HEUP: Health Empowerment & Education Project

HEUP: Health Empowerment & Education Project

Share

HEUP (Health Empowement and Education Project) adalah sebuah proyek berbagi ilmu dalam bidang kesehatan yang diperuntukkan bagi masyarakat luas.

HEUP (Health Empowement and Education Project) merupakan sebuah gerakan yang dibentuk oleh dokter-dokter lulusan Fakultas Kedokteran UNPAD. Diawali dari ketertarikan dan keperdulian kami di bidang ilmu kesehatan masyarakat khususnya mengenai edukasi kesehatan dan pencegahan penyakit. Kami menggagas istilah sharing knowledge yaitu konsep berbagi ilmu yang kami tawarkan kepada masyarakat yang bermin

Photos 07/09/2018

Hai, ! Menurut kamu, benarkah orang yang rajin berolahraga dan sehat itu keren? Terus, gimana pendapat kamu terkait para atlet Asian Games?

Kali ini, Indonesia menyabet prestasi terbaik sepanjang perjalanan Asian Games dengan menduduki posisi ke-4. Kemenangan ini tentunya tak luput dari usaha para atlet dalam menjaga kesehatan fisiknya. Fisik yang sehat pastinya jadi faktor penting bagi kemenangan ini. Jika para atlet tidak menjaga kesehatannya, apakah kemenangan ini bisa diraih? Sadar gak sih kalau orang yang rajin olahraga dan sehat itu keren?

Nah, agar semangat yang mereka tularkan dalam Asian Games 2018 ini tak berakhir disini, HeuPeople harus terus bersemangat menjaga kesehatan, ya! Yuk kita coba cara ini:

šŸ’”Luangkan waktu untuk olahraga minimal 30 menit setiap hari, bisa jogging, bersepeda, jalan kaki dan olahraga sederhana lainnya.

šŸ’”Pilihlah makanan sehat yang bermanfaat bagi tubuh kita.

šŸ’”Minumlah air putih yang cukup. Jangan tunggu sampai kehausan, ya!

šŸ’”Tidurlah dengan jadwal teratur dan dalam jumlah yang cukup. Boleh sesekali begadang, tapi harus berfaedah, ya!

šŸ’”Pergilah untuk berekreasi bersama teman dan keluarga untuk menyegarkan pikiran.

šŸ’”Buang prasangka negatif dan lupakan perkataan orang-orang disekitar kita yang sifatnya negatif. Mengapa? Kalau disimpan terus, awalnya hati kita yang sakit, tapi lama-lama fisik kita ikutan sakit.

Nah, gitu caranya! Gampang, kan? Semuanya memang sederhana, tapi sudahkah kita menjalankannya? Dimulai dari menjalankan hal-hal sederhana ini, semoga Heupeople bisa meraih ā€œmedaliā€ yang berharga di kehidupan masing-masing. Yuk mulai rutin olahraga! Meski bukan atlet, tapi tubuh kita wajib sehat juga, kan? Salam olahraga, HEUPeople!

Photos 25/10/2016

Halo, HEUPeople!
S**a naik gunung?
S**a main futsal?
Atau s**a jalan-jalan bareng temen?

Yaa sebenernya gaperlu s**a ngapa-ngapain, pasti kita sering kan denger...
"Aduh keseleo nih!"
"Eh kayaknya kamu kena engkel itu!"
Atau "Duh ini kaki aku patah ga ya abis jatoh?"
Trus kalo udah gitu diapain? Dikompres? Pake air dingin atau anget? Digerak-gerakin? Emang ga bikin tambah parah?

Nah untuk menjawab kebingungan itu,
HEUP Presents;

BREAK A LEG!
Jum'at, 28 Okt, 2016,
Jam 18-20 WIB
Di Manami Space, Jl. Cijagra no.48

Kamu bisa belajar dari dokter dokter muda cara cepat, seru, dan asik tentang cara menangani keluhan-keluhan otot yang sering terjadi di sekitar kita, atau bahkan terjadi pada kita juga, cuma dengan;
Rp 25.000! (dibanding nonton di bioskop hari senin yang hemat juga masih lebih murah!) .
Yuk, HEUP!
Dan jadilah HEROES yang bisa nolongin orang di sekitar kamu! ;) Sampai jumpa di Kelas Sehat!

Untuk informasi lebih lanjut dan pendaftaran:
Icha (082121297473)

Photos 25/09/2016

Hai heupeople! šŸ™‹šŸ™‹hari ini tim HEUPšŸ’”bersama dengan CIMSA IndonesiašŸ‡®šŸ‡© telah melaksanakan penyuluhan dan skrining kesehatan gratis di tiga titik di Kabupaten Bandung bertajuk . Acara ini diinisiasi oleh WeCare.id dan Amartha sebagai ground breaking kerjasama program yang menawarkan akses kesehatan & pemberdayaan ekonomi untuk pasien dan keluarganya. Sebuh program yang mencoba menangani masalah-masalah pasien dan keluarganya secara menyeluruh.

Senang sekali rasanya melihat antusiasme warga yang sudah cukup sadar akan pentingnya menjaga kesehatan, meskipun ternyata cukup banyak juga warga yang ternyata memiliki masalah kesehatan. Namun langkah ini sudah cukup baik mengingat pengecekan dan intervensi dini akan meningkatkan kualitas hidup dan mencegah komplikasi pada seseorang.

Yuk heupeople mulai rutin juga di cek secara berkala! Minimal ukurlah tinggi badan-berat badan dan tekanan darah heupeople sebulan sekali serta bisa juga di cek gula, kolesterol dan asam urat darah 5tahun sekali*.

Salam sehatšŸ’ŖšŸ’Ŗ

---

*jangka waktu pengecekan berkala disesuaikan dengan usia dan penyakit

Photos 30/06/2016

[URGENTLY NEEDED]
Part Time/ Full Time Web Developer for Health Empowerment and Education Project.

Requirements :
- Male/Female;
- Have a good knowledge about update technology
- Good Knowledge in PHP, HTML 5, CSS3, MYSQL
- Customizing Plugin and Wordpress
- Good knowledge in OOP Concept
- Good interpersonal & communication skill and teamwork player;
- Have a great humor.
- Preferably live in Bandung.

Job Description:
• Develop and maintain website;
• Monitor IT system support (software);
• Develop and monitor support on user management.
Send your Cover Letter, CV & Portfolio (until 5 July 2016)
To: [email protected]
cc: [email protected]
Subject: Web Developer Application – [Your Name]

Thank you.
For inquiries:
Line:
whatsapp: 085720364258

Photos from HEUP: Health Empowerment & Education Project's post 31/05/2016

Thank you, HEROES!
Thank you, LIFESAVERS!

Sabtu lalu, 28 Mei 2016, telah terlaksana;
HEUP - Staying Alive Series
"When Your Heart Stops Beating"

Kita udah belajar bareng
Bantuan Hidup Dasar (BHD)
Resusitasi Jantung Paru (RJP),
Ga cuma gimana cara ngelakuinnya, tapi juga dasar-dasar pengetahuan organ dan fungsi tubuh manusianya!

Makasih banget buat yang udah daftar dan dateng di SAS kali ini! Kami sangat bahagia karena telah bertambah HEROES dan LIFESAVERS yang siap buat helping others to !

Buat yang belom ikutan, jangan sampe kelewatan Staying Alive Series (SAS) selanjutnya, yang diselenggarakan hanya, dan hanya oleh HEUP!

With HEUP,
Together, Empowering People,
Improving Nation's Health!

HEUP;
Health Education and Empowering Project!

Photos 31/05/2016

HARI TANPA TEMBAKAU SEDUNIA,
or WORLD NO TO***CO DAY,
31 Mei 2016!

Tahun ini WHO (World Health Organization) atau Lembaga Kesehatan Dunia memperkenalkan kampanye "Plain Packaging" untuk produk-produk rokok.

Untuk itu HEUP juga telah membuat poster di bawah yang seluruh informasinya didapatkan dan diterjemahkan dari brosur WHO.

Masih penasaran sama Plain Packaging?
Brosur WHO: http://apps.who.int/iris/bitstream/10665/206456/1/WHO_NMH_PND_16.1_eng.pdf?ua=1
Video WHO: https://www.youtube.com/watch?v=rXUCTSp2_58&feature=youtu.be

Terakhir, ingatkan pemerintah Indonesia untuk ikut serta dalam usaha pengendalian tembakau ini, dengan cara:
1) Menggunakan WHO FCTC (Framework Convention on To***co Control) sebagai acuan dalam menyusun Undang Undang Pengendalian Tembakau, yang sudah diikuti oleh 180 negara di dunia, namun Indonesia masih belum mau mengikutinya.
2) Memastikan penghentian promosi, iklan, serta sponsorship dari produsen rokok, yang ini juga masih belum dilakukan oleh pemerintah indonesia.

With HEUP,
Together, Empowering People,
Improving Nation's Health!

HEUP
Health Education and Empowering Project!

Photos 20/05/2016

REGISTRATION EXTENDED!
TICKET PRICE REDUCED!

Terima kasih atas antusiasmenya, sebagai bentuk apresiasi kami terhadap HEUPeople, registrasi SAS kami perpanjang, dan biaya pendaftaran kami diskon hingga setengahnya!

HEUP masih ngajakin kamu belajar bareng memberikan pertolongan kepada orang yang terkena henti jantung so they can !

HEUP Staying Alive Series!
"When your Heart Stops Beating"
Sabtu, 28 Mei 2016, 9.30-15.30!
Di CafƩ Eduplex,
Jl. Ir. H. Djuanda no. 84 Bandung

Pelatihan ini menggunakan STANDAR INTERNASIONAL dan TERBUKA UNTUK SIAPAPUN (selain tenaga/mahasiswa medis)!

Open sas.heuproject.com
to begin REGISTRATION process!
Registration EXTENDED!
until May 22th 2016!

HTM REDUCED INTO HALF!
Previous: 100.000 IDR
NOW: ONLY 50.000 IDR
Bagi yang sudah mendaftar dan membayar, 50.000 akan dikembalikan saat acara!

Say no more!
Join us, and help more people to !

HEUP;
Health Empowerment & Education Project!

Photos 17/05/2016

Henti jantung bisa menyerang siapapun!
Henti jantung bisa terjadi di sekitar kita!
Henti jantung bisa menyebabkan kematian jika tidak ditangani secara cepat dan tepat!

Dan hari ini, seperti yang udah dijanjikan, HEUP bakal ngajakin kamu belajar bareng memberikan pertolongan kepada orang yang terkena henti jantung so they can !

HEUP Staying Alive Series!

"When your Heart Stops Beating"
Sabtu, 28 Mei 2016, 9.30-15.30!
Di CafƩ Eduplex,
Jl. Ir. H. Djuanda no. 84 Bandung

Pelatihan ini menggunakan STANDAR INTERNASIONAL dan TERBUKA UNTUK SIAPAPUN (selain tenaga/mahasiswa medis) yang ingin bisa menolong orang lain di saat darurat khususnya henti jantung!

Open sas.heuproject.com
to begin REGISTRATION process!
* Registration open only until May 19th 2016!

HTM:
IDR 100.000 per orang
Dan HANYA IDR 250.000 per 3 orang!
SAVE 50.000 to save more lives, why not?!

Say no more!
Join us, and help more people to !

HEUP;
Health Empowerment & Education Project!

Photos 01/05/2016

Happy weekend HEUPeople!

Seperti yang telah dibahas pada artikel sebelumnya, penderita Down Syndrome memiliki beberapa keterbatasan dalam menjalankan kesehariannya. Perkembangan dan pertumbuhan yang terlambat ketika masa kanak-kanak mempengaruhi kualitas hidup penderita DS. Lalu, apa yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup penderita DS? Berikut tips dan tricknya!

Perlu diketahui terlebih dahulu milestone development atau tahapan tumbuh kembang pada anak Down Syndrome, Anda dapat melihatnya pada link di bawah ini:

https://www.dropbox.com/s/zrd0ie38w6nat78/milestone%20developement%20for%20down%20syndrome.docx?dl=0

1. Pengaruh orang tua sangat penting untuk meningkatkan potensi anak dengan DS, segera setelah lahir intervensi dari orang tua dan keluarga sangat penting untuk membangun potensi anak DS.

2. Terapi fisik, bicara, dan okupasi dapat diberikan sedini mungkin, orang tua dapat membawa anaknya untuk konsultasi pada dokter spesialis tumbuh kembang atau rehab medik dan program terapi tersebut dapat menjadi gambaran mengenai perkembangan anak DS.

3. Menyediakan kualitas pendidikan yang baik, lingkungan keluarga dan masyarakat yang mendukung dapat menciptakan kemandirian penderita DS. Fasilitas kesehatan yang memadai juga diperlukan untuk menunjang kondisi kesehatan penderita DS.

4. Penderita DS harus diperlakukan sama dengan anak lainnya, bagaimanapun penderita DS cenderung lebih peka dalam hal emosi. Jangan melarang anak dengan DS untuk pergi ke sekolah, bermain bersama teman, mencari pekerjaan, dan dukung untuk berpartisipasi dalam masyarakat

5. Masalah kesehatan seperti kelainan jantung, mudah terserang infeksi hingga leukemia sering ditemukan pada pasien DS, kontrol kesehatan rutin perlu dilakukan guna mencegah kondisi yang lebih serius.

6. Nutrisi yang seimbang dan aktivitas fisik yang cukup harus selalu diperhatikan guna mempertahankan berat badan ideal bagi penderita down syndrome.

7. Kondisi anak dengan DS tentu tidak mudah untuk diterima oleh keluarga, dilain hal dukungan keluarga sangat diperlukan oleh pasien DS. Maka dari itu, berkumpul dengan komunitas keluarga yang memiliki anak DS sangat dianjurkan sebagai tempat berbagi pengalaman dan menambah wawasan dalam mendidik anak dengan down syndrome.

HEUPeople, Down Syndrome bukanlah suatu aib, anak dengan kebutuhan khusus ini perlu mendapat perhatian lebih dan dorongan untuk dapat menjadi manusia yang mandiri, mari sediakan lingkungan dan dukungan bagi masa depan yang lebih baik untuk anak dengan Down Syndrome.

Referensi:
1http://www.kcdsg.org/files/content/About%20Down%20Syndrome.pdf
http://emedicine.medscape.com/article/943216-treatment
2.https://www.superduperinc.com/handouts/pdf/116_Down_Syndrome.pdf
--
Health Empowerment & Education Project

Photos 29/04/2016

Selamat pagi, HEUPeople! šŸ™‹ā˜€

Down Syndrome adalah suatu retardasi mental yang disebabkan oleh ekstra gen pada kromosom 21. Ekstra gen ini terjadi karena adanya kelainan saat masa pemisahan gen (nondisjunction). Terdapat beberapa masalah kesehatan yang tibul akibat kondisi ini, berikut ulasannya :

• Hipotonia otot atau otot yang lemah
• Wajah khas dengan hidung kecil dan tertekan ke dalam
• Kelopak mata yang turun
• Beentuk telinga yang abnormal
• Garis tangan yang dalam
• Karena otot yang lemas membuat sendi-sendi penderita DS dapat diekstensikan melebihi normal.
• Terdapat lipatan kulit pada ujung mata bagian dalam.
• Ruang yang besar antar jari yang kesatu dengan yang kedua.
• Lidah yang besar tidak seperti orang normal
• Penyakit jantung bawaan
• Lebih mudah terserang infeksi
• Gangguan pada pernafasan dan pendengaran
• Gangguan pencernaan,pencernaan tidak lancer
• Anak-anak penderita DS lebih mudah mengalami leukemia
• Pertumbuhan dan perkembangan yang terlambat saat anak-anak.
• Saat dewasa, penderita DS akan lebih mudah terserang Alzheimer
• Harapan hidup penderita DS, kebanyakan hingga usia 55 tahun.

Faktor risiko terjadinya down syndrome adalah, usia ibu saat hamil yang terlalu tua >35 tahun, riwayat anak sebelumnya yang mengalami DS, dan ibu atau ayah yang karier terhadap gen down syndrome.

Kondisi ini tidap dapat disembuhkan. Namun, kondisi ini dapat dideteksi sedini mungkin.

Tes skrining melihat apakah janin berisiko mengalami down syndrome atau tidak. Skrining yang paling banyak digunakan adalah Triple screen yang mengukur kadar alpha-fetoprotein, hCG dan estriol tak terkonjugasi Skrining ini dilakukan saat usia kehamilan 15-20 minggu. Selain skrining terdapat tes diagnostic untuk memastikan apakah janin mengalami DS atau tidak. Prosedur diagnostic yaitu amniocentesis, chorionic villus sampling (CVS) dan percutaneous umbilical blood sampling (PUBS) Prosedur-prosedur tersebut 98-99 persen akurat untuk deteksi down syndrome. Amniocentesis dilakukan antara 12 and 20 minggu kehamilan, CVS 8 dan 12 minggu and PUBS setelah 20 minggu.

HEUPeople, untuk mencegah terjadinya Down Syndrome, maka sangat penting untuk Anda yang berencana untuk memiliki anak agar senantiasa aware terhadap faktor risiko dan tidak sungkan untuk konsultasi pada dokter sebelum hamil, yaa!

Referensi :
1. http://www.who.int/genomics/public/geneticdiseases/en/index1.html
2.http://www.kcdsg.org/files/content/About%20Down%20Syndrome.pdf
3.https://www.superduperinc.com/handouts/pdf/116_Down_Syndrome.pdf
4. http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/down-syndrome/basics/complications/con-20020948

Photos 24/04/2016

Selamat pagi, HEUPeople! šŸ™‹ā˜€

Setelah kemarin Anda mengetahui mengenai gejala tanda dan hal-hal terkait ADHD pada Anak sekarang waktunya kita mengetahui lebih jauh terkait dengan apa yang bisa dilakukan oleh pengasuh (dalam hal ini orangtua dan keluarga terdekat) untuk anak-anak berkebutuhan khusus ini;

1. Berikan perhatian dan kasih sayang pada anak Anda. Anak perlu mendengar dan mengetahui bahwa dirinya disayangi, karena jika hanya berfokus pada hal-hal yang dianggap ā€œnakalā€ pada anak Anda maka hubungan Anda dan anak tidak akan berhasil. Anak akan cenderung kehilangan rasa percaya diri dan tidak mau berusaha memperbaiki perilaku nya.

2. Nikmati waktu berkualitas bersama anak Anda. Berikan anak Anda waktu untuk menunjukkan kemampuannya dan apresiasi pencapaian kecilnya setiap hari.

3. Tingkatkan rasa percaya dan disiplin pada diri anak Anda. Anak dengan ADHD biasanya memiliki bakat yang baik pada satu atau dua bidang terutama di bidang seni, music atau tari. Jangan paksakan Anak untuk mengikuti aktivitas yang mereka tidak minati, jika ingin mengenalkan tentu saja boleh namun sebaiknya tidak memaksa jika Anak menunjukkan bahwa ia tidak tertarik.

4. Gunakan kata dan kalimat yang sederhana saat mengarahkan anak Anda. Bicara perlahan dan tegas, pandang anak pada mata nya agar ia tahu apa yang Anda katakana perlu ia lakukan.

5. Biasakan melakukan aktivitas (makan, belajar & istirahat) sesuai dengan jadwal. Anak dengan ADHD sulit untuk focus pada hal-hal di sekitarnya, buatlah jadwal besar di kamarnya agar ia bisa membaca dan mengetahui aktivitas apa saja yang ia harus lakukan dan Anda pun bisa memandu nya menjalani hari.

6. Pastikan anak Anda beristirahat dengan cukup. Anak dengan ADHD memiliki energy yang banyak namun beraktivitas yang melelahkan dapat memicu anak Anda berperilaku agresif dan lebih impulsive, maka pastikan ia mendapatkan istirahat yang cukup agar anak lebih tenang dalam menjalani setiap aktivitasnya.

7. Pastikan Anda beristirahat dengan cukup. Jika Anda merasa lelah, stress dan bingung jangan lupa untuk selalu beristirahat sebelum menangani anak Anda lebih lanjut karena jika anda lelah anda akan cenderung tidak mudah berkomunikasi dengan anak Anda.

Jadi, perilaku yang kita berikan pada anak-anak berkebutuhan khusus ini merupakan cerminan apa yang akan mereka lakukan pada kita (sebagai pemberi rasa kasih sayang) & kepada lingkungan di sekitarnya, maka dari itu kita harus ekstra hati-hati dalam penanganan anak-anak ini. Treat your loved ones as you want to be treated, HEUPeople, please spread the love! šŸ‘¦šŸ‘§šŸ’•

Referensi:
Self Management on Attention-deficit/hyperactivity disorder (ADHD) in children. Mayo Clinic. 2016.
--
Health Empowerment and Education Project šŸ’”

Photos 23/04/2016

Happy weekend, HEUPeople! šŸ™Œ

Pada akhir pekan ini, kami akan membahas mengenai salah satu kondisi berkebutuhan khusus yang lumayan sering dijumpai khususnya pada populasi anak-anak yaitu ADHD.

ADHD atau Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder merupakan gangguan perilaku yang sering ditemukan pada anak-anak. ADHD dapat dicurigai terjadi pada anak jika:
- Anak berusia ≄ 4 tahun yang memiliki:
- Kemampuan berkonsentrasi yang buruk,
- Adanya hiperaktivitas & impulsivitas,
- Kemampuan akademis yang tidak terlalu baik,
- Dan adanya gangguan perilaku di rumah dan/ sekolah.

Cara pasti mengetahui apakah si kecil benar-benar mengalami ADHD memang belum pasti, namun ada 3 gejala utama sub-tipe yang biasanya dimiliki oleh anak dengan ADHD yaitu:

- Subtipe 1: anak utama nya mengalami sulit focus (perhatian mudah teralihkan, tidak rapih)

- Subtipe 2: anak utamanya mengalami hiperaktivitas (terlalu banyak bergerak, mudah mengganggu)

- Subtipe 3: Kombinasi dari subtype 1 & 2

Pada setiap golongan usia anak, ADHD memiliki ciri yang berbeda:

- Anak belum sekolah/Balita: ADHD sulit dipastikan pada anak yang berusia < 4 tahun.

- Anak usia sekolah: ADHD biasanya muncul pada awal masa sekolah. Jika anak mengalami kesulitan berkonsentrasi, perhatian yang mudah teralihkan atau gangguan nilai akademik.

- Remaja/Dewasa Muda: Kemunculan ADHD jarang terjadi diatas usia 12 tahun namun bisa muncul ketika ada ā€œtekananā€ berat di bidang akademis atau gejala yang ā€œterpendamā€ tidak muncul pada saat usia yang lebih muda.

Dapatkah ADHD diā€terapiā€?

Tujuan utama dari tatalaksana ADHD adalah untuk memperbaiki gejala, mengoptimalisasi kemampuan anak dan menghilangkan hambatan yang membuat kemampuan anak tidak optimal. Anak pada usia < 6 tahun sebaiknya menjalani Terapi Perilaku/Behavioral Therapy. Contoh Terapi Perilaku mencakup pelatihan orangtua dalam menghadapi anak berkebutuhan khusus, manajemen perilaku di dalam kelas, intervensi rekan sekelas, memberika edukasi pada lingkungan anak mengenai ADHD dan melakukan perencanaan pengembangan anak.

Jadi HEUPeople, anak dengan ADHD sebaiknya tidak dicap ā€œnakalā€ dan ā€œbandelā€ karena dengan penanganan yang tepat dan dini kemampuan tersembunyi mereka dapat dioptimalkan. Jika ada kesulitan dalam penanganan, anak dengan gejala tersebut segera bawa si Kecil untuk berkonsultasi dengan dokter setempat ya HEUPeople! šŸ˜Œā¤

Referensi:
Felt BT, Biermann B, Chrtiner JG, Kochhar P, Harrison RV. Diagnosis and Management of ADHD in Children. Available from: www.aafp.org/afp. 2014.
--
Health Empowerment and Education Project

Want your school to be the top-listed School/college in Bandung?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Address


Jalan Cijagra No. 48
Bandung