hiwar/Percakapan praktis)
⚖️ I’rob (Analisis kedudukan kata)
📖 Nahwu (Kaidah tata bahasa)
✨ Konten dan informasi seru lainnya terkait bahasa Arab

Yuk, kumpulkan "KOIN" ilmu setiap hari agar makin mahir berbahasa Arab!. Join 156 followers for the latest updates.

KOIN ARAB – WhatsApp channel 29/04/2026

✨ Mengenal Kitab Mu’jam Mufashshol fil I'rob

(Seri Ensiklopedia Nahwu)

Sahabat KOIN ARAB,

Nahwu sering dianggap momok. Tapi benarkah bahasa Arab rumit dan penuh teka-teki?
Nah, Syaikh Thahir Yusuf al-Khathib, seorang tokoh praktisi nahwu, merasakan kegelisahan yang sama. Beliau melihat banyak talenta muda menjauh dari bahasa Arab karena metode penyajian yang dianggap terlalu kaku.

Untuk itu, insya Alloh, KOIN ARAB akan mulai menyajikan postingan seri "Ensiklopedia Nahwu" yang membedah matan kitab Mu’jam Mufashshol fil I'rob.

Kitab ini hadir sebagai shortcut praktis i‘rob. Jadi, sangat cocok digunakan saat Anda ingin mempelajari Al-Qur’an, kitab kuning, atau teks Arab tanpa harakat.

Karena kitab ini aslinya berbahasa Arab, seri ini hadir untuk menjembatani para pencinta bahasa Arab yang ingin menyelami teks aslinya namun terkendala bahasa.

Mari kita mulai dengan mengenal penulis dan kelebihan kitab ini!
••••✿❁✿••••

1️⃣ Profil Penulis

Syaikh Thahir Yusuf al-Khathib adalah sosok ulama nahwu yang minim data biografisnya, namun karyanya luas digunakan di kalangan pelajar bahasa Arab.

Mukadimah kitab ini menuliskan nama daerah Ras Nahash di Al-Batroun, sebuah kota tua di pantai utara Lebanon.

Dalam pembukaan kitabnya, beliau berpengalaman 35 tahun dalam dunia pendidikan bahasa Arab—baik dalam aspek, metode, maupun pendekatannya.

Fokus utamanya adalah menyederhanakan kaidah-kaidah bahasa Arab yang sulit agar lebih mudah dicerna oleh masyarakat umum dan pelajar non-Arab.

Berdasarkan laporan Al-Shamal News, beliau diinformasikan wafat pada tahun 2022 di Ras Nahash.

••••✿❁✿••••

2️⃣ Mutiara Karyanya

Beliau dikenal dengan penyusunan kitabnya, Mu’jam al-Mufashshol fi al-I’rob (secara harfiah bermakna Kamus Terperinci mengenai I'rob).

Kitab ini merupakan karya monumental sebagai panduan praktis untuk memahami kedudukan kata dalam kalimat bahasa Arab berdasarkan kaidah ilmu nahwu.

Kitab yang ditulis tahun 1991 ini umumnya terdiri dari sekitar 542 hingga 544 halaman. Edisi internasional yang paling populer diterbitkan oleh Dar Al-Kotob Al-Ilmiyah Beirut, dengan cetakan yang tercatat pada tahun 2011 dan 2013.

Banyak edisi yang telah melalui proses tinjauan (muraja'ah) oleh Dr. Amil Badi‘ Ya‘qub, pakar linguistik terkemuka asal Lebanon, untuk memastikan akurasi materinya.

••••✿❁✿••••

3️⃣ Keunggulan Kitab

Karya masyhur ini dirancang untuk memudahkan pelajar mengidentifikasi fungsi gramatikal setiap kata (seperti fa'il, maf'ul bih dsb) secara sistematis dan alfabetis.

Di awal mukadimahnya, beliau menuliskan:

لَمْ تَكُنِ اللُّغَةُ العَرَبِيَّةُ يَوْمًا أَدَاةَ تَرْهِيبٍ وَتَعْجِيزٍ، بَلْ كَانَتْ وَلَا تَزَالُ وَسِيلَةً مِنْ وَسَائِلِ الاِتِّصَالِ الفِكْرِيِّ وَالرُّوحِيِّ.

"Bahasa Arab tidak pernah menjadi alat untuk menakut-nakuti atau melemahkan, melainkan ia senantiasa menjadi sarana komunikasi intelektual dan spiritual."

Karya besar ini menekankan bahwa Nahwu seharusnya bersifat "maysur" (dimudahkan). Berbeda dari kitab nahwu klasik yang berbasis bab, kitab ini memiliki beberapa keunggulan seperti:

👉 Disusun secara alfabetis, jadi tidak perlu mencari bab dan cukup cari huruf depan kata yang ingin di-i'rob.

👉 Lebih aplikatif dan sering digunakan sebagai kamus cepat untuk mengecek i'rob kata-kata tertentu.

👉 Sangat cocok untuk santri, mahasiswa, dan pencinta bahasa Arab

Ingat, pencarian dilakukan berdasarkan huruf awal kata, bukan berdasarkan akar katanya (seperti pada kamus bahasa biasa).

Kekurangannya? Bagi yang mencari ragam pendapat nahwu yang mendalam, kitab ini mungkin terasa terlalu ringkas. Namun bagi praktisi, inilah emas murni.
Inilah yang membuat kitab ini sering dijadikan ‘kamus darurat’ saat menemui kebuntuan i‘rob.

••••✿❁✿••••

4️⃣ Akses Kitab

Hingga saat ini, belum ditemukan terjemahan lengkap kitab ini dalam bahasa Indonesia yang resmi. Ia beredar dalam bahasa aslinya, baik cetak maupun digital.

🛜 Kitab Digital: Anda bisa mencarinya misalnya di situs archive dot org dengan kata kunci "Mu’jam Mufashshol fil I'rob" (معجم المفصل في الإعراب)

📱 Aplikasi Kitab: Di Google Playstore, Anda bisa mencari aplikasi i'rob dengan kata kunci 'معجم المفصل' atau 'I'rab'

📚 Versi Cetak: Tersedia luas di e-commerce (biasanya terbitan Dar Al-Kotob Al-Ilmiyah Beirut atau Al-Haramain).

••••✿❁✿••••

💎 Catatan Faidah
Kitab ini memberikan perhatian khusus pada kata-kata yang sering membingungkan dalam bahasa Arab, seperti partikel (huruf) atau kata benda yang memiliki banyak fungsi.

Jika Anda mencari "hamzah" (أ), kitab ini akan menguraikan kapan ia merupakan Hamzah Qotho', Istifhamiyah (tanya), Nida (kata seruan), atau Taswiyah (penyetaraan), lengkap dengan cara meng-i'rob-nya di setiap posisi jika relevan sesuai jenis kata.

Adapun kata-kata umum seperti Kitabun (كِتَابٌ) atau Masjidun (مَسْجِدٌ) tentu sudah bisa dipahami melalui konsep i’rob dasar.

Melalui seri Ensiklopedia Nahwu ini, KOIN ARAB akan menyajikan postingan berbagai hal berfaidah dari kitab beliau agar Anda terbiasa dengan pola pikir praktis dalam memahami i‘rob.

📖 Inti: Kitab ini adalah kamus i'rob alfabetis, cocok sebagai cara cepat cek i'rob kata.

📌 Save postingan ini sebagai catatan belajar nahwu Anda!

••••✿❁✿••••

❓️ KUIS SINGKAT

Berbeda dengan kitab Nahwu klasik, bagaimana cara mencari isim أَيْنَ (dimana) di kitab ini?

A.) Di Bab Isim, sesuai jenis kata أَيْنَ.

B) Di bagian akhir kitab, karena merupakan kata tanya (Istifham) yang kompleks

C) Di bagian awal kitab, karena dimulai dengan Huruf Hamzah (أ).

D.) Di urutan Huruf Ya (ي), karena Hamzah tambahan di depannya harus dibuang dulu

💡 Clue: Ingat, di kitab ini apa yang Anda lihat di depan mata, itulah yang dicari!

Kirim jawaban & nama lengkap plus nasab ke 0811-2265-715

Jawaban yang benar insya Alloh akan didoakan namanya di Haromain.

'rob
•••✿❁✿•••
KOIN ARAB
(Kosakata, Obrolan/hiwar, I'rob, Nahwu dan konten bahasa Arab lainnya)
Ambillah fa'idah bahasa Arab layaknya kita menemukan koin emas 🪙
Ikuti kami:
📱 WA Channel: bit.ly/KoinArab
📢 Telegram: t.me/KoinArab
📘 Facebook: bit.ly/FBKoinArab

KOIN ARAB – WhatsApp channel Follow KOIN ARAB's WhatsApp channel. KOIN ARAB (Kosakata, Obrolan, I'rob, Nahwu) dan konten lainnya terkait bahasa Arab

🪙 Investasi Ilmu untuk Paham Bahasa Al-Qur'an & Hadits

Selamat datang di Channel KOIN ARAB!

Di sini kita akan belajar bahasa Arab secara bertahap dan menyenangkan melalui:
📚 Kosakata (Mufrodat harian)
💬 Obrolan (Hiwar/Percakapan praktis)
⚖️ I’rob (Analisis kedudukan kata)
📖 Nahwu (Kaidah tata bahasa)
✨ Konten dan informasi seru lainnya terkait bahasa Arab

Yuk, kumpulkan "KOIN" ilmu setiap hari agar makin mahir berbahasa Arab!. Join 156 followers for the latest updates.

07/02/2022

*inilah Strategi yang harus anda miliki untuk mengembangkan Rumah Qur'an*

بسم الله الرحمن الرحيم

Webinar Pelatihan digital Marketing Pengembangan Rumah Qur'an

1. Fazar Agust Amrullah., S. IP ( CEO PT Berkah Nyam Nyam Nabawi )
📕Materi : *Marketing RQ Melalui FB Ads*

2. Sitti R Yusuf, M.Pd.MM., FSSQ., CHQ
Peneliti literasi al Quran & bisnis
📕 *Materi: Konsep Marketing Rumah Quran*

3. Moderator
Fathor Rahman, S.Pd.I

Hari : Selasa & Rabu
Tanggal :1-2 Maret 2022
Jam : 19.40 - 21.30 WIB

Investasi untuk 2 sesi Rp 100.000

•Free Sertifikat :

Untuk Informasi dan Pendaftaran
Hubungi WA : wa.me/+6281230947468

05/01/2021

📚 Daurah Ilmu Nahwu Untuk Pemula Intensif 2 Hari : Belajar Cara Ngi'rab 📚

Yayasan Kampung Bahasa Arab kembali mengadakan daurah Intensif 2 hari yang membahas ilmu nahwu untuk pemula dengan rincian:
👤 Abu Razin Al Batawiy
🗓️ Sabtu - Ahad, 9-10 Januari 2021
Dengan rincian jadwal dan silabus:
🗓️ Sabtu
📌Sesi 1: 08:00-09:00
Latihan I'rab Isim Ddzahir Mu'rab bil harakat
📌Sesi 2: 09:30-10:30
Latihan I'rab Isim Ddzahir Mu'rab bil huruf
📌Sesi 3: 13:00-14:00
Latihan I'rab Isim Muqaddar
📌Sesi 4: 14:15-15:15
Latihan I'rab Isim Mabniy
🗓️ Ahad
📌 Sesi 5: 07:00-08:00
Latihan I'rab Huruf
📌 Sesi 6: 08:30-09:30
Latihan I'rab Fi'il Madhi & Fi'il Amr
📌 Sesi 7: 10:00-11:00
Latihan I'rab Fi'il Mudhari' (Shahih & Mu'tal Akhir)
📌 Sesi 8: 11:00-12:00
Latihan I'rab Al Qur'an
📌 Sesi 9: 13:00-14:0
Ujian I'rab Al Qur'an
💰 Rp.200.000
Pembelajaran dilakukan secara interaktif via aplikasi ZOOM Meetings

📝 Mau ikutan? Silakan transfer ke nomor rekening:
💳 BNI Syariah a.n Kampung Bahasa Arab 7942645948
Lalu kirim bukti transfer via WA ke wa.me/6285211888154

🏡 Yayasan Kampung Bahasa Arab
Jl KH Abdul Hamid Desa Gunung Sari RT 06 RW 02 Pamijahan Kabupaten
www.kampungbahasaarab.com

10/12/2020

☝ 5⃣ HARI LAGI DI TUTUP ☝

📚PELATIHAN ILMU SHOROF DASAR METODE FAHIMNA (ANGKATAN 4)

🎯TARGET:
✨ Faham kaidah dasar ilmu Shorof.
✨ Bisa mentashrif kata.
✨ Bisa menggunakan kamus bahasa Arab.

📒 BUKU PANDUAN
Buku "Siapa Bilang Ilmu Shorof Susah?".

👔PEMBIMBING
Muhammad Mujianto (Penulis Buku Panduan)

🗓LAMA PELATIHAN
Insya Allah 5 PEKAN (14 DESEMBER - 17 JANUARI 2021)

🖊️ FASILITAS
✨ Ebook panduan via WA
✨ Audio penjelasan via WA
✨ Tanya-jawab via WA
✨ Latihan pemantapan setiap pekan (Dikoreksi & Dinilai)
✨ E-Sertifikat

☝️PERSYARATAN
🌸Muslim
🌸 Lancar membaca al-Qur'an.
🌸Punya akun WA
🌸Sudah pernah belajar Menyusun Kalimat Bahasa Arab
🌸 Serius mengikuti pelatihan sampai selesai.

✍WAKTU PENDAFTARAN
Sampai dengan 13 DESEMBER 2020.

💰 BIAYA PENDAFTARAN:
*SEMAMPUNYA (BEBAS)*

📒 MASUK GRUP SENIN 14 DESEMBER 2020

💪🏾TEKNIS PELATIHAN
Teknis pelatihan dll. akan dijelaskan saat Anda mendaftarkan diri via WA.

💾CARA PENDAFTARAN:
Tulis Pesan via WA: *DAFTAR ILMU SHOROF*

☎Kirim lewat WA ke NO: http://wa.me/6289603502749

Setelah itu tunggu konfirmasi dari admin.

✊🏼 Semangat BELAJAR✊🏼

💚Silakan sebarkan informasi ini ke teman-teman yang membutuhkan💚

Koin Arab - Kosa Kata & Informasi Bahasa Arab 22/11/2020

*Ragam Huruf Hamzah*
_(Bag 1 : Hamzah Taswiyah)_

Hamzah (أ) adalah huruf pertama dari abjad Arab dimana ada beberapa bentuk Hamzah, yang antara lain adalah Hamzah Taswiyah, Hamzah Istifham, Hamzah Nida', Hamzah Asli, Hamzah Qatha' dan Hamzah Washal. Kali ini kita akan membahas bagian pertama sebagai berikut :

*1- Hamzah Taswiyah (هَمْزَةُ التَّسْوِيَةِ)*

Hamzah Taswiyah adalah huruf Hamzah yang terletak setelah kata سَوَاءٌ (yang artinya : “sama saja”). Kata ini digunakan dalam rangka menyamakan dua lafazh yang disebutkan/dituliskan oleh seseorang.

Hamzah Taswiyah tersebut harus disertai Am Mu’adalah ( أَمْ الْمُعَادَلَةِ , yang diartikan : “atau/ataupun”). Am Mu’adalah ini digunakan dalam rangka menyatakan bahwa kata yang berada setelahnya disamakan dengan kata sebelumnya (dalam hal konteks makna dll).

Misalnya أَجَزِعْنَا أَمْ صَبَرْنَا pada ayat berikut ini :

سَواءٌ عَلَيْنا أَجَزِعْنَا أَمْ صَبَرْنَا مَا لَنَا مِنْ مَحِيْصٍ
_“....Sama saja bagi kita, apakah kita mengeluh atau bersabar. Kita tidak mempunyai tempat untuk melarikan diri”. (QS. Ibrahim[14]: 21)._

Huruf Hamzah Taswiyah ini merupakan salah satu dari huruf mashdariyah, yakni huruf yang menjadikan lafazh setelahnya ke dalam takwil mashdar. Jadi, susunan Hamzah Taswiyah dan fi'il setelahnya pada ayat di atas (أَجَزِعْنَا ) merupakan mashdar mua'wwal.

Untuk itu, أَجَزِعْنَا ini dapat dita'wilkan ke dalam bentuk mashdar shorih yang berfungsi menggantikan posisi fi’il tersebut. Mashdar shorih itu sendiri berisikan lafazh mashdar yang sudah jelas bentuk lafalnya sebagaimana yang telah kita kenal, seperti ذَهَابٌ yang dibentuk dari kata ذَهَبَ.

Kembali ke kasus mashdar mua'wwal pada ayat di atas, أَ + جَزِعْنَا dapat dita'wilkan ke dalam bentuk mashdar shorih جَزَعُنَا dimana fi'il جَزِعْ diubah menjadi mashdar جَزَعٌ lalu di-idhofahkan kepada fa'ilnya yakni نَا. Dalam hal ini, جَزَعُنَا tersebut dapat menggantikan posisi أَجَزِعْنَا.

Demikian juga أَمْ صَبَرْنَا dapat dita'wilkan menjadi صَبْرُنَا. Dalam hal ini, Am Mu’adalah ini disebut juga sebagai Am Muttashilah, yang antara lain karena ia berfungsi menyambungkan peran Hamzah Taswiyah sebagai huruf mashdariyah.

Jadi, ayat di atas dapat dita'wil menjadi :

سَوَاءٌ عَلَيْنَا جَزَعُنَا أَمْ صَبْرُنَا
_“....sama saja bagi kita keluhan kita atau kesabaran kita”._

Adapun i’rabnya adalah sebagai berikut :

a. سَوَاءٌ : khabar muqaddam (yang letaknya dikedepankan) yang marfu’ dengan dhammah yang zhohir

b. عَلَى : huruf jarr yang mabni di ‘atas sukun

c. نَا : dhamir yang mabni di ‘atas sukun yang berkedudukan jarr (isim majrur).

d. جَزَعُ : mubtada' mu'akhkhar (yang letaknya diakhirkan) yang marfu’ dengan dhammah yang zhohir dan ia juga sebagai mudhaf.

e. نَا : dhamir yang mabni di ‘atas sukun yang berkedudukan jarr karena sebagai mudhaf ilaih.

f. أَمْ : huruf ‘athof/sambung yang mabni di ‘atas sukun.

g. صَبَرُ : ma’thuf/kata yang disambungkan oleh جَزَعُ yang marfu’ dengan dhammah yang zhohir dan ia juga sebagai mudhaf.

h. نَا : dhamir yang mabni di ‘atas sukun yang berkedudukan jarr karena sebagai mudhaf ilaih.

_*Catatan :*_

✍️ I’rab Hamzah Taswiyah adalah huruf taswiyah (menurut Dr Mahmud Sulaiman Yaqut) atau huruf mashdariyah untuk menunjukkan taswiyah (seperti di-i'rob oleh Dr. Muhammad Mahmud Al Qo'dhi). Ia mabni di ‘atas fathah dan tidak berkedudukan di dalam i'rob.

✍️ I’rab أَجَزِعْنَا adalah mashdar mu'awwal yang terdiri dari Hamzah Taswiyah dan lafazh setelahnya (جَزِعْنَا) dengan takwil جَزَعُنَا berkedudukan i'rob yang rofa' sebagai mubtada' mu'akhkhar

✍️ Jika kita mengembalikan posisi mubtada' جَزَعُنَا ke posisi asalnya di awal kalimat sehingga tidak mu'akhkhor (yakni menjadi mubtada' biasa) dan khobarnya سَوَاءٌ tidak muqoddam (menjadi khobar biasa) maka :

سَوَاءٌ عَلَيْنَا جَزَعُنَا أَمْ صَبْرُنَا
_“....sama saja bagi kita keluhan kita atau kesabaran kita”._

dapat diubah menjadi :
جَزَعُنَا أَمْ صَبْرُنَا سَوَاءٌ عَلَيْنَا
_“Keluhan kita atau kesabaran kita sama saja bagi kita”._

_Maroji' :_

- Mu'jam Mufashshol fil I'rob karya Ust. Tohir Yusuf Al Khotib halaman 7 dan hal 234

- I'robul Qur'an Al Karim karya Dr Mahmud Sulaiman Yaqut jilid 5 halaman 2403

- I'robul Qur'anul Karim karya Dr. Muhammad Mahmud Al Qodhi halaman 513

Muhammad Fathoni Abu Fa'iz Al Falimbani

•••✿❁✿•••✿❁✿•••••

*Broadcasted by : KOIN ARAB*
_KOsakata & INformasi bahasa Arab_

*_Menuju Indonesia Melek Bahasa Arab (MIMBAR)_*
🌐 Website : www.koinarab.id (under maintenance)
🌐 Telegram (TG) Channel : t.me/KoinArab
🌐 https://www.facebook.com/KoinArabOK/

🤝 Grup Materi Whatsapp Ikhwan, silahkan klik
https://chat.whatsapp.com/HpJYzyI68f38UfPAov4whk

👉 Ingin bertanya & diskusi ? Silahkan join di grup Diskusi Koin Arab Ikhwan di
https://chat.whatsapp.com/KgHQYzQqxSQDmuiyZUuP0z

💡 Untuk link grup materi dan grup diskusi khusus akhowat, silahkan hubungi admin :

📲 TG/WA 0812-2025-2167 / 0812-1964-1324 (ikhwan)
📲 TG/WA +62 896-3662-4984 (akhowat)

💸 Donasi operasional Koin Arab
💎 BSM : 7044-217-257

Ayo sebarkan agar Indonesia makin melek Bahasa Arab !

Koin Arab - Kosa Kata & Informasi Bahasa Arab Kosa Kata & Informasi Bahasa Arab

16/11/2020

*_E-book_ : Syarah Qasidah Al Kisa'i*

Kali ini kami menampilkan sebuah e-book baru yang insya Alloh amat berfaidah bagi para pencinta bahasa Arab. Penulisnya sendiri tidak diragukan lagi, yakni Ustadz Abu Kunaiza, SS, MA. Beliau seorang mahasiswa doktoral ilmu nahwu di King Saud University dan pengasuh program Nadwa (Nahwu dari WhatsApp).

Berikut adalah review singkat kami tentang e-book tsb :

Syarah (شَرْحٌ) merupakan _genre_ kitab yang berupaya untuk memberikan penjelasan terhadap isi suatu kitab yang hanya berupa matan/rangkaian kalimat (yang belum ada penjelasannya). Kata syarah sendiri berasal dari kata شَرَحَ - يَشْرحُ yang artinya menjelaskan/menerangkan.

Misalnya kitab Al-Ajurrumiyyah karya Imam Ibnu Ajurrum Muhammad al-Shanhaji yang berisi matan/rangkaian kalimat yang menjelaskan kaidah-kaidah ilmu nahwu (tata bahasa Arab) secara ringkas. Kitab ini menjadi tangga pertama bagi siapa saja yang akan mempelajari ilmu nahwu. Saat ini, telah banyak kitab syarah Al Ajurrumiyyah dari berbagai ulama yang menjelaskan tentang isi kandungan/matan Al Ajurrumiyyah tsb.

Adapun qasidah (قَصِيْدَة) adalah bentuk syair dan puisi yang berasal dari kesusastaraan Arab yang ada sejak masa pra-Islam, baik berisi pujian, konten keagamaan, motivasi dsb. Umumnya kasidah terdiri dari minimal tiga atau tujuh bait. Walaupun tidak semua, qasidah ini (yang diserap menjadi "kasidah") ada yang dinyanyikan/dilagukan oleh beberapa kalangan kaum muslimin.

Adapun Al-Kisa'i adalah nama ulama besar di bidang nahwu aliran Kufah dan salah satu dari tujuh imam qiro'at (yakni ulama yang menggali, menjaga, dan mengajarkan variasi cara membaca Al Qur’an yang benar sesuai ajaran Rasulullah). Nama asli beliau adalah Ali Abul Hasan bin Hamzah bin Bahman bin Fairuz. Al-Kisai adalah nama julukan beliau yang berarti "seorang yang mengenakan jubah".

Jadi, "Syarah Qasidah Al Kisa'i" adalah kitab (atau lebih tepatnya kutaib/kitab kecil karena hanya berisi 30 halaman) yang berisi penjelasan terhadap sya'ir yang disusun oleh Imam Al Kisa'i. Adapun qasidah yang disusun ini adalah matan yang terkait dengan keutamaan ilmu nahwu.

Kutaib ini diawali dengan penjelasan tentang sejarah hidup dan keutamaan Imam Al Kisa'i secara cukup mendalam dengan gaya bahasa yang menarik. Hal ini penting untuk menarik minat pembaca.

Misalnya, Ustadz Abu Kunaiza, SS, MA sebagai penulis kutaib ini pada halaman 12 mengutip keunggulan ilmu Imam Al Kisa'i berdasarkan ucapan Imam Syafi'i pada kitab Tarikh Al Baghdad sbb :

مَنْ أَرَادَ أَنْ يَتَبَحَّرَ فِي النَّحْوِ, فَهُوَ عِيَالٌ عَلَى الْكِسَائي
"Barangsiapa ingin mendalami ilmu nahwu maka dia membutuhkan al-Kisai."

Hal menarik lainnya antara lain adalah kisah perjalanan Imam Al Kisa'i dalam mempelajari nahwu. Ini dimulai dari kesalahan beliau dalam mengucapkan قَدْ عَيَيْتُ yang beliau maksudkan dengan makna "Aku lelah/capek".

Beliau lalu ditegur oleh seorang yang lebih mahir nahwu dimana قَدْ عَيَيْتُ itu bermakna "Aku menyerah". Beliau seharusnya mengucapkan قَدْ أَعْيَيْتُ jika dimaksudkan bermakna "Aku lelah".

Teguran ini disampaikan saat usia beliau sudah tidak lagi muda. Meskipun hanya beda satu huruf tapi maknanya jauh berbeda, beliau jadikan sebagai booster/pendorong dan cambuk yang membuatnya semakin cepat "berlari" dalam mempelajari nahu sehingga menjadi "from Zero to Hero", yakni dari nol/membuat kesalahan dalam ilmu nahwu hingga akhirnya menjadi seorang imam ilmu nahwu.

Pada bagian akhir, Ustadz Abu Kunaiza barulah menjelaskan isi qosidahnya al-Kisai yang disebut juga dengan Qosidah 'Ainiyah
karena setiap baitnya diakhiri huruf ‘ain. Matan qasidah ini tidak terlalu panjang karena hanya terdiri dari 14 bait.

Konten qasidah ini sendiri terkenal tentang keutamaan mempelajari ilmu nahwu. Pada hakikatnya, qasidah ini berisi curhatan hati imam al-Kisai terkait mengapa beliau tergerak hatinya untuk mempelajari nahwu.

Untuk lebih jelasnya, Langsung saja klik tautan unduhannya di bawah ini:

https://bit.ly/qosidah-kisai

Jangan lupa, mari sebarkan agar manfaatnya lebih meluas.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

_Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya (HR. Muslim 3509)_

Muhammad Fathoni Abu Fa'iz Al Falimbani

•••✿❁✿•••✿❁✿•••••

*Broadcasted by : KOIN ARAB*
_KOsakata & INformasi bahasa Arab_

*_Menuju Indonesia Melek Bahasa Arab (MIMBAR)_*
🌐 Website : www.koinarab.id (under maintenance)
🌐 Telegram (TG) Channel : t.me/KoinArab
🌐 https://www.facebook.com/KoinArabOK/

🤝 Grup Materi Whatsapp Ikhwan, silahkan klik
https://chat.whatsapp.com/HpJYzyI68f38UfPAov4whk

👉 Ingin bertanya & diskusi ? Silahkan join di grup Diskusi Koin Arab Ikhwan di
https://chat.whatsapp.com/KgHQYzQqxSQDmuiyZUuP0z

💡 Untuk link grup materi dan grup diskusi khusus akhowat, silahkan hubungi admin :

📲 TG/WA 0812-2025-2167 / 0812-1964-1324 (ikhwan)
📲 TG/WA +62 896-3662-4984 (akhowat)

💸 Donasi operasional Koin Arab
💎 BSM : 7044-217-257

Ayo sebarkan agar Indonesia makin melek Bahasa Arab !

Want your school to be the top-listed School/college in Bandung?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Address


Bandung