dheny narendra

dheny narendra

Share

Sebuah halaman yang kami sediakan untuk saling berbagi ilmu terutama untuk mendukung gerakan anti pe

06/11/2021

02
"Membangun Generasi Cerdas"

Mempersiapkan generasi bukan hanya sekedar pekerjaan rumah bagi institusi pendidikan. 3 pilar utama yang harus saling bekerja sama secara komprehensif untuk mempersiapkan generasi cerdas adalah : Orang Tua, Institusi Pendidikan, dan Pemerintah.

Tidak bisa tidak. ketiganya harus terus menerus bersinergi.
Dalam sebuah riwayat, Rasululloh SAW. membagi tumbuh kembang anak ke dalam 3 fase. ini merupakan tonggak atau pondasi pertama yang harus dilalui oleh para orang tua untuk mencetak generasi cerdas, bahkan secara multidimensi.

Pemahaman terhadap 3 fase ini sedikit banyak akan memberikan gambaran kepada orang tua bagaimana mereka seharusnya bertindak dan menanamkan konsep-konsep pendidikan bagi anak pada tahap selanjutnya.

Rasulullah SAW. membagi tahap perkembangan anak ke dalam 3 tahap, yaitu sbb :
1. Tahap 1, (Usia 0-7 tahun)
anak adalah RAJA
2. Tahap 2, (Usia 8-14 tahun)
anak adalah PEMBANTU
3. Tahap 3, (Usia 15-21 tahun)
anak adalah WAZIR/Menteri.

Agar tidak menjadi polemik, kita bahas satu per satu.

Pada tahap 1, anak adalah RAJA.
Raja memiliki status tertinggi. kita orangtua harus menghormati dan melayani segala kebutuhannya. Sebagai pengasuh RAJA, kita tidak boleh membentak, memerintah, atau malah memukul raja. Karena raja punya hak dan ruang lingkup kewenangan.

Anak usia 0-7 tahun adalah seorang RAJA kecil yang memiliki ruang lingkup BERMAIN. anak pada rentang usia ini merupakan masa _Golden Age_ . Peran dan konsep mendidik orang tua akan sangat berpengaruh dalam perkembangan otak/kecerdasan anak pada tahap selanjutnya. Sehingga orang tua harus benar-benar paham bagaimana memperlakukan sang RAJA kecil tersebut. Apabila pada 7 tahun pertama ini dilewati oleh orang tua dengan cara yang salah, maka pada 7 tahun kedua orang tua akan banyak mengalami hambatan, utamanya dalam komunikasi denga anak. Dan pada akhirnya, pada 7 tahun ketiga, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang kehilangan kepercayaan dan moral.

......................

21/10/2021

Assallamu'allaikum wr-wb.

"Mempersiapkan dan Membangun Generasi Cerdas"

Sebuah Pengantar :
Memiliki generasi cerdas merupakan impian semua orang tua di belahan dunia manapun.
Terlepas dari tipe kecerdasan yang dimiliki oleh putra-putrinya.
Meskipun tidak dipungkiri bahwa sebagian besar (mayoritas) orang tua berpandangan bahwa kecerdasan hanya diukur
dari aspek kognitif saja. Sehingga anak-anak yang mendapatkan 'nilai jelek' dikelas di cap sebagai anak yang 'bodoh'.
mungkin, paradigma berfikir seperti ini yang terlebih dahulu harus kita luruskan agar supaya kita 'klik' dengan konsep
yang akan kita kupas tentang arti sebuah kecerdasan.

Bapak/ibu ....., calon bapak/ibu ....,

Pendidikan tidak hanya ditargetkan untuk mencapai ketinggian teknologi dan ilmu pengetahuan semata.
Tetapi, adalah untuk mencetak generasi yang memiliki keseimbangan berupa Iman & Ilmu.
Keimanan yang kokok akan memberikan dorongan untuk menguasai, mengkaji, dan mengembangkan
secara lebih jauh ilmu pengetahuan dan teknologi.

Bagaimana dengan pendidikan Islam ? Bagaimana Nabi Muhammad mengajarkan tentang pendidikan
bagi anak ....?

to be continue .....

11/10/2021

Pendidikan KARAKTER merupakan poin utama dalam pendidikan abad 21.
Memproyeksikan pendidikan abad 21 harus secara menyeluruh. selain guru dan pihak sekolah, peran orang tua sangat sentral.
sekolah hanyalah mitra atau fasilitator dalam proyeksi ini.
Paling tidak orang tua menjalankan 8 fungsi dalam keluarga, yaitu :
1. Agama; 2. Sosial; 3. Cinta Kasih; 4. Perlindungan; 5. Ekonomi; 6. Pendidikan; 7. Pelestarian Lingkungan; dan 8. Reproduksi.

Orang Tua memiliki andil yang besar dalam perkembangan kemampuan anak dalam lingkup pendidikan.
Keterlibatan orang tua yang paling mendasar dalam hal ini adalah memberikan keteladanan (model); menanamkan pembiasaan positif;
Saling mengevaluasi dalam pengawasan serta memberikan apresiasi.

Rendahnya pendidikan orang tua, Kesibukan orang tua, sikap acuh dan anggapan segalanya diurus sekolah
(mindset : untuk apa di sekolahkan dan menambah iuran) menjadi bagian kendala dalam proyeksi pendidikan karakter abad 21.
Dalam hal yang demikian, sekolah sebagai institusi pendidikan harus langsung mengambil alih.
Ambil bagian untuk memfasilitasi terselenggaranya Sekolah(nya) Orang Tua (SOT) atau Kelas Orang Tua (KOT).

Kompetensi dasar yang harus dimiliki peserta didik adalah : berfikir kritis, analitis, kreatif, komunikatif dan dapat bekerja sama.
Tahap selanjutnya adalah kemampuan berliterasi.
Kemampuan berliterasi akan lebih menguatkan karakter dan nilai diri peserta didik (anak). (Literasi Budaya, Ekonomi, Teknologi, Baca, dsb)
Anak-anak yang literat akan menjadi amunisi ampuh lahirnya generasi emas pada tahun 2045, sebagai hasil pendidikan karakter.

Tidak ada kata terlambat untuk membangun sinergi bersama orang tua melalui program Sekolah Orang Tua atau Kelas Orang Tua
demi terciptanya generasi BEST yang di cita-citakan.

Best Regards,
dheny narendra.

08/10/2021

We will open a discussion about :
"How the pattern of educating children in the 21st century."
Please give your opinion. 🙏

30/09/2021

"Blueprint Pendidikan, Perlukah...? "

Perencanaan merupakan fungsi manajemen yg pertama dan terpenting. Plan, dibutuhkan dalam setiap tingkat manajemen, termasuk dlm sektor pendidikan yg menjadi salah satu pekerjaan rumah (PR) penting yg harus mendapat perhatian prioritas dgn segala kompleksitasnya.

Program & strategi pendidikan pasca Reformasi yg berjalan selama kurang lebih 22 th ternyata belum mampu mewujudkan cita-cita untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Alokasi Anggaran 20% utk sektor pendidikan ternyata belum mampu diejawantahkan dalam tindakan konktret untuk mewujudkan pendidikan yg berkualitas serta memiliki esensi bagi pembangunan aspek kognitif, afektif, psikomotorik dan religius.

Memang, kemampuan dasar berupa literasi & numerasi menjadi aspek mendasar yg benar-benar menjadi prioritas untuk diperbaiki. Rendahnya kemampuan membaca akan mempengaruhi kemampuan belajar. Kemampuan belajar rendah tentu akan berpengaruh terhadap tingkat kecerdasan (terlepas dari jenis kecerdasannya).

Stagnasi pendidikan negara +62 salah satunya adalah karena tidak adanya cetak biru atau blueprint pendidikan. Program yg ada selama ini hanya sebuah rutinitas atau kebijakan yg tidak berkesinambungan. (Ganti menteri ganti kebijakan).

Sebuah blueprint pendidikan Indonesia akan sangat membantu semua pemangku kepentingan pendidikan utk menyusun langkah/program yg terukur dalam mencapai SDM yg unggul. Sekaligus memudahkan evaluasi terhadap program, tdk sebatas pada terserapnya anggaran.

Cetak biru pendidikan harus menjadi satu bagian yg tidak terpisahkan dalam UU sisdiknas & harus menjadi sebuah langkah terpadu & proaktif.

Sekarang, kita masih sebatas menunggu.
Meski Kadang, menunggu adl hal yg sangat menjemukan.
Salam perbaikan, jgn lupa sruput kopinya ☕

Best regard,

DN'Rendra

17/09/2021

Dilema Pendidikan Negeri +62

Ketika anak diminta utk belajar di sekolah, saat itu p**a para guru sekuat tenaga & pikiran berupaya memberikan yg terBAIK utk anak didiknya. Meski kadang mereka dibenturkan dgn adanya UU Perlindungan Anak & Pelanggaran HAM.
Bagai di ujung tanduk.....,
Namun tekad mereka mencerdaskan negeri ini demikian kuat. Bahkan ketika _Salary_ yg mereka terima tidak bisa di bilang cukup, kebijakan pemerintah yg mampu menyentuh mereka hampir bisa dibilang *tidak ada*, mereka tetap bertahan.

Pembentukan karakter, akidah, akhlak yg mereka tanamkan kpd anak didik di sekolah seharian tadi, hancur seketika tatkala mereka tiba dirumah & melihat tayangan televisi yg notabene jauh dari edukasi, pembinaan karakter, perbaikan akidah & akhlak bahkan cenderung kpd kemerosotan moral. (Dominan; meski tdk semua).

Lebih miris lagi ketika kita membandingkan pendapatan mereka (Guru vs mereka (?)).
Beberapa menit sj mereka tampil 'ga karuan', jutaan rupiah bisa mereka raup. Tentu berbanding terbalik dgn mayoritas 'para guru'. Berjam-jam dlm sehari mereka berjuang membentuk generasi penerus bangsa yg handal, hanya ratusan ribu rupiah yg mereka bisa dapatkan dlm 1 bulan.

Sebaik apapun ide, gagasan, terobosan dlm dunia pendidikan yg otomatis berbanding lurus dgn tuntutan kinerja guru yg harus jauh lebih bagus tanpa dibarengi dengan peningkatan kesejahteraan bagi mereka (red : guru) tidak akan menghasilkan apa-apa. Hanya sekedar retorika belaka.
Ditambah lagi, masih rendahnya filter acara televisi yg masih jauh & kurang memberikan porsi edukasi bagi anak oleh lembaga penyiaran, tentu akan makin memperburuk upaya pembentukan generasi bangsa yg handal, tangguh & berkarakter.

Ketangguhan sebuah bangsa,
Maju/tidaknya sebuah bangsa,
Tinggi/rendahnya martabat sebuah bangsa,
Tergantung pd Kualitas Sumber Daya Manusia yg dimiliki oleh bangsa itu sendiri.

Best Regards,

17/09/2021

Mung sakdremo takon :

"Apakah pantas jika sebuah negara, GURU diapresiasi Sangat Minim, padahal tugasnya sangat berat yaitu memperbaiki bangsa.
Sementara, pekerjaan (red : hiburan) yg banyak beredar di TV (Utamanya), yg lebih banyak merusak moral bangsa justru mendapat ratusan juta.
PANTASKAHHH.....??? "

24/09/2020

Kunci membangun sebuah negara yg beradab dlm segenap aspek terletak pd upaya membangun Sumber Daya Manusia (SDM) secara dzahir-bathin dan balance.
Fokus utamanya tentu reformasi sektor pendidikan bagi anak bangsa mulai level pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi yg bersinergi & terintegrasi.

07/12/2019

Otak Anak Sebenarnya Mempunyai Kemampuan Berfikir Tingkat tinggi.



Menurut Adi W. gunawan dalam bukunya " Genius Learning Strategy", menyebutkan 3 hal yang sangat penting dalam kehidupan anak bila dilatih untuk berfikir tingkat tinggi, yaitu anak bisa memahami informasi, anak bisa berfikir yang berkualitas, dan mencapai hasil akhir yang berkualitas.



Ada 3 keterampilan BERFIKIR OTAK TINGKAT TINGGI yang bisa dilatihkan kepada anak-anak kita di sekolah dan di rumah. Yaitu keterampilan BERFIKIR KRITIS, keterampilan BERFIKIR KREATIF, dan keterampilan BERFIKIR MEMECAHKAN MASALAH.

22/06/2017

My Appeal to GOD :

Rabb....,
Bulan MU yg mulia hampir meninggalkan kami semua, padahal...
Kami masih jauh dari sempurna untuk memperbaiki diri, me-recharge hati, bahkan terlalu sibuk dengan urusan-urusan duniawi.
Maafkan kami atas segala kebodohan kami,
Yang masih terus saja mengulangi kesalahan-kesalahan yang sama.

Dengan segala penghormatan & kerendahan hati, kami mohon padaMU Ya Rabb ...
Maafkanlah kami, meskipun itu mungkin sudah tidak lagi layak bagi kami. Namun....,
Seburuk apapun kami, kami adalah hambaMU Ya Rabb...
Siapa lagi yg akan dapat mengampuni dosa² kami selain Engkau ?
Kepada siapa kami memohon ampun, jika bukan kepadaMU ?

Ya Rabb ...,
Pertemukanlah kami (hamba, istri, anak, ortu, saudara² kami, kawan² kami) dengan ramadhanMU yg mulia, dgn Idul Fitri MU yg suci di tahun² yg akan datang, dalam keadaan & kualitas yg jauh lebih baik dr yg lalu & sekarang.
Berikanlah kami kesempatan untuk memperbaiki diri demi mendapat RidhoMU.
Amiiinnn Ya Rabbal Allamiiinnn.

*Semoga ENGKAU tak pernah bosan untuk menuntun kami Ya Rabb...

Best Regards
'Rendra

10/05/2017

"Manusia Biasa ______"

Aku ...,
Ya..., aku hanyalah manusia biasa
Bukan Nabi, Malaikat, ataupun Rasul

Manusia biasa ...,
Tempatnya khilaf, salah, dan dosa

Karena aku manusia biasa,
Yg tak pernah bisa luput dari salah & dosa
Aku ..., memang tidak sempurna ...
(mungkin berbeda dgn anda yg merasa paling sempurna & paling benar)

Rabb ...,
Jadikanlah diriku sebagai ahli pemaaf
Jadikanlah diriku sebagai ahli ibadah kepadaMU
Jadikanlah diriku sebagai hamba yg senantiasa membawa manfaat & maslahat bagi sesama
(untuk seluruh makhukMU)

Maafkan aku Ya Rabb...,
Permohonanku itu adalah untuk
Mengurangi segala 'Ketidaksempurnaanku'

(Selain, telah KAU tutupi segala aib-aibku dihadapan makhlukMU)

15/02/2017

Menurutku (entah menurutmu) :

Agama itu memiliki sifat UNIVERSAL
Bukan sekedar berbicara ttg komunitas,
Apalagi sebagai Komoditas ...

Bersifat Universal berarti menanamkan jiwa2 kemanusiaan, toleransi, kepedulian, tenggang rasa, & tanggung jawab terhadap pemilik jagad raya
Sifat universal ini berlaku untuk & terhadap seluruh makhluk ciptaanNYA...

Setiap orang akan memiliki nilai tersendiri,
Bukan sekedar 'nilai' dihadapan sesama makhluk, tetapi ...
Lebih dari itu : nilai dihadapan Sang Khalik.
Memulai memperbaiki diri untuk jiwa & seluruh makhluk adalah sebuah keniscayaan ...
Belajar lebih banyak melihat yg lain dr sisi positif,
Belajar lebih banyak melihat diri dari sisi negatif
(Betapa banyak kebaikan2 orang lain, dan seberapa kurangnya hal baik yg kita lakukan)
Meski ...
Tak ada satupun makhluk yg sempurna.

Want your school to be the top-listed School/college in Bandung?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Telephone

Website

Address


Bandung