30/06/2019
FAMULUS: Karena Kau tak lain Aku
SINOPSIS
Seorang perempuan remaja Broken Home berusia 17 tahun yang kesepian tinggal di sebuah rumah bersama tuannya. Dalam kesehariannya, Gendis bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT) dan begitu disayang oleh tuannya. Namun sebagai remaja, Gendis merindukan keluarganya yang utuh. Perasaan ini membuat Gendis selalu ingin pergi dari rumah tuannya.
LATAR BELAKANG
Bagi kami, buku puisi Sapardi berjudul "Perihal Gendis" berkorelasi dengan kondisi real pekerja rumah tangga kita. Terutama ditinjau dari kondisi kebatinan pekerja. Ada dilema eksistensial yang hadir; antara ingin pergi dari rumah majikan atau tetap tinggal. Ada perasaan selalu "kurang/lack" karena misalnya keluarga mereka di kampung hancur berantakan; faktor penentunya bisa jadi ekonomi. Situasi ini menuntun mereka pada perasaan rindu akan masa lalu saat keluarga mereka masih utuh. Situasi subjektif ini diperparah dengan kondisi objektif berupa regulasi yang tak berpihak terhadap mereka selaku Pekerja Rumah Tangga/PRT.
Sampai hari ini kerja domestik (Pekerja Rumah Tangga/PRT) masih dianggap sebagai kerja tidak produktif. Sehingga terhadap jenis kerja yang satu ini nyaris tidak ada penghargaan. Padanya tidak ada standar upah sesuai UMK (Upah Minimum Kota/Kabupaten), waktu kerja yang tidak terbatas dan ruang lingkup pekerjaan yang sangat luas: mulai dari membuka pintu, mengambilkan minum, memasak, dan segudang pekerjaan lainnya. Belum lagi tak sedikit kasus kekerasan terhadap PRT oleh majikan.
Singkat kata, pemenuhan hak dan perlindungan terhadap mereka masih sepi perhatian dari pemerintah, padahal keberadaan mereka cukup penting bagi negara. Salah satu buktinya, terhadap PRT yang bekerja di luar negeri, pemerintah menggelarinya "Pahlawan Devisa".
Maka, sebagai sesama manusia sudah saatnya kini kita mengakui dan menghargai kerja mereka, misalnya dengan mendorong pembuatan regulasi yang berpihak kepada mereka, terutama regulasi yang mengatur jam kerja dan upah mereka. Sehingga mereka benar-benar menjadi subjek hukum yang hak-haknya dijamin oleh negara untuk dipenuhi.
Jika hal itu belum bisa dilakukan seminimal-mininalnya memperlakukan mereka selayaknya manusia yang posisinya setara dengan kita (jika kita majikan), menganggap mereka bagian dari keluarga kita, mengasihi dan menyayanginya, seperti apa yang dilakukan oleh Sapardi pada Gendis melalui bukunya "Perihal Gendis" setidaknya itu yang kami tangkap. .
Tonton, klik linknya di sini:
FAMULUS: Karena Kau tak lain Aku . . Bagi kami, buku puisi Sapardi berjudul "Perihal Gendis" berkorelasi dengan kondisi real pekerja rumah tangga kita. Terut...