PENDAHULUAN
Yayasan Al-Jabbaru Rahman didirikan pada tanggal 1 Desember 2010 di Kelurahan Sukagalih kecamatan Sukajadi Bandung. Yayasan ini dibangun untuk merespon permasalahan yang dihadapi masyarakat di lingkungan kelurahan Sukagalih kecamatan Sukajadi tentang minimnya akses pendidikan, kemiskinan, pengangguran dan memburuknya kualitas lingkungan. STRUKTUR KEPENGURUSAN
Dewan Pembina :
Wawan Riesmawan, SE
Dewan Pengawas : Budiyono, SE
Direktur : Jarwo, S.Pd. Bendahara : Yudi Junaedi
VISI
Menjadi lembaga pemberdayaan masyarakat yang profesional, amanah dan inovatif. MISI
1.Meningkatkan kualitas pendidikan.
2.Melakukan upaya pemberdayaan perempuan.
3.Melakukan upaya pemberdayaan masyarakat.
4.Meningkatkan kesejahteraan keluarga.
5.Menjaga kelestarian lingkungan. PROGRAM-PROGRAM AL-JABBAR INSTITUTE
1.Beasiswa Al-Jabbaaru
Al-Jabbaaru Rahman memberikan beasiswa bantuan belajar untuk siswa-siswa kurang mampu tingkat SD, SMP dan SMA di kelurahan sukagalih khususnya bekerja sama dengan RT/RW setempat.
2. Bank Sampah Al-Jabbaaru
Al-Jabbaaru membangun pusat pengelolaan sampah terpadu berbasis masyarakat untuk membantu memecahkan permasalahan sampah di kota Bandung. Bank sampah ini membeli sampah dari warga kemudian dengan teknologi ramah lingkungan mengolahnya menjadi kompos dan produk kerajinan daur ulang yang memberikan tambahan penghasilan bagi warga masyarakat.
3. Al-Jabbar Empowering Women (AEW)
Al-Jabbaaru Rahman membentuk kelompok usaha kerajinan dari daur ulang sampah anorganik dan usaha toko kue pada Ibu-Ibu dan remaja di kecamatan Sukajadi. Memberikan pelatihan secara intensif, memasarkan hasil kerajinan, membangun showroom, mengadakan workshop dan memfasilitasi exhibition serta melakukan pembinaan perempuan tangguh dalam keluarga.
4. Golden Generation Leadership School (GGLS)
Al-Jabbaaru Rahman membangun sekolah kaderisasi pemimpin dari tingkat TK-SD-SMP dan SMA, menciptakan paradigma baru sekolah yang menyenangkan dan mencerahkan dengan metode experiential learning, beyond center & circle times (BCCT) and responsibility building untuk mengembangkan lima kompetensi: kognitif, personal, sosial, spiritual dan fisikal yang merangsang tumbuhnya daya nalar, daya kritis, sensitivitas, kreativitas, sikap mental, moralitas dan tanggung jawab.