Agrarian Resource Center

Call Directions Website Contact the school

Agrarian Resource Center A social and agrarian research institute attempts to contribute with the latest critical agrarian studies in Indonesia

Pada rangkaian Batjaan Liar berikutnya, Syahrin Shafa Akhsania akan membahas esai yang berjudul “Why the ‘Haves’ Come Ou...
19/08/2026

Pada rangkaian Batjaan Liar berikutnya, Syahrin Shafa Akhsania akan membahas esai yang berjudul “Why the ‘Haves’ Come Out Ahead: Speculations on the Limits of Legal Change” karya Marc Galanter, seorang ahli hukum dari Amerika Serikat. Dalam esai tersebut, Galanter mempertanyakan sejauh mana hukum dapat mendatangkan perubahan sosial. Ia memberikan argumen tentang bagaimana upaya-upaya litigasi cenderung memenangkan kaum berpunya (“The Haves”) berkat aturan main dan aktor pemain di pengadilan serta proses reproduksi relasi sosial yang dirancang sebagai infrastruktur yang akan senantiasa memenangkan mereka.

Lantas, bagaimana posisi bagi kaum tidak-berpunya (“The Have-nots”)? Seperti apa—kalau ada—harapan kemenangan bagi mereka? Bagaimana kita harus memposisikan sistem hukum dalam upaya menuju perubahan sosial?

Simak selengkapnya pada seri diskusi Batjaan Liar #18

📆 Kamis, 20 Agustus 2026
🕛 16.00 — selesai
📍Sekretariat Agrarian Resource Center, Jalan Ski Air no 20, Arcamanik.

Pembangunan infrastruktur kerap hadir dengan janji pertumbuhan ekonomi, modernisasi, dan kesejahteraan. Namun bagaimana ...
13/08/2026

Pembangunan infrastruktur kerap hadir dengan janji pertumbuhan ekonomi, modernisasi, dan kesejahteraan. Namun bagaimana sebetulnya yang terjadi ketika pembangunan merangsek masuk ke wilayah pedesaan? Siapa yang sesungguhnya diuntungkan? Siapa yang harus kehilangan tanah, pekerjaan, serta sumber penghidupannya?

Dengan menggunakan perspektif kelas, Wida menunjukkan bahwa petani bukanlah kelompok yang homogen. Sebelum maupun setelah pembangunan bandara, masyarakat telah terbagi dalam berbagai posisi kelas berdasarkan kepemilikan alat produksi dan relasi produksi: mulai dari petani kapitalis, petani P*P, hingga buruh tani. Kehadiran pembangunan kemudian menghasilkan konsekuensi yang berbeda bagi masing-masing kelompok.

Ganti rugi tanah misalnya, tidak serta-merta berarti kesejahteraan bagi semua. Bagi sebagian kelompok, pembangunan dapat menjadi kesempatan untuk mengakumulasi kekayaan. Bagi kelompok lain kehilangan lahan justru mempercepat proses proletarisasi.

Simak selengkapnya pada seri diskusi Batjaan Liar #17

📆 Jumat, 14 Agustus 2026
🕛 16.00 — selesai
📍Sekretariat Agrarian Resource Center, Jalan Ski Air no 20, Arcamanik.

Terbuka untuk umum!
Luring dan daring

Turba baik sebagai pengetahuan tentang produksi kebudayaan, maupun sebagai praktik produksi pengetahuan, sudah tidak dik...
11/08/2026

Turba baik sebagai pengetahuan tentang produksi kebudayaan, maupun sebagai praktik produksi pengetahuan, sudah tidak dikenal secara formal dalam pendidikan seni dan sastra di Indonesia pasca Genosida 1965.

Akibatnya, kesenian dan kesusastraan Indonesia saat ini akhirnya cenderung terpisah dari kehidupan materil dan dinamikanya—singkatnya apolitis, asosial, dan ahistoris.

Hal tersebut semakin parah di Jawa Barat, karena basis pekerja kebudayaan progresif yang tidak sekuat provinsi lain serta anggapan sedikitnya korban Genosida dalam wilayahnya.

Dalam keadaan seperti ini, apalagi semakin menguatnya propaganda dehumanisasi terhadap gerakan progresif sebelum 1965, penting untuk melihat kembali bagaimana praktik turba dan dinamika dalam prosesnya

Simak selengkapnya pada seri diskusi Batjaan Liar #16

‎🗓️ 12 Agustus 2026
‎🕛 15:30 WIB
‎📍 Sekretariat Agrarian Resource Center. Jalan Ski Air 20, Arcamanik.

Terbuka untuk umum!
Luring dan daring

Nantikan Seri Diskusi Batjaan Liar di bulan Agustus ini!Terbuka untuk umumLuring dan daring
10/08/2026

Nantikan Seri Diskusi Batjaan Liar di bulan Agustus ini!

Terbuka untuk umum
Luring dan daring

‎Film ini menceritakan perjuangan pejuang lingkungan Chico Mendes bersama masyarakat lokal dalam mempertahankan hutan hu...
07/08/2026

‎Film ini menceritakan perjuangan pejuang lingkungan Chico Mendes bersama masyarakat lokal dalam mempertahankan hutan hujan Amazon dari ekspansi perusahaan melalui pengorganisasian serikat pekerja, kampanye, hingga advokasi kebijakan kepada pemerintah.
‎
‎Melalui kisah ini, The Burning Season mengajak kita memahami keterkaitan antara krisis lingkungan, konflik agraria, dan perjuangan masyarakat dalam mempertahankan tanah mereka.
‎
‎Hadiri Nonton Bareng (Nobar) dan diskusinya!
‎
‎🗓️ 8 Agustus 2026
‎🕛 17:00 - 21:00 WIB
‎📍 Sekretariat Agrarian Resource Center. Jalan Ski Air 20, Arcamanik

Di tengah krisis ekologi pada era kapitalisme saat ini, kita perlu memahami dan mempertanyakan kembali apakah alam mampu...
23/07/2026

Di tengah krisis ekologi pada era kapitalisme saat ini, kita perlu memahami dan mempertanyakan kembali apakah alam mampu menanggung beban pertumbuhan ekonomi yang tanpa batas? Serta adakah jalan alternatif bagi semua itu?

Kohei Saito, seorang filsuf Jepang yang berusaha menafsirkan kembali pikiran Marx tentang relasi manusia dan alam, menawarkan degrowth commmunism sebagai jalan alternatif. Secara singkat, konsep itu merupakan perkawinan antara konsep degrowth (pengurangan pertumbuhan ekonomi) dan communism (sumber daya dan produksi dimiliki secara kolektif).

Degrowth communism berupaya mendorong pergeseran paradigma dari pertumbuhan ekonomi yang tak terbatas dalam corak produksi kapitalisme menjadi pertumbuhan ekonomi yang terkontrol dengan fokus utama pada kesejahteraan manusia, keadilan sosial, dan keseimbangan ekologis

Beberapa kritik terhadap konsep degrowth mengatakan bahwa gagasan ini pada dasarnya merupakan salah satu taktik kapitalisme agar pertumbuhannya yang tanpa batas tidak sampai membunuh dirinya sendiri, sehingga degrowth dianggap melanggengkan kapitalisme. Benarkah demikian? Lantas apa yang membedakan gagasan degrowth communism Saito dengan degrowth pada umumnya?

Dalam rangka penyelenggaraan CASI Batch 12, ARC akan mengadakan General Lecture bertajuk "Ecosocialism & Degrowth Communism: Memahami Pemikiran Kohei Saito", yang akan dibawakan oleh Dianto Bachriadi, Peneliti Senior ARC.

🗓 Jumat, 24 Juli 2026
🕕 Pukul 08.30-11.30 WIB
📍 Sekretariat ARC
Terbuka untuk umum secara daring

Selamat kepada para peserta yang telah dinyatakan lulus. Bagi pendaftar yang belum berhasil, jangan berkecil hati, karen...
09/07/2026

Selamat kepada para peserta yang telah dinyatakan lulus. Bagi pendaftar yang belum berhasil, jangan berkecil hati, karena kesempatan masih terbuka pada pelatihan CASI berikutnya.

Hari ini pendaftaran CASI 2026 resmi kami tutup. Selanjutnya, peserta terpilih akan kami umumkan pada 7 Juli 2026 melalu...
28/06/2026

Hari ini pendaftaran CASI 2026 resmi kami tutup. Selanjutnya, peserta terpilih akan kami umumkan pada 7 Juli 2026 melalui kanal media sosial ARC serta surat elektronik.

​Terima kasih atas antusiasme kawan-kawan!

Yang paling berkesan, CASI terus mendorong kita untuk mempertanyakan asumsi-asumsi yang selama ini dianggap wajar ..." "...
24/06/2026

Yang paling berkesan, CASI terus mendorong kita untuk mempertanyakan asumsi-asumsi yang selama ini dianggap wajar ..." "... materi di CASI membantu saya membaca persoalan tidak hanya sebagai isu teknis, tetapi juga sebagai arena relasi kuasa yang diproduksi dan diperebutkan.

Demikian kata salah seorang alumni CASI 2025 lainnya asal Jawa Tengah, Mufida Kusumaningtyas (Mufi).

Oh ya, pendaftaran CASI tersisa tiga hari lagi. Segera daftar melalui https://s.id/PendaftaranCASI

"Apakah keberadaan kita memperkuat gerakan petani di desa atau justru memperkuat agenda eksternal yang melanggengkan ket...
24/06/2026

"Apakah keberadaan kita memperkuat gerakan petani di desa atau justru memperkuat agenda eksternal yang melanggengkan ketimpangan? ... Ini adalah permulaan untuk selanjutnya kita mencari berbagai bacaan dan asupan untuk selalu mempertanyakan kondisi hari ini sekaligus mencari alternatif sebuah relasi produksi yang lebih adil."

Begitu refleksi salah seorang alumni CASI angkatan XI 2025 asal Sumatera Utara, dan Peneliti Magang ARC, Leorana Sihotang (Leona).

Simak pesan dari Leona untuk para calon pendaftar hingga slide akhir!

Address

Jalan Ski Air No. 20 Arcamanik
Bandung

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Agrarian Resource Center posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to Agrarian Resource Center:

Shortcuts

Share