Faedah Ilmu dari Imam Syafi'i dan para Ulama bermahdzab syafi'iyyah

Faedah Ilmu dari Imam Syafi'i dan para Ulama bermahdzab syafi'iyyah

Share

sebagai bentuk edukasi terkait hasil faedah ilmu dari Imam Syafii dan para ulama yang berjalan diatas Manhaj/Thuruq Ilmiah beliau

09/12/2022

Beberapa keistimewaan Mahdzab Imam Syafi'i yang di sebutkan oleh Dr Labib Najib.

08/12/2022

Korban aksi bunuh diri di kota Bandung

07/05/2022

✒️Imam An-Nawawiy dan kitab At-Tibyan fi Adab Hamalatil-Qur'an

Imam An-Nawawiy nama asli beliau adalah Yahya bin Syaraf bin Murri bin Hasan bin Husein bin Hizâm An-Nawawiy.

Beliau lahir di Nawâ masih di dalam kota Damaskus pada bulan Muharram tahun 631 H dan ayahnya memang penduduk daerah tsb. Sang ayah sangat perhatian dengan pendidikan dan tumbuh kembang sang anak, dan beliau menganjurkan An-Nawawiy kecil untuk hadir di majlis ilmu karena melihat padanya kecerdasan.

Syaikh Yasin Az-Zarkasyi berkata : Aku melihat An-Nawawiy ketika masih usia 10 tahun di Nawa sedangkan anak-anak lainnya memaksa beliau untuk ikut bermain namun An-Nawawiy tidak mau bermain dan beliau ingin membaca Qur'an. Maka beliau berpesan kepada guru yang mengajarkan An-Nawawiy Qur'an bahwasanya anak ini akan diharapkan di masa depan dan akan menjadi ulama hebat di zamannya yang juga paling zuhud. Maka An-Nawawiy pun khatam hafal Qur'an sebelum baligh.

Adapun guru-guru Imam An-Nawawiy amatlah banyak, di antaranya :
1. Abu Ibrahim Ishaq Al-Maghribiy
2. Abdurrahman bin Ahmad bin Qudamah Al-Maqdisiy
3. Abu Ishaq Ibrahim bin Umar Al-Wasithiy
4. Abul-Baqa Khalid bin Yusuf An-Nabulsiy
5. Abu Ishaq Ibrahim bin 'Isa Al-Muradiy Asy-Syafi'iy
6. Dhiya bin Tammam Al-Hanafiy sang muhaddits besar
7. Abul-Abbas Ahmad bin Sâlim Al-Mishriy An-Nahwiy
Dan lainnya para ulama.

Imam An-Nawawiy mendengar kitab-kitab Hadits kepada Masyaikh nya, seperti : Shahih Al-Bukhariy, Shahih Muslim, Sunan Abu Dawud, Sunan At-Tirmidziy, Sunan Ibnu Majah, Sunan An-Nasa'iy, Muwattha Malik, Musnad Asy-Syafi'iy, Musnad Ahmad bin Hanbal, Musnad Ad-Daarimiy, Musnad Abu Ya'la, Sunan Al-Baihaqiy dan kitab-kitab lainnya.

Beliau menjadi Syaikh Darul-Hadits Al-Asyrafiyyah sepeninggal Imam Abu Syamah pada tahun 665 H, dan beliau mengajarkan Shahihain, Shafwatut-Tashawwuf, Al-Hujjah 'ala Târikil-Mahajjah, dan Ma'anil-Atsar karya Imam Ath-Thahawiy.

Beliau wafat pada tahun 676 H setelah p**ang ke kampung nya Nawa dan wafat pada 24 Rajab dan dikubur disana.

Walaupun usia Imam An-Nawawiy terbilang pendek, hanya 45 tahun, namun beliau meninggalkan banyak karya yang bermanfaat, di antaranya adalah :
1. Al-Majmu' syarah Al-Muhadzdzab
2. Rawdhatut-Thalibin yang merupakan ringkasan dari Asy-Syarhul-Kabir nya Imam Ar-Rafi'iy
3. Tahdzibul-Asmâ wal-Lughat
4. Riyadhush-Shalihin
5. Al-Adzkâr
6. Al-Minhâj fi syarhi Shahih Muslim bin Hajjaj
7. Minhajuth-Thalibin wa 'Umdatul-Muftiin yang menjadi pegangan para m***i ulama Syafi'iyyah setelah beliau.
8. At-Tibyan fi Adab Hamalatil-Qur'an.

Ramadhan adalah bulan Qur'an. Nabi صلى الله عليه وسلم saja bahkan bermudârasah Qur'an dengan Jibril tiap malamnya di bulan Ramadhan.

Di antara kitab ringkas terbaik yang membahas seputar adab-adab terkait Qur'an adalah "At-Tibyân fî Adâb Hamalatil-Qur'an" buah karya Imam Yahya bin Syaraf An-Nawawiy.

Imam An-Nawawiy membagi kitabnya menjadi 10 bab berikut :
1️⃣ Bab fadhilah membaca Qur'an dan Ahli Qur'an
2️⃣ Bab keutamaan membaca Qur'an dan Qâri Qur'an
3️⃣ Bab Memuliakan Ahli Qur'an dan larangan mengganggu mereka
4️⃣ Bab Adab pengajar Qur'an dan pelajar
5️⃣ Bab Adab Ahli Qur'an dan pahalanya
6️⃣ Bab Adab membaca Qur'an dan ini adalah inti kitab ini
7️⃣ Bab Adab manusia secara umum terkait Qur'an
8️⃣ Bab ayat dan surat tertentu di waktu dan kondisi khusus
9️⃣ Penulisan Qur'an dan memuliakan mushaf
🔟 Bab dhath lafazh asing di kitab ini dan maknanya.

Berikut adalah rekaman dars kajian At-Tibyan yang alfaqir sampaikan beberapa tahun lalu di radio ma'had tahfizh Qur'an. Ada sekitar 500an ta'liq yang di dalamnya terdapat faidah-faidah seputar dalil dari masalah jika Imam An-Nawawiy tidak menyebutkannya, derajat haditsnya shahih dan dha'ifnya, atau tambahan penjabaran ikhtilaf Ulama jika terjadi khilaf dan faidah-faidah lainnya. Kiranya bisa menemani hari-hari anda di bulan Ramadhan, ketika di mobil atau motor atau waktu luang, fal-yatafaddhal masykûran.

https://t.me/filevarianghani

06/05/2022

TERNYATA QUNUT SUBUH BUKAN BID’AH

Masih saja ada pihak-pihak yang bersikukuh menghukumi Qunut Shubuh sebagai amalan bid’ah. Sebenarnya kami pribadi tidak ambil pusing dengan mereka. Ya, silahkan saja mau menganggap bid’ah atau tidak. Karena faktanya ini masalah khilafiyyah. Namun karena argumentasi yang digunakan tidak ilmiyyah, kemudian mengesankan seolah madzhab Syafi’i kering dari dalil, serta adanya sikap-sikap yang melampaui batas terhadap orang-orang yang mengamalkannya, maka ada baiknya kita akan memberikan pencerahan dalam masalah ini.

Qunut Subuh merupakan perkara yang disunahkan menurut madzhab imam Syafi’i dan imam Malik bin Anas. Terkhusus dalam madzhab Syaf’i, hukumnya tidak sekedar sunah, tapi sunah ab’adh (sunah yang mendekati wajib). Apakah kesimp**an ini ada dalilnya ?? Tentu. Bagaimana mungkin para ulama menyatakan sebuah hukum tanpa berlandaskan dalil ? Tidak mungkin. Pasti mereka memiliki dalil dalam masalah ini.

Telah diriwayatkan dalam “Shahih Muslim” (1/468) No : (298-677) dari Muhammad beliau bertanya kepada Anas bin Malik :

هَلْ قَنَتَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي صَلَاةِ الصُّبْحِ؟ قَالَ: نَعَمْ، بَعْدَ الرُّكُوعِ يَسِيرًا

“Apakah Rasulullah ﷺ melakukan qunut di dalam shalat Subuh ?” Beliau (Anas bin Malik) menjawab : “Ya, (qunut) sebentar setelah ruku’.”

Dalam riwayat ini, Anas bin Malik terang-terangan mengistbat (menetapkan) bahwa Rasulullah ﷺ melakukan Qunut Subuh. Riwayat ini juga menunjukkan, bahwa Qunut Subuh merupakan amaliah yang memiliki asal kesunahan dari Nabi ﷺ tanpa ada keraguan sama sekali.

Imam An-Nawawi –rahimahullah- (w.676 H) berkata :

(باب اسْتِحْبَابِ الْقُنُوتِ فِي جميع الصلاة) إذا نزلت بالمسلمين نازلة والعياذ بالله واستحبابه في الصبح دائما وبيان أن محله بَعْدَ رَفْعِ الرَّأْسِ مِنَ الرُّكُوعِ فِي الرَّكْعَةِ الأخيرة واستحباب الجهر به. مَذْهَبُ الشَّافِعِيِّ رَحِمَهُ اللَّهُ أَنَّ الْقُنُوتَ مَسْنُونٌ فِي صَلَاةِ الصُّبْحِ دَائِمًا

Bab “Dianjurkannya Qunut di seluruh shalat” : Apabila ada suatu peristiwa besar yang menimpa kaum muslimin – wal ‘iyyadzu billah-. Adapun dianjurkannya di dalam shalat Subuh, maka berlaku terus-menerus. Tempatnya setelah mengangkat kepada dari ruku’ di rekaat terakhir. Dan dianjurkan untuk mengeraskannya. Dalam madzhab Syafi’i, sesungguhnya qunut disunnahkan di dalam shalat Subuh secara terus-menerus.” [Syarah Shahih Muslim : 5/176].

Jika ada yang menyatakan, bahwa memang benar Nabi pernah Qunut Subuh (sudah mulai mengakui Nabi Qunut Subuh sekarang..he...he...), tapi setelah itu beliau meninggalkannya. Maka hal ini kita jawab dengan dua jawaban :

(1). Yang ditinggalkan itu do’a kebinasaan untuk para kabilah kafir Quraisy saat itu, adapun Qunut dalam shalat Subuh, maka beliau tidak meninggalkannya. Imam An-Nawawi –rahimahullah - menyatakan :

قَوْلُهُ ثُمَّ بلغنا أنه تَرَكَ ذَلِكَ يَعْنِي الدُّعَاءَ عَلَى هَذِهِ الْقَبَائِلِ وَأَمَّا أَصْلُ الْقُنُوتِ فِي الصُّبْحِ فَلَمْ يَتْرُكْهُ حتى فارق الدنيا كذا صَحَّ عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ

“Ucapannya : "Kemudian beliau ﷺ meninggalkan hal itu”, maksudnya : (yang ditinggalkan) do’a kejelekan untuk kabilah-kabilah ini. Adapun asal qunut di dalam shalat Subuh, maka beliau tidak meninggalkannya sampai beliau meninggal dunia, sebagaimana hal ini telah shahih dari Anas –radhiallahu ‘anhu-.” [Syarah Shahih Muslim : 5/178].

(2). Kemungkinan kedua, yang ditinggalkan oleh beliau adalah qunut dalam shalat empat waktu, adapun dalam shalat Subuh, maka masih beliau amalkan sampai meninggal dunia. Hal ini dijelaskan oleh imam Al-Baghawi dalam “Syarhu As-Sunnah” (3/123).

Sebagian orang yang membid’ahkan Qunut Subuh, biasanya berdalil dengan riwayat Abu Malik Al-Asyja’i ketika bertanya kepada bapaknya tentang masalah ini, lalu bapaknya, yaitu Sa’ad bin Thariq –radhiallahu ‘anhu- menjawab :

أَيْ بُنَيَّ مُحْدَثٌ

“Wahai anakku ! itu perkara muhdats (baru).” [HR. At-Tirmidzi : 402]

Hal ini bisa dijawab dari beberapa sisi :

(1). Pernyataan Sa’ad bin Thariq yang meniadakan Qunut Subuh pernah diamalkan oleh Nabi dan beberapa sahabat, sesuai dengan apa yang dia ketahui. Ketidaktahuan beliau terhadap hal ini tidaklah melazimkan hal tersebut tidak ada. Sebagaimana dalam suatu kaidah disebutkan, bahwa : “Ketiadaan ilmu terhadap sesuatu, tidak mengharuskan sesuatu itu tidak ada.”

(2). Sahabat Anas bin Malik telah menetapkan bahwa Nabi melakukan Qunut Subuh. Dalam kondisi seperti ini, maka berlaku kaidah : “Seorang yang menetapkan lebih diutamakan dari orang yang meniadakan.” Karena orang yang menetapkan memiliki tambahan ilmu yang tidak dimiliki oleh orang yang meniadakan. Sehingga orang yang mengetahui menjadi hujjah terhadap orang yang tidak mengetahui.

(3). Pernyataan Sa’ad bin Thariq di atas terjadi karena beliau menyaksikan dalam beberapa kesempatan saja, tidak dalam seluruh kesempatan. Karena awalnya, sifat qunut subuh dilakukan secara berkala (kadang diamalkan dan kadang tidak). Lalu setelah itu baru dilakukan secara kontinu (terus-menerus). Demikian dinyatakan oleh Syaikh Muhammad Fu’ad Abdul Baqi dalam Syarah beliau kepada Sunan Ibnu Majah (20/95). Lihat juga Syarah Ma’ani Al-Atsar : (1/249).

Selain hadits Anas bin Malik yang telah disebutkan di atas, ada riwayat lain dari Anas bin Malik juga beliau berkata :

مَا زَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْنُتُ فِي الْفَجْرِ حَتَّى فَارَقَ الدُّنْيَا

“Rasulullah ﷺ senantiasa melakukan Qunut di shalat Subuh sampai meninggal dunia.” [HR. Ahmad : 20/95 dan selainnya]

Hadits ini telah dihasankan atau dishahihkan oleh sekelompok ulama ahli hadits, diantaranya : Imam Al-Hakim, Al-Haitsami, Al-Hafidz Muhammad bin Ali Al-Balkhi, An-Nawawi, Al-Baihaqi, Ad-Daruquthni dan selain mereka. Dan ini sudah lebih dari cukup, karena mereka semua pakar hadits yang diakui keilmuannya oleh umat, bukan ahli hadits abal-abal. [Simak kitab “Khulashatul Ahkam” karya An-Nawawi : 1/450].

Seandainya pun kita tetapkan dhaif (lemah), karena ada seorang rawi yang bernama Abu Ja’far Ar-Razi, maka hadits ini cukup sebagai penguat untuk hadits Anas bin Malik yang telah disebutkan sebelumnya.

Qunut Subuh juga diamalkan oleh sejumlah sahabat Nabi, di antara mereka adalah : Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, Ibnu Abbas, dan yang lainnya. Diriwayatkan oleh Al-‘Awwam bin Hamzah beliau berkata : “Aku bertanya kepada Abu Utsman tentang Qunut Subuh ? Beliau menjawab : “Setelah rukuk.” Aku bertanya : “Dari siapa jawaban ini ?”. Beliau menjawab : “Dari Abu Bakar, Umar, dan Utsman.”[HR. Al-Baihaqi dan sanadnya dihasankan oleh beliau]

Dari Ibnul Ma’qil At-Tabi’i beliau berkata : “Ali Qunut di shalat Subuh”. Al-Baihaqi menyatakan : “Hal ini shahih dan masyhur dari Ali.” [simak : Khulashatul Ahkam : 1/451].

Sampai di sini, masihkah ada yang berani menyatakan bahwa Qunut Subuh tidak ada dalilnya ? masihkan berani menyatakan tidak pernah diamalkan oleh Nabi dan para sahabatnya ?

Demikian pembahasan kali ini. Semoga bermanfaat bagi kita sekalian. wallahu a’lam bish shawab. Alhamdulillah Rabbil ‘alamin...

*****

06/05/2022

BENARKAH ORANG YANG BERQUNUT SHUBUH MENGIKUTI IMAM SYAFI‘I? BENAR SEKALI!

Ar-Rabī‘ Al-Murādī bertanya kepada Imam Asy-Syāfi‘ī:

فقلت للشافعي: فأنت تقنت في الصبح بعد الركوع؟ فقال: نعم؛ لأن النبي صلى الله عليه وسلم قنت ثم أبو بكر ثم عمر ثم عثمان، قلت: فقد وافقناك
“Apakah Engkau melakukan Qunut pada salat Subuh setelah rukuk?”, Sang Mahaguru menjawab: “Ya. Karena Baginda Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam melakukan Qunut, kemudian diikuti Abū Bakr, ‘Umar, dan Usman”. Lantas Ar-Rabī‘ berkata: “Jika demikian, pendapat kami selaras dengan pendapatmu”. [Al-Umm, 8/703]

06/05/2022

[Silabus Fikih Ngaji Mazhab Syafi'i]

1. Safiinatun Najaa (Al-Habiib Saalim Ibnu Sumair)

2. Ghaayatut Taqriib (Al-Qaadhii Abuu Syujaa')

3. Al-Muqaddimah Al-Hadhramiyyah (As-Sayyid 'Abdullah Baafadhl)

4. Fathul Mu'iin (As-Sayyid Bakrii)

5. Minhaajuth Thaalibiin (Al-Imaam An-Nawawiyy)

Semoga Allah limpahkan taufik

(Ustadz Nur Fajri Ramadhan, Lc حفظه الله)

28/03/2022

Ada yg butuh Ban Mobil datang saja kesini tersedia dengan berbagai ukuran lokasi di jalan buah batu no 127 Bandung, Jawa Barat dekat SMPN 13

28/03/2022

Ada guru yang mengajarkan kepada kita cara belajar.

Ada juga guru yang mengajar kita untuk bagaimana menjadi pengikut setia dan fanatik pada dirinya. Jauhi guru model ini seperti engkau menjauhi singa yang akan memangsamu.

Fanatik pada guru membuat kita mengikuti kesalahannya. Seolah guru bagaikan Nabi yang tak mungkin keliru dan mendapat wahyu.

08/12/2021
03/12/2018

Imam Syafi'i rahimahulloh telah berkata: " Apabila telah sahnya, suatu hadits rasululloh shollallahu 'alaihi wa sallam yang berlainan dengan perkataanku, maka beramal lah dengan hadits tersebut dan tinggalkan perkataanku".
Kata Imam Nawawi dalam permulaan Al Majmu
Syarhul Muhazaab jilid 1: 63 - 64 mengatakan : " Perkataan Imam Syafi'i tersebut bukanlah artinya setiap orang yang melihat ada hadits shahih telah berhak mengatakan inilah dia mahdzab Syafi'i lalu beramal menurut zhahirnya (hadits). Ini adalah ( perkara khusus) bagi mujtahid dalam Mahdzab Syafi'i..inipun dengan syarat yaitu Ghalib atas sangkaannya bahwa Imam Syafi'i rahimahulloh tidak menjumpai hadits tsb, atau ia tau hadits tsb tetapi ia tidak mengetahui keshahihannya...
Dan inipun hanya boleh dilakukan apabila seseorang telah membaca seluruh kitab Imam Syafi'i dan kitab kitab Shahabat beliau yang menganut mahdzabnya. ini adalah syarat berat dan sukar jarang sekali ada orang yang dapat melakukannya..
adapun sebab sebab para shahabat Imam Syafi'i mengadakan syarat syarat tersebut dalam bidang amanat Imam Syafi'i karena mengetahui p**a bahwa Imam Syafi'i sendiri telah meninggalkan beramal dengan zhahir banyak hadits yang telah dilihat dan diketahuinya, akan tetapi bagi beliau ada argumen argumen yang mengatakan tentang haditsnya itu adanya "sesuatu" atau mansukh, atau ditakwilkan atau..."

Want your school to be the top-listed School/college in Bandung?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Website

Address


Bandung