Wahana Jaringan Informasi Terpadu (WAJIT)

Wahana Jaringan Informasi Terpadu (WAJIT)

Share

WaJIT (Wahana Jaringan Informasi Terpadu) adalah wadah berkumpulnya praktisi, akademis, dan aktivis

WaJIT adalah wadah berkumpulnya para intelektual muda yang peduli pada nilai-nilai hakiki kesejahteraan masyarakat.

06/08/2019
23/06/2016

*Umatku Polos, Umatku Malang*

Dr. Arief Munandar

Salah satu kesalahan umat Islam sejak dulu adalah polos, buta politik, bahkan alergi dan menarik diri dari politik. Ini adalah warisan konstruksi berpikir kolonial, di mana diset politik itu urusan orang kulit putih, bisnis itu urusan etnis Cina, sedangkan pribumi ya jadi petani, pegawai, atau buruh. Padahal kebijakan yang mengatur arah kehidupan berbangsa dan bernegara ditentukan melalui mekanisme politik.

Coba lihat betapa dahsyatnya permainan politik dan dampaknya. Dampak tersebut menjadi berkali lipat lebih luar biasa karena politik pasti berjalin-berkelindan dengan media.

Seorang Jokowi dalam waktu sangat singkat bisa naik dari Walikota Solo, jadi Gubernur DKI, lalu jadi Presiden. Hampir tidak ada yang mempersoalkan bahwa beliau tidak pernah menyelesaikan masa jabatannya sebagai Walikota dan Gubernur dengan baik. Paralel dengan itu, seorang Ahok bisa melesat dari Bupati Belitung Timur menjadi Wagub DKI, dan kemudian jadi Gubernur di Ibu Kota Negara.

Banyak umat Islam dengan polos melihat dua fenomena di atas sebagai kebetulan. Padahal orang yang belajar politik sedikit saja pasti paham, tidak ada kebetulan dalam politik. Selalu ada agenda, strategi dan skenario di balik setiap peristiwa. Selalu ada _master mind_ di belakang itu semua. Bahkan selalu ada penyandang dana yang berkepentingan memastikan bahwa dampak peristiwa poltik tersebut memberikan _benefit_ yang lebih besar ketimbang _cost_ yang dikeluarkan.

Sama naifnya kalau kita menganggap bahwa kebetulan Ade Komarudin menggantikan Setya Novanto yang terjerat kasus korupsi sebagai Ketua DPR RI. Lalu Setya Novanto, yang saat berkunjung ke AS hadir di kampanye Donald Trump, malah terpilih jadi Ketum Golkar. Apa mungkin Setya Novanto bisa jadi pucuk pimpinan Partai Beringin tanpa campur tangan Ical? Ohya, jangan lupa, Donald Trump adalah kandidat Presiden AS yang terkenal sangat anti Islam. Salah satu gagasan dalam kampanyenya adalah melarang masuknya muslim ke negara Paman Sam.

Cerita tidak berhenti di situ. Tak lama setelah Setya Novanto jadi bos Golkar, partai warisan Orba ini langsung menyatakan dukungan kepada Ahok untuk kembali menjadi DKI Satu, menyusul Nasdem dan Hanura yang sudah lebih dahulu menyorongkan dukungan.

Kelanjutannya kita semua sudah mahfum. Tindakan Ahok menggusur ribuan warga marjinal di Jakarta tidak pernah disorot media. Demikian p**a dugaan korupsi dalam kasus pembelian lahan RS Sumber Waras tidak 'dikuliti' dengan antusias oleh para jurnalis.

Sebaliknya, kasus kecil razia Satpol PP terhadap seorang pedagang di Serang yang membuka warung di siang hari bulan Ramadhan diblow-up media dengan gegap gempita, dengan _angel_ yang menyudutkan umat Islam. Padahal Satpol PP hanya menegakkan Perda yang sudah bertahun-tahun berlaku di Serang, sebuah wilayah dengan 95% warga muslim. Kacaunya, Presiden dengan sangat patriotik menyumbang 10 juta untuk si pedagang. Bahkan para netizen menggalang dana hingga 130 juta sebagai wujud simpati.

Mengapa misalnya Jokowi tidak menyumbang dan para netizen tidak menggalang dana simpati yang sedemikian signifikan untuk para korban penggusuran Ahok? Apakah karena para warga marjinal itu melanggar Perda mengenai tata ruang sebagaimana selama ini didalihkan Ahok? Kalau begitu sama saja _bro_! Pedagang di Serang itu dirazia Satpol PP karena melanggar Perda yang mengatur jam buka gerai makanan selama Ramadhan.

Coba tengok bagaimana gegap gempitanya pemberitaan bahwa KPK menyatakan kasus RS Sumber Waras bebas dari korupsi, padahal BPK sebelumnya nyata-nyata mengindikasikan kerugian negara ratusan milyar dalam kasus ini. Sebaliknya, rentetan penggusuran yang dilakukan Ahok sepi-sepi saja di media. Kok bisa? Kebetulan? Pastinya tidak. Silakan lihat siapa bos besar di balik media-media kita.

Jadi kalau kita melihat banyak Perda bernuansa syariah dilucuti oleh regim Jokowi, itu _mah_ lumrah. Justru aneh kalau tidak begitu. Mungkin masih banyak yang belum _ngeh_ ba

25/11/2015

Yayasan Wahana Jaringan Informasi Terpadu (WaJIT)
Rides Integrated Information Network Foundation
-----------------------------------
Pembina :
1. Haris Bunyamin : Ketua
2. DR. Yudi Mulyadi, MP : Sekretaris
3. Ir. Rachmat Hidayat : Anggota
4. Ir. Wahyu Sulaeman : Anggota
5. Kustiwa Kartawiria : Anggota
6. Isak Mahmudin, S.Pd : Anggota
7. Aep Nurdin, M.Si. Anggota
8. Dadang Z. Sudrajat : Anggota
9. Ir. Wendi Wardanie,MM : Anggota
10. DR. Ing Dadang F. : Anggota
11. B. Fathurokhman ST : Anggota
12. Ujang Rohman, M.Ag : Anggota
13. Bahrudin Dibrata S.Sos : Anggot
14. DR. Masri M.Sc : Anggota
15. Asep Setiawan : Anggota
16. Lili Muslihat : Anggota
17. Agus Hasbulloh : Anggota
18. H. Papa Mustopa : Anggota
19. M. Ikhsan, MT. : Anggota
20. Drs. Agus Isak : Anggota
21. Lukman Hidayat : Anggota
22. Asep Miftah S. S.Ag : Anggota
23. Yayat Hidayat S.Ag. Anggota
24. Suhendar, S.Pd.I : Anggota
25. M. Dudi Mulyadi : Anggota

Pengawas :
1. Deni Rusdiana, SH.MM : Ketua
2. Kartiwa Kartawiria : Sekretaris
3. Dadan Dania : Anggota
4. Atep Nurfalah : Anggota
5. Ima Suherman : Anggota

Pengurus :
Ketua Umum : Ir. Soleh Abdurahman M.Si
Ketua I : Deni Nursyaamsi, M.Ag.
Ketua II : Andriawan
Sekjen : Drs. Zaki Z. �Zulfikar
Sekretaris I : Dede Remandani S.Psi. MM.
Sekretaris II : Dadan Saefudin S.Ag.S.Sos
Bendahara : Asep Muklyana
Wk Bendahara : Yuniar S.Pd.

21/11/2015

Undangan Wahana Jaringan Informasi Terpadu (WaJIT) / Rides Integrated Information Network
-----------------------------------

Assalamu Alaikum Wr.Wb.
Diberitahukan dengan hormat kepada seluruh Anggota dan Simpatisan WaJIT, bahwa besok akan dilaksanakan rapat untuk persiapan Musyawarah Besar.
Maka untuk itu diharap hadir pada :
Hari/tanggal : Minggu, 22 Nopember 2015
Waktu : 09.00 sd selesai
Tempat : Rumah Bapa Agus Somad Saar Mutiara Pesantren Nurul Falah desa Karangtanjung Cililin KBB
Agenda Acara :
1. Perumusan Anggaran Dasar untuk mendapatkan Badan Hukum dari Kemenkumham RI melalui Notaris.
2. Revitalisasi melalui Pengukuhan Dewan Pembina, Badan Pengawas dan Badan Pengurus.
3. Reinventarisasi dan Rekomendasi Agenda-agenda Prioritas.
Demikian, diharapkan hadir pada waktunya, terima kasih.

Cililin, 21 Nop 2015
Atas nama Pendiri,

HARIS BUNYAMIN

16/08/2015

Inalillahi wainailahi rojiun.
Parantos mulih ka jati mulang ka asal dipundut kunu rahayu Bapa K.H. Fachru ramana Bapa Ade Sulaiman pimpinan pondok Pesantren Salafiah Batujajar tadi tabuh 14.40 di Batujajar Insya Allah enjing-enjing di Makam keluarga mugia sagala amal baikna ditampi ku Allah SWT. Amiin YRA

06/10/2014

Benarkah seperti ini rencana susunan Kabinet JKW-JK ...

1.Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Nasional: Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso
2.Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia: Dahlan Iskan
3.Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat: Andrinof Chaniago
Kementerian
1.Menteri Kementerian Dalam Negeri: Pratikno
2.Menteri Luar Negeri: Marty Natalegawa
3.Menteri Pertahanan: Jenderal TNI (Purn) Budiman
4.Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia: Artidjo Alkostar
5.Menteri Keuangan: Rini Mariani Soemarno
6.Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral: Kurtubi
7.Menteri Perindustrian: Rachmat Gobel
8.Menteri Perdagangan: Indonesia Faisal Basri
9.Menteri Kehutanan: Hariadi Kartodiharjo
10.Menteri Transportasi: Bambang Susantono
11.Menteri Maritim: Rokhmin Danuri
12.Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi: Khofifah Indar Parawangsa
13.Menteri Infrastruktur: Ilham Akbar Habibie
14.Menteri Kesehatan: Fahmi Idris
15.Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah: Muhammad Anis
16.Menteri Sosial: Rieke Diah Pitaloka
17.Menteri Pariwisata: Anak Agung Gede Ngurah Puspa Yoga
18.Menteri Komunikas dan Informatika: Narliswandi Piliang
19.Menteri Sekretariat Negara: Tjahjo Kumolo
20.Menteri Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi: Akhmaloka
21.Menteri Koperasi dan Usaha Kecil, Menengah dan Ekonomi Kreatif: Soetrisno Bachir
22.Menteri Lingkungan Hidup: Tri Rismaharini
23.Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: Eva Kusuma Sundari
24. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi: Eko Prasojo
25.Menteri Pemberdayaan Desa: Fadel Muhammad
26.Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional: Aviliani
27.Menteri Badan Usaha Milik Negara: Said Didu
28.Menteri Perumahan Rakyat: Renald Kasali
29.Menteri Pemuda dan Olahraga: Maruarar Sirait
30.Menteri Agraria: Marwan Ja’Far
31.Menteri Kedaulatan Pangan: Herry Suhardiyanto
32.Menteri Haji, Zakat dan Wakaf: Azyumardi Azra
33. Sekretaris Kabinet: Anies Baswedan
34. Jaksa Agung: Bambang Widjojanto

Source : Kabar24.com
Editor : Wahyu Darmawan

Photos 18/08/2014

SENIN, 18 AGUSTUS 2014 | 05:09 WIB
Rp 3 Miliar untuk Ekskavasi Gunung Padang
TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhammad Nuh mengatakan, pemerintah akan mengalokasikan Rp 3 miliar untuk ekskavasi Situs Megalitikum Gunung Padang. "Untuk membuka lapisan pembersihan," ujarnya pada Ahad, 17 Agustus 2014 di Gedung Kemendikbud, Sudirman, Jakarta Pusat.

Sejak 2012 lalu, Situ Gunung Padang yang terletak di perbatasan Dusun Gunungpadang dan Panggulan, Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur ini telah menjadi lahan riset ahli geologi dan arkeologi. Di kawasan seluas 3 hektare itu, diduga terdapat kompleks punden berundak terbesar di Asia Tenggara.

Saat ini, menurut Nuh, tahap pertama riset tersebut sudah selesai, dan mulai memasuki tahap kedua yaitu pembersihan situs. Kemendikbud akan bekerjasama dengan TNI AD untuk tahap pembersihan ini. "Karena mereka yang punya tenaga dan alat untuk membersihkan lahan tersebut," tutur nih.

Nuh berharap tahap ini dapat selesai pada Oktober mendatang, saat presiden akan mengunjungi Gunung Padang. Seusai pembersihan, situs megalitikum yang terletak di kawasan Cianjur ini akan dikembangkan sebagai kawasan wisata.

Proses tersebut diperkirakan akan selesai sekitar empat atau lima tahun ke depan. "Tentu kami akan membangun daerah di sekitarnya juga. Nanti kerjasama dengan Kementerian Pekerjaan Umum juga Energi dan Sumber Daya Mineral," kata Nuh.

17/08/2014

Undangan Pembentukan :
FORUM PEMBANGUNAN BANDUNG BARAT SELATAN (FP-BBS)

Kepada
YTH. Bapak Ibu
seluruh Elemen / Tokoh
Bandung Barat Selatan
Di -
T E M P A T

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُاللهِ وَبَرَكَاتُهُ
(Ass.wr.wb.)
Sehubungan dengan telah beberkali mengadakan kegiatan dan pertemuan berbagai elemen masyarakat yang ada di Wilayah Bandung Barat Selatan, dan sudah 1 (satu) kali melakukan Aduedensi ke DPRD KBB maka dengan itu kami mengundang seluruh Elemen/Tokoh masyakata wilayah selatan untuk hadir pada :
Hari/Tanggal. : Selasa, 19 Agustus 2014
Waktu. : 13.00 sd selesai
Tempat. : Balai Desa Cicangkanggirang
Kegiatan. : Acara Pembentukan Forum Pembangunan Bandung Barat Selatan
Demikian atas kehadiran Bapak/Ibu di Ucapkan terima kasih...

Sindangkerta, 17 Agustus 2014
Pengundang,

Haris Bunyamin - Kustiwa Kartawiria

Photos 17/08/2014

MERDEKA atau TERJAJAH
---------------------

menjelang detik2 proklamasi
kami hadirkan sebuah reflekasi
Atas sebuah perayaan HUTRI tak bervisi
Atas potret kemerdekaanku di esok hari

Merdeka berarti kebebasan
Bebas menentukan nasib kedepan
Bebas menyusun kebijakan
Bebas tanpa intervensi dan tekanan

Terjajah berarti terbelenggu
Terbelenggu oleh ketamakan hawa nafsu
Terbelenggu oleh bujuk rayu
Terbelenggu kebijakan tipu menipu

Merdeka seharusnya kita mandiri
berdiri di atas kaki sendiri
tidak jd kacung mafia2 luar negeri
tidak berhutang dan menjadi bangsa kelas teri

Terjajah adalah tak berdaya
Tak berdaya atas inervensi memperdaya
Bertekuk lutut atas hegemoni sang adikuasa
Satu persatu kau jual aset negara

Merdeka adalah suara yg lantang
tak gentar berani menantang
Walau musuh berduyun2 datang
Siap perang jika kita diserang

Terjajah artinya kita dilecehkan
tapal batas negara berkurang secara perlahan
Punya presiden jd bahan olokan
Rakyatnyapun jadi sapi perahan

Merdeka sejatinya berwibawa
Disegani lawan dihormati tetangga
Tidak tunduk pada siapapun juga
Tidak menyerah meski berkorban nyawa

tapi disinilah kita dilahirkan
Di negara dg sejuta intervensi dan tekanan
Terbelenggu oleh perjanjia2 yg merugikan
Terpenjara oleh kebijakan2 yg menyengsarakan

Wahai segenap anak bangsa
Nampaknya kita blm sepenuhnya merdeka
Sumberdaya alam dirampok kita tak berdaya
kita cukup saja dihibur dengan aneka lomba
Ya cukup itu saja
Kami rakyat kecil sdh merasa bahagia
Merasa merdeka hanya di tanggal 17 saja
Esoknya kami bingung hrs berbuat apa
Melihat negara tak berdaya
Atas hegemoni sang adikuasa

Paling tidak kami masih sanggup berteriak

MERDEKA !!!

16/08/2014

Ini Sanksi untuk KPU Bila Terbukti Melanggar Aturan
Sabtu, 16 Agustus 2014 - 00:03 wib
Qur'anul Hidayat - Okezone
Ketua DKPP, Jimly Asshiddiqie enlarge this image
JAKARTA - Sidang kode etik Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) sudah selesai. Keputusannya baru diketahui pada 21 atau 22 Agustus. Ketua DKPP, Jimly Asshiddiqie, menyebut ada dua jenis sanksi bagi KPU bila terbukti melanggar.
"Sanksinya kalau terbukti ada dua macam, yakni pemberhentian dan peringatan," kata Jimly usai sidang DKPP di Gedung Kementerian Agama, Jalan MH. Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (15/8/2014).
Jika pelanggaran dinilai berat, lanjutnya, maka pemberhentian secara tetap tidak bisa ditawar lagi. Jimly pun berharap kepada siapa pun yang diberhentikan tidak marah dan berkecil hati.
"Tujuan peradilan etik bukan menyakiti, tapi menjaga kehormatan dari institusi biar yang lain bisa meneruskan pekerjaan," bebernya.
Jika pelanggaran yang dilakukan tidak terlalu berat, maka kepada pihak terkait akan diberikan peringatan, mulai dari yang ringan sampai peringatan keras.
"Ini pendidikan jangan dilakukan lagi, kita harus memperbaiki cara kerja, mutu pemilu bukan hanya secara prosedural tapi juga beretika," jelasnya.
Pihak teradu yang kemudian tidak terbukti melakukan pelanggaran, maka akan mendapatkan rehabilitasi untuk memperbaiki nama baik di masyarakat.

Want your school to be the top-listed School/college in Bandung?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Telephone

Address


Gedung Palaguna Jalan Dalem Kaum Bandung
Bandung