30/10/2014
#
Lebih baik diam daripada berucap yang sia-sia
adalah sebuah kegiatan meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'a. Selain asyik & menyenangkan tentunya
30/10/2014
#
Lebih baik diam daripada berucap yang sia-sia
Dibalik kesulitan pasti ada kemudahan
Dibalik kesulitan pasti ada kemudahan
Ini adalah janji Alloh kawan,karenanya jgn pernah berputus asa dr rahmat-Nya
Sahabat-sahabat!!!
BIla sahabat-sahabat berada di wilayang bandung
dan sahabat-sahabat sekalian membutuhkan pengajar Al-qur'an
baik untuk sahabat-sahabat sendiri ^^,atau sodara,anak,tetangga,,
inbox kesini aja yah,,
insya alloh kami menawarkan private membaca Al Qur'an dengan pengajar bisa mendatangi rumah dari sahabat-sahabat sekalian
atau inbox ke 081220514226
selain menyenangkan(belajar al qur'an dirumah)..insya alloh bernila ibadah :)
Sahabat semua!!!bila kita sedang menolong orang lain dengan tulus,pada hakikatnya kita sedang menolong diri kita sendiri,karena segala sesuatu atau perbuatan akan kembali pada pelakunya
#
25/01/2014
Kisah Inspiratif Bagi Kaum Muslimah
Baca Yuk!!!
Insya Alloha Gak rugi ^_^
Kisah ini disampaikan oleh seorang
pengajar Alqur’an al Karim di salah
satu masjid di Makkah al Mukaramah. Ia
berkata,”telah datang padaku seorang
anak yang ingin mendaftarkan diri
dalam
halaqah”. Maka aku bertanya
kepadanya,”Apakah engkau hafal
sebagian dari Alqur’an?”. Ia
berkata,”Ya”. Aku berkata kepadanya,
”Bacakan dari juz ‘amma!” Maka
kemudian ia membacanya. Aku bertanya
lagi ,”apakah kamu hafal
surat tabaarak (al Mulk)?” Ia
menjawab,”Ya”. Aku pun takjub dengan
hafalannya di usia yang masih dini.
Aku bertanya kepadanya tentang surat
An Nahl. Ternyata ia hafal juga, maka
semakin bertambah kekagumanku
atasnya.
Kemudian aku ingin mengujinya dengan
surat-surat panjang, aku
bertanya,”Apakah engkau hafal surat
Albaqarah. Ia menjawab,”Ya”. Dan ia
membaca surat tersebut tanpa salah
sedikitpun. Kemudian aku
berkata,”Wahai anakku, apakah kamu
hafal alQur’an?” ia menjawab,”ya”.
Subhanallah, dan apa yang Allah
kehendaki pasti akan terjadi! Aku
memintanya untuk datang esok hari
bersama dengan orang tuanya,
sedangkan aku sungguh benar-benar
takjub. Bagaimana mungkin bapaknya
melakukan hal tersebut?! Suatu kejutan
besar ketika bapak anak tersebut hadir.
Aku melihat
penampilannya tidak menunjukkan orang
yang komitmen kepada assunnah.
Segera ia berkata kepadaku,”Saya tahu
anda heran
kalau saya adalah ayahnya, tapi saya
akan menghilangkan rasa keheranan
Anda. Sesungguhnya dibelakang
anak ini ada seorang wanita yang
setara dengan seribu laki-laki. Aku
beritahukan kepada Anda, bahwa
aku dirumah memiliki tiga anak yang
semuanya hafal Alqur’an. Dan anakku
yang paling kecil, gadis berusia 4 tahun,
sudah hafal juz
‘amma”. Aku kaget dan
bertanya,”Bagaimana
bisa seperti itu?!” Ia mengatakan
bahwa ibu mereka ketika mereka mulai
bias berbicara pada usia bayi, maka ia
memulainya
dengan menghafalkan alQur’an dan
memotivasi mereka untuk itu. Siapa
yang menghafal pertama kali, maka
dialah yang berhak memilih menu untuk
makan malam hari itu. Siapa
yang melakukan murajdah (setor
hafalan) pertama kali, dialah yang
berhak meilih kemana kami akan
pergi mengisi liburan mingguan. Dan
siapa yang mengkhatamkan pertama
kali, maka dialah yang berhak
menentukan kemana kami
harus mengisi liburan.
Seperti inilah istriku menciptakan
suasana kompetisi (persaingan)
dalam menghafal dan melakukan
muraja’ah.
Ketika merenungkan dan memikirkan
kisah yang penuh pelajaran ini, kami
mendapati bahwa seorang wanita
shalihah yang senantiasa
memperhatikan kebaikan rumah
tangganya, maka dialah wanita yang
Nabi Sahalallahu’alaihi wa sallam
berwasiat pada kaum laki-laki untuk
memilih sebagai pasangan hidup.
Meninggalkan orientasi harta,
kecantikan dan kedudukan.
Maka benarlah ketiika Rasulullah
Sahalallahu’alaihi wassalam
bersabda, “seorang wanita dinikahi
karena empat hal, karena hartanya,
kedudukannya, kecantikannya dan
agamanya. Maka carilah agamanya
niscaya kamu beruntung.” (hadits
riwayat Bukhari)
Nabi Sahalallahu’alaihi wassalam
bersabda, “dunia adalah perhiasan, dan
sebaik-baik perhiasan adalah wanita
shalihah” (hadits riwayat
Muslim)
Selamat atasnya (ibu anak tersebut)
yang telah menjamin masa depan anak-
anaknya dengan menjadikan alQur’an
sebagai pemberi syafaat kepada mereka
kelak di hari kiamat.
Nabi Sahalallahu’alaihi wassalam
bersabda,”Akan dikatakan kepada
orang yang hafal alQur’an pada hari
kiamat, bacalah dengan tartil
sebagaimana engkau membacanya
dalam kehidupan dunia, karena
sesungguhnya tempat kembalimu dalam
kehidupan akhir adalah sesuai dengan
ayat yang dahulu engkau baca” (hadits
riwayat Ibnu Hibban)
Maka bayangkanlah sekarang
datangnya hari-hari itu, ketika ibu itu
berdiri di padang mahsyar. Ia akan
melihat anak-anaknya terus naik dan
naik dihadapannya, dan tiba-tiba
mereka berada di tempat yang paling
tinggi. Kemudian dibawakan kepadanya
mahkota al waqaar (kemuliaan) yang
diletakkan di atas kepalanya.
Apa yang akan dilakukan anak-anak
kita jika dikatakan kepada
mereka,”Bacalah!”
Maka kemanakah (hafalan) mereka
akan sampai?
Apakah akan diletakkan di atas kepala
kita sebuah mahkota?
Jika didatangkan timbangan amal, maka
berapa banyak lagu-lagu yang mereka
hafalkan?
Berapa banyak gambar-gambar p***o
yang ada dalam HP mereka?
Berapa banyak Bluetooth dengan
materi menjijikkan?
Semua ini akan menjadi modal dalam
timbangan amal kedua orang tua
mereka. Rasulullah Sahalallahu’alaihi
wassalam bersabda, ”Setiap dari kalian
adalah pemimpin, dan akan dimintai
pertanggungjawaban atas
kepemimpinan kalian. Seorang pemimpin
atas manusia adalah pemimpin dan dia
akan dimintai
pertanggungjawaban atas mereka.
Seorang laki-laki adalah pemimpin atas
keluarganya dan dia akan dimintai
pertanggungjawaban atas mereka.
Seorang wanita adalah pemimpin di
rumah suaminya dan anaknya dan ia
akan dimintai
pertanggungjawaban atas mereka. Dan
seorang budak adalah
pemimpin atas harta tuannya dan ia
akan dimintai pertanggungjawaban
atasnya. Ketahuilah bahwa setiap dari
kalian akan dimintai
pertanggungjawaban atas
kepemimpinannya”. (hadits riwayat
Bukhari)
Tidaklah Allah mengaruniakan kepada
kita keturunan agar kita memperbanyak
orang-orang yang bermaksiat
kepadaNya. Akan tetapi agar mereka
bersyukur dan ingat,apakah anak kita
termasuk dari kalangan mereka?
Wahai setiap ibu, wahai saudariku semua!
Mulailah dengan mendidik dan
memperbaiki anak-anak kalian.
Jadikanlah huruf dan ayat-ayat
alQur’an sebagai pemberat
timbangan amal kalian dan saksi bagi
kalian pada hari perhitungan. Hari
dimana alQur’an menempati tempat
yang tinggi . Tentunya risalah ini juga
untuk para bapak.
Bayangkan wahai para bapak, jika anda
menjadikan anak anda hafal alQur’an.
Setiap kali ia membaca satu huruf, anda
akan mendapatkan pahala setiap huruf
yang ia baca dari alQur’an dalam
hidupnya. Maka jadilah anda dengan
menjaga anak anda untuk
menghafalnya dengan pertolongan dari
Allah subhanahu wata’ala.
Sumber : Qiblati edisi 6 tahun 6.
[4:47] Hai orang-orang yang telah diberi Al Kitab, berimanlah kamu kepada apa yang telah Kami turunkan (Al Qur'an) yang membenarkan Kitab yang ada pada kamu sebelum Kami mengubah muka (mu), lalu Kami putarkan ke belakang atau Kami kutuki mereka sebagaimana Kami telah mengutuki orang-orang (yang berbuat ma'siat) pada hari Sabtu. Dan ketetapan Allah pasti berlaku.
Allah menganugerahkan al-hikmah (kepahaman yang dalam tentang Al-Qur'an dan As-Sunnah) kepada siapa yang Dia kehendaki. Barangsiapa dianugerahi al-himah itu, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah). (al-Baqarah: 269)