Suku Badot

Suku Badot Suku Badot didirikan pada tanggal 15 September 2013. “Selamatkan manusia, Selamatkan alam tempat tinggal manusia” adalah motto kami. Highmmocking.

Kedai Suku Badot adalah program basis ekonomi komunitas Suku Badot. Di sini dijual barang-barang kreasi anak-anak Suku Badot diantaranya T-shirt, gelang tradisional, goni bag dan lain lain. Selain menjual barang, di sini kita juga menjual jasa. Adapun jasa wisata yang kita tawarkan sebagai berikut:

1). Permainan ini baru populer kira-kira tahun 2015-an, sebelumnya kita mengenal hammock dipakai di

pantai-pantai untuk bersantai atau digunakan di pohon-pohon. Highmmocking sendiri adalah pemasangan hammock di ketinggian biasanya di puncak tebing, membentang dari satu tower tebing ke tower yang lainnya, menggunakan sistem hauling. Sistem hauling dikenal di dunia panjat tebing untuk me-rescue korban. Namun, dalam highmmocking, sistem ini dipakai untuk memasang hammock dan safety line penggunanya. Adapun alat-alat yang digunakan bagi pengguna hammock/penunggang hammock adalah, S**T HARNEST, PRUSIK/SELING WEBING (sebagai cowstail), HELMET, dan CARABINER SCREW. Price : Rp. 150.000/orang (ditemani Instruktur berpengalaman dan sewa alat)
Durasi : dari jam 9 pagi sampai jam 3 sore
Location : Gunung Hawu

2). Manjat dan Rapeling, 200 ribu perorang (sewa alat, instruktur)

3). Vertical Kursiyun, 75 ribu perorang (sewa alat, instruktur).

4). Camping,700 ribu untuk 4 orang (fasilitasnya: tenda 1, makan 2 kali, sleeping bag 4). Ditemenin 2 porter dan 1 guide.

Bantu tandatangani dan sebar petisi di link di bawah ini, ya teman:
08/09/2022

Bantu tandatangani dan sebar petisi di link di bawah ini, ya teman:

SEGERA MORATORIUM PERTAMBANGAN DI KAWASAN C***R ALAM GEOLOGI HAWU-PABEASAN !!

FAMULUS: Karena Kau tak lain AkuSINOPSISSeorang perempuan remaja Broken Home berusia 17 tahun yang kesepian tinggal di s...
30/06/2019

FAMULUS: Karena Kau tak lain Aku

SINOPSIS

Seorang perempuan remaja Broken Home berusia 17 tahun yang kesepian tinggal di sebuah rumah bersama tuannya. Dalam kesehariannya, Gendis bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT) dan begitu disayang oleh tuannya. Namun sebagai remaja, Gendis merindukan keluarganya yang utuh. Perasaan ini membuat Gendis selalu ingin pergi dari rumah tuannya.

LATAR BELAKANG

Bagi kami, buku puisi Sapardi berjudul "Perihal Gendis" berkorelasi dengan kondisi real pekerja rumah tangga kita. Terutama ditinjau dari kondisi kebatinan pekerja. Ada dilema eksistensial yang hadir; antara ingin pergi dari rumah majikan atau tetap tinggal. Ada perasaan selalu "kurang/lack" karena misalnya keluarga mereka di kampung hancur berantakan; faktor penentunya bisa jadi ekonomi. Situasi ini menuntun mereka pada perasaan rindu akan masa lalu saat keluarga mereka masih utuh. Situasi subjektif ini diperparah dengan kondisi objektif berupa regulasi yang tak berpihak terhadap mereka selaku Pekerja Rumah Tangga/PRT.

Sampai hari ini kerja domestik (Pekerja Rumah Tangga/PRT) masih dianggap sebagai kerja tidak produktif. Sehingga terhadap jenis kerja yang satu ini nyaris tidak ada penghargaan. Padanya tidak ada standar upah sesuai UMK (Upah Minimum Kota/Kabupaten), waktu kerja yang tidak terbatas dan ruang lingkup pekerjaan yang sangat luas: mulai dari membuka pintu, mengambilkan minum, memasak, dan segudang pekerjaan lainnya. Belum lagi tak sedikit kasus kekerasan terhadap PRT oleh majikan.

Singkat kata, pemenuhan hak dan perlindungan terhadap mereka masih sepi perhatian dari pemerintah, padahal keberadaan mereka cukup penting bagi negara. Salah satu buktinya, terhadap PRT yang bekerja di luar negeri, pemerintah menggelarinya "Pahlawan Devisa".

Maka, sebagai sesama manusia sudah saatnya kini kita mengakui dan menghargai kerja mereka, misalnya dengan mendorong pembuatan regulasi yang berpihak kepada mereka, terutama regulasi yang mengatur jam kerja dan upah mereka. Sehingga mereka benar-benar menjadi subjek hukum yang hak-haknya dijamin oleh negara untuk dipenuhi.

Jika hal itu belum bisa dilakukan seminimal-mininalnya memperlakukan mereka selayaknya manusia yang posisinya setara dengan kita (jika kita majikan), menganggap mereka bagian dari keluarga kita, mengasihi dan menyayanginya, seperti apa yang dilakukan oleh Sapardi pada Gendis melalui bukunya "Perihal Gendis" setidaknya itu yang kami tangkap. .



Tonton, klik linknya di sini:

FAMULUS: Karena Kau tak lain Aku . . Bagi kami, buku puisi Sapardi berjudul "Perihal Gendis" berkorelasi dengan kondisi real pekerja rumah tangga kita. Terut...

Sudah tayang nih "Refleksi Hidup Buruh Pemecah Batu" di Chanel YouTube kami,  kemons kunjungi Chanel YouTube kami. Karya...
10/06/2019

Sudah tayang nih "Refleksi Hidup Buruh Pemecah Batu" di Chanel YouTube kami, kemons kunjungi Chanel YouTube kami. Karya .

"Kita seringkali luput menengok kehidupan para buruh pemecah batu. Padahal kebutuhan hidup kita diantaranya dipenuhi oleh hasil kerja para buruh pemecah batu. Bagaimana mungkin kita bisa mandi, gosok gigi, bersolek dan mendirikan rumah tanpa mereka, jika mereka tidak bekerja.

Tahukah, kebanyakan dari mereka bertahan hidup hanya dari memecah batu. Dalam sepekan, buruh pemecah Batu di kawasan Karts Citatah berpenghasilan antara Rp. 250 ribu hingga Rp. 400 ribu. Jumlah penghasilan yang tidak menentu itu tergantung seberapa banyak mereka mampu memecah batu, sementara itu biaya hidup kian hari kian mahal saja.

Upah yang demikian kecil bahkan jauh di bawah UMK Bandung Barat membuat perngorbanan yang mereka lakukan tak sebanding dengan resiko kerja yang tiap saat mengintai mereka: terluka, cacat, bahkan kehilangan nyawa."



Kontributor: Fajri Kita acapkali luput untuk mengetahui tentang hidup para buruh pemecah batu. Mereka bertahan hanya dari memunguti batu-batu kecil pecah dan...

Gass lurd.
07/04/2019

Gass lurd.

Rock Climbing
25/10/2018

Rock Climbing

Kunjungi pos untuk informasi selengkapnya.

Hammocking
25/10/2018

Hammocking

Kunjungi pos untuk informasi selengkapnya.

Aduh! Ga ada foto lagi buat diupload di instagram. Yuk ah kita piknik tapi yang gak sekedar piknik. Kita piknik yang mem...
25/10/2018

Aduh! Ga ada foto lagi buat diupload di instagram. Yuk ah kita piknik tapi yang gak sekedar piknik. Kita piknik yang memacu adrenalin. Dan dana yang terkumpul akan digunakan untuk merevitalisasikan kawasan Gunung Hawu. ✓Mari piknik ✓Mari memacu adrenalin ✓Mari kita bersama-sama menyelamatkan alam sekitar kita🏞:house_with_gard Tertarik? Langsung saja hubungi kontak yang tertera

Aduh! Ga ada foto lagi buat diupload di instagram. Yuk ah kita piknik tapi yang gak sekedar piknik. Kita piknik yang memacu adrenalin. Dan dana yang terkumpul akan digunakan untuk merevitalisasikan…

Sebarluaskan.
23/10/2018

Sebarluaskan.

[OPEN TRIP]Aduh! Ga ada foto lagi buat diupload di instagram. Yuk ah kita piknik tapi yang gak sekedar piknik 🏕Kita pikn...
21/10/2018

[OPEN TRIP]

Aduh! Ga ada foto lagi buat diupload di instagram. Yuk ah kita piknik tapi yang gak sekedar piknik 🏕

Kita piknik yang memacu adrenalin🧗 dan dana yang terkumpul akan digunakan untuk merevitalisasikan kawasan Gunung Hawu.

✓Mari piknik 🏕
✓Mari memacu adrenalin🧗
✓Mari kita bersama-sama menyelamatkan alam sekitar kita.

Tertarik? Langsung saja hubungi kontak yang tertera





16/09/2018

Hallo!!! Video hammocking ini buatan Coky dkk, yang baru kemaren maen bareng Suku Badot di tebing Hawu. Ini sekedar cuplikannya saja, selengkapnya silahkan kunjungi akun youtube Coky di: https://youtu.be/Uoc_tOUGf4o

Dirgahayu Republik Indonesia yang ke-73. Terima kasih kepada kawan-kawagn yang sudah memperingati hari kemerdekaan RI di...
22/08/2018

Dirgahayu Republik Indonesia yang ke-73. Terima kasih kepada kawan-kawagn yang sudah memperingati hari kemerdekaan RI di Tebing Hawu diantaranya: MAHAPEKA Bandung, Serang, Cirebon dan kawan-kawan dari FPTI KBB, FP2KC, SIGAB PERSIS, PAKAR, dan warga kampung Cidadap.

| | |

|

See this beautiful view from the summit of gunung Hawu.  |   |   |
06/08/2018

See this beautiful view from the summit of gunung Hawu.

| | |

Address

Kampung Cidadap
Bandung Satu
40553

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Suku Badot posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to Suku Badot:

Shortcuts

Share