Majelis Iman

Majelis Iman

Share

Ekonomi Islam 101. Belajar tentang Islam dan perekonomian, dari sudut pandang yang unik dan berbasis

Photos from Majelis Iman's post 02/05/2021

Telaah Ilmiah Mengapa Bunga Bank Bukan Riba dari Buku “25 Isu Strategis Ekonomi Islam”

1. Mengapa bunga bank bukan riba?

Jawab: Karena, tak ada dalil yang menunjukkan bahwa bunga bank adalah riba, baik dari Al Quran maupun hadits.

2. Bagaimana dengan hadits “kullu qardin jarra manfaatan fahuwa riba” yang artinya “Setiap pinjaman yang memberikan manfaat adalah riba”?

Jawab: Hadits ini lemah, karena periwayatnya yaitu Sawwar ibn Mush’ab tidak diterima haditsnya. Hadits ini diriwayatkan melalui 3 jalur: 2 jalur melalui Sawwar sementara satu jalur lainnya tidak sampai pada Rasulullah SAW). Karena hadits ini lemah maka pendapat bahwa bunga bank sama dengan riba adalah sama sekali tak berdasar.

3. Bagaimana dengan hadits “Apabila salah satu dari kalian meminjami (kepada orang lain) suatu pinjaman, kemudian (orang yang dipinjami) memberi hadiah kepadanya atau memberikan tumpangan atas kendaraannya, maka janganlah dia menaikinya dan jangan (p**a) menerimanya.”?

Jawab: Hadits ini lemah, karena periwayatnya yaitu Ismail bin bin Ayyasy tidak diterima haditsnya. Karena hadits ini juga lemah maka pendapat bahwa bunga bank sama dengan riba adalah sama sekali tak berdasar.

Ada pendapat aneh yang mengatakan, “Hadits itu dhaif tapi maknanya shahih sehingga bisa jadi hukum/dalil.” Kalau hadits itu dhaif, maka seseorang yang bukan nabi mengarang-ngarangnya. Apakah kita berhukum pada ucapan orang tak jelas yang mengarang-mengarang semaunya? Masa sich?

Mari perhatikan Fatwa MUI Nomor 1 Tahun 2004 tentang Bunga Bank. Menariknya dalam konsideran fatwa itu, tidak disebutkan hadits yang menjadi dasar pemaknaan bunga bank adalah riba. Yang ada, kecaman terhadap dosa riba, tapi riba itu apa tak ada dasar dalilnya. (Kalau tidak percaya, Anda bisa unduh fatwa itu dan cek sendiri). Fatwa itu tidak menjawab tegas, “Apakah sifat bunga bank yang bisa dijatuhi riba?” Disitu tak ada penjelasan tentang makna riba atau bunga bank dari Al Quran dan hadits. Yang banyak adalah fatwa ulama, tapi dasar fatwa ulama itu kan harusnya berasal dari Al Quran dan hadits itu sendiri. Jadi, kalau menyandarkan pada pendapat ulama tapi tak ada dalil Al Quran dan hadits yang dapat dijadikan petunjuk keharaman sifat bunga bank, dasar pendapat ulama tadi apa d**g?

Jadi, sejauh ini tidak ditemukan sandaran untuk berdalil bahwa bunga bank itu riba. Sehingga, bunga bank adalah halal. Berarti juga, leasing/gopay/obligasi/pasar saham dll yang selama ini dituduh mengandung riba adalah halal. Dan berarti juga ada banyak beban “haram-haram-haram” yang selama ini dibebankan ke bahu kaum muslimin terangkat. Kaum muslimin bisa lega dan tenang, bukan karena abai tapi dengan ilmu.

4. Kalau bunga bank bukan riba, lantas apakah riba itu? Dan di zaman sekarang bentuknya apa?

Jawab: Riba adalah kewajiban pembayaran tambahan yang sangat besar atas pokok pinjaman, sebesar beberapa kali lipat pokok pinjaman itu, yang terjadi akibat penundaan pembayaran pinjaman tersebut. (Fazlur Rahman, Riba and Interest, Journal of Islamic Studies, Volume 3, Nomor 1 hlm. 1 – 43, Islamic Research Institute, International Islamic University, Islamabad, Maret 1964).

Dari definisi tersebut, muncul pertanyaan lagi, seberapa besarkah bunga yang “sangat besar” itu? Menariknya, istilah “sangat besar” itu bukanlah suatu angka yang tetap, sebab suku bunga pinjaman dari satu zaman ke zaman lainnya berbeda-beda, tergantung situasi ekonomi pada zaman tersebut (misalnya apakah zaman tersebut sedang terjadi inflasi yang sangat tinggi atau tidak).

Dalam dunia modern sekarang, riba adalah praktik rentenir.

Suku bunga sangat besar yang dapat digolongkan riba itu biasanya adalah besarnya suku bunga pinjaman yang harus dibayar oleh kelompok termiskin dalam suatu masyarakat. Mengapa? Karena kelompok termiskin inilah yang biasanya terpaksa meminjam dengan bunga sangat besar. Mereka tak punya pilihan lain: mereka tidak bisa mengakses bank, mereka tidak punya agunan, dan seringkali mereka terjepit untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Karena terpaksa, suku bunga sebesar apapun, harus mereka bayar demi mendapatkan pinjaman. Jadi, dalam perekonomian zaman sekarang, riba adalah bunga yang dikenakan oleh para rentenir atau lintah darat. Dalam bahasa Inggris, rentenir atau lintah darat ini dinamakan loan shark. Suku bunga rentenir di kota Bandung adalah sekitar 20% per bulan, alias 240% per tahun. Inilah suku bunga yang dapat digolongkan sebagai riba. Suku bunga bank hanya sekitar 7% - 15% per tahun.

5. Mengapa definisinya riba seperti itulah yang benar?

Jawab: Karena itulah yang paling sesuai dengan petunjuk dari Al Quran. Satu-satunya petunjuk tentang makna riba yang jelas adalah pada Al Quran Surat Ali Imran ayat 130, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapatkan keberuntungan.” (Terjemah Departemen Agama Republik Indonesia, 1971). Istilah “berlipat ganda” (adhafan mudhaafatan) itulah yang menjadi petunjuk definisi riba yang paling sesuai. Hal ini dikuatkan oleh Tabari yang meriwayatkan keterangan dari Mujahid dan Zaid bin Aslam mengenai ayat tersebut di atas, bahwa makna inilah yang menjadi kebiasaan masyarakat Arab jahiliah waktu itu, yaitu penggandaan kewajiban utang yang harus dibayar.

Wallahu a'lam bisshawab..

Referensi: buku101.com

Photos from Majelis Iman's post 25/04/2021

Kesulitan terbesar tidaklah pada membangun ide-ide baru, namun keluar dari ide-ide lama. (John Maynard Keynes)

Tidak semua pemikiran Keynes benar. Tapi bahwa seringkali manusia kesulitan keluar dari ide lama, itu tepat.
..

Telah terbit buku "25 Isu Strategis Ekonomi Islam". Bukunya tipis, hanya 66 halaman. Tapi buku ini berisi tema-tema kontroversial.
Misalnya, setelah meneliti kembali Al Quran dan As Sunnah cukup lama, penulis berkesimp**an bahwa bunga bank (apapun banknya) bukan riba. Berarti bunga bank halal. Lho kok bisa? Bukankah kesimp**an penulis ini bertentangan dengan ortodoksi dan konvensi selama ini? Apa argumentasi penulis?

Jadi langsung saja, bagi teman-teman yang berminat/penasaran, bisa beli buku ini.. Harganya Rp 25.000,-.

Bisa dibeli via WA, Bukalapak atau Tokopedia.. Sila cek di buku101.com.

Video: https://www.youtube.com/watch?v=ocPzRbnav7w

24/10/2018

Yuk belajar bareng menariknya Ekonomi Islam melalui buku "Ekonomi Islam 101".

"Pribadi yang belajar Ekonomi Islam 101.."
- Ustadz Salim A Fillah.

"..dikupas tuntas secara lengkap dari bab ke bab melalui cara penulisan yang komprehensif, yang lengkap, dan detail sekali...."
- Muhammad Ihsan Akhirulsyah, founder startup aquaculture

"..punya gagasan-gagasan baru, terobosan-terobosan baru pemecahan masalah publik....ngalir sekali bahasanya..."
- Syahid Irfan Mubarok, Presidium Nasional Forum Silaturahim Studi Ekonomi Islam 2014-2015

Berminat? Kunjungi http://toko101.com/wp/product/101 atau buku101.com

24/10/2018

Yuk belajar bareng menariknya Ekonomi Islam melalui buku "Ekonomi Islam 101".

"Pribadi yang belajar Ekonomi Islam 101.."
- Ustadz Salim A Fillah.

"..dikupas tuntas secara lengkap dari bab ke bab melalui cara penulisan yang komprehensif, yang lengkap, dan detail sekali...."
- Muhammad Ihsan Akhirulsyah, founder startup aquaculture

"..punya gagasan-gagasan baru, terobosan-terobosan baru pemecahan masalah publik....ngalir sekali bahasanya..."
- Syahid Irfan Mubarok, Presidium Nasional Forum Silaturahim Studi Ekonomi Islam 2014-2015

Berminat? Kunjungi http://toko101.com/wp/product/101 atau buku101.com

24/10/2018

Yuk belajar bareng menariknya Ekonomi Islam melalui buku "Ekonomi Islam 101".

"Pribadi yang belajar Ekonomi Islam 101.."
- Ustadz Salim A Fillah.

"..dikupas tuntas secara lengkap dari bab ke bab melalui cara penulisan yang komprehensif, yang lengkap, dan detail sekali...."
- Muhammad Ihsan Akhirulsyah, founder startup aquaculture

"..punya gagasan-gagasan baru, terobosan-terobosan baru pemecahan masalah publik....ngalir sekali bahasanya..."
- Syahid Irfan Mubarok, Presidium Nasional Forum Silaturahim Studi Ekonomi Islam 2014-2015

Berminat? Kunjungi http://toko101.com/wp/product/101 atau buku101.com

04/01/2018

Inspirasi: Nabi Muhammad SAW menolak mengatur harga. Beliau membiarkan pasar bebas bekerja. (Sunan Ibnu Majah 2191).

Sejak pasar penerbangan dibebaskan di Amerika Serikat sejak tahun 1978, harga tiket pesawat per penumpang per mil turun drastis. Hal ini menguntungkan orang banyak: waktu mereka lebih efisien dan bisnis makin cepat, yang pada gilirannya membuat mereka lebih produktif dan makin makmur. Semoga Indonesia juga seperti itu.

Temukan banyak fakta mengejutkan lainnya dalam buku “Ekonomi Islam 101”

Kunjungi http://toko101.com/wp/product/101/

04/01/2018

Inspirasi: Nabi Muhammad SAW membebaskan impor-ekspor. Bahkan beliau sendiri di masa mudanya adalah pebisnis lintas batas, pelaku aktif perdagangan internasional yang sukses. (Musnad Ahmad 18554).

Hong Kong dan Singapura tidak punya minyak setetespun. Namun, mereka negara yang sangat aktif memperdagangkan minyak bumi (dan nyaris komoditi apapun!). Mereka berjual beli dengan negara apapun secara bebas dan terbuka. Hong Kong dan Singapura juga tidak memiliki tanah yang luas. Modal mereka adalah orang-orang kreatif, tangguh dan terdidik yang cerdik memanfaatkan peluang dari perdagangan internasional. Mereka kaya karena menjadi bagian dari mata rantai nilai (value-chain) global.

Temukan banyak fakta mengejutkan lainnya dalam buku “Ekonomi Islam 101”

Kunjungi http://toko101.com/wp/product/101/

04/01/2018

Inspirasi: Ali bin Abi Thalib mengatakan “Sesuatu yang berlimpah harganya murah, kecuali adab."

Begitup**a uang. Ketika uang dicetak terlalu banyak, ia menjadi tidak berharga. Hiperinflasi di Jerman tahun 1930-an, krisis mata uang di Zimbabwe dan jatuhnya mata uang Rupiah menjelang 1965, semuanya disebabkan satu hal: pemerintah mencetak uang terlalu banyak. Akibatnya: harga-harga meroket!

tapi benar: harga stabil jika pemerintah tidak ugal-ugalan mencetak uang.

Temukan banyak fakta mengejutkan lainnya dalam buku “Ekonomi Islam 101”

Kunjungi http://toko101.com/wp/product/101/

04/01/2018

Inspirasi: “Ambillah dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan doakan mereka.." (Q.S. At Taubah: 103)

Harta adalah kekayaan bersih, bukan pendapatan/gaji. Begitulah prinsip akuntansi yang berlaku umum.

Jika memang zakat dikenakan atas gaji, apakah seseorang yang gajinya 20 juta tapi pengeluarannya 25 juta dikenakan zakat? Tentu tidak.

Zakat dikenakan pada harta yang mengendap selama 1 tahun yang bernilai minimal 85 gram emas. Kalau mengacu pada analogi bak mandi, zakat dikenakan pada air yang mengendap di bak, bukan pada “aliran” air yang masuk ke bak.

Temukan banyak fakta mengejutkan lainnya dalam buku “Ekonomi Islam 101”

Kunjungi http://toko101.com/wp/product/101/

04/01/2018

Inspirasi: ”Dan masa (kejayaan dan kekalahan) itu Kami pergilirkan di antara manusia..” (Q.S. Ali Imran: 140)

VOC begitu sukses gilang demilang sehingga ia membagi bonus dividen 18% selama hampir 200 tahun. Apa saja kekuatan VOC? Ia berarmadakan 4.785 kapal, mengirim 2,5 juta ton rempah dan barang berharga lain dari Asia dan memperkerjakan 882.412 orang Eropa. Begitu kuatnya VOC, bahkan ia membentuk tentara reguler, mencetak mata uangnya sendiri, memiliki penjara serta membuat perjanjian dan traktat dengan kerajaan. Pendeknya VOC seperti kuasi-negara berdaulat.

Mengapa VOC begitu berjaya, dan ironisnya, dengan menghisap kekayaan negeri-negeri kaum muslimin? Dan satu fakta mengejutkan lagi: VOC akhirnya bangkrut, bukan karena perlawanan pejuang Nusantara, bukan karena diambil pemerintah Belanda (nasionalisasi), atau harga rempah jatuh drastis. VOC bangkrut karena pejabatnya k.o.r.u.p!

Temukan banyak fakta mengejutkan lainnya dalam buku “Ekonomi Islam 101”

Kunjungi http://toko101.com/wp/product/101/

04/01/2018

Inspirasi: ”Dalam muamalah, segala sesuatu hukumnya boleh sampai ada petunjuk jelas yang mengharamkannya." (kaidah dalam fiqh).

Tidak ada alasan kuat untuk pengharaman pasar modal. Spekulasi/ketidakpastian? Hidup ini sendiri adalah spekulasi/ketidakpastian. Perjudian? Pelaku pasar modal yang benar bukanlah para pengundi nasib.

Sebenarnya berinvestasi di pasar modal sama seperti berinvestasi pada bisnis teman/saudara kita karena setiap saham pada dasarnya mewakili porsi kepemilikan di suatu perusahaan.

Di sisi lain, pasar modal sendiri adalah investasi jangka panjang terbaik yang sejauh ini tersedia. Dan paling baik, jika investor berinvestasi dengan cara yang paling konservatif: pada indeks. Berinvestasi pada indeks memiliki 3 keuntungan: (1) biayanya murah (fee-nya kecil sekali), (2) indeks dalam jangka panjang selalu naik dan (3) Anda bisa tidur nyeyak karena tidak perlu memantau harga saham (yang fluktuatif) setiap hari. Bursa Saham di Indonesia mengawali indeksnya di tahun 1983 di angka 100 dan di awal 2018 mencatat indeks di angka 6.445, suatu kenaikan 6400% atau 12,67% per tahun (jauh di atas deposito). Di Amerika Serikat, indeks Dow bahkan lebih bagus lagi. “Dalam jangka panjang pasar saham tumbuh secara konsisten. Walaupun mengalami dua perang dunia, Depresi Besar, guncangan harga minyak, epidemi flu dan jatuhnya seorang Presiden, tetap saja dari indeks 66 pada awal abad 20, di akhir abad indeks melesat menjadi 11.497” (Warren Buffett)

Temukan banyak fakta mengejutkan lainnya dalam buku “Ekonomi Islam 101”

Kunjungi http://toko101.com/wp/product/101/

Want your school to be the top-listed School/college in Bandung?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Telephone

Address


Bandung