24/08/2026
Bagi mereka yang tak bisa melihat, bulan Rabiul Awal tidak diukur dari megahnya dekorasi, melainkan dari kedalaman rasa dan alunan sholawat yang memenuhi dada.
Sejak kecil, para santri tunanetra di Pesantren Sam'an mengenal Rasulullah bukan dari gambar, melainkan dari cerita dan bisikan lembut Ibu mereka sebelum tidur. Suara sabar Ibulah yang menjadi kompas pertama, mengajari mereka bahwa dunia ini tidak gelap selama ada Al-Qur'an dan sholawat di dalam hati.
Di bulan Rabiul Awal yang penuh berkah ini, mari kita teladani kasih sayang Nabi dengan memuliakan para Ibu dan mendukung perjuangan para santri tunanetra di Sam'an.
Ketik 'CINTANABI' di kolom komentar atau klik link di bio untuk mendukung pendidikan santri tunanetra!