08/05/2024
Saat Khadijah sakit menjelang ajal,
Khadijah berkata kepada Rasulullah,
"Aku memohon maaf kepadamu
ya Rasulullah, kalau aku sebagai istrimu
belum berbakti kepadamu."
Rasulullah SAW menjawab,
"Jauh dari itu ya Khadijah.
Engkau telah mendukung
dakwah Islam sepenuhnya!"
Kemudian, Khadijah memanggil
puterinya, Fathimah Az-Zahra
dan berbisik, "Fathimah puteriku,
aku yakin ajalku akan tiba,
yang kutakutkan adalah
seksaan kubur."
"Tolong mintakan kepada ayahmu,
aku malu dan takut memintanya sendiri,
agar beliau memberikan serbannya
yang biasa untuk menerima wahyu
agar dijadikan kain kafanku."
Seketika malaikat Jibril datang
membawa kain kafan dari syurga
untuk Khadijah.
Sesaat sebelum wafat,
Khadijah berkata kepada Rasulullah:
"Wahai sayangku ya Rasulullah,
jika aku sudah tiada,
sedangkan engkau masih tetap
menyebarkan agama Allah.
Jika sekiranya engkau tak ada kayu
untuk menyeberangi sebuah jambatan,
galilah kuburku dan ambil
tulang belulangku untuk dijadikan
kayu untuk menyeberang."
Mendengar itu,
Rasulullah SAW berkata,
"Wahai Khadijah, Allah SWT telah
mengirimkan salam kepadamu,
dan telah dipersiapkan tempatmu
di syurga."
Setelah mendapatkan restu
dan redha dari Rasulullah,
Khadijah tersenyum dan
berterima kasih kepada Rasulullah
hingga Khadijah pun menghembuskan
nafas terakhirnya pada 619M,
tepat di pangkuan Rasulullah.