30/06/2015
MTs & MA Al-Barry
Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from MTs & MA Al-Barry, School, Cikalongwetan, Bandung.
30/06/2015
09/03/2015
Anda tidak diwajibkan membayar jasa guru-guru anda dengan uang. Tapi anda diwajibkan menbayar jasa-jasa mereka dengan mengukir sebuah prestasi.
TANCAPKAN SEBUAH PAKU KETIKA MARAH
Di suatu keluarga, ada seorang ayah yang terkenal bijak, dan anaknya yang dikenal sebagai orang temperamen, s**a marah-marah.
Kemudian, sang ayah karena melihat anaknya yang begitu temperamen, sang ayah berkata,"Anakku, bila engkau hendak marah, tancapkanlah paku di pagar kayu di belakang rumah kita."
Maka, setiap hari, saat sang anak itu hendak marah, ia menancapkan paku di pagar kayu belakang rumahnya.
Hingga setelah beberapa lama, mungkin juga hingga beberapa bulan lamanya, pagar-pagar kayu tersebut penuh akan tancapan paku yang ditancapkan oleh sang anak, sehingga lama-kelamaan sang anak mulai sadar, bahwa lebih mudah untuknya menahan amarah daripada untuk menancapkan paku di pagar kayu tersebut.
Sang ayah pun memperhatikan hal tersebut, lalu ia berkata, "Anakku, bila dalam sehari engkau tidak marah, cabutlah paku-paku yang telah kau tancapkan." "Baiklah ayah." sahut sang anak.
Lalu, beberapa hari, mungkin hingga berbulan-bulan sang anak sudah tidak pernah marah-marah lagi, hingga paku-paku yang tadinya tertancap di pagar kayu tersebut telah dicabut olehnya sebagai tanda ia tidak lagi marah-marah.
Melihat hal itu, sang ayah berkata, "Kau lihat anakku? Meskipun semua paku telah kau cabut, tapi tetap saja meninggalkan bekas dari paku yang kau tancapkan, dan tidak akan bisa kembali bagus seperti semula. Itu adalah perumpamaan seorang yang marah kepada orang lain, meskipun kau telah meminta maaf kepada orang yang telah kau marahi tanpa alasan yang jelas, tetapi tetaplah di hati orang itu masih ada rasa terluka dan tak bisa lagi kembali seperti semula."
Mendengar itu, sang anak pun tertunduk, tersadar dan meneteslah air matanya, teringat akan orang-orang yang pernah ia marahi tanpa alasan yang jelas. Lalu, ia pun berjanji tidak akan mengulangi hal tersebut -memarahi orang tanpa alasan yang jelas.
Pandai-pandailah kita memelihara mulut kita, salah sedikitpun kita bisa melukai hati seseorang yang mungkin akan susah hilang perasaan terluka meski kita telah meminta maaf.
Like & Share..!! ^_^
08/08/2014
ANAK LULUSAN SMK INDONESIA INI KALAHKAN LULUSAN OXFORD UNIVERSITY
Sempat dituduh piara tuyul sama tetangga
-----------------------------------------------------------------
Di sebelah ruang tamu terdapat ruangan yang lebih kecil. Di dalamnya ada tiga unit komputer. Rupanya, di ruangan kecil itulah Arfi –panggilan Arfi’an Fuadi– bersama sang adik M. Arie Kurniawan dan dua karyawannya mengeksekusi order design engineering dari berbagai negara.
Kiprah dua bersaudara itu di dunia rancang teknik internasional tak perlu diragukan lagi. Tahun lalu Arie memenangi kompetisi tiga dimensi (3D) design engineering untuk jet engine bracket (penggantung mesin jet pesawat) yang diselenggarakan General Electric (GE) Amerika Serikat. Arie mengalahkan sekitar 700 peserta dari 56 negara.
”Lomba ini membuat alat penggantung mesin jet seringan mungkin dengan tetap mempertahankan kekuatan angkut mesin jet seberat 9.500 pon. Saya berhasil mengurangi berat dari 2 kilogram lebih menjadi 327 gram saja. Berkurang 84 persen bobotnya,” ungkap Arie ketika ditemui di rumah kakaknya, Senin (4/8).
Yang membanggakan, Arie mengalahkan para pakar design engineering yang tingkat pendidikannya jauh di atas dirinya.
Misalnya, juara kedua diraih seorang PhD dari Swedia yang bekerja di Swedish Air Force. Sedangkan yang nomor tiga lulusan Oxford University yang kini bekerja di Airbus. ”Padahal, saya hanya lulusan SMK Teknik Mekanik Otomotif,” jelas Arie.
Sekilas memang tak masuk akal. Bagaimana bisa seorang lulusan SMK yang belum pernah mendapatkan materi pendidikan CAD (computer aided design) mampu mengalahkan doktor dan mahasiswa S-3 yang bekerja di perusahaan pembuat pesawat? CAD adalah program komputer untuk menggambar suatu produk atau bagian dari suatu produk.
Rupanya, ilmu utak-atik desain teknik itu diperoleh dan didalami Arie dan kakaknya, Arfi, secara otodidak. Hampir setiap hari keduanya melakukan berbagai percobaan menggunakan program di komputernya. Mereka juga belajar dari referensi-referensi yang berserak di berbagai situs tentang design engineering.
”Terus terang dulu komputer saja kami tidak punya. Kami harus belajar komputer di rumah saudara. Lama-lama kami jadi menguasai. Bahkan, para tetangga yang mau beli komputer, sampai kami yang disuruh ke toko untuk memilihkan,” kenang Arfi.
Sebelum menjadi profesional di bidang desain teknik, dua putra keluarga A. Sya’roni itu ternyata harus banting tulang bekerja serabutan membantu ekonomi keluarga. Arfi yang lulusan SMK Negeri 7 Semarang pada 2005 pernah bekerja sebagai tukang cetak foto, di bengkel sepeda motor, sampai jualan susu keliling kampung.
Sang adik juga tak jauh berbeda, jadi tukang menurunkan pasir dari truk sampai tukang cuci motor. ”Kami menyadari, penghasilan orang tua kami pas-pasan. Mau tidak mau kami harus bekerja apa saja asal halal,” tutur Arfi.
Baru pada 2009 Arfi bisa menyalurkan bakat dan minatnya di bidang program komputer. Pada 9 Desember tahun itu dia memberanikan diri mendirikan perusahaan di bidang design engineering. Namanya D-Tech Engineering Salatiga. Saksi bisu pendirian perusahaan tersebut adalah komputer AMD 3000+. Komputer itu dibeli dari uang urunan keluarga dan gaji Arfi saat masih bekerja di PT Pos Indonesia.
”Gaji saya waktu itu sekitar Rp 700 ribu sebagai penjaga malam kantor pos. Lalu ada sisa uang beasiswa adik dan dibantu bapak, jadilah saya bisa membeli komputer ini,” kenangnya.
Setelah berdiskusi dengan sang adik, Arfi pun menetapkan bidang 3D design engineering sebagai fokus garapan mereka. Sebab, dia yakin bidang itu booming dalam beberapa tahun ke depan. ”Kami pun langsung belajar secara otodidak aplikasi CAD, perhitungan material dengan FEA (finite element analysis), dan lain-lain,” jelasnya.
Tak lama kemudian, D-Tech menerima order pertama. Setelah mencari di situs freelance, mereka mendapat pesanan desain jarum untuk alat ukur dari pengusaha Jerman. Si pengusaha bersedia membayar USD 10 per set. Sedangkan Arfi hanya mampu mengerjakan desain tiga set jarum selama dua minggu.
”Kalau sekarang mungkin bisa sepuluh menit jadi. Dulu memang lama karena kalau mau download atau kirim e-mail harus ke warnet dulu. Modem kami dulu hanya punya kecepatan 2 kbps. Hanya bisa untuk lihat e-mail.”
Di luar dugaan, garapan D-Tech menuai apresiasi dari si pemesan. Sampai-sampai si pemesan bersedia menambah USD 5 dari kesepakatan harga awal. ”Kami sangat senang mendapat apresiasi seperti itu. Dan itulah yang memotivasi kami untuk terus maju dan berkembang,” tegas Arfi.
Sejak itu order terus mengalir tak pernah sepi. Model desain yang dipesan pun makin beragam. Mulai kandang sapi yang dirakit tanpa paku yang dipesan orang Selandia Baru sampai desain pesawat penyebar pupuk yang dipesan perusahaan Amerika Serikat.
”Pernah ada yang minta desain mobil lama GT40 dengan handling yang sama. Untuk proyek itu, si pemilik sampai harus membongkar komponen mobilnya dan difoto satu-satu untuk kami teliti. Jadi, kami yang menentukan mesin yang harus dibeli, sasisnya model bagaimana dan seterusnya. Hasilnya, kata si pemesan, 95 persen mirip,” jelasnya.
Selama lima tahun ini, D-Tech telah mengerjakan sedikitnya 150 proyek desain. Tentu saja hasil finansial yang diperoleh pun signifikan. Mereka bisa membangun rumah orang tuanya serta membeli mobil. Tapi, di sisi lain, capaian yang cukup mencolok itu sempat mengundang cibiran dan tanda tanya para tetangga.
”Kami dicurigai memelihara tuyul. Soalnya, pekerjaannya tidak jelas, hanya di rumah, tapi kok bisa menghasilkan uang banyak. Mereka tidak tahu pekerjaan dan prestasi yang kami peroleh,” cerita Arfi seraya tertawa.
Sayangnya, dari 150 proyek itu, hanya satu yang dipesan klien dalam negeri. ”Satu-satunya klien Indonesia adalah dari sebuah perusahaan cat. Mereka beberapa kali memesan desain mesin pencampur cat,” lanjutnya.
Meski punya segudang pengalaman dan diakui berbagai perusahaan internasional, Arfi dan Arie masih belum bisa berkiprah di desain teknik Indonesia. Penyebabnya, mereka hanya berijazah SMK.
”Kalau ditanya apakah tidak ingin membantu perusahaan nasional, kami tentu mau. Tapi, apakah mereka mau? Di Indonesia kan yang ditanya pertama kali lulusan apa dan dari universitas mana,” ujarnya.
Stigma ”hanya berijazah SMK” ditambah sistem pendidikan Indonesia yang dinilai kurang adil itulah yang ikut mengandaskan keinginan Arie melanjutkan pendidikan ke jenjang S-1 di Teknik Elektro Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. Arie tidak bisa masuk jurusan itu karena hanya lulusan SMK mekanik otomotif.
”Saya ingin kuliah di jurusan itu karena ingin memperdalam ilmu elektro. Kalau mesin saya bisa belajar sendiri. Tapi, saya ditolak karena kata pihak Undip jurusannya tidak sesuai dengan ijazah saya. Padahal, lulusan SMA yang sebenarnya juga tidak sesuai diterima. Ini kan tidak adil namanya,” cetus Arie.
Meski ditolak, Arie tidak kecewa. Bersama sang kakak, dia tetap ingin menunjukkan prestasi yang mengharumkan nama bangsa. Dan itu telah dibuktikan dengan menjuarai kompetisi design engineering di Amerika yang diikuti para ahli dari berbagai negara. Selain itu, mereka tak segan-segan menularkan ilmunya kepada anak-anak muda agar melek teknologi 3D design engineering.
”Ada beberapa anak SMK yang datang ke kami untuk belajar. Sekarang ada yang sudah kerja di bidang itu. Ada juga yang bakal ikut kompetisi Asian Skills Competition sebagai peserta termuda,” jelasnya.
Mereka juga punya keinginan mengembangkan teknologi energi terbarukan. Salah satunya dengan mengembangkan desain pembangkit listrik tenaga angin.
”Kami bekerja sama dengan anak-anak SMK untuk mengembangkan biodiesel dari minyak jelantah. Lalu, Mas Ricky Elson (pembuat mobil listrik yang dibawa Dahlan Iskan dari Jepang, Red) pernah menghubungi lewat Facebook, ingin menjalin kerja sama dengan kami. Tentu saja kami terima,” ungkapnya.
Dengan semua upaya itu, mereka punya satu impian, yakni mengembangkan sumber daya lokal Salatiga untuk menjadikan kota kecil itu pusat pengembangan manufaktur teknologi kelas dunia. Layaknya Silicon Valley di San Francisco, Amerika Serikat.
”Kami ingin membuktikan bahwa Indonesia bisa menjadi pusat industri manufaktur dunia. Terlebih lagi, teknologi 3D printing bakal menjadi tulang punggung industri masa depan. Itulah kenapa 3D design engineering sangat penting,” tandasnya.
PENDAFTARAN SISWA/SISWI BARU MTs dan MA AL-BARRY SUDAH DIMULAI
13/05/2014
G bs tdr,,
Tekadku sudah bulat,,, smg Alloh mmberi jln,,, amiin
Yaa dudahlah
Gunung EVEREST bukanlah gunung tertinggi di dunia...
Gunung tertinggi di dunia adalah Mauna Kea di Hawai, Amerika Serikat. Jika diperhatikan Mauna Kea memang terlihat lebih rendah dibandingkan Everest. Tinggi Mauna Kea hanya 4,205 meter dari atas permukaan laut atau hampir mencapai setengah dari tinggi Everest. Tapi ternyata kaki gunung Mauna Kea tidak benar-benar berada di atas permukaan air laut.
total tinggi gunung Mauna Kea yang sebenarnya adalah mencapai sekitar 10,200 meter karena kaki dari Mauna Kea berada di bawah permukaan air laut. Jadi, sekitar 6,000 meter bagian tubuh Mauna Kea ada di dalam laut. Hal inilah yang menyebabkan Mauna Kea tidak terlalu mendapat perhatian sebagai gunung tertinggi di dunia.
Click here to claim your Sponsored Listing.
Location
Category
Website
Address
Cikalongwetan
Bandung
40556
Opening Hours
| Monday | 07:00 - 13:00 |
| Tuesday | 07:00 - 13:00 |
| Wednesday | 07:00 - 13:00 |
| Thursday | 07:00 - 13:00 |
| Saturday | 07:00 - 13:00 |