Adab dalam Islam
Berikan nasihat dengan niat ikhlash, jangan mengharap apapun di balik nasihat itu selain keridhaan Allah SWT, sehingga anda terlepas dari kewajiban. Bukan untuk tujuan riya` atau mendapat perhatian orang atau ketenaran atau niat membalas menjatuhkan orang yang anda nasihati.
Sampaikanlah nasihat dengan cara yang baik dan tutur kata yang lembut dan mudah dipahami hingga dapat berpengaruh kepada orang yang anda nasihati dan mau menerimanya.
Allah SWT berfirman,
“Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah, nasihat yang baik dan debatlah ia dengan cara yang lebih baik.” (An-Nahl: 125)
Nasihatilah seseorang di saat sendirian, karena yang demikian itu lebih mudah ia terima. Sebab jika anda menasihati saudara anda ketika sedang bersama banyak orang maka berarti anda telah mencemar-kannya, dan jika anda menasihatinya secara rahasia maka anda telah menghiasinya.
Imam Syafi`i berkata,
“Berilah aku nasihat secara berduaan, dan jauhkan aku dari nasihatmu di tengah orang banyak; karena nasihat di tengah-tengah orang banyak itu mengandung makna celaan yang aku tidak s**a mendengarnya.”
Fahami betul dengan apa yang anda nasihatkan, dan berhati-hatilah dalam menukil pembicaraan agar anda tidak dipungkiri, dan suruhlah berdasarkan ilmu; karena itulah yang lebih mudah untuk diterima.
Perhatikan kondisi orang yang akan anda nasihati. Janganlah menasihati di saat seseorang sedang kalut, atau sedang bersama rekan-rekan atau kerabatnya. Dan pahamilah perasaan, kedudukan, pekerjaan dan kesulitan orang yang anda nasihati.
Jadilah teladan bagi orang yang akan anda nasihati.
Allah SWT berfirman,
“Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat. Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan.” (Ash-Shaff : 2-3)
Jadilah orang yang sabar dan bersabarlah terhadap kemungkinan yang menimpa.
Allah SWT berfirman,
“Wahai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang ma`ruf dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang munkar dan sabarlah terhadap apa yang menimpamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).” (Luqman: 17)
Luqman menyuruh anaknya untuk sabar terhadap kemungkinan yang terjadi karena ia memerintah orang lain mengerjakan kebaikan dan mencegah kemunkaran.
Ingatlah beramar ma’ruf dan nahi mungkar dengan cara sabar adalah kewajiban setiap muslim.
Rumah Qur'an & Rumah Belajar " The BIG "
Rumah Belajar untuk Santri Penghapal Quran
Tempat Belajar Siswa : SD, SMP, dan SMA
Bidang Studi : Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, dan Bahasa Inggris
Semoga Bermanfaat Bagi Pasutri ...
Adab dalam Islam
Letakkan tangan di kepala istri dan do’akannya. Rasulullah n bersabda, “Apabila salah seorang kamu menikahi seorang wanita, maka hendaklah ia memegang ubun-ubunnya, dan bacalah bismillah lalu mohon-lah berkah kepada Allah, dan hendaknya ia membaca:
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dari kebaikannya dan kebaikan sifat yang ada padanya; dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan keburukan sifat yang ada padanya” (HR. Abu Daud dan dihasankan oleh Al-Albani).
Hendaklah kedua mempelai melakukan shalat dua rakaat bersama, ketika awal dipertemukan, karena kaum salaf melaksanakan demikian.
Rayulah istri dan bercandalah dengannya di saat santai berduaan. Nabi n selalu bercanda, tertawa dan merayu istri-istrinya.
Bacalah basmalah sebelum melakukan jima`.
Rasulullah SAW bersabda,
“Kalau sekiranya seorang di antara kamu hendak bersenggama dengan istrinya membaca :
“Dengan menyebut nama Alllah, ya Allah, jauhkanlah setan dari kami dan jauhkan syetan dari apa yang Engkau rizkikan kepada kami”, maka sesungguhnya jika keduanya dikaruniai anak dari kramasutranya itu, niscaya ia tidak akan dibahayakan oleh setan selama-lamanya.” (Muttafaq ‘alaih).
Dahuluilah dengan rayuan, rabaan, ciuman, dan cumbuan yang mesra sampai benar-benar kedua anda siap melakukan jima’ (senggama).
Jika ingin bersenggama lagi, berwudhulah terlebih dahulu, karena Rasulullah n bersabda;
“Apabila salah seorang kamu telah bersetubuh dengan istrinya, lalu ingin mengulanginya maka hendaklah berwudhu.” (HR. Muslim; 308, Ahmad; 10777, Tirmidzi; 191)
Berwudhulah sebelum tidur sesudah melakukan jima’ bila sempat.
Bunda Aisyah d menuturkan,
“Rasulullah n bila hendak makan atau tidur saat beliau junub, maka beliau mencuci kemaluan dan berwudhu sebagaimana wudhu untuk shalat.” (Muttafaq ’alaih)
Haram hukumnya menyetubuhi istri di saat haid atau menyetubuhi duburnya.
Rasulullah SAW bersabda,
Barangsiapa yang melakukan persetubuhan terhadap wanita haid atau pada duburnya, atau datang kepada dukun (tukang sihir) lalu membenarkan apa yang dia katakannya, maka sungguh ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad.” (HR. Al-Arba`ah dan dishahihkan oleh Al-Albani).
Jangan menyebarkan rahasia tentang hubungan suami istri.
Rasulullah n bersabda,
“Sesungguhnya manusia yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah pada hari Kiamat adalah seorang lelaki yang berhubungan dengan istrinya (jima`), kemudian ia menyebarkan rahasianya.” (HR. Muslim no. 1437, Ahmad; 11258, Abu Daud; 4870)
Saling bergaullah dengan baik, dan laksanakan kewajiban anda masing-masing terhadap yang lain.
Allah SWT berfirman,
“Dan para istri mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut yang ma`ruf.” (Al-Baqarah: 228).
Berlaku lembut dan bersikap baiklah terhadap istri, dan ajarkan masalah agama, serta tekankan pada perintah Allah terhadapnya.
Rasulullah SAW bersabda,
“Ingatlah, berpesan baiklah selalu kepada istri, karena sesungguhnya mereka adalah tawanan di sisi kalian....” (HR. At-Turmudzi)
Hendaknya istri selalu ta`at kepada suaminya sesuai kemampuannya asal bukan dalam hal kemaksiatan, jangan dia mematuhi siapapun bila tidak dis**ai atau bertentangan dengan kehendak suami, janganlah istri menolak ajakan suami.
Rasulullah SAW bersabda,
“Bila suami mengajak istri ke tempat tidur lalu ia tidak memenuhi ajakannya, kemudian sang suami tidur dalam keadaan marah padanya, maka malaikat melaknat wanita tersebut sampai hari pagi.” (Muttafaq ‘alaih).
Berlaku adillah terhadap istri-istri.
Rasulullah SAW bersabda,
“Barangsiapa mempunyai dua istri, lalu ia lebih cenderung kepada salah satunya, niscaya ia datang di hari Kiamat dalam keadaan sebelah badannya miring.” (HR. Abu Daud no; 2133, Ahmad; 8363, At-Tirmidzi; 1141, an-Nasai; 3942 Ibn Majah; 1969, ad Darimi; 2206 dan dishahihkan oleh Al-Albani)
Bersabarlah atas watak istri yang pada umumnya cemburu berlebihan, sehingga bersikap kurang sopan (lihat al-Bukhari; 5225, Ahmad; 11616, At Tirmidzi; 1359, An Nasai; 3955, Abu Daud; 3557, Ibnu Majah; 2384, Ad Darimi; 2598), atau yang kurang pandai berterima kasih.
(Edit dikit kata-katanya ....)
Cinta yang tulus di dalam hatiku
T’lah bersemi karena-Mu
Hati yang suram kini tiada lagi
T’lah bersinar karena-Mu
Semua yang ada pada-Mu oh..
Membuat diriku tiada berdaya
Hanyalah bagi-Mu, hanyalah untuk-Mu
Seluruh hidup dan cintaku...
Biarkan hujan membasahi bumi
Atau bulan yang tiada berseri
Namun jangan Kau biarkan cintaku
Yang tulus suci hanya pada-Mu...
Semua yang ada pada-Mu oh..
Membuat diriku tiada berdaya
Hanyalah bagi-Mu, hanyalah untuk-Mu
Seluruh hidup dan cintaku...
Semua yang ada pada-Mu oh..
Membuat diriku tiada berdaya
Hanyalah bagi-Mu, hanyalah untuk-Mu
Seluruh hidup dan cintaku...
Seluruh hidup dan cintaku...
Seluruh hidup dan cintaku...
(Dengan penambahan beberapa kata dan kalimat saja)
------ AL-GHASYIYYAH : 17 - 26 ------
[17/10 07:22] Om Bowo:
Kalo saya mencoba memaknai ayat-ayat ini :
Al-Ghasyiyyah : 17 - 20 (fenomena alam)
Berhubungan dengan ayat kauniyyah (fenomena alam, dst) yang juga harus difikirkan, direnungkan, hingga pada kesimpulan mereka pun tidak diam.
Bumi, sangatlah tidak rela jika tempatnya dipakai oleh manusia untuk maksiyat berjamaah. Itu yang terjadi di Palu dan sekitarnya, yang terdampak bencana 🤭.
[17/10 07:26] Om Bowo:
Al-Ghasyiyyaah : 21-23 (tugas manusia)
Bagi sesiapa yang bisa memperingatkan dengan lisan, berilah peringatan. Ud'uu ilaa sabiili Rabbika bil hikmati wal maw'idhoh (ajaklah manusia kepada jalan Tuhanmu, dengan hikmah dan pengajaran yang baik)
Perkara, mereka menolak ajakan da'wah biarkanlah, bukan urusan kita 🤭
[17/10 07:30] Om Bowo:
Al-Ghasyiyyah : 24-26 (pekerjaan Allah)
Hingga suatu masa, ada campur tangan Allaah untuk orang-orang yang "tawalla wa kafar" (berpaling dan ingkar).
Masyaa Allaah, alam sekarang tidak diam, Allaah pun sudah dan akan mempertunjukkan Kuasa-Nya, siapa yang harus diadzab dan siapa yang harus luput dari adzab.
Tugas 'kita' cuma 1 yaitu : Fadzakkir, innamaa anta mudzakkir - berilah peringatan, sesungguhnya (kewajiban) kamu hanya memberikan peringatan ...
Marilah, para asatidz / asatidzah tetaplah di jalan da'wah di mana pun Anda berada, lakukan apa saja yang Anda bisa melalui
forum-forum : Pengajian, Istighosah, Tabligh, apa pun dan kepada siapa pun, walau pun hanya berdua saja.
Balighu 'annii walaw aayaah ... (Sampaikanlah sesuatu dariku, walau pun satu ayat), ini ajakan Rasulullaah saw untuk tetap dan menetapi jalan da'wah.
Wallaahu a'lam bish showab 🤭
*LAYANAN PRIVATE LES*
Assalaamu 'alaikum ...
Perkenalkan nama saya : *Wibowo*, pengajar & pengelola Layanan Private Les & *Rumah Belajar "The BIG"*. Guru datang ke rumah, untuk bidang :
*A. Pelajaran Sekolah*.
A.1. Tingkat SD Kelas 1-6, guru ke rumah. Mapel : Mat, IPA, B.Indonesia, jumlah pertemuan per bulan 8x.
A.2. Tingkat SMP Kelas 7-9, guru ke rumah. Mapel : Mat, IPA, B.Indonesia, B.Inggris, jumlah pertemuan per bulan 8x.
A.3. Tingkat SMA Kelas 10-12, guru ke rumah. Mapel : Mat, Fis, Kim, jumlah pertemuan per bulan 8x.
A.4. Belajar di "Rumah Belajar - The BIG" untuk persiapan UN kelas 6 SD, 9 SMP, dan UN + SBMPTN untuk kelas 12 SMA, belajar 12x per bulan.
*B. Pelajaran Agama Islam*
B.1. Baca Tulis Al-Quran.
B.2. Tajwid & Tahsin
B.3. Belajar Kitab Kuning
B.4. Belajar Fiqh Praktis dll.
Jumlah pertemuan per bulan untuk Pelajaran Agama Islam, (tentatif) dan biaya / transport bisa nego langsung dengan Ustadz / Ustadzah / pengajarnya.
Jika informasi ini bermanfaat, silahkan teruskan ke : saudara /teman / sahabat Anda, barangkali ada yang membutuhkan layanan ini.
Terima Kasih
Wassalaamu 'alaikum Wr. Wb.
*"Rumah Belajar - The BIG"*
*Jl. Labuan Dalam No 10 - Bandung*.
Telp / SMS / WA : *081322068450*
Click here to claim your Sponsored Listing.
Location
Category
Contact the school
Telephone
Website
Address
Jalan Labuan Dalam No. 10
Bandung
40272