22/10/2021
Pesan Ali bin Abi Thalib Menjelang Wafat
Ketika Sayyidina Ali bin Abi Thalib Ra dihujam pedang tajam salah seorang utusan Khawarij yaitu Ibnu Muljam, seketika Sayyidina Ali tersungkur dan tak sadarkan diri. Rakyat membawanya ke rumah, lalu ketika siuman dia memanggil seluruh keluarga dan anak-anaknya untuk menyampaikan pesan terakhir, karena dia akan meninggalkan dunia fana ini dan akan menghadap Khalik Sang Pencipta. Di antara isi pesannya adalah:
1. Bertaqwa kepada Allah, mencintai akhirat, zuhud (tidak tamak) pada dunia yang fana ini dan tidak berputus-asa terhadap sesuatu yang lenyap dari kalian, sebab semuanya akan berangkat meninggalkan alam fana ini.
2. Kerjakan amal baik dan upayakan agar yang kalian musuhi adalah orang zalim, sebaliknya hendaklah kalian menjadi penolong bagi orang-orang yang dizalimi.
3. Anak-anakku! Aku berpesan agar kalian takut kepada Allah di kala sepi dan di depan khalayak. Hendaklah selalu menaburkan ucapan benar, baik dalam suasana s**a atau dalam keadaan marah. Berhematlah selalu baik ketika kaya atau dalam keadaan papa. Hendaklah kalian selalu berlaku adil, baik terhadap teman atau pun terhadap musuhmu. Bersemangat lah dalam bekerja baik dalam keadaan segar atau sedang ditimpa kelesuan. Tunjukkanlah ridha kepada Allah baik dalam keadaan sangat sempit atau pun ketika lapang.
4. Anak-anakku! Setelah mendapat surga tidak ada lagi pembalasan kejahatan dan sebaliknya setelah mendapat neraka tidak ada lagi pembalasan kebaikan. Setiap nikmat selain surga adalah sangat kecil dan setiap bala selain neraka pasti akan sirna.
5. Orang yang memperhatikan bagian nikmat yang dibagikan Allah kepadanya, dia tidak pernah bersedih terhadap nikmat yang hilang di tangannya. Orang yang menghunus pedang kezaliman pasti dia suatu saat akan terbunuh. Orang yang menggali lubang untuk mencelakakan saudaranya pasti dia sendiri yang akan jatuh ke dalamnya. Orang yang membuka aib saudaranya maka berbagai aib darinya akan tersingkap ke khalayak. Orang yang lupa pada kesalahan dirinya dia selalu menganggap besar sekali kesalahan pada orang lain. Orang yang kagum pada ide dan pendapatnya pasti dia tersesat. Orang yang membatasi pemikiran pada pendapatnya sendiri dia akan tergelincir dalam kesalahan dan orang yang menyombongkan dirinya dia akan terhina.
6. Barangsiapa yang bergaul dengan orang bangsat dia menjadi hina, dan siapa saja yang masuk ke tempat-tempat maksiat dia menjadi tertuduh. Orang yang selalu bersama ulama dihormati, dan orang yang senang bergurau dia direndahi. Orang yang banyak menekuni sesuatu dia akan terkenal dengan perbuatannya itu. Orang yang banyak berbicara akan banyak salahnya dan orang yang banyak salahnya sedikit rasa malu padanya. Orang yang kurang malu menurun taatnya, dan orang yang kurang taat hatinya mati, sementara orang yang mati hatinya akan masuk neraka.
7. Anak-anakku! Kesenangan itu ada sepuluh bagian. Sembilan bagian darinya berada dalam diam kecuali sibuk mengucap zikir kepada Allah dan kesenangan satu lagi adalah rela meninggalkan pergaulan dengan orang-orang jahil.
8. Anak-anakku! Ketinggian yang paling agung berada dalam Islam, kemuliaan yang paling tinggi adalah pada ketakwaan, dan syafaat yang paling ampuh adalah taubat, sementara pakaian yang paling indah adalah afiat (hidup tenang).