prinsip_id

prinsip_id

Share

Berilmu sebelum beramal. Mari jadi #temanbertumbuh dan #insanpembelajar yang #produktif. Allah tida

Photos from prinsip_id's post 08/06/2024

Dari pengalaman kalian, hal apa sih yang sebaiknya kalian ketahui sebelum menikah?

Sharing yuk… Tag pasangan kalian
Nggak usah banyak-banyak, satu hal aja yang menurut kalian paling berkesan.

Photos from prinsip_id's post 18/06/2023

Sunatullah dalam kehidupan ini jika disimpulkan secara sederhana bisa dirangkum dalam beberapa kalimat.

Jika ingin mendapatkan kehidupan yg sulit, maka ambillah dari sekarang pilihan-pilahn yg mudah. Scrolling reels, tiktok, tidur malas-malasan. Maka insyaAllah kehidupan sulit dimasa yg akan datang sudah siap menanti.

Jika ingin mendapatkan kehidupan yg mudah di kemudian hari, maka ambilah pilihan-pilihan sulit, sekarang. Gunakan waktu luang untuk belajar, berkumpul dengan orang-orang soleh, ikut bootcamp pra nikah yg jdwalnya weekend. InsyaAllah kesulitan yg datang di kemudian hari tidak akan begitu sulit dihadapi, karena kita sudah mempersiapkan diri.

Yuk, daftar PMC batch 8, persiapkan diri menuju pernikahan. Klik link pda BIO!

Hastag:

Photos from prinsip_id's post 27/05/2023

Sudah siapkan untuk mengikuti PMC batch 8?
Di kelas ini akan ada kelas rutin dengan total sebanyak 16 pertemuan dan 14 pertemuan bersama fasilitator yang pakar dibidangnya.

Daftarkan dirimu segera!
bit.ly/DaftarPMC8 (klik link pada BIO!)

Narahubung: 0857-5911-7177 (Minsip)

Photos from prinsip_id's post 18/05/2023

Ada satu hal yang mengkhawatirkan dari data BPS tentang nikah, talak, dan cerai. Angkanya cukup besar dan terus meningkat. Salah satu cara menurunkan angka tersebut yakni dengan mencegahnya agar kita tidak sampai mengalaminya.⁣
_⁣
Follow 👉🏿 ⁣
Follow 👉🏿 ⁣
Follow 👉🏿 ⁣

Yuk, siapkan pernikahan dan belajar bareng ahlinya di program PMC batch 8.
RESCHEDULE; pelaksanaan: 09 Juli - 10 September 2023

Segera daftarkan dirimu!!
Dapatkan harga promo - Klik link di bio.

Hastag:           

Photos from prinsip_id's post 11/05/2023

Jangan sampai kamu menikah karena terlanjur saja. Terlanjur karena ‘tak berilmu dalam prosesnya, terpaksa oleh hawa nafsunya, atau terlanjur karena hal-hal subjektif lainnya.⁣

Aduhai, kalau sudah cinta mau bagaimana lagi? Yuk diskusi.⁣

11/05/2023

“Sedikit sekali rumah tangga yang dibangun atas dasar cinta,”

Khalifah Umar, Suatu Hari...

Oleh Amar Ar Risalah
03/05/2023

Suatu hari, ada orang bernama Ibnu Abi Udzrah, yang terkenal kasar. Ia kerap kawin cerai, karena memaksa istrinya jujur sedang benci atau sayang pada suaminya.

Ucapan itu, harus disertai sumpah atas nama Allah. Suatu ketika, ada istrinya yang mengadu pada Khalifah Umar.

Maka, demi menyelamatkan rumah tangga mereka, Umar, membolehkan istrinya berdusta.

Umar, menurut Syaikh Yusuf Al-Qardhawi, berpegang pada hadits Rasulullah ﷺ, tentang bolehnya berdusta pada 3 hal.

Salah satunya, dalam hal suami istri, untuk menjaga keutuhan rumah tangga.

Di sinilah, Umar berkata: sedikit sekali rumah tangga yang dibangun atas dasar cinta, melainkan, atas dasar keislaman dan tanggungjawab.

Bagaimana maksudnya?

Pertama. Jangankan cinta kepada manusia. Iman saja, naik dan turun. Orang bisa sangat cinta pada pasangannya, tapi juga sangat benci.

Tapi dia tak boleh berumah tangga dengan menuruti perasaan impulsif itu. Dia harus punya batas tanggungjawab:

Ketika rasa cinta pudar baik karena usia, atau banyak hal, dia tetap punya tanggungjawab kepada Allah.

Suatu saat, ketika usia pernikahanmu sudah lima, tujuh, sembilan tahun:

Kita akan mengerti bahwa cinta benar bisa menguap seperti embun di pagi hari. Atau seperti bekas hujan kemarin yang hilang hari ini sudah hilang.

Rumah tangga ternyata hanya lestari, kalau dibangun atas dasar ilmu keislaman, dan tasa tanggungjawab!

Kenapa begitu?

Sebab utuhnya rumah tangga, disukai Allah. Sedangkan perceraian karena masalah sepele, disukai setan.

Sekadar berkata, “masakanmu enak,” padahal tidak, atau “kau amat tampan”padahal sebaliknya, termasuk kebohongan rumah tangga dalam hal ini.

Tujuannya, adalah keutuhan dan kebahagiaan rumah tangga.

Sumber:
https://www.al-qardhawi.net/node/3937

Sudah dibukukan dan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia berjudul:
Fatawa Al-Qardhawi

Notes:
Asyik kalau belajar rumah tangga itu pakai penjelasan para ulama, bukan sebatas dengarkan satu dua kajian yang dipotong di media sosial.

www.al-qardhawi.net

09/05/2023

“SUAMIKU, MEMUKULKU!”
KISAH PEREMPUAN PERTAMA YANG AJUKAN CERAI DALAM ISLAM

Oleh Amar Ar Risalah

Dengan hati yang pecah berantakan, seorang perempuan bergegas ke rumah Rasulullah ﷺ.

Hari masih gelap. Subuh belum menyapa lama. Jilbab dan cadarnya yang panjang, menyembunyikan wajahnya yang sembap akibat pertengkaran semalam.

Ia mengucap salam di depan pintu rumah Nabi ﷺ. “ Siapa ini?” tanya sang Nabi.

Apa yang dialaminya semalam, bukanlah hal yang sederhana. Dengan jelas ia menjawab: “Aku Habibah binti sahl!” katanya.

Habibah? Batin Rasul ﷺ, sebab beliau mengetahui bahwa Habibah, adalah istri dari seorang sahabat dekatnya, Tsabit bin Qais.

“Mulai hari ini,” Kata Habibah, “tak ada apa-apa lagi antara aku dan Tsabit!”

Perempuan belia itu, mengumpulkan seluruh keberaniannya. Biarlah ia mendobrak tradisi ini. Sebab bagi bangsa Arab saat itu, tidak pernah ada perempuan berani-beraninya ajukan cerai kepada suami.

Sezalim apapun suamimum, seakan-akan, taat saja! Istri tidak berhak meminta pisah!

Tapi Habibah tak peduli. “Tsabit memukulku!” katanya.

Rasulullah ﷺ amat kaget. Pernyataan Habibah begitu menakjubkan. Sahabat, sebab, dialah perempuan pertama dalam sejarah Islam, yang berani menggugat cerai suaminya!.

Tapi kekagetan Rasul ﷺ itu segera disusul oleh kedatangan Tsabit, yang segera menemui istrinya.

Habibah, masihlah sangat muda. Mungkin masih belasan tahun p**a umurnya.

Sahabat, kisah ini, ternyata diakhiri dengan diterimanya gugatan cerai Habibah oleh Rasulullah ﷺ. Gugatan ini, maknanya benar-benar luar biasa:

Habibah membuat para muslimah mendapat teladan, bahwa kezaliman suami, pada suatu titik, yang boleh kau adukan pada Hakim, dan kau boleh minta bercerai!

Rasul ﷺ sama sekali tidak memberinya julukan Istri durhaka atau berkata: “taatlah pada suami!”

Hari itu, Rasulullah ﷺ langsung memerintahkan Habibah mengembalikan maharnya kepada Tsabit. Rumah tangga mereka, berakhirlah.

Hal ini juga menegaskan, sahabat, bahwa perangai kasar dari lelaki, yang berakibat pada luka fisik pemukulan:

Adalah sebuah redflag. Rasul ﷺ, membenarkan gugatan Habibah yang dipukul suaminya!

Kisah Habibah binti Sahl, dikutip oleh Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam kitab Al-Ishabah halaman 81-82, dari Musnad Ad-Darimi. Beliau radhiallahu ‘anhu tertulis sebagai shahabiyah nomor 11.032. Ini menakjubkan, bayangkan seorang hidup 1450 tahun lalu, tapi 11 ribu lebih sahabatnya, kita tahu kisahnya!

Kisah ini, setidaknya mengandung dua pesan:

Pertama, Islam benar-benar membebaskan perempuan dalam rumah tangga dari kezaliman suami.

Jangan sampai kezaliman suami dalam hal nafkah, atau dalam kisah ini perangai kasar, masih dibenarkan dengan alasan: Taatlah pada suamimu!

Kedua. Hal ini juga menjadi garis bawah untuk para lelaki.

Jangan kasar, jangan memukul Istri apapun alasannya.

Pemukulan suami kepada istri, dalam kisah ini, sudah cukup oleh Rasul ﷺ untuk dianggap sebagai alasan menerima gugatan cerai!

Ayo, perangai, perangai, perangai!

Banyak lelaki yang mau menikah dengan alasan hindari zina, tapi lupa memperhalus perangainya, lupa mengikat tangannya sendiri:

Agar tak sakiti perempuan!

26/03/2023

💖 Akhirnya PRE MARRIAGE CLASS Batch 8 yang dinanti-nanti pun dibuka kembali! 💖

Tak terasa Syawal kembali akan datang, bulan spesial dimana ada banyak pasangan yang akan menggenapkan diri, atau single stronger yang ditanya 'kapan nikah?'

Tapi nikah gak sebercanda itu loh, Prinsiple! Butuh ilmu dan kesiapan yang matang agar harapannya dapat dijalani dengan tidak meraba-raba karena minimal sudah pernah belajar.

Inilah saat yang tepat Prinsiple untuk ambil aksi di PMC Batch 8! 🎉

Di kelas ini Prinsiple bisa mendapatkan ilmu yang dibutuhkan untuk menyiapkan diri saat menjemput si dia, dan mendapat panduan akan kebutuhan pasca berumah tangga. Mulai dari memperbaiki mindset tentang jodoh dan pernikahan, psikologis diri, finansial, kesehatan, fiqh, dan juga hal syar'i lain yang berkaitan dengan pernikahan. Lebih serunya lagi, Prinsiple tidak akan sendiri karena dalam proses belajar nantinya Prinsiple akan didampingi fasilitator praktisi sesuai dengan materi yang dipelajari. Bisa bebas bertanya deh ✨

>> Khusus AKHIR BULAN, HARGA PRE ORDER INI UNTUKMU!

Photos from prinsip_id's post 07/02/2023

[Future Wife and Mom Preparation Batch 3]

"Berkeluarga sebagai suami istri atau berkeluarga dalam dakwah itu tidak menjanjikan kepuasan, tapi pasti memberikan keberkahan bagi yang bersabar."
-Ust. Oemar Mita, Lc-

Halo Prinsiple! 🤗

Dalam rangka mewujudkan keluarga yang dirahmati Allah SWT dengan mempersiapkan calon istri & ibu salihah, sehat mental, bahagia, dan berdaya maka dengan ini Mommischology mempersembahkan 👇

❤️ Future Wife and Mom Preparation (FWMP) ❤️ Intensive Class Batch 3, yang insyaAllah akan dilaksanakan pada:

📆18 Februari - 25 Maret 2023
⏰Setiap Sabtu dan Ahad
💻Zoominar dan WhatsApp Class

Menghadirkan berbagai narasumber baik dari dalam maupun luar Mommischology yang insyaAllah pengalaman dibidangnya ✨

📚 Materi yang akan dipelajari
Islamic Family • Psychological • Self Development • Marriage Life • Financial Planning • Medical Preparation • Pregnancy & Delivery • Parenting

🎉 Gimana caranya ikut FWMP Intensive Class Batch 3? 🎉
1️. Transfer Investasi ke Rek Mommischology BSI 9698346380 a.n Amrina Husna Salimah

Early Bird (4-8 Februari 2023) --> Rp125.000
Reguler (9-17 Februari 2023) --> Rp150.000

2️. Isi form pendaftaran di bit.ly/FWMP_3 dan submit, kemudian terhubung ke WA Admin Mommischology

3️. Konfirmasi dan kirim bukti transfer ke Admin Mommischology dengan format (Nama Lengkap_EB/REG)

4️. InsyaAllah jika sudah terdaftar dan konfirmasi, akan diinvite di Grup WA oleh Admin Mommischology

📲 Konfirmasi dan info lebih lanjut atau DM ke

Jangan sampai ketinggalan ya!




21/01/2022

Satu Bulan Pernikahan vs 5 Bulan Pernikahan

Sebelum menikah penilaian kita pada pasangan dipenuhi dengan ekspektasi dan harapan.

Awalnya hanya melihat dari cv taaruf atau mendengar dari orang terdekat. Kalau pun sudah kenal sebelumnya, kita belum benar-benar tahu sifat aslinya.

Namun setelah akad, kita mulai melihat secara langsung bagaimana sikap, cara kontrol emosi, dan responnya terhadap masalah.

Di bulan pertama pernikahan, serasa honeymoon terpanjang. Karena pasangan akan sangat excited untuk mengenal kita.

Bahkan mungkin di bulan pertama ini jarang sekali terjadi konflik. Pasangan masih sabar dengan cemberutnya istri, begitupun sebaliknya.

Beberapa bulan kemudian, percayalah prinsiple cobaan itu mulai hadir dalam bentuk apapun.

Ada yang diuji dengan 'penemuan baru' dari sikap dan respon pasangan. Bahkan diluar ekspektasi kita.

Biasanya konflik di 5 bulan Pernikahan timbul karena adanya perbedaan standar dalam menjalankan rumah tangga dan adanya harapan/ekspektasi dari pasangan.

Maka prinsiple, menikah itu tidak seperti di film-film atau linimasa medsos para selebgram. Rumah tangga itu ibarat roller coaster, ada naik dan turunnya.

Tapi seberat apapun nanti masalah yang muncul, jangan pernah menghindar dan ajak pasangan berkomunikasi. Karena dari situlah kita akan bertumbuh.

Jika sebelum menikah kita memilah dan memilih sebaik mungkin orang yang akan menjadi pasangan kita, maka setelah menikah kita akan menerima atas apa yang telah kita pilih, apa adanya dia.

Akan selalu ada hal-hal baru yang kita temukan darinya, bahkan dari diri kita sendiri.

Prinsip Indonesia

_
hastag:

20/01/2022

Saat Kau Takut Untuk Menikah

Ketika mendengar dan melihat bagaimana pernikahan orang sekitar kita berlangsung, ada saja cerita yang membuat kita bertanya pada diri sendiri, "Apakah aku siap untuk menikah?"

"Menikah seberat itu ya?"

"Aku tidak ingin menikah saat ini."

Dan sederet pernyataan lain.

Mereka bercerita tentang kekecewaan, kemarahan, pengkhianatan. Bahkan mungkin, kamu menyaksikan langsung pertengkaran dari kedua orangtua mu?

Semua kesaksian itu menumbuhkan rasa takut untuk menikah. Menumbuhkan rasa trauma untuk masuk ke kehidupan calon pasangan.

Tak hanya kisah-kisah sedih seputar menikah yang membuat takut untuk melangkah ke jenjang pernikahan.

Adanya ketakutan tentang kesanggupan menafkahi keluarga, terjadi secara umum pada laki-laki.

Belum lagi, adanya perasaan bahwa setelah menikah Ia tak lagi bebas sama seperti saat single dulu. Ia belum sanggup memikul tanggung jawab besar.

Sebenarnya adanya rasa takut untuk menikah salah satu tanda ketidaksiapan untuk menikah. Maka sahabat prinsip, tarik nafas dan ambil jeda untuk memulihkan rasa itu dan persiapkan diri.

Ambil wudhu, dan tumpahkan rasa takut itu pada Allah. Ceritakan semuanya tanpa terkecuali, doakan kebaikan untuk dirimu.

Kita punya peluang untuk bahagia dan kita harus percaya bahwa menikah bukan untuk mencari bahagia.

Selanjutnya cobalah untuk berkunjung dan mendengarkan cerita rumah tangga yang punya kisah positif. Tanyakan dan dengarkan kisahnya, semoga bisa mengubah sudut pandang mu seputar pernikahan.

Perlu diingat, semua orang tak sama. Tidak mengeneralisir kisah pernikahan tersebut ke semua orang adalah cara meredakan rasa takutmu.

Setelah itu sahabat, datangi kajian atau seminar seputar pernikahan untuk mempersiapkan mental, fisik, ruhiyah mu menyambut ia sang pendamping hidup.

Kadang apa yang ada dipikiran kita, apa yang kita takuti tidak benar-benar terjadi di dunia nyata. Maka worryless, perbanyak mengingat Allah dan ilmu.

Want your school to be the top-listed School/college in Bandung?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Telephone

Address


Jalan Raya Al Jawami
Bandung
40134

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00
Saturday 11:00 - 16:00
Sunday 11:00 - 16:00