02/01/2014
Islamic Amanah Camp
Meniti Jalan Menuju Mardhotillah
02/01/2014
Islamic Amanah Camp
PENGUMUMAN Di Buka Pendaftaran Tahun Ajaran Baru 2013/2014 di Madrasah AL-AMANAH Alamat : Jl. Samoja Dalam Rt.08-Rw.09, untuk kelas Usia Dini, SD, SMP dan SMA. Penutupan sampai Tgl. 10 November 2013.
Untuk para Asatidz, Target hapalan untuk anak-anak kita diusahakan Juz 30 sudah HARUS HAPAL SAMPAI BULAN NOVEMBER 2012, Sehingga kita bisa secara bersama menghapal Juz 29 dari awal Desember 2012. Semoga Alloh SWT melancarkannya.
Assalamu'alaikum Wr. Wb " Pemberitahuan untuk semua Pejuang Kecil Al-Amanah bahwa kegiatan belajar dan mengajar masuk pada Hari Senin ba'da Maghrib ".
PENGANTAR MANAJEMEN SYARIAH
BAB I : LINGKUNGAN ORGANISASI DALAM BISNIS SYARIAH
Pengertian Organisasi
Organisasi merupakan sekelompok orang yang bekerja sama dalam struktur dan koordinasi tertentu dalam mencapai serangkaian tujuan tertentu.
Sedangkan menurut (Ernie dan Kurniawan, 2005) organisasi merupakan sekumpulan orang atau kelompok yang memiliki tujuan tertentu dan berupaya untuk mewujudkan tujuannya tersebut melalui kerjasama.
Lingkungan Organisasi
Lingkungan organisasi diartikan sebagai keseluruhan faktor luar (ekstern) dan faktor dalam (intern) organisasi yang mempunyai kekuatan langsung dan tidak langsung mempengaruhi kegiatan serta kelangsungan hidup organisasi
Lingkungan Organisasi terdiri dari :
1. Lingkungan Eksternal
2. Lingkungan Internal
Lingkungan Eksternal
Lingkungan yang berada di luar organisasi saling mempertukarkan sumber daya dengan organisasi tersebut dan tergantung satu sama lain. Organisasi mendapatkan input (bahan baku, uang, dan tenaga kerja) dari lingkungan eksternal, kemudian ditransformasikan menjadi produk dan jasa sebagai output bagi lingkungan eksternal. Definisi lingkungan eksternal adalah sebagai berikut:
1. Lingkungan eksternal adalah semua kejadian di luar perusahaan yang memiliki potensi untuk memperngaruhi perusahaan (Chuck Williams, 2005:51).
2. Lingkungan eksternal terdiri dari unsur-unsur di luar perusahaan yang sebagian besar tak dapat dikendalikan dan berpengaruh dalam pembuatan keputusan oleh manajer (T.Hani Handoko, 1999:62).
3. Lingkungan eksternal terdiri atas unsur-unsur yang berada diluar suatu organisasi , yang relevan pada organisasi itu (James A.F. Stoner, 1996:66).
Lingkungan eksternal juga dapat dibagi menjadi dua unsur, antara lain: Menurut James A.F. Stoner:
1. Unsur-unsur tindakan langsung (direction).
2. Unsur-unsur tindakan tidak langsung (indirect action).
Menurut T.Hani Handoko:
1. Lingkungan ekstern mikro
2. Lingkungan ekstern makro
Menurut Chuck Williams:
1. Lingkungan khusus
2. Lingkungan umum
3. Lingkungan yang berubah
Dari ketiga pendapat tersebut sebenarnya mempunyai pengertian yang sama dalam pembagiannya, hanya Chuck Williams yang menambahkan dengan point ketiga “lingkungan yang berubah”. Jadi , lingkungan eksternal itu terbagi menjadi:
1. Lingkungan ekstern mikro (unsur-unsur tindakan langsung atau lingkungan khusus).
2. Lingkungan ekstern makro (unsur-unsur tindakan tak langsung atau lingkungan umum).
Lingkungan Eksternal Mikro
Lingkungan eksternal mikro terdiri dari
1. Pelanggan (Customers)
Pelanggan membeli produk barang dan jasa. Perusahaan tidak dapat hidup tanpa dukungan pelanggan. Oleh karena itu, untuk mencapai keberhasilan usahanya suatu perusahaan perlu mengamati perubahan kebutuhan dan keinginan pelanggan.
Pengamat reaktif dan proaktif merupakan strategi dalam mengamati kebutuhan dan keinginan pelanggan. Pengamat reaktif adalah memusatkan perhatian pada kecenderungan dan masalah pelanggan setelah kejadian, misalnya mendengarkan keluhan pelanggan. Pengamatan proaktif terhadap pelanggan adalah dengan memperkirakan kejadian, kecenderungan, dan masalah sebelum hal itu terjadi (sebelum pelanggan mengeluh).
2. Pesaing (Competitors)
Pesaing adalah perusahaan di dalam industri yang sama dan menjual produk atau jasa kepada pelanggan. Seringkali perbedaan antara keberhasilan dan kegagalan usaha tergantung pada apakah perusahaan melakukan pelayanan yang lebih baik daripada pesaing lain. Oleh karena itu, perusahaan melakukan analisis bersaing, yaitu menentukan siapa pesaingnya, mengantisipasi pergerakan pesaing, serta memperhitungkan kekuatan dan kelemahan pesaing.
3. Pemasok (Suppliers)
Pemasok adalah perusahaan yang menyediakan bahan baku, tenaga kerja, keuangan dan sumber informasi kepada pengusaha lain. Terdapat hubungan saling ketergantungan antara pemasok dan perusahaan. Ketergantungan perusahaan pada pemasok adalah pentingnya produk pemasik bagi perusahaan dan sulitnya mencari sumber lain sebagai pengganti. Ketergantungan pemasok pada perusahaan adalah suatu tingkat dimana perusahaan pembeli sebagai pelanggan bagi pemasok dan sulitnya menjual produk kepada pembeli lain.
4. Perwakilan-perwakilan pemerintah
Hubungan organisasi dalam perwakilan-perwakilan pemerintah berkembang secara kompleks. Peraturan-peraturan industri yang diterapkan oleh perwakilan pemerintah ini harus ditaati oleh organisasi dalam operasinya, prosedur perizinan, dan pembatasan-pembatasan lainnya untuk melindungi masyarakat.
5. Lembaga Keuangan
Organisasi-organisasi tergantung pada bermacam-macam lembaga keuangan, seperti bank-bank komersial, bank-bank instansi, dam perusahaan-perusahaan asuransi termasuk pasar modal. Lembaga keuangan ini sangat dibutuhkan perusahaan untuk menjaga dan memperluas kegiatan-kegiatannya seperti pendanaan untuk membangun fasilitas baru dan membeli peralatan baru, serta pembelanjaan operasi-operasinya.
Lingkungan Eksternal Makro
Lingkungan eksternal makro terdiri dari:
1. Ekonomi
Keadaan ekonomi suatu negara akan mempengaruhi sebagian besar organisasi yang beroperasi di dalamnya. Pada suatu keadaan perekonomian yang sedang tumbuh, secara umum kemampuandaya beli masyarakat untuk membeli suatu produk atau jasa meningkat. Akan tetapi, kondisi perekonomian seperti itu tidak menjamin bahwa suatu perusahaan juga bertumbuh, hanya menyediakan lingkungan yang mendorong terjadinya pertumbuhan usaha.
Dalam keadaan perekonomian yang lesu, daya beli masyarakat yang menurun, membuat pertumbuhan usaha menjadi sulit. Sehingga para manajer perusahaan harus selalu mengantisipasi variabel-variabel ekonomi seperti kecenderungan inflasi, tingkat suku bunga, kebijakan fiskal dan moneter, dan harga-harga yang ditetapkan oleh pesaing.
2. Teknologi
Teknologi adalah pengetahuan, peralatan, dan teknik yang digunakan untuk mengubah bentuk masukkan (input) menjadi keluaran (output). Sehingga perubahan dalam teknologi dapat membantu perusahaan menyediakan produk yang lebih baik atau menghasilkan produk yang lebih efisien. Akan tetapi perubahan teknologi juga dapat memberikan suatu ancaman bagi perusahaan-perusahaan tradisional. Contohnya perusahaan fotokopi pada awalnya memberi ancaman bagi perusahaan kertas karbon.
3. Politik Hukum
Komponen politik/hukum adalah undang-undang, peraturan, dan keputusan pemerintah yang mengatur perilaku usaha. Komponen politik/hukum ini dalam suatu periode waktu tertentu akan menentukan operasi perusahaan. Sehingga manajer tidak mungkin mengabaikan iklim politik dan hukum-hukum maupun peraturan yang ada di suatu negara, seperti perlakuan yang adil dalam pembayaran gaji harus sesuai dengan upah minimum yang diteteapkan pemerintah.
4. Sosial Budaya
Komponen sosial budaya merujuk kepada karakteristik demografi serta perilaku, sikap, dan norma-norma umum dari penduduk dalam suatu masyarakat tertentu. Pertama, perubahan karakteristik demografi seperti, jumlah penduduk dengan keterampilan khusus, pertumbuhan atau pengurangan dari golongan populasi tertentu, mempengaruhi cara perusahaan menjalankan usahanya. Kedua, perubahan sosial budaya dalam perilaku, sikap, dan norma-norma juga mempengaruhi permintaan akan produk dan jasa suatu usaha.
Lingkungan Internal
Lingkungan internal adalah kejadian dan kecederungan dalam suatu organisasi yang mempengaruhi manajemen, karyawan, dan budaya organisasi. Jika dibandingkan dengan lingkungan eksternal perusahaan, lingkungan internal perusahaan lebih dapat dikendalikan.
Budaya organisasi adalah nilai-nilai keyakinan , dan sikap yang berlaku di antara anggota organisasi. Sumber utama dari budaya organisasi datang dari pendiri perusahaan. Para pendiri perusahaan ini telah menanamkan keyakinan, sikap, dan nilai-nilai mereka dalam perusahaan. Sehingga walaupun mereka pensiun, meninggal, ataupun mengundurkan diri, nilai-nilai, sikap, dan keyakinan mereka dapat tetap bertahan di dalam budaya organisasi perusahaan.
Budaya yang dapat menyesuaikan dan mendorong keterlibatan karyawan, dapat memperjelas tujuan dan arah strategis organisasi, serta senantiasa mengajarkan nilai-nilai dan keyakinan organisasi, dapat membantu perusahaan mencapai pertumbuhan penjualan, pengembalian modal, keuntungan, mutu, dan kepuasan pelanggan yang lebih tinggi. Pengganti perilaku, penambahan perilaku dan perubahan benda-benda perlambang adalah cara-cara yang dapat dilakukan oleh manajer untuk memulai perubahan budaya organisasi.
06/01/2012
QuranFlash.com |~| موقع القرآن الكريم جميع مصاحف القرآن الكريم بين يديك ، إقرآ المصحف بأسهل وأحدث طريقة على الإنترنت بهذه التقنية الجديدة