Zaidan Educare - Bandung

Zaidan Educare - Bandung

Share

Mengakrabi buah hati, mengawalnya dengan gembira, menyentuhnya dengan makna. Sekolah Ramah Anak Zaidan Educare
(Call Center : 081321113081)

Zaidan EduCare dengan visi : Menjadi Sekolah Unggul dan Terpercaya dalam Mendidik dan Membina Generasi Berkarakter.

28/03/2022

Risalah Keluarga Ramah Anak
Edisi 7 Maret 2022

NAIK KELAS
Oleh: Miarti Yoga

📘🎈📘🎈📘🎈

Allohumma sholli ‘alaa muhammad.
Selawat dan salam terhatur untuk kekasih Allah, Muhammad Sholallaahu ‘alaaihi wasallam.

Terkisahkan, seseorang yang mengikutsertakan para muridnya dalam sebuah kontestasi atau sebuah ajang perlombaan. Dari sekian muridnya yang diikutkan dalam perhelatan seleksi tersebut, tak ada satu pun yang berhasil lolos. Alasannya pun sangat sederhana. Yakni, belum memenuhi kriteria.

Namun entah karena alasan apakah, pada akhirnya beliau “baper” tersebab tak lolosnya sang murid dalam konestasi tersebut.

Adapun para panelis, telah berjuang seobjektif mungkin, melakukan takaran dan penimbangan yang hati-hati, mencerna “track record” para kontestan, bahkan sampai melakukan konfirmasi langsung terhadap kemamampuan mereka masing-masing.

Namun tidak dengan beliau sang guru dari sekelompok kontestan yang tak lolos itu. Mengejar, memepertanyakan, berpersuasi dan “keukeuh” minta diloloskan.

Tafakur dari subjektivitas cerita tersebut, bahwa ada yang jauuuuuuuh lebih berharga di atas sebuah capaian (baik prestasi maupun pestise), yakni PERJALANAN. Lebih tepatnya, perjalanan menempuh proses, perjalanan kebaikan diri, perjalanan amal, perjalanan kepahaman.

Jadi, jika hari ini kita bersikukuh untuk dapat lolos dari sebuah kontestasi atau dari sebuah kompetisi, lalu kita tidak mau tahu dengan segala kekurangan diri, ini sangat tidak adil.

Demikian juga dengan sebuah cerita. Seseorang dengan kondisi baru saja mendapatkan sebuah posisi di tempat kerjanya. Seketika, dirinya langsung berubah etika. Menjadi berkelebihan percaya diri, menjadi lebih berani berbicara, mendadak bergaya boss, berani perintah ini perintah itu, dan relatif menganggap subordinat terhadap orang di sekitarnya.

Sikapnya pun melahirkan reaksi dari sisi kanan kiri depan belakang. Karena memang banyak ketaknyamanan yang didapat dari sikap-sikapnya yang mengemuka.

Maka lagi-lagi menjadi sebuah renungan. Bahwa HAKIKAT dari NAIK KELAS adalah sebuah KESIAPAN. Kesiapan beramal lebih, kesiapan memiliki kemanfaatan lebih, kesiapan menanggung tanggung jawablebih, kesiapan melahirkan gagasan, kesiapan berpikir lebih mutakhir. Bukan sebaliknya, yakni sebagai ajang BERGAYA, atau kalau dalam istilah orang Sunda, “gagayaan”.

Jika sebuah capaian yang didapat atau diharapkan itu untuk sebuah prestise, untuk sebuah konteks “gagayaan”, maka sayang benar dengan konteks NAIK KELAS yang ada. Karena naik kelas itu sendiri bukanlah sesuatu yang sifatnya instan, bukan sesuatu yang sifatnya pragmatis, dan bukan sesuatu yang sifatnya “asak dikarbit” (matang karbitan).

Dan ini sangat filosofis dengan dunia pengasuhan. Sebuah dunia di mana kita menghadapi anak-anak dengan segala perniknya.

Maka betapa wajar bagi kita untuk memberikan sokongan ketangguhan bagi anak-anak. Anak-anak dengan bekal ketangguhan, dengan bekal kesabaran menempuh proses, minimal mereka mampu mengelola EKSPEKTASI. Mengelola agar harapan-harapannya berada dalam tujuan yang lurus.

Bayangkan. Sesederhana anak kita diancam “Nanti Papa marah” saat dirinya sedang memainkan benda milik ayahnya, tanpa sadar, kita sedang mengantarkan rasa takut yang salah. Artinya, anak kita bukan diantarkan untuk khawatir jika bendanya rusak atau berbahaya, melainkan diantarkan untuk takut pada manusia. Dan rasa takut atau khawatir yang salah pun bagian dari tujuan yang salah.

Atau sesederhana kita mempersilakan (membolehkan) anak untuk mencontek saat tengah ujian, ini pun praktik pengawalan pola pikir yang tak ramah. Mengapa? Karena dengan konteks mereka boleh membawa dan melihat kertas contekan, itu setara dengan mengarahkan tujuan yang salah. Itu langkah pragmatis. Dan tentu saja tak diharapkan.

Jadi, ketika hari ini anak diarahkan sebuah tujuan yang salah, bukan tak mungkin bila kelak dewasa nanti mereka “keukeuh” meraih sesuatu tanpa menimbang sisi-sisi kekurangan yang ada.

Terima kasih dan salam pengasuhan.

------

Informasi PPDB Sekolah Zaidan Educare, silakan Ayah Bunda menghubungi kontak whatsapp 082126678907 atau melalui tautan website www.zaidaneducare.sch.id.

21/03/2022

Risalah Keluarga Ramah Anak
Edisi 21 Maret 2022

YANG TERLENAKAN OLEH BUDAYA IKUT-IKUTAN
Oleh: Miarti Yoga

📘🎈📘🎈📘🎈📘🎈

Ayah Bunda yang dirahmati Allah. Maish tentang ketangguhan. Konteks adversity quotient.

Di sebuah kampung antah berantah. Terdapat semacam persepsi pada sebagia besar anak-anak dan remaja tentang konteks “keren”, tentang konteks “wah”, tentang konteks “wow”. Rerata mereka, merasa keren manakala berpakaian bagus, manakala menggunakan merk tertentu, manakala bisa mengikuti gaya hidup orang lain, bahkan manakala sudah terlibat ke dalam “kenakalan remaja”. Adapun fenomena tersebut terjadi secara turun temurun dari generasi ke generasi.

Contohnya?

1. Sebagian besar anak laki-laki yang sudah lulus dari jenjang SMP, seolah-olah sudah mendapat “kartu legitimasi” untuk dapat bebas merokok. Terlepas, dari mana mereka mendapatkan biaya untuk membelinya. Dan dengan merokoknya itu, mereka merasa keren. Merasa “wow” dengan apa yang dilakukannya.

2. Sebagian besar anak perempuan dari mulai SD kelas 5 atau kelas 6, rerata sudah mempunyai teman dekat. Bahasa vulgarnya, “sudah punya pacar. Fenomena ini menjadi rasa keren tersendiri, di mana gadis-gadis tersebut merasa dirinya cantik, pantas, terlepas urusan akademik seperti proses dan hasilnya. Yang terpenting bagi mereka, dengan punya pacar, mereka itu keren. Dengan kata lain, “punya pacar dulu, prestasi nomor sekian.

3. Sebagian anak sekolah, baik tingkat SD, SMP, SMA, rata-rata hidup secara berkelompok. Ada kelompok yang doyan sekali dengan urusan jalan-jalan hingga “ngaliwet”, ada p**a sebagian kecil para siswa yang fokus dan lebih banyak mengoptimalkan waktu untuk kerja kelompok. Ironisnya, anak-anak yang hanya menghabiskan waktunya untuk main, mudah sekali berkomentar hingga menertawakan. Bahkan mereka merasa sangat keren ketika mampu menertawakan keberadaan orang lain.

Rangkaian contoh di atas, betul-betul menggejala dan berlaku secara turun temurun. Artinya, fenomena merokok, fenomena berhenti mengaji saat sudah lulus SD, fenomena punya pacar, fenomena “abring-abringan”, cukup kuat terwariskannya dari generasi ke generasi. Jika ditafakuri, fenemona social apakah ini? Fenomena pemahamankah yang masih kurang dari para orang tua dan tokoh terkemuka di wilayahnya? Fenomena minimnya edukasikah?

Semoga kita hadir sebagai orang tua yang lebih awas dan mawas. Hadir sebagai orang tua yang mampu meretas definisi dan persepsi tentang keren di mata anak-anak. Jangan biarkan mereka merasa keren saat mengenakan produk dari merk tertentu, di mana mereka tak paham bagaimana cara mendapatkannya. Jangan p**a mereka merasa bangga dan terlena sebagai anak dari keluarga berkecukupan. Karena hakikat dari perasaan bangga itu sejatinya diimbangi dengan produktivitas dan nilai-nilai perjuangan.

Mari hadirkan beban yang seimbang. Untuk kedewasaan yang mencerdaskan.

Terima kasih dan salam pengasuhan.

------

Informasi PPDB Sekolah Zaidan Educare, silakan Ayah Bunda menghubungi kontak whatsapp 082126678907 atau melalui tautan website www.zaidaneducare.sch.id.

14/03/2022

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Semangat pagi ✊
Semangat mengawali pekan dengan energi positif. 💐

Semangat untuk kelas 1, 2 dan 3 melaksanakan kegiatan "Qur'an Day" 2022.

14/03/2022

Risalah Keluarga Ramah Anak
Edisi 14 Maret 2022

BELAJAR ADAB DARI FILOSFI JAGA JARAK
oleh: Miarti Yoga

📘🎈📘🎈📘🎈📘

Ayah Bunda yang dirahmati Allah. Sejenak kita berkenalan dengan beberapa istilah dalam Bahasa Sunda, yang makna umumnya adalah *santun*.

Contohnya adalah:
1️⃣ _madep_
2️⃣ _ajrih_
3️⃣ _rengkuh_
Ketiganya cukup familier di kalangan para orang tua di tatar Sunda.

Lalu apa hubungannya dengan konteks *jaga jarak* yang mengemuka pada sejak kemunculan fenomena pandemi COVID-19?

Artinya, para orang tua kita terdahulu, telah banyak mengajarkan kita tentang adab melalui filosofi jaga jarak. Seperti apakah contoh konkretnya?

1️⃣ Menakar sikap dan cara bicara saat berhadapan dengan orang yang lebih tua, baik tua dari sisi usia maupun tua dari sisi keluhungan dan posisi. Termasuk di dalamnya, merendahkan volume suara.

2️⃣ Mengatur jarak alias tidak bebas bercampur sehingga jauh dari kesan "sok akrab" atau "perasaan sepadan".

3️⃣ Berupaya memilah antara gurauan dengan diplomasi yang apik, sehingga semua konteks kebutuhan tidak disamaratakan pola komunikasinya.

Sekelebat, hal demikian terkesan berbau feodalisme. Atau bisa jadi orang tuanya dipandang tipikal otoriter bahkan diktatoris.

Namun yang penting dipahami adalah bahwa kesantunan tetap harus dijunjung. Ini yang kemudian perlu kita ajarkan kepada anak-anak kita untuk berkomunikasi dengan mengukur jarak (baca: usia).

Pun untuk kita. Jangan-jangan kita bagian dari orang dewasa yang sudah terlupa dengan filosofi *jaga jarak*, sehingga kadang-kadang atau seringkali tak menakar adab.

Terima kasih dan salam pengasuhan.

------

Informasi PPDB Sekolah Zaidan Educare, di mana gelombang ke-2 sebentar lagi akan berakhir. Masih ada waktu untuk manfaatkan fasilitas potongan harga masuk sekolah.
✅ SD dengan potongan Rp 500.000
✅ TK dengan potongan Rp 300.000

Segera Ayah Bunda menghubungi kontak whatsapp https://wa.me/+6282126678907 atau melalui tautan website www.zaidaneducare.sch.id.

Photos from Zaidan Educare - Bandung's post 11/03/2022

Semangat pagi Ayah Bunda yang berbahagia.💐

Selamat berkumpul bersama keluarga tercinta dan semoga selalu berada dalam keadaan yang sehat, Aamiin.

Pagi ini Sekolah Zaidan Educare akan memberikan tips parenting dengan tema:
"Supaya Anak Kita Terhindar dari Sifat Penakut"

Sumber: Buku Pendidikan Anak Dalam Islam-Dr. Abdullah Nashih Ulwan.

Semoga bermanfaat 💐
--------

Informasi PPDB Sekolah Zaidan Educare, di mana gelombang ke-2 sebentar lagi akan berakhir. Masih ada waktu untuk manfaatkan fasilitas potongan harga masuk sekolah.
✅ SD dengan potongan Rp 500.000
✅ TK dengan potongan Rp 300.000

Segera Ayah Bunda menghubungi kontak whatsapp 082126678907 atau melalui tautan website www.zaidaneducare.sch.id.







11/03/2022

Semangat pagi di hari Jumat 💐
Tidak lupa untuk membaca surat Al-Kahfi dan sedekah terbaiknya. 🤍

Ada dua hal yang harus kita lupakan yaitu kebaikan yang kamu lakukan kepada orang lain dan kesalahan orang lain kepadamu.

Seperti yang dikatakan dalam hadist berikut ini
" Orang yang mengajak kebaikan mendapat pahala yang sama dengan orang yang diajaknya."
(HR. Tirmidzi)

Semangat berlomba-lomba dalam kebaikan 💐

--------

Informasi PPDB Sekolah Zaidan Educare, di mana gelombang ke-2 sebentar lagi akan berakhir. Masih ada waktu untuk memanfaatkan fasilitas potongan harga masuk sekolah.
✅ SD dengan potongan Rp 500.000
✅ TK dengan potongan Rp 300.000

Segera Ayah Bunda menghubungi kontak whatsapp 082126678907 atau melalui tautan website www.zaidaneducare.sch.id.






10/03/2022

Bismillahirrohmaanirrohiim
💐💐💐💐💐

Sambut kembali agenda Keputrian SD Zaidan Educare...

🧕 Siswa Perempuan Kelas 3-6
📆 Jumat, 11 Maret 2022
🕰️ Pkl. 11.45-12.15 wib
🏫 Sekolah Zaidan Educare

🎐 "Indahnya Pemberian Allah"

💕 💕 💕

🌈 Sekolah Zaidan Educare

09/03/2022

🎵 Selamat Hari Musik Nasional 2022 🎵

"Musik untuk Berbagi Kebaikan"

Semangat pagi. 💐
Dengan musik kita dapat memberi ekspresi dan apresiasi terhadap seni dalam diri setiap orang. Musik menyatukan perbedaan dan menjadikan hidup semakin berwarna.

Semangat berkarya ✊
--------

Informasi PPDB Sekolah Zaidan Educare, di mana gelombang ke-2 sebentar lagi akan berakhir. Masih ada waktu untuk memanfaatkan fasilitas potongan harga masuk sekolah.
✅ SD dengan potongan Rp 500.000
✅ TK dengan potongan Rp 300.000

Segera Ayah Bunda menghubungi kontak whatsapp 082126678907 atau melalui tautan website www.zaidaneducare.sch.id.






07/03/2022

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

"Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan bulan Sya’ban dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadhan."

25 hari menjelang bulan suci Ramadhan 1443 H 🥰

Ramadhan akan segera tiba, semangat menyambutnya dengan hati gembira.

--------

Informasi PPDB Sekolah Zaidan Educare, di mana gelombang ke-2 sebentar lagi akan berakhir. Masih ada waktu untuk memanfaatkan fasilitas potongan harga masuk sekolah.
✅ SD dengan potongan Rp 500.000
✅ TK dengan potongan Rp 300.000

Segera Ayah Bunda menghubungi kontak whatsapp 082126678907 atau melalui tautan website www.zaidaneducare.sch.id.






07/03/2022

Risalah Keluarga Ramah Anak
Edisi 7 Maret 2022

*MENJADI ORANG TUA YANG TERLIBAT*
Oleh: Miarti Yoga

📘🎈📘🎈📘🎈📘🎈

Ayah Bunda yang dirahmati Allah. Ini tentang konteks _parent engagement_. Tentang kelekatan orang tua dengan anak. Tentang keterlibatan orang tua dalam proses pengasuhan.

Pertanyaannya, apakah yang disebut keterlibatan itu berarti harus ada dan bersama selama 24 jam dengan anak-anak? Tidak demikian, Ayah Bunda. Mengapa? Karena keterlibatan bukan saja berbicara waktu, melainkan berbicara esensi selain waktu.

Sederhananya, mari kita tipologi keluarga dilihat dari kebersamaan berdasarkan waktu.
1️⃣Ada keluarga di mana kedua orang tua beraktivitas berangkat dari rumah dalam waktu dan dan durasi yang hamper sama, yakni dari pagi hingga sore.
2️⃣Ada keluarga, di mana salah satu orang tua bekerja di rumah dan atau sebaliknya (yang satu di luar ruma, yang satu di rumah)
3️⃣Ada keluarga di mana kedua orang tuanya setiap hari beraktivitas di rumah (usaha online atau memang kantornya di rumah).
4️⃣Ada keluarga, di mana ayahnya bekerja di luar p**au yang mengharuskan LDR dengan istri dan anak dalam waktu sekian pecan atau sekian bulan.

Hal demikian, tentu saja tidak bisa digeneralisasi. Artinya, kita tidak bisa menilai atau menyimpulkan bahwa yang terbaik untuk keluarga adalah yang berkumpul selalu di rumah. Karena –sekali lagi-, ikatan itu tidak bisa diukur hanya dari waktu. Melainkan, bagaimana keterlibatan itu hadir dari doa dan harapan, dari komunikasi yang dibangun antara suami dan istri, bahkan dari sesederhana penggunaan teknologi seperti _video call_ dan atau sejenisnya.

Sebaliknya, ada sebuah keluarga di mana potensi bertemu dan bersama anak itu cukup besar, belum tentu juga sudah terjamin adanya ikatan. Karena bersama secararaga, belum tentu bersama secara jiwa. Contohnya:
1️⃣Seharian penuh bersama-sama dengan keluarga, tetapi luput dari obrolan, luput dari sapaan, luput dari ekspresi kasih sayang, dan sejenisnya. Bahkan untuk sesederhana bertanya padaanak tentang siapa temannya, siapa bapak ibu gurunya, dan lain-lain.
2️⃣Seharian penuh bersama-sama dengan keluarga, tetapi tidak meluangkan waktu untuk membangun komunikasi tentang harapan masa depan, tentang impian anak-anak, tentang afirmasi, dan sejenisnya. Sudahkah dengan sengaja kita mengajak anak untuk membuat road map masa depan mereka? Atau minimal, mengajak mereka membuat impian sekian tahun ke depan.
3️⃣Seharian penuh bersama-sama dengan anak, tetapi luput dari mengingatkan kewajiban ibadah yang lumrahnya ditempuh seperti salat dan mengaji, luput dari mengingatkan tugas-tugas sekolah yang harus dituntaskan.
4️⃣Seharian penuh bersama anak-anak, tetapi hampir tidak melibatkan mereka dalam dzikir ba’da salat, baik salat wajib maupun salat sunah.

Jadi, kelekatan atau kebersamaan atau keterlibatan itu butuh kualitas. Bukan sekadar kuantitas (waktu). Yuk, Ayah Bunda. Mari menjadi orang tua yang benar-benar ada. Jangan sampai kita ada tetapi tiada.
Terlebih jika kita dalam kondisi galau, -stuck-, marah, dan sejenisnya, lalu kita tidak berselera untuk berbicara dengan siapa pun di dalam rumah, yang pada akhirnya kita berdiam diri dalam waktu yang cukup lama. Selain kontraproduktif, juga dapat melepaskan ikatan kasih saying kita dengan keluarga (dengan suami, dengan anak-anak).

Mari buktikan bahwa kita ada dan memang ada. Bukan ada tapi tiada.

Terima kasih dan salam pengasuhan.

------

Informasi PPDB Sekolah Zaidan Educare, di mana gelombang ke-2 sebentar lagi akan berakhir. Masih ada waktu untuk manfaatkan fasilitas potongan harga masuk sekolah.
✅ SD dengan potongan Rp 500.000
✅ TK dengan potongan Rp 300.000

Segera Ayah Bunda menghubungi kontak whatsapp https://wa.me/+6282126678907 atau melalui tautan website www.zaidaneducare.sch.id.

06/03/2022

Semangat untuk siswa dan siswi
sekolah Zaidan Educare dalam melaksanakan Penilaian Tengah Semester 🤗

Semoga lancar dalam proses pelaksanaannya dan sehat semuanya.
Aamiin 🤲
--------

Informasi PPDB Sekolah Zaidan Educare, di mana gelombang ke-2 sebentar lagi akan berakhir. Masih ada waktu untuk manfaatkan fasilitas potongan harga masuk sekolah.
✅ SD dengan potongan Rp 500.000
✅ TK dengan potongan Rp 300.000

Segera Ayah Bunda menghubungi kontak whatsapp 082126678907 atau melalui tautan website www.zaidaneducare.sch.id.






06/03/2022

Semangat pagi ✊
Sudah pada sarapan belum nih?

Ada ensiklopedi sederhana untuk menemani waktu paginya 🤩

Apa itu karbohidrat?
Karbohidrat adalah senyawa kimia yang terdiri dari atom, oksigen, hidrogen dan karbon. Karbohidrat terbentuk dari unsur gula. Karbohidrat merupakan sumber energi yang paling umum. Sumber makanan yang kaya karbohidrat adalah gandum, beras, kentang, sereal, sumber makanan ini disebut biji-bijian.

Sumber: Buku Ganeca Exact

Semoga bermanfaat 💐
--------

Informasi PPDB Sekolah Zaidan Educare, di mana gelombang ke-2 sebentar lagi akan berakhir. Masih ada waktu untuk manfaatkan fasilitas potongan harga masuk sekolah.
✅ SD dengan potongan Rp 500.000
✅ TK dengan potongan Rp 300.000

Segera Ayah Bunda menghubungi kontak whatsapp 082126678907 atau melalui tautan website www.zaidaneducare.sch.id.







Want your school to be the top-listed School/college in Bandung?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Address


Bandung
40615

Opening Hours

Monday 07:00 - 17:00
Tuesday 07:00 - 17:00
Wednesday 07:00 - 17:00
Thursday 07:00 - 17:00
Friday 07:00 - 17:00