18/02/2026
Jauh berbeda
18/02/2026
Jauh berbeda
02/02/2026
Do you like me 🥰
Day and night view of the Royal Clock Tower 🌙
02/02/2026
Akan kah perang dunia ke 3 terjadi
27/01/2026
Bayangin gara-gara satu KEBODOHAN MURNI orang ini, kamu sekarang berada di pihak barat,
karena dengan ini secara tidak langsung INDONESIA BUKAN LAGI NEGARA NON-BLOK
Jadi jika nanti terjadi perang Dunia ke-3, kita harus ikut perang, berpuluh-puluh tahun pemimpin sebelumnya menjaga agar rakyat tidak pernah ikut perang lagi, sekarang sirna
Hanya karena EGO, KEBELET PENGEN KELIATAN JADI HERO!!
PADAHAL ASLINYA NI ORANG KRIMINAL, PENCULIK, PEMBUNUH DIMASA LALU!!!
SELEB
04/01/2026
Harimau jantan
04/01/2026
Kini beliau kehilangan wibawa nya😅
04/01/2026
Di balik ramainya perbincangan soal patung macan putih di Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, tersimpan kisah kerja keras seorang seniman lokal.
Suwari (60), pematung yang namanya kini viral, mengungkapkan bahwa patung tersebut rampung dalam waktu relatif singkat, hanya 18 hari. Warga asli Balongjeruk ini bukan sosok asing di dunia seni.
Sebelum memilih vakum karena faktor usia, ia dikenal sebagai seniman ludruk dan kerap mengisi panggung sebagai pemukul kendang.
Dengan pengalaman seni yang ia miliki, Suwari mengaku telah mencurahkan seluruh kemampuan terbaiknya demi mewujudkan patung macan putih yang menjadi ikon desa.
Menurutnya, proses pengerjaan dilakukan sesuai arahan dan permintaan Kepala Desa Balongjeruk, termasuk menyesuaikan cerita rakyat setempat yang melatarbelakangi sosok macan putih tersebut.
“Permintaannya memang patung macan putih sesuai cerita desa. Dari bentuk sudah mengikuti gambar, hanya warna lorengnya yang disesuaikan.
Di konsep awal berwarna kuning, lalu kami ubah menjadi putih agar selaras dengan cerita,” tutur Suwari kepada wartawan.
Kisah ini menegaskan bahwa di balik sebuah karya yang viral, terdapat dedikasi, pengalaman panjang, dan sentuhan seni tradisi yang turut membentuk hasil akhirnya.
Terungkap Alasan di Balik Ekspresi Patung Macan Putih Kediri.
Suwari, pembuat patung macan putih yang belakangan menyita perhatian publik, akhirnya angkat bicara.
Ia mengaku sengaja membuat tampilan patung tersebut tidak terlalu garang. Tujuannya sederhana namun penuh pertimbangan: agar patung itu tidak menimbulkan rasa takut, terutama bagi anak-anak yang melintas di sekitar lokasi.
Tak hanya soal desain, Suwari juga membeberkan fakta di balik proses pengerjaan patung tersebut.
Untuk seluruh jasanya, ia menerima upah sebesar Rp 2 juta yang bersumber dari anggaran kepala desa.
Sistem pengerjaan dilakukan secara borongan, sementara seluruh kebutuhan material—mulai dari semen, pasir, besi, hingga kawat—disediakan langsung oleh pihak desa.
Dengan keterbatasan biaya dan waktu, Suwari mengaku tetap berusaha menampilkan karya terbaiknya. Baginya, patung macan putih itu bukan sekadar pesanan, melainkan simbol desa yang harus ramah dipandang semua kalangan, dari orang dewasa hingga anak-anak.
04/01/2026
Harimau yang terkena serangan jantung
03/01/2026
Info kesehatan
Kisah beliau
31/12/2025
Beffore & Affter
31/12/2025
Kata terakhir Isti kang emil