15/05/2014
untuk panitia poranjus jika ada perdebatan dari kalangan dosen sejarah mengenai slogan di banner kita, jawab aja gini:
Veni, vidi, vici adalah kalimat Bahasa Latin yang terkenal, berasal dari Julius Caesar, jenderal dan konsul Romawi pada tahun 47 SM. kita sering salah menyebutkan atau mungkin telah terbiasa melafalkan vini vidi vici, yg sebenarnya adalah veni vidi vici,
Julius Caesar menggunakan kalimat ini dalam pesannya kepada senat Romawi menggambarkan kemenangannya atas Pharnaces II dari Pontus dalam pertempuran Zela. Kalimat yang berarti Saya datang, saya melihat, saya menang/menaklukkan mengandung arti kemenangan mudah dan mutlak.(wikipedia.com)
Ungkapan Caius Julius Caesar, Kaisar Romawi, yang terkenal itu (veni, vidi, vici), biasanya diartikan dengan “saya datang, saya melihat, dan saya menang”. Ungkapan ini sebenarnya diberikan dalam bentuk lampau (past tense), yang arti tepatnya ialah “saya telah datang, saya telah melihat, dan saya telah menang.” Dalam bentuk sedang atau (present tense), ungkapan ini seharusnya ialah “venio, video, vinco”, artinya “saya datang, saya melihat, dan saya menang”.
Ini sebenarnya ungkapan yang menggambarkan keperkasaan dan kesombongan Julius Cesar, bahwa ketika berperang melawan raja Pontus, sekitar tahun 47 SM, dia tidak perlu bersusah-payah dalam mengalahkan musuh. Tetapi, cukup hanya datang dan melihat-lihat saja, musuh sudah lari terbirit-birit, ketakutan, sehingga dia menang tanpa berperang.
Dalam pertandingan olah raga, ungkapan ini biasanya digunakan untuk memberi semangat kepada tim yang bertanding.
Selamat berjuang, selamat bertanding, selamat mengalahkan musuh2 mu.
sang juara ialah Dia yg bukan hanya selalu ingin menang, tetapi dia yg tidak mau kalah begitusaja!
yg sama antara pemenang dan pecundang adalah sama2 mempunyai Mimpi. yg membedakan nya adalah proses dlm meraih mimpi trsebut, karena pemenang membuat mimpi itu terjadi, sedangkan pecundang membiarkan smuanya terjadi.
Salam historia!