12/01/2016
Theory without any action is zero.
Ada pengalaman lucu yang saya alami sendiri, walaupun kejadian seperti ini sering terjadi di antara kita. Seharusnya kita renungi dan pikirkan, karena hal-hal seperti ini akan menghambat kemajuan kita sendiri. Begini kejadiannya:
Sy, sebagai business consultant, dipanggil oleh sebuah perusahaan untuk menanggulangi masalah yang sedang mereka hadapi. Setelah mempelajari dan menelaah situasi intern perusahaan tersebut, sy mendapati beberapa masalah yang seharusnya mereka perbaiki. Singkat cerita, setelah melalui beberapa meeting (dan di setiap meeting diakhiri dengan penyataan 'setuju' dari semua peserta meeting), sy merumuskan cara-cara penanggulangan masalahnya. Rumusan cara penanggulangan masalah tersebut akhirnya di-meeting-kan kembali.
Dalam final-meeting saya masih sempat menanyakan apakah ada yang melihat kesalahan dari perumusan masalah dan tindakan yang akan dilaksanakan untuk mengatasi masalah yang ada dalam perusahaan mereka. Semua menyatakan setuju dengan rumusan yang saya buat dan semuanya setuju dengan cara penyelesaian yang saya ajukan. Saya cukup senang dengan hasil meeting tersebut, karena semuanya menganggap rumusan yang saya ajukan adalah rumusan terbaik yang mereka punya selama ini.
Sy menargetkan mereka untuk menjalankan rumusan tersebut dan menyelesaikannya dalam waktu 3 bulan (sy sudah memberi waktu lebih dari cukup, karena seharusnya mereka bisa menyelesaikan itu semua dalam waktu kurang dari 2 bulan kalau dijalankan dengan sungguh-sungguh)
Singkat cerita, tiga bulan kemudian sy menanyakan hasil kerja mereka. Ternyata hasilnya tidak sampai 20% dari targetnya. Melihat hasilnya sedemikian buruk, sy mengadakan meeting lagi untuk mengevaluasi kendalanya. Dalam meeting tsb, sy tanyakan kendala apa yang mereka hadapi sehingga pelaksanaannya sangat buruk, atau mungkin ada rumusan saya yang salah sehingga sulit untuk dilaksanakan. Hasilnay mereka mengatakan tidak ada masalah dengan rumusan saya, semua yang saya rumuskan benar semua .... untuk mempraktekan rumusan saya juga gak ada masalah .... lalu kenapa hasilnya sangat jauh dari target pelaksanaannya?
Usut punya usut, ternyata mereka selalu menggunakan cara lama, walaupun cara tersebut salah, tetapi mereka lebih s**a menjalankan dengan cara 'salah' tersebut karena sudah jadi kebiasaan mereka menggunakan cara salah tersebut. Lalu apa gunanya memanggil saya?
Setelah dipikir lagi, ternyata memang banyak kelakuan yang seperti ini. Walaupun mereka tahu mereka salah, tapi terus dilakukan kesalahan yang sama berulang-ulang hanya karena kebiasaan dan sulitnya merobah pola pikir. Gimana mau maju?
Diberi konsep dan rumusan sebaik apapun gak ada gunanya kalau tidak diterapkan dalam prakteknya .... hasilnya ya nol besar.
Apakah Anda termasuk orang-orang seperti ini? Karena ternyata lebih dari 95% akan bersikap seperti ini. Tidak heran orang yang bisa meraih kesuksesan sangat sedikit. Diberi cara yg baik dan masuk akal sekalipun, tetap tidak dijalankan hanya karena mereka tidak mau merubah kebiasaan mereka.
Terus mau tunggu apa lagi untuk meraih kesuksesan Anda? Tunggu konsep lainnya? Percuma ...... Sebaik apapun sebuah konsep, hasilnya akan tetap nol kalau tidak ada action-nya.
Tolong disebarkan, mudah-mudahan banyak yang lebih sadar, agar kita bisa menjadi bangsa yang lebih maju.
Tetap semangat!