01/07/2024
Masalah keselamatan kerja merupakan hal yang sangat krusial, terutama untuk industri pertambangan. Namun, jumlah instruktur tersertifikasi serta pelatihannya masih sangat terbatas.
Untuk itu, perusahaan kontraktor jasa pertambangan PT Putra Perkasa Abadi akan menjadi tuan rumah ajang bergengsi 21st Indonesia Fire & Rescue Challenge (IFRC) yang akan diadakan pada Oktober 2024. Sebelumnya, perusahaan memenangkan ajang bergengsi ini selama tiga tahun berturut-turut. Sebanyak 24 Emergency Response Team (ERT) perusahaan pertambangan dari seluruh Indonesia akan berpartisipasi pada IFRC tahun ini. Pada event yang dimulai sejak tahun 1995 ini, akan dilombakan delapan kategori challenge.
Sebagai tuan rumah, PT Putra Perkasa Abadi akan menyelenggarakan IFRC di gedung Garuda Rescue Nusantara (GRN), sebuah pusat pelatihan yang dibangun oleh perusahaan di Balikpapan, Kalimantan Timur. Gedung GRN senilai hampir Rp 100 miliar ini sudah dilengkapi dengan sarana dan prasarana berstandar internasional, termasuk simulasi bencana dan Command Center terlengkap. Gedung ini nantinya akan terintegrasi dengan Basarnas dan BNPB. Fasilitas di GRN sendiri dirancang untuk mendukung rescuer Indonesia dalam misi-misi kemanusiaan di tanah air.
Adri berharap IFRC 2024 akan menjadi ajang yang sukses dan memberikan dampak positif bagi perkembangan keterampilan penyelamatan di Indonesia.
Sebagai informasi, PT Putra Perkasa Abadi didirikan pada tahun 2003 dan saat ini beroperasi di 11 jobsite di seluruh Indonesia. Dalam perjalanan 21 tahun, PPA telah menunjukkan keunggulan di berbagai bidang, termasuk dalam implementasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). Capaian kinerja PPA di 2023 mengalami kenaikan dari 2022, produksi material Overburden (OB) PPA pada 2023 adalah 334,8 juta BCM melampaui rencana target capaian 317,6 juta BCM. Produksi ini mengalami kenaikan 118,7 persen dibandingkan 2022 dengan capaian OB 282 juta BCM. Sementara itu produksi batu bara dan nikel di 2023 mencapai 66 juta ton naik dibandingkan 2022 sebesar 46,4 juta ton. Pada 2024 ini, PPA memproyeksikan total OB sebesar 350 juta BCM dan produksi batubara dan nikel sebesar 72 juta ton.