Mengenal Al Qur'an Lebih Dekat

Mengenal Al Qur'an Lebih Dekat Mengenal Al-Qur'an Lebih Dekat dikelola oleh Santri Umum, Yatim & Dluafa Rumah Tahfizh Shohibul Qur'an Bandung.

Membangun Bersama Generasi Pemimpin Penghafal Al-Qur'an

Menjadi penghafal Al-Qur’an bukan tentang siapa yang paling banyak hafalannya.Tapi siapa yang paling setia menjaga hubun...
30/03/2026

Menjadi penghafal Al-Qur’an bukan tentang siapa yang paling banyak hafalannya.
Tapi siapa yang paling setia menjaga hubungannya dengan Al-Qur’an.
Kadang lelah, kadang turun, kadang terasa berat… tapi Allah tahu setiap usaha kecilmu.
Yang penting bukan cepatnya, tapi istiqomahnya.
Hari ini mungkin hanya sedikit, tapi kalau dijaga… itu yang akan menyelamatkanmu nanti 🤍
Sudah muraja’ah hari ini?
➡️ Follow .official
Temani perjalananmu menjaga hafalan ✨

21/03/2026

Taqabbalallahu minna wa minkum 🤍
Mungkin tidak semua momen terekam,
tapi semoga setiap doa, setiap langkah ke masjid, dan setiap sujud kita Allah terima.
Idul Fitri bukan tentang dokumentasi,
tapi tentang hati yang kembali.
Mohon maaf lahir dan batin 🌙

Taqabbalallahu minna wa minkum 🤍Sebulan penuh kita belajar bersama Al-Qur’an,menahan diri, memperbaiki hati, dan mendeka...
21/03/2026

Taqabbalallahu minna wa minkum 🤍
Sebulan penuh kita belajar bersama Al-Qur’an,
menahan diri, memperbaiki hati, dan mendekat kepada Allah.
Hari ini bukan tentang siapa yang paling banyak amalnya,
tapi siapa yang diterima dan terus istiqamah setelahnya.
Jangan berhenti di Ramadhan.
Tetap bersama Al-Qur’an, karena di sanalah ketenangan itu ada.
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H 🌙
Mohon maaf lahir dan batin.

Marhaban ya Ramadhan 🌙Bulan Al-Qur’an telah datang.Saatnya memperbanyak tilawah, memperbaiki niat, dan menguatkan ibadah...
18/02/2026

Marhaban ya Ramadhan 🌙
Bulan Al-Qur’an telah datang.
Saatnya memperbanyak tilawah, memperbaiki niat, dan menguatkan ibadah.
Semoga Allah menerima puasa dan amal kita tahun ini.
Aamiin 🤍

Untukmu yang merasasusah menghafal dan gampang lupa.Ingat, Al-Qur’an tidak menilaiseberapa cepat kamu hafal,tapi seberap...
16/12/2025

Untukmu yang merasa
susah menghafal dan gampang lupa.

Ingat, Al-Qur’an tidak menilai
seberapa cepat kamu hafal,
tapi seberapa konsisten kamu bertahan.

Pelan-pelan tak apa,
asal tidak berhenti.

✨ Sudah muraja’ah hari ini?




*Alhamdulillahilladzi bini'matihi tatimmusshoolihat*Berkat Rahmat dan Pertolongan Allah Subhanahu Wata'ala, Parade Tasmi...
12/01/2024

*Alhamdulillahilladzi bini'matihi tatimmusshoolihat*

Berkat Rahmat dan Pertolongan Allah Subhanahu Wata'ala, Parade Tasmi' hari ini para santri telah menyelesaikan dengan baik. Berikut Peserta Parade Tasmi' pada hari Jum'at, 12 Januari 2024 :

*JUZ 30*
- Hamdi Abdillah Tastari bin Komara Bahtiar Total Hafalan 1 Juz dari Halaqah Utsman bin Affan (LULUS)
- Luvita Anindya Martha binti Asep Saepudin Total Hafalan 1 Juz dari Halaqah Utsman bin Affan (LULUS)

*JUZ 2*
- Adnin Azniah Al-Halimi binti Ojang dari Halaqah Ali bin Abi Thalib Total Hafalan 4 Juz (LULUS)

Semoga para santri yang telah Tasmi' diberikan kemuliaan, keberkahan, dan keberlimpahan rezeki dunia dan akhirat juga untuk keluarganya serta Istiqomah sampai 30 Juz mutqin juga dengan pengamalannya aamiin. Jazakumullah Khairan Katsiran kepada Ayah dan Bunda yang telah hadir juga membersamai putra putrinya dalam menghafal Al-Qur'an. Barakallahu fiikum..

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:Seorang lelaki datang kepada Rasulullah saw. lalu berkata: Wahai Rasulullah, ...
13/12/2018

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Seorang lelaki datang kepada Rasulullah saw. lalu berkata: Wahai Rasulullah, sedekah manakah yang paling agung? Rasulullah saw. bersabda: Engkau bersedekah ketika engkau engkau sehat lagi kikir dan sangat memerlukan, engkau takut miskin dan sangat ingin menjadi kaya. Jangan engkau tunda-tunda sampai nyawa sudah sampai di kerongkongan, baru engkau berpesan: Berikan kepada si fulan sekian dan untuk si fulan sekian. Ingatlah, memang pemberian itu hak si fulan. (Shahih Muslim No.1713)

AKIBAT MEMBACA ALQURAN TERUS MENERUS>> Berkata Abdul Malik bin Umair: "Satu-satunya Manusia yang Tidak Tua [awet muda] d...
31/07/2018

AKIBAT MEMBACA ALQURAN TERUS MENERUS

>> Berkata Abdul Malik bin Umair:

"Satu-satunya Manusia yang Tidak Tua [awet muda] dan tidak pelupa adalah orang yang selalu membaca Al-Quran".

"Manusia yang Paling Jernih Akalnya adalah para pembaca Al-Quran".

>>Berkata Al-imam Qurtubi :
"Barang siapa yang membaca Al-Quran, maka Allah akan menjadikan Ingatannya Segar meskipun Umurnya telah mencapai 100 tahun".

>>Imam Besar Ibrahim al-Maqdisi memberikan wasiat pada muridnya Abbas bin Abdi Daim Rahimahullah.

"Perbanyaklah membaca Al-Quran jangan pernah kau Tinggalkan, kerana sesungguhnya setiap yang kamu Inginkan akan dlMudahkan Setara dengan yang kamu baca".

>>Berkata Ibnu Solah :

"Bahawasannya para Malaikat Tidak Diberi Keutama'an untuk membaca Al-Quran, maka oleh kerana itu para Malaikat Bersemangat untuk selalu Mendengar saja dari Bacaan Manusia".

>>Berkata Abu Zanad :

"Di tengah malam, aku keluar menuju Masjid Rasulullah SAW. sungguh tidak ada satu Rumahpun yang aku lewati melainkan padanya ada yang Membaca Al-Quran".

>>Berkata sebagian ahli tafsir :

"Manakala kita menyibukkan diri dengan Al-Quran maka kita akan Dibanjiri oleh sejuta Keberkahan dan Kebaikan di dunia".

"Kami memohon kepada Allah agar memberikan taufiqnya kepada Kami dan semua yang membaca tulisan ini untuk selalu membaca Al-Quran dan mengamalkan kandungannya".

Bila anda Cinta pada Al-Quran maka sebarkanlah. Demi Allah, sekian banyak orang yang membaca Al-Quran maka pahala akan mengalir pada anda.

JADIKAN ALQURAN TEMAN D DUNIA DAN PENOLONG DI AKHERAT

Aamiin.....

http://Abdur.sukses.family
🌻🌹🌻.....🙏

081387571578 Menikmati E-Money karya Anak Bangsa

26/05/2018

*Al-Hafidz Memberi Makan 100 Orang Setiap Hari dengan Berkah Qur'an?*

Oleh : Iqrok Wahyu Perdana, S.Kom

Bagaimana jika saya ceritakan tentang seorang pemuda yang baru berumur 21 tahun, dipenuhi dengan keberkahan ilmu dan rizki sehingga Allah mampukan ia utk memberi makan 100 orang secara gratis di pondoknya...

Ialah Ibrahim Vatih al-hafidz, generasi milenial yg tak jauh beda dengan sebayanya. S**a game & hobi traveling. Meskipun masih muda, tapi ia sangat dewasa. Bahkan kedewasaan berpikirnya berani ia tunjukkan dengan menikah di usia belia.

Sekitar 3 tahun yang lalu Ia membuat keputusan penting dalam hidupnya. Ia memutuskan kembali ke Magetan, setelah pengembaraanya ke beberapa kota dan sempat menetap di Jogjakarta. Ia merintis sebuah pondok internet marketing yang dinamakan SINTESA (Sinergi Terpadu Santri).

Siapapun bisa masuk sini gratis. Makan gratis. Internet gratis... Selain belajar internet marketing, santri juga didorong untuk menambah hafalan Qur'an. Coba bapak ibu bayangkan, berapa dana yg dibutuhkan untuk memberi makan 100 orang setiap hari...

100 org × 15.000 × 30 hari = 45jt/bln

Darimana uangnya? DARI ALLAH

Begitu yang selalu dinasehatkan Gus Vatih (begitu saya memanggilnya) kepada para santrinya. Dia ajarkan,"kesuksesan kalian di bidang internet marketing bukan karena kerja keras atau kepintaran kalian, bisa jadi karena sholat kalian, puasa kalian, dzikir kalian atau hafalan qur'an kalian...".

*Siapa Sebenarnya Vatih dan Keluarganya?*

Tentu saya dibikin penasaran utk melihat lebih dalam profil pendidikan dan latar belakabg keluarga yang melahirkan pemuda keren yg sangat langka kita jumpai seperti ini.

Ternyata gus Vatih adalah sosok otak kanan yang berjiwa rebel (pemberontak). Bagamana tidak, ternyata beliau bukan lulusan Universitas manapun. Bahkan SD pun tidak lulus alias keluar dengan hati lapang (dia sendiri yg memutuskan tidak sekolah). Gus Vatih & Gus Fathan (kakaknya) sudah berani minta berhenti sekolah ketika masih SD ke Ayah beliau berdua, al-ustadz Riyadh Rosyadi, Lc.

Ini gila menurut saya, anak SD minta berhenti sekolah. Padahal abahnya sendiri adalah pencetus SDIT pertama di Magetan...

Luar biasanya ustadz Rosyadi ini mengutamakan dialog. (Kalau saya saat itu jadi ayahnya mungkin sudah saya gebukin tuh anak, hehe). Abah memberi izin tidak sekolah. Bahkan berujar,Sekolah Tidak Wajib, Yang Wajib itu Menuntut Ilmu". Mereka dibebaskan menuntu ilmu dimanapun dengan 1 syarat, mereka harus menyelesaikan hafalan 30 juz mereka dulu.

Akhirnya mereka sepakat dan menyelesaikan hafalan 30 juz dan mondok dg sistem mulazamah (nginthili Ulama yg ingin mereka serap ilmunya). Sistem pendidikan salafus shalih yang mati di zaman ini.

*Sekeluarga Mokal Semua!*

Dan bukan hanya 2 bocah ini saja. Ketiga adiknya juga akhirnya ikutan:
1. Fathan
2. Vatih (Fattah)
3. Said
4. Umar
5. Hammad

Kelimanya nggak sekolah... tapi mereka nggak bodoh... semuanya telah hafidz 30 juz. Mereka menempuh proses pembelajaran gaya bebas di luar ruangan sesuai hobi mereka masing2. Dari belajar gaya bebas itu mereka menemukan jalan rizki masing2. Yang bukan hanya cukup utk menafkahi keluarga, tapi juga utk membiayai perjuangan khidmat lil ummah. Dan Alhamdulillah semuanya telah menikah di usia yg sangat muda (rata2 17 tahun).

Lah kita, umur 17 tahun sudah ngapain aja. Hehe.

Ibroh dari kisah keluarga ini setidaknya ada 2 bapak ibu...

1. Sekolah formal bukan jaminan kesuksesan di masa depan. Jangan takut anak kita tidak bisa makan jika seandainya nanti dia memilih tidak menempuh jalur pendidikan formal (tidak punya ijazah). Tapi takutlah jika Anak Kita tidak mengenal Allah, tidak cinta Allah, tidak percaya Allah itu Al-Kholiq, Al-Malik, Ar-Roziq (Allah maha pencipta, Allah maha pemelihara, Allah maha pemberi rizki).

Tidak yakinkah Anda dengan jaminan Allah? Bahwa penghafal Qur'an itu Allah jamin rizkinya, bahkan disebut Ahlullah (keluarga Allah dari kalangan manusia).

Jangan takut Anak Kita menjadi faqir lantaran belajar Agama. Namun takutlah meninggalkan mereka sedang mereka dalam keadaan lemah iman....

2. Kisah ini sekaligus membantah anggapan sebagian kalangan bahwa menghafal qur'an hanya cocok untuk anak-anak dominan otak kiri. Yang mereka memang dilahirkan dg keunggulan berpikir linier, terstruktur, dll. Kalangan tersebut menilai bahwa anak-anak dominan otak kanan tidak cocok menghafal Qur'an karena daya pikir dominannya adalah kreatif, imajinatif & lateral.

Tidakkah Anda yakin dengan firman Allah bahwa Alqur'an ini telah dimudahkan untuk dihafal. Hanya saja tidak semua orang bisa menghafalnya karena 3 faktor di bawah ini setiap. Orang berbeda2

1. Azzam (tekad)
2. Istiqomah
3. Do'a

Catatan: tulisan ini tentu bukan ditujukan untuk menyerang pendidikan formal. Jalur pendidikan formal & informal adalah pilihan. Semua orang berhak sukses dengan jalur yang dia pilih. Ada juga hafidz qur'an yg sukses dg menempuh jalur pendidikan formal. Seperti Muzammil Hasballah, pemuda hafidz ganteng yg gratis kuliah di ITB dengan beasiswa jalur hafidz/prestasi.

Belajar dari keluarga para penghafal Qur'an ustadz Riyadh Rosyadi. Ada 3 kesamaan yg kami temui di antara mereka berkat menghafal Qur'an:

*1. Dewasa :* Mereka, para huffadz itu mampu tampil dengan kematangan dan kedewasaan dini, melebihi pemuda seusianya.
*2. Cerdas :* Mereka, para huffadz itu sangat cerdas dalam mempelajari sesuatu. Memiliki kemampuan berpikir dan akselerasi proses belajar diatas rata-rata. Seolah Allah bukakan seluruh pintu ilmu pengetahuan yg mereka butuhkan.
*3. Rizki :* Mereka, para huffadz itu sudah mandiri mengais maisyah (nafkah) sejak muda. Seolah-olah Allah bukakan keberkahan rizki dari langit dan bumi untuk berkhidmat pada mereka.

Setelah Anda membaca tulisan ini, apa yang Anda pikirkan?

Tidak inginkah putra-putri Anda menjadi seorang hafidz Qur'an?

Bekalilah putra-putri Anda tercinta dengan bekal terbaik di dunia dan akhirat. Al-Qur'an al-Karim...

Address

Pasirkiara
Bandung Satu
40382

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Mengenal Al Qur'an Lebih Dekat posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to Mengenal Al Qur'an Lebih Dekat:

Shortcuts

Share

Category