22/10/2021
Pesan Ali bin Abi Thalib Menjelang Wafat
Ketika Sayyidina Ali bin Abi Thalib Ra dihujam pedang tajam salah seorang utusan Khawarij yaitu Ibnu Muljam, seketika Sayyidina Ali tersungkur dan tak sadarkan diri. Rakyat membawanya ke rumah, lalu ketika siuman dia memanggil seluruh keluarga dan anak-anaknya untuk menyampaikan pesan terakhir, karena dia akan meninggalkan dunia fana ini dan akan menghadap Khalik Sang Pencipta. Di antara isi pesannya adalah:
1. Bertaqwa kepada Allah, mencintai akhirat, zuhud (tidak tamak) pada dunia yang fana ini dan tidak berputus-asa terhadap sesuatu yang lenyap dari kalian, sebab semuanya akan berangkat meninggalkan alam fana ini.
2. Kerjakan amal baik dan upayakan agar yang kalian musuhi adalah orang zalim, sebaliknya hendaklah kalian menjadi penolong bagi orang-orang yang dizalimi.
3. Anak-anakku! Aku berpesan agar kalian takut kepada Allah di kala sepi dan di depan khalayak. Hendaklah selalu menaburkan ucapan benar, baik dalam suasana s**a atau dalam keadaan marah. Berhematlah selalu baik ketika kaya atau dalam keadaan papa. Hendaklah kalian selalu berlaku adil, baik terhadap teman atau pun terhadap musuhmu. Bersemangat lah dalam bekerja baik dalam keadaan segar atau sedang ditimpa kelesuan. Tunjukkanlah ridha kepada Allah baik dalam keadaan sangat sempit atau pun ketika lapang.
4. Anak-anakku! Setelah mendapat surga tidak ada lagi pembalasan kejahatan dan sebaliknya setelah mendapat neraka tidak ada lagi pembalasan kebaikan. Setiap nikmat selain surga adalah sangat kecil dan setiap bala selain neraka pasti akan sirna.
5. Orang yang memperhatikan bagian nikmat yang dibagikan Allah kepadanya, dia tidak pernah bersedih terhadap nikmat yang hilang di tangannya. Orang yang menghunus pedang kezaliman pasti dia suatu saat akan terbunuh. Orang yang menggali lubang untuk mencelakakan saudaranya pasti dia sendiri yang akan jatuh ke dalamnya. Orang yang membuka aib saudaranya maka berbagai aib darinya akan tersingkap ke khalayak. Orang yang lupa pada kesalahan dirinya dia selalu menganggap besar sekali kesalahan pada orang lain. Orang yang kagum pada ide dan pendapatnya pasti dia tersesat. Orang yang membatasi pemikiran pada pendapatnya sendiri dia akan tergelincir dalam kesalahan dan orang yang menyombongkan dirinya dia akan terhina.
6. Barangsiapa yang bergaul dengan orang bangsat dia menjadi hina, dan siapa saja yang masuk ke tempat-tempat maksiat dia menjadi tertuduh. Orang yang selalu bersama ulama dihormati, dan orang yang senang bergurau dia direndahi. Orang yang banyak menekuni sesuatu dia akan terkenal dengan perbuatannya itu. Orang yang banyak berbicara akan banyak salahnya dan orang yang banyak salahnya sedikit rasa malu padanya. Orang yang kurang malu menurun taatnya, dan orang yang kurang taat hatinya mati, sementara orang yang mati hatinya akan masuk neraka.
7. Anak-anakku! Kesenangan itu ada sepuluh bagian. Sembilan bagian darinya berada dalam diam kecuali sibuk mengucap zikir kepada Allah dan kesenangan satu lagi adalah rela meninggalkan pergaulan dengan orang-orang jahil.
8. Anak-anakku! Ketinggian yang paling agung berada dalam Islam, kemuliaan yang paling tinggi adalah pada ketakwaan, dan syafaat yang paling ampuh adalah taubat, sementara pakaian yang paling indah adalah afiat (hidup tenang).
21/10/2021
Cara Mulia Imam Syafi'i Ajarkan Muridnya yang Lamban Memahami Ilmu
Sangat mengesankan pada apa yang ditulis oleh Imam Baihaqi dalam kitab Manaqib Imam Syafii, bagaimana cara Imam Syafii, sebagai guru mengajar salah satu muridnya yang sangat lamban dalam memahami pelajaran.
Sang Murid itu adalah Ar Rabi’ bin Sulaiman, murid paling slow learner (lamban dalam memahami). Berkali-kali diterangkan oleh sang guru Imam Syafii, tapi Rabi’ tak juga faham. Setelah menerangkan pelajaran, Imam Syafii bertanya, “Rabi’ Sudah paham paham belum?”
“Belum paham,” jawab Rabi’.
Dengan kesabarannya, sang guru mengulang lagi pelajaranya, lalu ditanya kembali, "sudah faham belum?" Rabi' menjawab belum.
Berulang diterangkan sampai 39x Rabi’ tak juga paham.
Merasa mengecewakan gurunya dan juga malu, Rabi’ beringsut pelan-pelan keluar dari majelis ilmu. Selesai memberi pelajaran Imam Syafi'i mencari Rabi’. Melihat muridnya Imam Syafi'i berkata, ”Robi’ kemarilah, datanglah ke rumah saya.”
Sebagai seorang guru, sang imam sangat memahami perasaan muridnya, maka beliau mengundangnya untuk belajar secara privat.
Sang Imam mengajarkan Rabi’ secara privat, dan ditanya kembali, ”Sudah paham belum?"
Hasilnya? Rabi’ bin Sulaiman tidak juga paham.
Apakah Imam Asy-Syafi’i berputus asa? Menghakimi Rabi’ bin Sulaiman sebagai murid bodoh? Sekali-kali tidak. Beliau berkata,
”Muridku, sebatas inilah kemampuanku mengajarimu. Jika kau masih belum paham juga, maka berdoalah kepada Allah agar berkenan mengucurkan ilmu-Nya untukmu. Saya hanya menyampaikan ilmu. Allah-lah yang memberikan ilmu. Andai ilmu yang aku ajarkan ini sesendok makanan, pastilah aku akan menyuapkannya kepadamu.”
Mengikuti nasihat gurunya, Rabi’ bin Sulaiman rajin sekali bermunajat berdoa kepada Allah dalam kekhusyukan. Ia juga membuktikan doa-doanya dengan kesungguhan dalam belajar. Keikhlasan, kesalehan, dan kesungguhan, inilah amalannya Rabi’ bin Sulaiman.
Tahukah kita? Rabi’ bin Sulaiman kemudian berkembang menjadi salah satu ulama besar Madzhab Syafi’i dan termasuk perawi hadis yang sangat kredibel dan terpercaya dalam periwayatannya.
Sang slow learner bermetamorfosis menjadi seorang ulama besar.
Inilah buah dari kesabaran Imam Asy-Syafi’i dalam mengajar dan mendidik.
Adakah kita, para guru dan orangtua bisa meneladani kesabaran Imam Syafi'i dalam mengajar?
Berapa kuat kita meyakini bahwa tidak ada anak dan murid yang bodoh?
Sudahkan kita, para guru dan orangtua mendoakan anak-anak dan murid didik kita agar difahamkan pelajaran ?
Sudahkan kita, para guru dan orangtua memotivasi anak murid kita agar gigih berdoa kepada Allah Ta'ala? (AP)
Repost "Study Islam"
20/10/2021
Kisah Detik-detik kelahirannya Nabi SAW dari tanggal 1 sampai tanggal 12 Rabiul Awaal
Berkatalah Al-Waqidy ra
Malam Pertama Rabiul Awwal :
Allah SWT melimpahkan segala kedamaian dan ketentraman yang luar biasa sehingga Sayyidah Aminah merasakan ketenangan dan kesejukan jiwa yang belum pernah dirasakan sebelumnya.
Pada malam ke 2 :
Datang seruan berita gembira kepada ibunda Nabi Muhammad SAW yang menyatakan dirinya akan mendapati anugerah yang luar biasa dari Allah swt.
Pada malam ke 3 :
Datang seruan memanggil :
“Wahai Aminah sudah dekat saat engkau melahirkan Nabi yang agung dan mulia, Muhammad Rasulullah SAW yang senantiasa memuji dan bersyukur kepada Allah SWT.
Pada malam ke 4 :
Sayyidah Aminah mendengar seruan beraneka ragam tasbih para malaikat secara nyata dan jelas.
Pada malam ke 5 :
Sayyidah Aminah mimpi bertemu dengan Nabi Allah Ibrahim as.
Pada malam ke 6 :
Sayyidah Aminah melihat cahaya Nabi Muhammad SAW memenuhi alam semesta.
Pada malam ke 7 :
Sayyidah Aminah melihat para malaikat silih berganti saling berdatangan mengunjungi kediamannya membawa kabar gembira sehingga kebahagiaan dan kedamaian semakin memuncak.
Pada malam ke 8 :
Sayyidah Aminah mendengar seruan memanggil dimana-mana, suara tersebut terdengar dengan jelas mengumandangkan:
“Berbahagialah wahai seluruh penghuni alam semesta, telah dekat kelahiran Nabi agung, Kekasih Allah SWT Pencipta Alam Semesta.
Pada malam ke 9 :
Allah SWT semakin mencurahkan rahmat kasih sayang kepada Sayyidah Aminah sehingga tidak ada sedikitpun rasa sakit, sedih, susah, dalam jiwa Sayyidah Aminah.
Pada malam ke 10 :
Sayyidah Aminah melihat tanah Tha’if dan Mina ikut bergembira menyambut akan kelahiran Nabi Muhammad saw.
Pada malam ke 11 :
Sayyidah Aminah melihat seluruh penghuni langit dan bumi ikut bers**a cita menyongsong kelahiran Sayyidina Muhammad SAW.
Malam detik-detik kelahiran Nabi Muhammad saw, tepat tanggal 12 Rabi’ul-Awwal di sepertiga malam. Di malam ke 12 langit dalam keadaan cerah tanpa ada mendung sedikitpun. Saat itu Abdul Muthalib (kakek Nabi Muhammad saw) sedang bermunajat kepada Allah SWT di sekitar Ka’bah. Sedangkan Aminah sendiri di rumah tanpa ada seorang pun yang menemaninya.
Tiba-tiba Aminah melihat tiang rumahnya terbelah dan perlahan-lahan muncul 4 wanita yang sangat jelita, anggun dan cantik, diliputi dengan cahaya kemilau yang memancar serta semerbak harum memenuhi seluruh ruangan.
Wanita pertama datang berkata :
”Sungguh berbahagialah engkau wahai Aminah, sebentar lagi engkau akan melahirkan Nabi yang agung, junjungan semesta alam. Beliaulah Nabi Muhammad SAW. Kenalilah aku, bahwa aku adalah istri Nabi Allah Adam as, ibunda seluruh ummat manusia, aku diperintahkan Allah untuk menemanimu.
Kemudian datanglah wanita kedua yang menyampaikan kabar gembira:
“Aku adalah istri Nabi Allah Ibrahim as yang diperintahkan Allah SWT untuk menemanimu.
Begitu p**a menghampiri wanita yang ketiga :
Aku adalah Asiyah binti Muzahim yang diperintahkan Allah untuk menemanimu.
Datanglah wanita ke empat :
”Aku adalah Maryam, ibunda Isa as datang untuk menyambut kehadiran putramu Muhammad Rasulullah.”
Sehingga semakin memuncak rasa kedamaian dan kebahagiaan ibunda Nabi Muhammad SAW yang tidak bisa terlukiskan dengan kata-kata.
Keajaiban berikutnya Aminah melihat sekelompok demi sekelompok manusia bercahaya berdatangan silih berganti memasuki ruangannya dan mereka memanjatkan puji-pujian kepada Allah SWT dengan berbagai macam bahasa yang berbeda.
Detik berikutnya Sayyidah Aminah melihat atap rumahnya terbuka dan terlihat oleh beliau bermacam-macam bintang di angkasa beterbangan yang sangat indah berkilau cahayanya.
Detik berikutnya Allah SWT memerintahkan kepada Malaikat Ridhwan agar mengomandokan seluruh bidadari surga agar berdandan cantik dan rapi, memakai kain sutra dan segala macam bentuk perhiasan dengan bermahkotan emas, intan permata yang bergemerlapan, dan menebarkan wangi-wangian surga yang harum semerbak ke segala penjuru, lalu beribu2 bidadari2 itu dibawa ke alam dunia oleh Malaikat Ridhwan, terlihat wajah bidadari2 itu gembira.
Lalu Allah swt memanggil :
“Yaa Jibril serukanlah kepada seluruh arwah para Nabi, para Rasul, para wali agar berkumpul, berbaris rapi, bahwa sesungguhnya kekasih-Ku cahaya di atas cahaya, agar disambut dengan baik dan suruhlah mereka mnyambut kedatangan Nabi Muhammad SAW.
Yaa Jibril perintahkanlah kepada Malaikat Malik agar menutup pintu-pintu neraka dan perintahakan kepada Malaikat Ridhwan untuk membuka pintu-pintu surga dan bersoleklah engkau dengan sebaik-baiknya keindahan demi menyambut kekasih-Ku Nabi Muhammad SAW.
Yaa Jibril bawalah beribu-ribu malaikat yang ada di langit, turunlah ke bumi, ketahuilah kekasih-Ku Muhammad saw telah siap untuk dilahirkan dan sekarang tiba saatnya Nabi Akhiruzzaman.”
Dan turunlah semua malaikat, maka penuhlah isi bumi ini dengan beribu ribu malaikat. Aminah melihat malaikat itupun berdatangan membawa kayu-kayu gahru yang wangi dan memenuhi seluruh jagat raya. Pada saat itu p**a mereka semua berdzikir, bertasbih, bertahmid, dan pada saat itu p**a datanglah burung putih yang berkilau cahayanya mendekati Aminah dan mengusapkan sayapnya pada Aminah, maka pada saat itu p**a lahirlah Nabi Muhammad Rasulullah SAW dan tidaklah Aminah melihat kecuali cahaya, tak lama kemudian terlihatlah jari-jari Nabi Muhammad SAW bersujud kepada Allah.
Kegembiraan memancar dari setiap sudut alam raya, gemuruh shalawat memenuhi semesta dengan bahasa yang berbeda-beda dan dengan cara yang bermacam macam p**a.
06/10/2021
MELAYANI EGO
*Sebuah tulisan dari WAG
1. Kalau berselisih dengan pelanggan... Walaupun kita menang... Pelanggan tetap akan lari...
2. Kalau berselisih dengan rekan sekerja... Walaupun kita menang... Tiada lagi semangat bekerja dalam tim...
3. Kalau berselisih dengan boss... Walaupun kita menang... Tiada lagi masa depan di tempat itu...
4. Kalau berselisih dengan keluarga... Walaupun kita menang... Hubungan kekeluargaan akan renggang...
5. Kalau berselisih dengan teman... Walaupun kita menang... Yang pasti kita akan kekurangan teman...
6. Kalau berselisih dengan pasangan... Walaupun kita menang... Perasaan sayang pasti akan berkurang...
7. Kalau berselisih dengan siapapun... Walaupun kita menang... Pada prinsipnya kita kalah...
Yang menang, hanya EGO DIRI SENDIRI. Yang tinggi dan naik adalah EMOSI......
Yang jatuh adalah CITRA dan JATI DIRI KITA SENDIRI.....
Tidak ada artinya kita menang dalam perselisihan...
Apabila menerima teguran, tidak usah terus melenting atau berkelit, bersyukurlah masih ada yang mau menegur kesalahan kita... Berarti masih ada orang yang memperhatikan kita...
02/10/2021
-RENUNGAN-
🔅Rugi Itu = Menunda Amal Baik🔅
Orang yang tidur tidak akan tahu kalau dirinya sedang bermimpi kecuali setelah bangun.
Begitu juga orang yang lupa (lalai) akan akhirat tidak akan tahu kalau dirinya sedang menyia-nyiakan amal akhirat, kecuali setelah datangnya kematian.
Terkadang kita perlu meluangkan sedikit waktu untuk merenung, merenungi apa yang telah terlewat dalam hidup ini.
Dan jadikanlah pelajaran, agar kita tetap istiqamah di jalan Allah dan tidak menyia-nyiakan kesempatan berbuat kebaikan untuk bekal akhirat.
"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan." [QS. Al-Hasyr 18]
Seringkali penyesalan pasti datangnya dibelakang saat sudah tidak ada lagi kesempatan.
🔅Dari Ibnu Abbas radhiallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
“Dua kenikmatan, kebanyakan manusia tertipu pada keduanya, (yaitu) kesehatan dan waktu luang.”
🔅Juga perlu diingat pesan hikmah dari Ibnu Athaillah :
"Menunda amal perbuatan [kebaikan] karena menanti kesempatan yang lebih baik, suatu tanda kebodohan yang mempengaruhi jiwa."
Kenapa menunda kesempatan berbuat baik disebut kebodohan? Karena:
1. Bukti seseorang lebih mengutamakan duniawi. Sebagaimana Allah subhanahu wata'ala berfirman:
"Tetapi kamu mengutamakan kehidupan dunia, padahal akhirat itu lebih baik dan kekal selamanya." [QS Al-A'la 16 - 17]
2. Kesempatan belum tentu bisa terulang kembali hanya karena terbuai angan "kan masih ada hari esok? " padahal siapapun tidak ada yang tahu apakah besok masih hidup.
3. Kemungkinan semangat (azam), niat dan hasrat itu menjadi lemah dan berubah.
Seorang ahli hikmah berkata: "Janganlah menunda sampai besok apa yang dapat engkau kerjakan hari ini. Waktu sangat berharga, maka jangan engkau habiskan kecuali untuk sesuatu yang berharga."
Ingat, hari kemarin sudah berlalu, takkan terulang kembali.
Hari esok belum tentu milik kita, karena tidak ada yang tahu ajal kita.
Yang pasti milik kita adalah hari ini. Maka jangan sia-siakan nikmat diberi kesempatan.
🙏🏻 Semoga bermanfa'at 🙏🏻
01/10/2021
KISAH IMAM HANIFAH DITEGUR ANAK KECIL
Nu'man bin Tsabit yg dikenal dgn sebutan Abu Hanifah, atau populer disebut Imam Hanafi, pernah berpapasan dengan anak kecil yang berjalan mengenakan sepatu kayu (terompah kayu).
Sang Imam berkata, "hati-hati nak dengan sepatu kayumu itu, jangan sampai kau tergelincir."
Bocah ini pun tersenyum dan mengucapkan terima kasih,
kemudian bertanya, "bolehkah saya tahu namamu, Tuan?"
"Nu'man namaku," jawab sang Imam.
"Jadi, Tuankah yang selama ini terkenal dengan gelar Al-Imam Al-A'dham (Imam Agung) itu?" tanya si anak.
"Bukan aku yang memberi gelar itu, masyarakatlah yang berprasangka baik dan memberi gelar itu kepadaku."
Si bocah berkata lagi, "wahai Imam, hati-hati dengan gelarmu. Jangan sampai engkau tergelincir ke neraka karena gelar itu. Sepatu kayuku ini mungkin hanya menggelincirkanku di dunia. Tetapi gelarmu itu dapat menjerumuskanmu ke dalam api yang kekal jika kesombongan dan keangkuhan menyertainya."
Ulama terkenal yang diikuti banyak umat itupun tersungkur menangis.
Imam Abu Hanifah bersyukur. Siapa sangka, peringatan datang dari lidah seorang anak kecil.
Betapa banyak manusia TERTIPU
tertipu karena pop**aritas,
tertipu karena kedudukan dan jabatan,
tertipu karena gelar
tertipu karena maqam dan posisi,
tertipu karena harta yang berlimpah,
tertipu karena status sosial dll.
Jangan sampai kita tergelincir jadi angkuh dan sombong.
Semoga menjadi pelajaran yang baik bagi kita semua.
30/09/2021
Tetap sabar dan istiqamah ya bund.. InsyaAllah indah pada waktunya 💖🌹
27/09/2021
Mudah-mudahan kita bisa menjaga dan mengelola nafsu.
26/09/2021
ADAB MENGAJAR
*Tulisan dari WA Grup
Hemat saya yang juga pernah mengajar, sehebat apapun guru itu menguasai kitab, kalau tidak pandai dalam penyampaian, sama saja, akan sulit ditangkap oleh murid. Jadi dibutuhkan keterampilan dalam mengajar.
Guru harus bisa mengontrol emosi. Guru juga harus beradab kepada murid. Coba cari metode belajar yang lebih baik, lebih asik, komunikatif. Sampaikanlah ilmu pengetahuan itu dengan kasih sayang. Insyaallah murid akan lebih paham dan patuh.
Masih banyak kasus lain tentang adab dalam mengajar, guru perlu memahami metode belajar yang baik. Gunakan bahasa yang santun, jauhi kesan premanisme dalam mendidik.
Saya kasih satu rekomendasi kitab atau buku yang wajib dibaca oleh seorang pendidik. Judulnya, "Ar Rasul Al muallim wa asalibuhu fi at ta'lim". Karya Syaikh Abdul Fattah Abu Ghuddah. Kalau versi terjemahan judulnya "Mendidik dan Mengajar ala Rasulullah."
Afwan kalau status ini tidak enak dibaca sebagian guru, bukan maksud menggurui, tapi karena rasa peduli. Jadilah guru yang disayangi murid, jangan sampai jadi guru yang dibenci murid.
25/09/2021
RENUNGAN
*Oleh: Buya Hamka
1. Jika Kita Memelihara Kebencian/Dendam, maka seluruh 'Waktu & Pikiran' yg kita miliki akan habis begitu saja & kita tidak akan pernah menjadi 'Orang Yang Produktif'.
2. Kekurangan Orang Lain adalah Ladang Pahala bagi kita untuk :
» Memaafkannya,
» Mendoakannya,
» Memperbaikinya, dan
» Menjaga aib-nya.
3. Bukan Gelar, Jabatan dan kekayaan yg menjadikan 'Orang Menjadi Mulia', Jika kualitas pribadi kita buruk, semua itu hanyalah 'Topeng Tanpa Wajah'.
4. Ciri Seseorang (Pemimpin ) itu baik akan tampak dari :
» Kematangan Pribadi,
» Buah Karya,
» serta Integrasi antara Kata & Perbuatannya.
5. Jika Kita Belum bisa membagikan Harta atau membagikan Kekayaan, maka Bagikanlah Contoh Kebaikan karena Hal itu akan Menjadi Tauladan.
6. Jangan Pernah Menyuruh Orang lain utk Berbuat Baik, Sebelum Menyuruh Diri Sendiri',
Awali segala sesuatunya untuk kebaikan dari Diri Kita Sendiri.
7. Pastikan Kita sudah melakukan yg terbaik & 'Beramal' hari ini, Baik dengan :
» Materi,
» dengan Ilmu,
» dengan Tenaga,
» atau Minimal dgn
'Senyuman yg Tulus'...
8. Para Pembohong akan
'Dipenjara oleh Kebohongannya' sendiri.
Orang yg Jujur akan
'Menikmati Kemerdekaan' dalam Hidupnya.
9. Bila Memiliki 'Banyak Harta', maka Kita lah yg akan 'Menjaga Harta'.
Namun Jika Kita Memiliki 'Banyak Ilmu', maka Ilmu lah yg akan 'Menjaga Kita'.
10. Bila 'Hati Kita Bersih',
Tak ada Waktu untuk :
» Berpikir Licik,
» Curang,
» atau Dengki,
sekalipun terhadap Orang lain.
11. Bekerja Keras adalah 'Bagian Dari Fisik', Bekerja Cerdas merupakan 'Bagian Dari Otak', sedangkan Bekerja Ikhlas adalah
'Bagian Dari Hati'.
12. Jadikanlah setiap 'Kritik' bahkan 'Penghinaan' yg Kita Terima sebagai 'Jalan Untuk Memperbaiki Diri'.
13.Kita tdk pernah tahu Kapan 'Kematian' akan 'Menjemput Kita, tapi yg Kita Tahu adalah kematian itu pasti datang & seberapa Banyak Bekal pengetahuan Al Qur'an dan al hadist yg Kita Miliki untuk Menghadapi kematian..
24/09/2021
SEBUAH NASIHAT YANG CUKUP KUAT BAGI AHLI ILMU
Wahai anakku, berikut ini adalah beberapa nasihat Rasulullah kepada umatnya.
Beliau bersabda: "Tanda berpalingnya Allah dari hambanya adalah ia disibukkan dengan sesuatu yang tidak bermanfaat, dan sesungguhnya orang yang telah kehilangan waktu dari umurnya untuk selain ibadah, tentu sangat layak baginya kerugian yang panjang. Barang siapa umurnya telah melebihi 40 tahun sementara amal kebaikannya tidak melebihi amal keburukannya maka bersiap-siaplah menuju neraka."