17/01/2016
Untuk para Teroris dan sekitarnya
Tahun 2016 diawali dengan tragedi bom di jakarta yang membuat nama Indonesia kembali ramai,
Secara logika teroris itu dikatakan sukses saat berhasil menciptakan rasa takut, cemas dan panik di suatu wilayah yang menjadi target teror.
Tapi maap bagi kami, kalian itu tidak hanya sekedar dede-dede gemes yang imut-imut, bukan karena kami pemberani atau takut mati, karena ini adalah Indonesia,
Kami sudah terbiasa dengan teror-teror semacam itu, senjata api dan bom bagi kami tidak lebih dari sekedar petasan saat tahun baruan toh saat kejadian pun clear area tak kami hiraukan karena ingin melihat ramainya kejadiaan saat itu,
Apalagi hanya sekedar senjata tajam, please ga usah sok neror segala tajamnya senjata tajam tak setajam rumpi ibu-ibu tetangga didaerah yang dampak psikologisnya bisa menghancurkan Rumah Tangga yang anak gaul sering bilang PHO, apalgi cuman sekedar ngerusak Pos Polis.
Dan apalagi katanya teror ini dibuat agar Rakyat Indonesia Panik, sekali lagi please ga usah so soan jadi teroris segala kami sudah terbiasa dengan teror-teror debt collector tiap cicilan telat bayar apalagi dengan bayang-bayang denda yang kadang bunganya bisa melebihi cicilan pokonya, jadi sekali lagi Kami Ini adalah bangsa Indonesia dimana menurut kami Teror Film R**I atau S**V lebih menakutkan daripada ledakan bom, bayangkan tiap hari kami diteror oleh film-film yang kadang 7 series ga tamat-tamat, kebayang rasanya nunggu episode terakhir itu kaya nunggu si dia ngebales bbm yang selalu D dan akhirnya R tanpa ada tulisan is writing message.
Apalagi kalau ngadepin cewe di Indonesia lagi PMS, rasanya dunia ini kiamat setelah keluar kata-kata, "Terserah", "Bebas", "Ga Mau" tapi ujung-ujungnya gada pilihan, terus pernah denger ada begal di bakar dijadiin lagu? so yang menakutkan itu seperti apa?
Apalagi tembakan membabi buta, pleaseeee deh babi sehat saja kami ga takut apalagi yang buta.
Tapi ngomong-ngomong nih kalau mau neror itu harus bawa kendaraan biar larinya cepet jangan jalan kaki, karena disini trotoar itu tempat PKL berjualan bukan buat jalan, dan inget kalau nerornya sambil bawa motor jangan dengkep tiga entar disangka cabe-cabean apalagi sambil bawa tongsis sama bilang cekrek-cekrek menatap masa depan.
Jadi sekali lagi untuk para teroris dan calon teroris kalau mau neror Indonesia pikir-pikir dulu karena kalian belum pernah kebayangkan kalau jadi bahan Buly di Indonesia? rasanya ampe ke tulang bo...
Terus kalian pikir dengan teror macam itu kami takut? bayangkan dengan teror-teror yang dilempar saat kita ulangtahun, dan tagihan Traktiran teman yang nagihnya udah kaya renternir kelas FIlm Hidayah.
Dan untuk terakhir kalinya gausah berpikir bahwa saat ini kami merasa tegang, karena kalian tidak akan pernah merasakan tegangnya para jones akut di Indonesia yang sudah jomblo bertahun-tahun waktu malam minggu dateng, yang anehnya ujung-ujungnya malah minta turun hujan....