NASEHAT YANG INDAH : Bersemangatlah, Wahai Para Penuntut Ilmu !
روى الحاكم في المُسْتدرك 2/108 مِنْ طريق صحيح عن الجَرِيْرِي عن أبي النَّضْرَة عن أبي سَعِيْد أنه يقول: مَرْحباً بِوَصِيَّة رسول الله صلى الله عليه وسلم, إِنَّ رسول الله صلى الله عليه وسلم قال:
"إنَّ الناسَ لكم تَبَعٌ وَسَيَأْتِيْكم قومٌ مِنْ أَقْطار الأرض يَتَفَقَّهُوْن فَإذا رَأَيْتُمُوْهم فاسْتَوْصُوا بهم خَيْراً وعَلِّمُوْهم مما عَلَّمَكُم اللهُ."
‘Bersuka citalah dengan wasiat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda, “Sesungguhnya kaum manusia akan mengikuti kalian dan akan datang suatu kaum dari ujung bumi untuk tujuan tafaqquh –mendalami ilmu agama-. Apabila kalian melihat/menjumpai mereka maka berilah mereka wasiat berupa kebaikan dan ajarkanlah kepada mereka segala yang Allah telah ajarkan kepada kalian.”
(Diriwayatkan oleh al-Hakim di dalam al-Mustadrak 2/108, at-Tamam di dalam al-Fawaid 1/4 dan dishahihkan oleh asy-Syaikh al-Albani di dalam ash-Shahihah 1/no. 280)
Abu Zaid al-Faqih sekali waktu bersenandung kepada beberapa Ulama dareh Syasy:
كلُّ العُلُوْمِ سِوى القرآنِ زَنْدَقةٌ إِلاَّ الحديث وَإِلاَّ الفقه في الدِّيْن
والعِلْمُ مُتَّبَع ما كان حَدَّثَنا وما سِوَى ذاك وَسْواَس الشَّياطين
“Setiap Ilmu selain al-Qur`an adalah perbuatan kezindiq-an
Kecuali ilmu hadits dan fiqh di dalam agama Islam
Ilmu yang patut diikuti adalah yang padanya terdapat: haddatsanaa
Dan selain dari itu hanyalah was-was dari Syaithan”
Dan dari hadits Abdullah bin ‘Amru bin ‘Auf dari bapak beliau dari kakek beliau, dia mengatakan bahwa Rasulullah shallalahu ‘alaihi wasallam bersabda,
"إنّ هَذا الدِّين بَدَأَ غَريباً وَسَيَعُوْد غَريباً كما بَدَأَ فَطُوْبى لِلْغُرباءِ." قِيْل: يا رسول الله فَمَنْ الغُرباءُ ؟
قال: "الذِيْنَ يحيَوْنَ سُنَّتِي مِنْ بعدِي وَيُعَلِّمون الناسَ."
“Sesungguhnya agama ini datang dalam keterasingan dan akan kembali ke dalam keterasingan maka beruntunglah bagi orang-orang yang dipandang asing.”
Lalu ada yang bertanya, “Wahai Rasulullah, siapakah yang di pandang asing tersebut?”
Beliau menjawab, “Mereka yang menghidupkan sunnahku sepeninggalku dan mengajarkannya kepada kaum manusia.”
(lihat di dalam Jamie` Bayaan al-Ilmi 2/120)
Atha` bin Abi Muslim mengatakan bahwa al-A’masy Sulaiman bin Mihran mengatakan, “Saya tidaklah mengetahui suatu kaum yang lebih utama dari kaum yang menuntut ilmu hadits kemudian dia menghidupkan sunnah ini. Dan berapakah bilangan kalian di tengah-tengah kaum manusia ? Demi Allah kalian lebih sedikit dari pada emas.”
(Lihat di dalam al-Ilma` hal. 47)
Semoga Bermanfaat ! Baarakallahufiykum.
Ilmu Penggetahuan
Wahai orang-orang yang Beriman bertaqwalah sebenar-benarnya taqwa
Dan janganlah Kalian semua mati ,Kecuali Mati Dalam keadaan Muslim...
WASIAT UNTUKMU WAHAI ORANG YANG BER'ILMU !!!
Seorang dari salafush shalih berwasiat kepada orang berilmu :
Wahai orang berilmu, amalkan ilmumu, berikan kelebihan hartamu, dan tahanlah kelebihan perkataanmu kecuali sedikit pembicaraan, akan bermanfaat bagimu di sisi Tuhanmu.
Wahai orang berilmu, sesuatu yang kamu ketahui tetapi tidak kamu amalkan adalah pemotong argumentasi dan alasanmu di sisi Tuhanmu ketika kamu menemui-Nya.
Wahai orang berilmu, taat kepada Allah yang diperintahkan kepadamu sebenarnya telah menyibukkanmu dari maksiat kepada Allah yang dilarang untukmu.
Wahai orang berilmu, janganlah kamu menjadi orang kuat yang meneropong perbuatan orang lain, namun kamu sendiri manusia lemah dalam mengerjakan (suatu amal) untuk dirimu sendiri.
Wahai orang berilmu, janganlah apa yang dimiliki orang lain, membuatmu lupa terhadap apa yang kamu miliki.
Wahai orang berilmu, ajaklah bicara para `Ulama, bergaulah dengan mereka dan dengarkanlah perkataan mereka dan janganlah kamu menentangnya.
Wahai orang berilmu, agungkanlah ulama karena ilmu mereka dan janganlah kamu menghormati orang-orang bodoh karena kebodohan mereka, namun jangan menjauhi mereka, tetapi dekatilah dan ajarilah mereka.
Wahai orang berilmu, janganlah kamu membicarakan suatu hadits di suatu majelis sehingga kamu betul-betul memahaminya, dan janganlah menjawab pertanyaan orang hingga engkau tahu persis apa yang diucapkannya kepadamu.
Wahai orang berilmu, janganlah kamu tertipu oleh Allah dan jangan p**a kamu tertipu oleh manusia. Tertipu oleh Allah maksudnya meninggalkan perintah-Nya, dan tertipu oleh manusia maksudnya mengikuti hawa nafsu mereka. Takutlah kepada Allah dalam semua hal yang Dia mengajakmu takut terhadap diri-Nya, dan hindarilah manusia karena fitnah mereka.
Wahai orang berilmu, cahaya siang tidaklah sempurna kecuali dengan matahari, begitu p**a hikmah tidak sempurna kecuali dengan menaati Allah subhanallahu wa ta’ala.
Wahai orang berilmu, tanaman tidak baik kecuali dengan air dan tanah, begitu p**a dengan iman tidak baik kecuali dengan ilmu dan amal.
Wahai orang berilmu, setiap musafir haruslah berbekal, dan ia dapatkan bekalnya apabila ia dibutuhkannya, begitu p**a dengan setiap orang yang beramal, di akhirat akan ia dapatkan apa yang telah diperbuatnya di dunia apabila ia butuhkan amal perbuatannya.
Wahai orang berilmu, Apabila Allah subhanallahu wa ta’ala berkehendak mendorongmu dalam beribadah kepadaNya, ketahuilah bahwa Dia ingin menampakkan karamah-Nya terhadapmu, maka janganlah kamu mengalihkannya kepada selainNya, sehingga kamu tinggalkan kemuliaanNya dan malah kamu dapatkan kehinaan hidup.
Wahai orang berilmu, Jika kamu memindahkan batu atau besi, itu lebih ringan bagimu daripada berbicara kepada orang yang tidak menerima pembicaraanmu, perumpamaan orang yang berbicara kepada orang yang tidak menerima pembicaraannya adalah seperti orang yang memanggil orang mati dan meletakkan hidangan untuk penghuni kubur”.
■(Sunan Ad-Darimiy; dalam bab: Menghormati 'Ilmu)■
Wasiat Emas & Nasehat Indah Ulama Salaf
" TENTANG 'ILMU "
◆ Ilmu sebelum segala sesuatu ◆
ﺗﻔﻘّﻪ ﻗﺒﻞ ﺃﻥ ﺗﺮﺃﺱ , ﻓﺎﺫﺍ ﺭﺃﺳﺖ ﻓﻼ ﺳﺒﻴﻞ ﺍﻟﻰ ﺍﻟﺘﻔﻘّﻪ .
Perdalamlah ilmu agama sebelum kau menjadi pemimpin, karena saat kau menjadi pemimpin maka tak ada lagi waktu untuk mendalami ilmu .
◆ Belajarlah ◆
ﺗﻌﻠّﻢ ﻓﻠﻴﺲ ﺍﻟﻤﺮﺀ ﻳﻮﻟﺪ ﻋﺎﻟﻤﺎ | ﻭﻟﻴﺲ ﺃﺧﻮ ﻋﻠﻢ ﻛﻤﻦ ﻫﻮ ﺟﺎﻫﻞ
Belajarlah! Karena tak seorang pun yang terlahir sebagai Ulama… Dan tidaklah sama orang yang berilmu dengan orang yang bodoh...
ﻭﺍﻥ ﻛﺒﻴﺮ ﺍﻟﻘﻮﻡ ﻻ ﻋﻠﻢ ﻋﻨﺪﻩ | ﺻﻐﻴﺮ ﺍﺫﺍ ﺍﻟﺘﻔّﺖ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﺠﺤﺎﻓﻞ
Sesungguhnya pembesar suatu kaum yang tidak berilmu itu nampak kecil… Apa bila.berada padanya suatu kump**an
ﻭﺍﻥّ ﺻﻐﻴﺮ ﺍﻟﻘﻮﻡ ﻭﺍﻥ ﻛﺎﻥ ﻋﺎﻟﻤﺎ | ﻛﺒﻴﺮ ﺍﺫﺍ ﺭﺩّﺕ ﺍﻟﻴﻪ ﺍﻟﻤﺤﺎﻓﻞ
Dan orang orang kecil dari suatu kaum akan terlihat besar Apabila berada padanya suartu kump**an.
◆ Mencari tempat tinggal yang tepat ◆
ﻻ ﺗﺴﻜﻨﻦ ﺑﻠﺪﺍ ﻻ ﻳﻜﻮﻥ ﻓﻴﻪ ﻋﺎﻟﻢ ﻳﻔﺘﻴﻚ ﻋﻦ ﺩﻳﻨﻚ , ﻭﻻ ﻃﺒﻴﺐ ﻳﻨﺒﺌﻚ ﻋﻦ ﺃﻣﺮ ﺑﺪﻧﻚ
Janganlah kalian menetap di suatu negeri yang di dalamnya tak ada seorang ulama yang memberikan fatwa tentang agamamu, dan seorang dokter yang memberitahu penyakitmu.
◆ Wasiat kepada penuntut ilmu ◆
ﺃﺧﻲ ﻟـﻦ ﺗﻨـﺎﻝ ﺍﻟﻌﻠـﻢ ﺇﻻ ﺑﺴﺘـﺔ | ﺳﺄﻧﺒﻴـﻚ ﻋـﻦ ﺗﻔﺼﻴﻠﻬـﺎ ﺑﺒـﻴـﺎﻥ
Saudaraku, kamu takkan memperoleh ilmu melainkan dengan 6 hal.. ku khabarkan kepadamu dengan penjelasan yang terperinci
ﺫﻛﺎﺀ ﻭﺣـﺮﺹ ﻭﺍﺟﺘﻬـﺎﺩ ﻭﺑﻠﻐـﺔ | ﻭﺻﺤﺒـﺔ ﺃﺳﺘـﺎﺫ ﻭﻃـﻮﻝ ﺯﻣــﺎﻥ
cerdas, bersemangat, bersungguh-sungguh, berkecukupan, berguru kepada ustaadz, pada masa yang panjang.
◆ Keutamaan ilmu dan hinanya kebodohan ◆
ﻛﻔﻰ ﺑﺎﻟﻌﻠﻢ ﻓﻀﻴﻠﺔ ﺃﻥ ﻳﺪﻋﻴﻪ ﻣﻦ ﻟﻴﺲ ﻓﻴﻪ , ﻭﻳﻔﺮﺡ ﺍﺫﺍ ﻧﺴﺐ ﺍﻟﻴﻪ
Cukuplah ilmu menjadi sebuah keutamaan saat orang yang tak memiliki mengaku-ngaku memilikinya dan merasa senang jika dipanggil dengan gelar ilmuwan.
ﻭﻛﻔﻰ ﺑﺎﻟﺠﻬﻞ ﺷﻴﻨﺎ ﺃﻥ ﻳﺘﺒﺮﺃ ﻣﻨﻪ ﻣﻦ ﻫﻮ ﻓﻴﻪ , ﻭﻳﻐﻀﺐ ﺍﺫﺍ ﻧﺴﺐ ﺍﻟﻴﻪ
Cukuplah kebodohan menjadi aib saat orang yang bodoh merasa terbebas darinya dan marah jika digelari dengannya.
◆ Dampak ilmu ◆
ﻣﻦ ﺗﻌﻠﻢ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ﻋﻈﻤﺖ ﻗﻴﻤﺘﻪ .
Barangsiapa mempelajari Al Qur’an, akan naik harga dirinya.
ﻭﻣﻦ ﺗﻜﻠﻢ ﻓﻲ ﺍﻟﻔﻘﻪ ﻧﻤﺎ ﻗﺪﺭﻩ .
Barangsiapa mendalami Fikih, akan berkembang kemampuannya.
ﻭﻣﻦ ﻛﺘﺐ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ ﻗﻮﻳﺖ ﺣﺠﺘﻪ .
Barangsiapa menulis Hadits, akan kuat argumentasinya.
ﻭﻣﻦ ﻧﻈﺮ ﻓﻲ ﺍﻟﻠﻐﺔ ﺭﻕّ ﻃﺒﻌﻪ .
Barangsiapa berkecimpung dalam Ilmu Bahasa, akan lembut perasaannya.
ﻭﻣﻦ ﻧﻈﺮ ﻓﻲ ﺍﻟﺤﺴﺎﺏ ﺟﺰﻝ ﺭﺃﻳﻪ .
Barangsiapa berkecimpung dalam Ilmu Matematika, akan luas akalnya .
ﻭﻣﻦ ﻟﻢ ﻳﺼﻦ ﻧﻔﺴﻪ , ﻟﻢ ﻳﻨﻔﻌﻪ ﻋﻠﻤﻪ .
Barangsiapa tidak menjaga hawa nafsunya, takkan bermanfaat ilmunya.
◆ Keutamaan ahli bahasa arab ◆
ﺃﺻﺤﺎﺏ ﺍﻟﻌﺮﺑﻴﺔ ﺟﻦّ ﺍﻻﻧﺲ , ﻳﺒﺼﺮﻭﻥ ﻣﺎ ﻻ ﻳﺒﺼﺮ ﻏﻴﺮﻫﻢ .
Para ahli bahasa arab adalah jin-nya manusia, mereka bisa melihat apa yang tidak dapat dilihat oleh orang biasa.
◆ Ilmu yang haq ◆
ﻛُﻞُّ ﺍﻟْﻌُﻠُﻮْﻡِ ﺳِﻮَﻯ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥِ ﻣُﺸْﻐِﻠَﺔٌ | ﺇِﻻَّ ﺍﻟْﺤَﺪِﻳْﺚَ ﻭَ ﻋِﻠْﻢَ ﺍﻟْﻔِﻘْﻪِ ﻓِﻲ ﺍﻟﺪِّﻳْﻦِ
Setiap ilmu selain Al Qur-an akan menyibukkan, kecuali ilmu hadits dan fiqih …
ﺍَﻟْﻌِﻠْﻢُ ﻣَﺎ ﻛَﺎﻥَ ﻓِﻴْﻪِ ﻗَﺎﻝَ ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ | ﻭَ ﻣَﺎ ﺳِﻮَﻯ ﺫَﺍﻙَ ﻭَﺳْﻮَﺱُ ﺍﻟﺸَّﻴَﺎﻃِﻴْﻦَ
Ilmu adalah sesuatu yang di dalamnya terdapat ungkapan ‘Haddatsana’ (yaitu jelas sanadnya)… Adapun ilmu selainnya, hal itu hanyalah bisikan syaithan semata …
◆ Mencegah tapi mencebur ◆
ﻳﺎ ﻭﺍﻋﻆ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻋﻤّﺎ ﺃﻧﺖ ﻓﺎﻋﻠﻪ | ﻳﺎ ﻣﻦ ﻳﻌﺪّ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﻌﻤﺮ ﺑﺎﻟﻨﻔﺲ
Wahai orang yang mencegah sementara dirinya mencebur, Wahai orang yang menghitung usianya dalam desahan nafas
ﺍﺣﻔﻆ ﻟﺸﻴﺒﻚ ﻣﻦ ﻋﻴﺐ ﻳﺪﻧّﺴﻪ | ﺍﻥ ﺍﻟﺒﻴﺎﺽ ﻗﻠﻴﻞ ﺍﻟﺤﻤﻞ ﻟﻠﺪﻧﺲ
Jagalah ubanmu dari kotoran yang mengotorinya, Karena warna putih itu mudah terkotori
ﻛﺤﺎﻣﻞ ﻟﺜﻴﺎﺏ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻳﻐﺴﻠﻬﺎ | ﻭﺛﻮﺑﻪ ﻏﺎﺭﻕ ﻓﻲ ﺍﻟﺮﺟﺲ ﻭﺍﻟﻨﺠﺲ
Ibarat buruh yang membawa pakaian orang lain untuk dicuci, Sementara pakaiannya sendiri kotor
berlumur noda dan najis
ﺗﺒﻐﻲ ﺍﻟﻨﺠﺎﺓ ﻭﻟﻢ ﺗﺴﻠﻚ ﻃﺮﻳﻘﺘﻬﺎ | ﺍﻥ ﺍﻟﺴﻔﻴﻨﺔ ﻻ ﺗﺠﺮﻱ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻴﺒﺲ
Kau mengharap keselamatan tapi kau enggan menempuh jalannya, Kapal itu tidak berlayar di daratan.
Dinukil dari : Web Abu Zuhriy
KEUTAMAAN MEMBACA DUA (2) AYAT TERAKHIR SURAT AL-BAQARAH PADA WAKTU MALAM !
Siapa yang membaca dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah pada waktu malam, maka ia akan diberi kecukupan. Sebagian ulama ada yang mengatakan, ia dijauhkan dari gangguan setan. Ada juga yang mengatakan, ia dijauhkan dari penyakit. Ada juga ulama yang menyatakan bahwa dua ayat tersebut sudah mencukupi dari shalat malam. Benarkah ?
Dua ayat tersebut,
Allah Ta’ala berfirman,
آَمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آَمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ (285) لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ (286)
“Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Rabbnya, demikian p**a orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang pun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami taat.” (Mereka berdoa): “Ampunilah kami ya Rabb kami dan kepada Engkaulah tempat kembali.”
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Rabb kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Rabb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma’aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.” (QS. Al-Baqarah: 285-286)
Disebutkan dalam hadits dari Abu Mas’ud Al-Badri radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ قَرَأَ بِالآيَتَيْنِ مِنْ آخِرِ سُورَةِ الْبَقَرَةِ فِى لَيْلَةٍ كَفَتَاهُ
“Siapa yang membaca dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah pada malam hari, maka ia akan diberi kecukupan.”
(HR. Bukhari no. 5009 dan Muslim no. 808)
Hadits di atas menunjukkan tentang keutamaan dua ayat terakhir surat Al-Baqarah.
Para ulama menyebutkan bahwa siapa yang membaca dua ayat terakhir surat Al-Baqarah, maka Allah akan memberikan kecukupan baginya untuk urusan dunia dan akhiratnya, juga ia akan dijauhkan dari kejelekan. Ada juga ulama yang mengatakan bahwa dengan membaca ayat tersebut imannya akan diperbaharui karena di dalam ayat tersebut ada sikap pasrah kepada Allah Ta’ala. Ada juga ulama yang mengatakan bahwa ayat tersebut bisa sebagai pengganti dari berbagai dzikir karena di dalamnya sudah terdapat do’a untuk meminta kebaikan dunia dan akhirat. Lihat bahasan Prof. Dr. Musthafa Al-Bugha dalam Nuzhah Al-Muttaqin, hal. 400-401.
Al-Qadhi ‘Iyadh menyatakan bahwa makna hadits bisa jadi dengan membaca dua ayat terakhir surat Al-Baqarah akan mencukupkan dari shalat malam. Atau orang yang membacanya dinilai menggantungkan hatinya pada Al-Qur’an. Atau bisa p**a maknanya terlindungi dari gangguan setan dengan membaca ayat tersebut. Atau bisa jadi dengan membaca dua ayat tersebut akan mendapatkan pahala yang besar karena di dalamnya ada pelajaran tentang keimanan, kepasrahan diri, penghambaan pada Allah dan berisi p**a do’a kebaikan dunia dan akhirat. (Ikmal Al-Mu’allim, 3: 176, dinukil dari Kunuz Riyadhis Sholihin, 13: 83).
Imam Nawawi sendiri menyatakan bahwa maksud dari memberi kecukupan padanya –menurut sebagian ulama- adalah ia sudah dicukupkan dari shalat malam. Maksudnya, itu sudah pengganti shalat malam. Ada juga ulama yang menyampaikan makna bahwa ia dijauhkan dari gangguan setan atau dijauhkan dari segala macam penyakit. Semua makna tersebut kata Imam Nawawi bisa memaknai maksud hadits. Lihat Syarh Shahih Muslim, 6: 83-84.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin menjelaskan tentang keutamaan dua ayat tersebut ketika dibaca di malam hari, “Ketahuilah para ikhwan sekalian, kedua ayat ini jika dibaca di malam hari, maka akan diberi kecukupan. Yang dimaksud diberi kecukupan di sini adalah dijaga dan diperintahkan oleh Allah, juga diperhatikan dalam do’a karena dalam ayat tersebut terdapat doa untuk maslahat dunia dan akhirat.” (Ahkam Al-Qur’an Al-Karim, 2: 540-541).
Semoga bisa mengamalkan untuk membaca dua ayat terakhir Al-Baqarah ini mulai dari malam ini. Semoga kita meraih kebaikan dan keberkahan. Semoga Allah memberi taufik.
Referensi:
Ahkam Al-Qur’an Al Karim. Cetakan pertama tahun 1428 H. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin. Penerbit Madarul Wathan.
Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim. Cetakan pertama tahun 1433 H. Yahya bin Syarf An-Nawawi. Penerbit Dar Ibnu Hazm.
Bahjah An-Nazhirin Syarh Riyadhis Shalihin. Cetakan pertama tahun 1430 H. Syaikh Abu Usamah Salim bin ‘Ied Al-Hilali. Penerbit Dar Ibnul Jauzi.
Kunuz Riyadhis Sholihin. Cetakan pertama tahun 1430 H. Prof. Dr. Hamad bin Nashir bin ‘Abdurrahman Al-‘Ammar. Penerbit Dar Kunuz Isybiliyya.
Nuzhah Al-Muttaqin. Cetakan pertama tahun 1432 H. Prof. Dr. Musthafa Al-Bugha dkk. Penerbit Muassasah Ar-Risalah.
(Semoga Bermanfaat ! Baarakallahufiykum)
31/05/2015
40 Robbana Senjatanya Orang Beriman
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ العَلِيمُ
[البقرة :127]
Rabbanaa taqabbal minnaa innaka antas samiy'ul 'aliym
Wahai Rabb kami terimalah (amal ibadah) kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui (QS 2:127)
Doa Rabbana #02/40
رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِن ذُرِّيَّتِنَا أُمَّةً مُّسْلِمَةً لَّكَ وَأَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبْ عَلَيْنَآ إِنَّكَ أَنتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
[البقرة :128]
Rabbanaa waj'alnaa muslimaynil laka wa min dzurriyatinaa ummatan muslimatal laka wa arinaa manaasikanaa wa tub'alaynaa innaka antat tauwaabur rahiym
Wahai Rabb kami, jadikanlah kami berdua orang yang berserah diri kepada Engkau dan anak cucu kami ummat yang berserah diri kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami tata cara ibadah haji kami dan terimalah taubat kami, sesungguhnya Engkau Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang (QS 2:128)
Doa Rabbana #03/40
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
[البقرة :201]
Rabbanaa aatinaa fid duniya hasanah wa fil aakhirati hasanah waqinaa adzaaban naar
Wahai Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta selamatkanlah kami dari siksa api neraka (QS 2:201)
Doa Rabbana #04/40
رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْراً وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانصُرْنَا عَلَى القَوْمِ الكَافِرِينَ
[البقرة :250]
Rabbanaa afrigh 'alaynaa shabran wa tsabbit aqdaamanaa wanshurnaa 'alal qawmil kaafiriyn
Wahai Rabb kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami, kokohkanlah langkah kami dan tolonglah kami menghadapi orang kafir (QS 2:250)
Doa Rabbana #05/40
رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَا إِن نَّسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا
[البقرة :286]
Rabbanaa laa tuaakhidznaa in nasiynaa auw akhtha'naa
Wahai Rabb kami, janganlah Engkau menghukum kami jika kami terlupa atau kami tersalah (QS 2:286)
Doa Rabbana #06/40
رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِنَا
[البقرة :286]
Rabbanaa wa laa tahmil 'alaynaa ishran kamaa hamaltahu 'alal ladziyna min qablinaa
Wahai Rabb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami beban yang berat sebagaimana yang Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami (QS 2:286)
Doa Rabbana #07/40
رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَا لاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنتَ مَوْلاَنَا فَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
[البقرة :286]
Rabbanaa walaa tuhammilnaa maa laa thaa qathala naabih wa'fua'annaa waghfirlanaa warhamnaa anta mauwlaanaa fanshurnaa 'alal qauwmil kaafiriyn
Wahai Rabb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami sesuatu yang tak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka bantulah kami terhadap kaum kafiriyn.” (QS 2:286)
Doa Rabbana #08/40
رَبَّنَا لاَ تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ
[8: آل عمران]
Rabbanaa laa tuhzigh quluwbanaa ba'da idzhadaytanaa wa hablanaa min ladunka rahmatan innaka antal wahhaab
Wahai Rabb kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri hidayah, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)" (QS 3:8)
Doa Rabbana #09/40
رَبَّنَا إِنَّكَ جَامِعُ النَّاسِ لِيَوْمٍ لاَّ رَيْبَ فِيهِ إِنَّ اللّهَ لاَ يُخْلِفُ الْمِيعَادَ
[آل عمران :9]
Rabbanaa innaka jaami'un naasi liyaumil laa rayba fiyhi, innallaaha laa yukhliful miy'aad.
Wahai Rabb kami, sesungguhnya Engkau mengumpulkan manusia pada hari yang tiada keraguan adanya. Sesungguhnya Allah tidak pernah menyalahi janji. (QS 3:9)
Doa Rabbana #10/40
رَبَّنَا إِنَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
[آل عمران :16]
Rabbanaa innanaa aamanaa faghfirlanaa dzunuwbanaa waqinaa 'adzaaban naar
Wahai Rabb kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa api neraka (QS 3:16)
Doa Rabbana #11/40
رَبَّنَا آمَنَّا بِمَا أَنزَلَتْ وَاتَّبَعْنَا الرَّسُولَ فَاكْتُبْنَا مَعَ الشَّاهِدِينَِ
[آل عمران :53]
Rabbanaa aamanaa bimaa anzalat wattaba'naar rasuwla faktubnaa ma'asy syaahidiyn
Wahai Rabb kami, kami telah beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan dan telah kami ikuti Rasul, karena itu masukkanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang menjadi saksi ". (QS 3:53)
Doa Rabbana #12/40
ربَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَِ
[آل عمران :147]
Rabbanaghfir lanaa dzunuwbanaa wa israfanaa fiy amrinaa wa tsabbit aqdaamanaa wanshurnaa 'alal qaumil kaafiriyn
Wahai Rabb kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami dari kaum yang kafir". QS 3:147)
Doa Rabbana #13/40
رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذا بَاطِلاً سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
[آل عمران :191]
Rabbanaa maa khalaqta hadza baathilan subhaanaka faqinaa 'adzaaban naar
Wahai Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka lindungilah kami dari siksa api neraka. (QS 3:191)
Doa Rabbana #14/40
رَبَّنَا إِنَّكَ مَن تُدْخِلِ النَّارَ فَقَدْ أَخْزَيْتَهُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ
[آل عمران :192]
Rabbanaa innaka man tudkhilinnaara faqad ahzaytahu wamaa lizhzhalimiyna min anshaar
Wahai Rabb kami, sesungguhnya barangsiapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, sungguh telah Engkau hinakan ia, dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun. (QS 3:192)
Doa Rabbana #15/40
رَّبَّنَا إِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِيًا يُنَادِي لِلإِيمَانِ أَنْ آمِنُواْ بِرَبِّكُمْ فَآمَنَّا
[آل عمران :193]
Rabbanaa innanaa sami’naa munaadiyan yunaadiy lil iymaani an aaminuw bi rabbikum fa aamanaa
Wahai Rabb kami, sesungguhnya kami mendengar seruan kepada iman: "Berimanlah kamu kepada Tuhanmu", maka kamipun beriman. (QS 3:193)
Doa Rabbana #16/40
رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الأبْرَارِ
[آل عمران :193]
Rabbanaa faghfirlanaa dzunuwbanaa wa kaffir ‘annaa say yi’aatinaa wa tawaffanaa ma’al abraar
Wahai Rabb kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang banyak berbakti. (QS 3:193)
Doa Rabbana #17/40
رَبَّنَا وَآتِنَا مَا وَعَدتَّنَا عَلَى رُسُلِكَ وَلاَ تُخْزِنَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّكَ لاَ تُخْلِفُ الْمِيعَاد
[آل عمران :194]
Rabbanaa wa aatinaa maa wa ‘adtanaa ‘alaa rusulika wa laa tukhrijnaa yaumal qiyaamati innaka laa tukhliful miy’aad
Wahai Rabb kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul Engkau. Dan janganlah Engkau hinakan kami di hari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji". (QS 3:194)
Doa Rabbana #18/40
رَبَّنَا آمَنَّا فَاكْتُبْنَا مَعَ الشَّاهِدِينَ
[المائدة :83]
Rabbanaa aamanaa faktubnaa ma’asy syaahidiyn
Wahai Rabb kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang telah menjadi saksi (QS 5:83)
Doa Rabbana #19/40
رَبَّنَا أَنزِلْ عَلَيْنَا مَآئِدَةً مِّنَ السَّمَاء تَكُونُ لَنَا عِيداً لِّأَوَّلِنَا وَآخِرِنَا وَآيَةً مِّنكَ وَارْزُقْنَا وَأَنتَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ
[المائدة :114]
Rabbanaa anzil ‘alaynaa maaidatan minas samaai takuwnu lanaa ‘iydan li awwalinaa wa aakhirinaa wa aayatan minka warzuqnaa wa anta khairur raaziqiyn
Wahai Rabb kami, turunkanlah kepada kami suatu hidangan dari langit yang akan menjadi hari raya bagi kami yaitu orang-orang yang bersama kami dan yang akan datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; berilah rizki kepada kami, dan Engkau adalah pemberi rizki Yang Paling Utama". (QS 5:114)
Doa Rabbana #20/40
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
[الأعراف :23]
Rabbanaa zhalamnaa anfusanaa wa inlam taghfirlanaa wa tarhamnaa lanakuw nanna minal khaasiriyn
Wahai Rabb kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pasti kami termasuk orang-orang yang merugi. (QS 7:23)
Doa Rabbana #21/40
رَبَّنَا لاَ تَجْعَلْنَا مَعَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ
[الأعراف :47]
Rabbanaa laa taj'alnaa ma'al qaumizh zhaalimiyn
Wahai Rabb kami, janganlah Engkau tempatkan kami bersama orang zhalim itu (QS 7:47)
Doa Rabbana #22/40
رَبَّنَا افْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَا بِالْحَقِّ وَأَنتَ خَيْرُ الْفَاتِحِينَ
[الأعراف :89]
Rabbanaftah baynanaa wa bayna qauminaa bil haqqi wa anta khairul faatihiyn
Wahai Rabb kami, berilah keputusan di antara kami dan kaum kami dengan haq, Engkau adalah sebaik-baik Pemberi keputusan (QS 7:89)
Doa Rabbana #23/40
رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَتَوَفَّنَا مُسْلِمِينَ
[الأعراف :126]
Rabbanaa afrigh 'alaynaa shabran wa tawaffanaa muslimiyna
Wahai Rabb kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan matikanlah kami dalam keadaan muslim (QS 7:126)
Doa Rabbana #24/40
رَبَّنَا لاَ تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِّلْقَوْمِ الظَّالِمِينَ ; وَنَجِّنَا بِرَحْمَتِكَ مِنَ الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
[يونس :85-86]
Rabbanaa laa taj'alnaa fitnatan lilqaumizh zhalimiyn wa najjinaa bi rahmatika minal qaumil kaafiriyn
Wahai Rabb kami, janganlah Engkau timpakan fitnah kepada kami dari kaum yang zhalim dan selamatkanlah kami dengan rahmatmu dari kejahatan kaum kafir (QS 12:85-86)
Doa Rabbana #25/40
رَبَّنَا إِنَّكَ تَعْلَمُ مَا نُخْفِي وَمَا نُعْلِنُ وَمَا يَخْفَى عَلَى اللّهِ مِن شَيْءٍ فَي الأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاء
[إبرهيم :38]
Rabbanaa innaka ta'lamu maa nukfiy wa maa nu'linu wa maa yakhfaa 'alaallaahi min syai'in fil ardi wa laa fiss samaa'
Wahai Rabb kami, sesungguhnya Engkau mengetahui apa yang kami sembunyikan dan apa yang kami tampakkan, dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi bagi Allah, baik yang ada di bumi maupun yang ada di langit (QS 14:38)
Doa Rabbana #26/40
رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاء
[إبرهيم :40]
Rabbanaa wa taqabbal du'aa
Wahai Rabb kami, perkenankanlah doa kami (QS 14:40)
Doa Rabbana #27/40
رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ
[إبرهيم :41]
Rabbanaghfirliy wa liwaalidaiya wa lil mu'miniyna yauma yaquwmul hisaab
Wahai Rabb kami, ampunilah aku dan kedua ibu bapakku dan semua orang beriman pada hari perhitungan (QS 14:41)
Doa Rabbana #28/40
رَبَّنَا آتِنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا
[الكهف :10]
Rabbanaa aatinaa min ladunka rahmatan wa hayyi'lanaa min amrinaa rasyadaa
Wahai Rabb kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisiMU dan sempurnakanlah kepada kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (QS 18:10)
Doa Rabbana #29/40
رَبَّنَا إِنَّنَا نَخَافُ أَن يَفْرُطَ عَلَيْنَا أَوْ أَن يَطْغَى
[طه :45]
Rabbanaa innanaa nakhaafu aiyufratha 'alaynaa auw aiyathgaa
Wahai Rabb kami, sesungguhnya kami khawatir bahwa ia segera menyiksa kami atau bertambah melampaui batas (QS 20:45)
Doa Rabbana #30/40
رَبَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا وَأَنتَ خَيْرُ الرَّاحِمِين
[المؤمنون :109]
Rabbanaa aamanaa faghfirlanaa warhamnaa wa anta khairur raahimiyn
Wahai Rabb kami, kami telah beriman, oleh itu ampunilah dosa kami dan rahmatilah kami, dan sesungguhnya Engkaulah adalah sebaik-baik Pemberi rahmat (QS 23:109)
Doa Rabbana #31/40
رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا إِنَّهَا سَاءتْ مُسْتَقَرًّا وَمُقَامًا
[الفرقان :65-66]
Rabbanashrif 'annaa 'adzaaba jahannama inna 'adzaabahaa kaana gharaamaa innahaa saa-at mustqarran wa muqaamaa
Wahai Rabb kami, jauhkan azab jahannam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal,
itulah seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman.
(QS 25:65-66)
Doa Rabbana #32/40
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
[الفرقان :74]
Rabbanaa hablanaa min azwaajinaa wa dzurriyyaatinaa qurrata a'yunin waj'alnaa lil muttqiyna imaamaa
Wahai Rabb kami, anugrahkanlah kepada kami, isteri-isteri dan keturunan sebagai penyenang hati, dan jadikanlah kami sebagai pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.
Doa Rabbana #33/40
رَبَّنَا لَغَفُورٌ شَكُورٌ
[فاطر :34]
Rabbanaa laghafuwrun syakuwr
Sungguh Rabb kami, Maha Pengampun, Maha Mensyukuri (QS 35:34)
Doa Rabbana #34/40
رَبَّنَا وَسِعْتَ كُلَّ شَيْءٍ رَّحْمَةً وَعِلْمًا فَاغْفِرْ لِلَّذِينَ تَابُوا وَاتَّبَعُوا سَبِيلَكَ وَقِهِمْ عَذَابَ الْجَحِيمِ
[غافر :7]
Rabbanaa wasi'ta kulla syay'in rahmatan wa 'ilman faghfir lilladziyna taabuw wat tabi'uw sabiylaka wa qihim 'adzaabal jahiym
Wahai Rabb kami, meliputi segala sesuatu rahmatMu dan ilmuMu, maka ampunilah setiap orang yang bertaubat dan mengikuti jalan (agama)Mu dan jagalah mereka dari azab neraka (QS 40:7)
Doa Rabbana #35/40
رَبَّنَا وَأَدْخِلْهُمْ جَنَّاتِ عَدْنٍ الَّتِي وَعَدتَّهُم وَمَن صَلَحَ مِنْ آبَائِهِمْ وَأَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ إِنَّكَ أَنتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ وَقِهِمُ السَّيِّئَاتِ وَمَن تَقِ السَّيِّئَاتِ يَوْمَئِذٍ فَقَدْ رَحِمْتَهُ وَذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
[غافر :8-9]
Rabbanaa wa adkhilhum janaati 'adninil latii wa adtahum wa man shalaha min aabaaihim wa azwaajihim wa dzurriyatihim innaka antal 'azizul hakiym waqihimus sayyiaati wa man taqis sayyiaati yaumaidzin fa qad rahimtahu wa dzaalika huwal fauzul 'azhiym
Wahai Rabb kami, masukkanlah mereka ke dalam surga 'Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka, dan orang yang saleh di antara nenek moyang mereka, isteri-isteri dan keturunan mereka. Sungguh Engkaulah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.(QS 40:8-9)
Doa Rabbana #36/40
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِّلَّذِينَ آمَنُوا
[الحشر :10]
Rabbanaaghfir lanaa wa li ikhwaaninal ladziyna sabaquwnaa bil iymaani wa laa taj'al fiy quluwbinaa ghillan lilladziyna aamanuw
Wahai Rabb kami, ampunilah kami dan ampunilah saudara kami yg telah beriman lebih dahulu, dan janganlah Engkau tanamkan kedengkian di dalam hati kami terhadap orang yang beriman. (QS 59:10)
Doa Rabbana #37/40
رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ
[الحشر :10]
Rabbanaa innaka rauwfur rahiym
Wahai Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang (QS 59:10)
Doa Rabbana #38/40
رَّبَّنَا عَلَيْكَ تَوَكَّلْنَا وَإِلَيْكَ أَنَبْنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ
[الممتحنة :4]
Rabbanaa 'alayka tawakkalnaa wa ilayka anabnaa wa ilaykal mashiyr
Wahai Rabb kami, hanya kepada Engkau kami bertawakkal dan hanya kepada Engkau kami bertaubat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali". (QS 60:4)
Doa Rabbana #39/40
رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِّلَّذِينَ كَفَرُوا وَاغْفِرْ لَنَا رَبَّنَا إِنَّكَ أَنتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
[الممتحنة :5]
Rabbanaa laa taj'alnaa fitnatan lilladziyna kafaruw waghfir lanaa rabbanaa innaka antal 'aziyzul hakiym
Wahai Rabb kami, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi orang-orang kafir. Dan ampunilah kami. Wahai Rabb kami, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana". (QS 60:5)
Doa Rabbana #40/40
رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَاغْفِرْ لَنَا إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
[التحريم :8]
Rabbanaa atmim lanaa nuwranaa waghfirlanaa innaka 'alaa kulli syai-in qadiyr.
Wahai Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu". (QS 66:8)
Click here to claim your Sponsored Listing.
Location
Category
Website
Address
Bandung
Opening Hours
| Monday | 07:00 - 08:00 |