Pesantren Suryamedar

Pesantren Suryamedar Nama lembaga : Pesantren Suryamedar
Akte pendirian : No 01, 13 Januari 2014
Pendiri : al Faqir Rasno Profil Pesantren Suryamedar
a. b. R. c. d. Pesantren Virtual.
2.

Pendahuluan
Pada dasarnya pendirian pesantren di Indonesia didorong olehpermintaan (demand) atau kebutuhan (need) masyarakat. Hal ini yang memungkinkan terjadinya partisipasi masyarakat di dalam pesantren berlangsung secara instensif. Partisipasi ini diwujudkan dalam berbagai bentuk, mulai dari penyediaan fasilitas fisik, penyediaan anggaran kebutuhan, dan lain sebagainya. Sedangkan pesantren berp

eran dalam memenuhi permintaan dan kebutuhan masyarakat akan pendidikan dan tuntunan kehidupan masyarakat. Itulah sebabnya, tingginya tingkat partisipasi masyarakat telah menempatkan pesantren dan kiyai di dalamnya sebagai pusat atu inti kehidupan masyarakat. Sebagai inti masyarakat, pesantren dan kiyai menjadi penentu bagi dinamika atau perubahan apa pun yang terjadi di masyarakat tersebut. Sebaliknya, keberlangsungan perkembangan pesantren atau runtuhnya tergantung pada sebera pa besar partisipasi masyarakat dan beberapa pelayanan pesantren dengan permintaan masyarakat. Pesantren dalam koteks kemasyarakatan tetap menujukkan eksistensi dan perannya secara kongkrit dan nyata dalam multidimensi peran dan statusnya terkandung tiga dimensi peran dan statusnya. Status utama dan pertama adalah keberadaannya sebagai institusi edukasi. Sedangkan peran lainnya sebagai istitusi dakwah, dan yang ketiga mengikuti irama dinamika masyarakat dimana pesantren mengambil peran sebagai institusi kemasyarakatan dalam segala aspek kemasyarakatan seperti: institusi ekonomi, institusi pengembangan masyarakat dan lain-lain. Posisi pesantren tersebut, melahirkan karakteristik pesantren sebagai sub culture di tengah budaya nusantara yang majemuk, suatu kultur yang inklusif, dimana pesantren tidak ikut lebur dalam kerangka kultur yang meliputinya. Pesantren adalah institusi dakwah, sosial dan keilmuan. Kedudukan pesantren sebagai institusi sosial dapat diketahui dari rangkaian sejarah yang mencatat kepedulian dan perhatian pesantren pada problematika dan dinamika masyarakat sekitarnya. Contoh klasiknya adalah para wali yang mengambil peran aktif dalam pengembangan kemasyarakatan. Dalam perkembangan pesantren pa da era sekarang ini, sebagaimana dalam wajah pesantren saat ini, pesantren mempunyai reduksi fungsi, yang jelas mengalami kemunduran adalah fungsi sosialnya. Sudah sangat jarang pesantren dengan sadar mengerahkan aktifitasnya bagi tujuan sosial. Pesantren sebagaimana diketahui adalah sebagai pendidikan keagamaan, yang tumbuh dan berkembang di masyarakat pedesaan. Khadirannya merupakan hasil repleksi keinginan masyarakat yang telah disepakati antara pimpinan pesantren (kiyai/ulama) dengan masyarakat sekitarnya. Di samping sebagai lembaga pendidikan, pesantren merupakan lembaga sosial-kemasyarakatan yang diharapkan dapat membantu dalam menyebarkan inovasi pembangunan kepada masyarakat, supaya peran serta dan partisipasi mereka dapat diinventaris sedemikian rupa dan dimafaatkan. Kiranya tidak perlu dibicarakan pesa ntren sebagai lebaga pendidikan. Namun yang relevan adalah eksistensi pesantrehn sebagai institusi masyarakat. Maka sebagai lembaga pendidikan sosial kemasyarakatan yang digarap pesantre bukan hanya soal-soal agama, melainkan juga permasalahan- permasalahan sosial yang ada di sekitarnya. Pesantren dalam hal ini, harus mampu bertindak sebagai salah satu instrumen bagi pemerataan pembangunan dan berfunsi sebagai media sosialisasi dan program pembangunan di samping juga sebagai mobilisasi sumberdaya atau bahkan bisa lebih berperan nyata dalam pembangunan tersebut. Secara historis, pesantren di masa awal berdirinya, biasanya berupa komunitas tertentu yang terdiri dari seorang, atau beberapa guru, ustadz, atau kiyai yang berperan sebagai pengajar dan sekelompok murid atau santri yang diajar. Dari aspek intelektualitas, memang apa yang dilakukan para kiyai itu pertama-tama dan yang paling utama adalah mengajar membaca Al Qur’an, kemudian meningkat ke membaca kita b-kitab berbahasa Arab dari mana bahan-bahan pelajaran ilmu Islam umumnya bersumber. Artinya bahwa pesantren ialah tempat mengajarkan pengetahuan keagamaan dengan maksud mengajarkan kepada mereka apa yang perlu dilakukan untuk keperluan keagamaan masyarakat, seperti urusan ritual (thaharah, ubudiyah) pergaulan antar individu (mu’amalah, munakah, dan sebagainya) dan pergaulan antar masyarakat (jinayah, akhwal al-syakhysiyah dan lain-lain). Peranan pesantren dalam membentuk prilaku keagamaan masyarakat dipandang dari segi edukatifnya mampu mencetak out put yang proposional dan benar-benar mampu merubah peradaban. Dengan demikian secara nyata pesantren telah memberikan kontibusi pada pendidikan Islam. Dalam hal ini, ada tiga tipe out put pesantren yang mampu membentuk perilaku keagamaan masyarakat, yaitu :
Pertama, Religious Skillful People, yang akan menjadi tenaga-tenaga terampil sekaligus mempunyai iman yang teguh dan utuh sehingga religius dalam sikap dan prilaku, yang akan mengisi kebutuhan tenaga di dalam berbagai sektor pembangunan. Kedua, Relegious Community Leader, yang akan menjadi penggerak yang dinamis di dalam proses transformasi sosial kultural dan sekaligus menjadi penjaga gawang terhadap ekses pembangunan dan mampu membawa aspirasi masyarakat serta melakukan pengendalian sosial (social conntrol). Ketiga, Relegious Intellectual, yang mempunyai integritas kukuh serta cakap melakukan analisa ilmiah dan concern terhadap masalah sosial. Hal tersebut dibuktikan atas kekarismatikan kiyai di hadapan masyarakat. Sehingga timbul anggapan bahwa kiyai merupakan tempat rujukan, tempat mengadu dalam berbagai masalah keagamaan. Dalam hal ini posisi kiyai sama dengan posisi Nabi yaitu sebagai pewaris Nabi. Untuk itu segala fatwanya harus selalu diikuti selama tidak melanggar syariat agama. Pesantren dalam dimensi sosial, dalam membentuk perilaku keagamaan dapat dikembangkan sebagai pusat kegiatan masyarakat (community learnig centre) yang berfungsi menyampaikan teknologi baru yang cocok buat masyarakat setempat dan memberikan pelayanan sosial dan keagamaan. Seperti pengajian rutin bulanan, pengadaan poliklinik pesantren, badan koperasi pesantren dan masyarakat yang di dalamnya dikelola bersama antara pesantren dan masyarakat. Dengan demikian terciptalah hubungan timbal balik antara pesantren dan masyarakat setempat yang bersifat simbiose mutualisme. Dari fenomena tersebut, pondok pesantren semakin hari semakin mendapat dukungan dan banyak diminati masyarakat sehingga timbul animo masyarakat bahwa pondok pesantren merupakan wadah yang baik untuk mendidik anak-anaknya menjadi manusia yang berbudi pekerti luhur dan mampu menghadapi tantangan zaman. Dalam rangka meningkatkan kualitasnya, maka pendidikan pondok pesantren mengacu pada pembentukan manusia yang produktif, kreatif, bermutu, memiliki daya guna dan hasil guna menuju terbentuknya mausia seutuhnya dan berperilaku baik, cerdas, trampil dan berwawasan jauh ke depan serta memiliki kerohanian yang luhur. Oleh sebab itu sangatlah tepat bila pendidikan pesantren sudah menampakkan dirinya sebagai lembaga pendidikan Islam yang sudah siap dengan seperangkat modal dasar untuk menjadikan anak didiknya sebagai ahli agama yang memiliki jiwa yang relegius, sosialis dan mampu menempatkan agama sebagai modal dasar. Sejarah berdiri
Pesantren Suryamedar didirikan dengan Akte Pendirian pada kantor Notaris Aghia Ramadheswari, SH., MKn., Nomor 01 tanggal 13 Januari 2014 bertepatan dengan tanggal 11 Robi’ul Awal 1435 Hijriah, namun untuk peringatan Milad akan menggunakan kalender Hijriah, disamping hari pendirian pada Akte Notaris juga tanggal tersebut memiliki beberapa peristiwa besar yaitu menyambut hari kelahiran Nabi Muhammad saw yang jatuh pada tanggal 12 Robi’ul Awal. Sebelum didirikan secara formal, aktifitas Pesantren telah berjalan sejak Tahun 2003 atau 1424 hijriah yang berupa sebuah Majelis Dzikir dan Perguruan Senibeladiri Tenaga Dalam PSBTD Hikmah Suci, namun pada tahun 2006 oleh Ust. Mohamad Arif selaku Pimpinan Majelis dan Perguruan tersebut kegiatannya diberhentikan untuk sementara waktu karena beliau harus pulang kampong untuk melanjutkan belajar / mesantren lagi ke beberapa tempat yang dulu pernah belajar disana. Setelah 3 tahun berlalu yaitu tahun 2009, beliau kembali ke kota Bandung dengan belajar sebagai seniman yang hanya bertahan beberapa bulan saja, karena pada akhirnya ia diminta bekerja pada perusahaan sahabatnya untuk membantu beberapa tugas di kator tersebut. Waktu terus berjalan hingga akhirnya ia hampir menguasai seluruh manajemen keilmuan dan keterampilan kerja pada perusahaan tersebut yang kemudian ia pun mendirikan perusahaan dengan bidang usaha yang hamper sama yaitu pada tahun 2012. Setelah berjalan hampir dua tahun ia mulai mengalami goncangan dan beberapa ujian yang mengakibatkan ia lebih sering berkholwat, tafakur dan riyadhoh untuk mengharap rahmat dan pertolongan Allah swt, dan pada suatu sore hari ketika sedang menjalankan shaun sunnah / hajat ia tertidur di ruang tamu salah seorang sahabatnya, kemudian ia bermimpi dating ke sebuah Pesantren yang di pimpin oleh seorang waliyulloh yang merupakan mursyid thoriqoh, oleh kyai sesepuh pesantren tersebut ia disuruh untuk makan terlebih dahulu sebelum membicarakan beberapa hal penting dengan sang kyai, setelah selesai makan langsung dilanjut dengan pembicaraan beberapa hal, namun sebelum beliau mengajukan perkataan ternyata sang kyai langsung memberikan wejangan agar segera membuat/mendirikan sebuah majelis dzikir dengan dzikir-dzikir yang telah di ajarkan oleh KHR. Abdussalam yang terkandung dalam kitab AL Adzkar karya Imam Nawawi ra, dan agar majelis tersebut dapat berjalan dengan baik maka dibentuklah Pesantren Suryamedar, setelah kyai tersebut selesai memberi wejangannya rupanya ia langsung disuruh untuk pulang dan juga agar segera melaksanakan kholwat selama 3 hari, setelah pamit dari pesantren tersebut Ia langsung terbangun dari tidurnya yang hanya beberapa saat. Pada saat terbangun, sungguh Ust. Mohamad Arif merasa heran yang sangat luar biasa, karena begitu bangun ia langsung kenyang, padahal ia makan hanya di alam mimpi, dan hingga keesokan harinya iapun masih merasa kenyang. Setelah selesai melaksanakan Shaum Sunnah / Hajat selama 70 hari ia kemudian memohon kepada salah satu gurunya yang bernama Ust. Soleh Amrulloh SE beliau merupakan salah satu pengasuh Ponpes Terpadu Al Istiqomah Sukabumi Jawa Barat agar membimbing untuk kholwat selama 3 hari sesuai dengan tugas dalam mimpi beberapa hari yang lalu. Berkat pertolongan Allah 3 hari telah ia tempuh, kemudian ia pulang ke Bandung untuk melanjutkan beberapa aktifitas seperti biasanya, namun didalam hati tetap masih jelas untuk segera membuat majelis dzikir dan mendirikan pesantren. Akhirnya beberapa kegiatan pada Majelis Ta’lim, Dzikir, Maulid, Riyadhoh dan Dzikir Khotaman Thoriqoh Naqsyabandiyah ia mulai di rumah yang ia sewa selama 3 tahun, kemudian beberapa murid yang dulu pernah belajar padanya di koordinasikan kembali, dan berkat bantuan 2 orang sahabatnya dan beberapa rekan serta keluarganya Pesantren Suryamedar didirikan yaitu pada tanggal seperti tersebut di awal. Visi dan Misi
Visi :
Mencetak santri untuk menjadi rahmat bagi alam semesta. Misi :
- Menyelenggarakan pendidikan jazadiyah dan ruhaniah melalui riyadhoh zikir.
- Mendidik santri agar mandiri dan menjadi pekerja keras serta cerdas.
- Bekerjasama dengan berbagai pesantren dan lembaga yang memiliki Visi yang sama.
- Melestarikan nilai-nilai budaya tradisional yang ada di Indonesia yang merupakan warisan para Waliyulloh. Program Kegiatan
Kegiatan utama Pesantren adalah :
1. Menyelenggarakan pendidikan keagamaan yang terdiri dari :
a. Pengajian umum / rutin. Pelatihan dalam arti yang seluas – luasnya yang tidak bertentangan dengan Undang-undang yang berlaku di Indonesia.. Majelis Ta’lim, Zikir dan Sholawat. Pelatihan Seni Beladiri, Ilmu Hikmah dan Pengobatan Tradisional.
3. Penelitian dan pelestarian Kesenian Tradisional dan Kebudayaan yang ada di Indonesia.
4. Berpartisipasi dalam hal pengembangan dan peningkatan Sumber Daya Manusia yang berkualitas.
5. Menyelenggarakan pelatihan dan pembinaan wirausaha bagi santri. e. Data Santri / Jama’ah
Hingga saat ini jumlah Santri / Jamaah Pesantren Suryamedar telah terdata kurang lebih sekitar 300 orang yang tersebuar di Indonesia, dan jumlah tersebut terus bertambah sesuai dengan bertambahnya usia Pesantren. f. Mitra kerja / Afiliasi
Mitra Kerja sangatlah penting pada sebuah Pesantren, karena dengan bekerjasama dengan beberapa Pesantren lainnya maka dapat saling menasehati satu dan lainnya, beberapa Mitra Kerja kami ialah Pondok Pesantren Terpadu Al Istiqomah Sukabumi, Ponpes Hidayatul Mubtadiien Banyumas, Pesantren Sultan Agung Wonosobo, Perguruan Nur Karomah Jambi, dan beberapa pesantren serta organisasi Islam lainnya. g. Legalitas
Akte Pendirian
Nomor : 01
Tanggal : 13 Januari 2013 / 11 Robiul Awal 1435 H
Notaris : Aghia Ramadheswari, SH., M.Kn.,
Domisili
Nomor :
Tanggal :
Instansi : Kepala Desa Cimekar, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung
Ijin Operasional
Nomor :
Tanggal :
Instansi : Kantor Urusan Agama Kabupaten Bandung











Profil Pendiri
a. Nama, Asal / Nasab
Ust. Rasno Mohamad Arif atau lebih sering dipanggil Kang Arif lahir di Banyumas yaitu di desa Petarangan Kecamatan Kemranjen Kabupaten Banyumas, pada tahun 1983. Pada waktu kecil namanya ialah Surasno yang lebih sering dipanggil Rasno, namun pada tahun 2002 yaitu setelah ia menikah dengan istri pertamanya dan mendapat beberapa anjuran dari beberapa guru akhirnya nama Surasno ia rubah menjadi Rasno Mohamad Arif. Ia merupakan anak kedua dari pasangan Bapak Sahrudin Dasirun dan Ibu Sawilan, kedua orangtuanya hanyalah masyarakat biasa yang dulu termasuk keluarga kurang mampu secara perekonomian, dengan keterbatasan yang ada memaksa ia pergi merantau agar mendapatkan nasib yang lebih baik. Pendidikan Formal
Berbeda dengan kebanyakan rekan seusianya yang menempuh hingga perguruan tinggi, pria yang telah dikaruniai 3 orang anak melalui 2 kali pernikahan ini ternyata hanya menyelesaikan Pendidikan Formal hingga lulus Sekolah Dasar di SDN Petarangan 1 dan lulus pada tahun 1996, kemudian melanjutkan ke Kejar Paket B setara SLTP di Desa Karang Salam Kecamatan Kemranjen, namun tidak sampai selesai karena pada tahun 1998 ia mulai memberanikan diri untuk merantau ke kota Bandung. Pendidikan Pesantren
Dalam sela-sela kesibukannya bekerja, Alhamdulillah ia masih diberi kesempatan untuk belajar di beberapa Pesantren, baik di Jawa Tengah maupun Jawa barat seperti : Pondok Pesantren Terpadu Al Istiqomah Sukabumi, Ponpes Hidayatul Mubtadiien Banyumas, Pesantren Sultan Agung Wonosobo, Pondok Pesulukan Thoriqoh Naqsyabandiyah Al Kholidiyah Sokaraja Banyumas, Perguruan Nur Karomah Jambi, Pondok Pesantren Suryalaya Tasikmalaya, Pesantren Daarut Tauhid Bandung, dan beberapa Pesantren serta sempat belajar juga Sholawat pada beberapa guru diantaranya KH. Munawir Abdurrochim, KH. Ahmad Cecep, Ajengan Suawana, Ust. Asep dan lainnya juga kini iapun masih dan semoga akan istiqomah dalam bimbingan Thoriqoh Naqsyabandiyah Aliyah. Pengalaman Organisasi
Pada awalnya untuk aktif disebuah organisasi merupakan hal yang sedikit tabu, namun dengan berjalannya waktu ternyata semakin dapat menikmati keberadaannya, diantara beberapa organisasi yang pernah atau sedang ia ikuti ialah Liga Muslim Indonesia sebagai Bendahara DPW Jabar, Himpunan Pengusaha Santri Indonesia sebagai Sekretaris DPW Jabr, Dewan Kemakmuran Masjid Al Muhajirin bidang Dakwah, ketua Unit Pengumpul Zakat dan ketua Panitia Idul Adha RW029 tahun 1435H, Seksi rohani dilingkungan RT07. Pengalaman Pekerjaan / Usaha
Hampir setiap jenis / macam pekerjaan pernah ia alami, mulai dari tukang kayu bakar, gembala, pembantu, kuli bangunan, karyawan toko, pedagang, hingga pengusaha, dan kini ia telah memiliki beberapa Perusahaan yang tergabung dalam Suryamedar Group yang sebagian besar profit / hasilnya ialah untuk membiayai operasional Pesantren. Piagam Penghargaan
Saresehan Kamtibmas Polda Jabar tahun 2013 dengan tema “Mencegah dan Menangulangi Terorisme dan Radikalisme di Jawa Barat”

Alhamdulillah
12/02/2026

Alhamdulillah

Semoga ada titik keberkahan dengan ahli waris muwakif lahan pesantren Suryamedar, meski secara syariat tidak ada istilaa...
11/02/2026

Semoga ada titik keberkahan dengan ahli waris muwakif lahan pesantren Suryamedar, meski secara syariat tidak ada istilaa ahli waris wakaf. Hanya melengkapi administrasi sebagai bentuk kehadiran pemerintah dalam ibadah.

Ayo ikut bangun pondok!
24/01/2026

Ayo ikut bangun pondok!

24/01/2026

Jika telah tiba saatnya berlimpah Rizki insyaallah anak kami buatkan istana lengkap dengan taman2 surga dunia untuk kalian.

"Sakolah kudu, ngaji Komo"

24/01/2026

Huruf demi huruf yang kita ajarkan merupakan tanda kemanfaatan ilmu yang akan terus terwariskan untuk anak cucu sampai akhir masa.

24/01/2026

Silaturahmi ke Posko Mudik Banser tahun 2025

21/11/2025

`Hadist ke 41`

"وأخبرني محمد بن الحسين نا الأصمعي قال لما حضرت جدي على بن أصمع الوفاة جمع بنيه فقال يا بني عاشروا الناس معاشرة إن غبتم حنوا إليكم وإن متم بكوا عليكم"

*imam asmu'i mengatakan ketika kakek akan meninggal dunia beliau mengumpulkan putra putra nya maka ia mengatakan wahai anak anak ku gaulilah manusia dengan pergaulan yang jika kalian pergi maka mereka kangen kepada kalian jika kalian meninggal dunia maka mereka nangis karena kalian.*

21/11/2025

`Gadits ke 40`

_وحدثني إسماعيل بن إبراهيم بن بسام نا عامر بن يساف عن حوشب عن الحسن قال يا بن آدم اصحب الناس بمكارم أخلاقك فإن الثواء فيهم قليل"_

*Wahai anak Adam bersahabat lah dengan masyarakat dengan ahklak yang mulia karena berada bersama mereka itu sebentar*

21/11/2025

`Hadist ke 35`

_" قال أبو بكر ونحن ذاكرون في كتابنا هذا في كل خصلة من الخصال التي ذكرت أم المؤمنين رضوان الله عليها بعض ما انتهى إلينا عن النبي ﷺ وعن أصحابه ومن بعدهم من التابعين لهم بإحسان وأهل الفضل والذكر من العلماء ليزداد ذو البصر في بصيرته وينتبه المقصر عن ذلك من طول غفلته فيرغب في الأخلاق الكريمة وينافس في الأفعال الجميلة التي جعلها الله تعالى حلية لدينه وزينة لأوليائه وقد كان يقال ليس من خلق كريم ولا فعل جميل إلا وقد وصله الله بالدين"_

*Imam Ibnu abid dunya mengatakan kami akan menulis di dalam kitab ini mengenai prilaku yang di sebut oleh sidti a'isyah apa yang sampai kepada kami dari rosululloh shollallohu a'layhi wa sallam dan dari sohabat nya dan para tabiin para ulama yang memiliki keutamaan dan terkenal agar orang yang pintar tambah pinternya orang yang lalai sadar dari kelalaiannya pasti nya ahklak yang mulia di minati dan berlomba di dalam prilaku yang baik yang mana Allah ta'ala ciptakan untuk menghiasi agama nya dan memperindah kekasih nya dahulu sudah di bicarakan tidak ada ahklak yang mulia perbuatan yang indah kecuali sudah di sampai kan oleh Allah ta'ala melalui agama nya.*

21/11/2025

`Hadist ke 34`

_"حدثنا أبو صالح المروزي أحمد بن منصور بن راشد الحنظلي نا النضر بن شميل أنا الهرماس بن حبيب عن أبيه عن جده أنه سمع عائشة رضي الله عنها قالت إن مكارم الأخلاق عشرة صدق الحديث وصدق البأس في طاعة الله وإعطاء السائل ومكافأة الصنيع وصلة الرحم وأداء الأمانة والتذمم للجار والتذمم للصاحب وقرى الضيف ورأسهن الحياء"_

*Sidti a'isyah mengatakan رضي الله عنها sesungguhnya ahklak yang mulia itu sepuluh jujur di dalam bicara sungguh sungguh di dalam taat kepada Allah ta'ala memberi orang yang minta membalas orang yang berbuat baik menyambung saudara kerabat menyampaikan amanah baik kepada tetangga baik' kenapa teman menjamu tetamu pokok nya semua adalah sifat malu.*

21/11/2025

`Hadist ke 33`

_"حدثني مفضل بن غسان نا محمد بن كثير المصيصي عن بن أبي الرجال عن هشام بن عروة عن أبيه عن عائشة رضي الله عنها قالت لقد جاء الإسلام وفي العرب بضع وستون خصلة كلها زادها الإسلام شدة منها قري الضيف وحسن الجوار والوفاء بالعهد"_

*Sidti A'isyah mengatakan ketika Islam datang ,di masyarakat arab ada enam puluh tujuh prilaku yang baik kemudian di perkokoh oleh Islam diantara nya menjamu tamu baik bertetangga menepati janji.*

21/11/2025

`Hadist ke 31`

_"حدثني مفضل بن غسان حدثني أبي نا بن عيينة عن بن طاوس عن أبيه قال إن هذه الأخلاق منائح يمنحها الله تعالى من يشاء من عباده فمن أراد الله بعبد خيرا منحه منها خلقا صالحا"_

*Sesungguhnya beberapa ahklak ini adalah hadiah yang Allah Ta'ala berikan kepada orang yang Allah Ta'ala kehendaki dari beberapa hambanya maka barangsiapa Allah Ta'ala hendaki menjadi orang yang baik maka Allah Ta'ala memberi satu ahklak yang baik dari beberapa ahklak tersebut.*

Address

Kp. Manjahbereum RT02 RW04, Ds. Cileunyi Kulon, Kec. Cileunyi
Bandung Dua
40263

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pesantren Suryamedar posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to Pesantren Suryamedar:

Shortcuts

Share

Category