28/06/2023
Segenap Keluarga Besar Pondok Pesantren Al-Falah Sukamantri mengucapkan:
Selamat Hari Raya Idul Adha 1444 H.
Official Account Pondok Pesantre Al-Falah Sukamantri
28/06/2023
Segenap Keluarga Besar Pondok Pesantren Al-Falah Sukamantri mengucapkan:
Selamat Hari Raya Idul Adha 1444 H.
21/06/2023
Assalamu'alaikum... AYO MONDOK...!
Alhamdulillah kali ini mimin mau bebrbagi informasi bagi yang hendak mesantren di Pondok Pesantren Al-Falah Sukamantri bisa langsung mengikuti tata cara pendaftarannya disini ya! Bagi yang ingin sambil sekolah di Yayasan Pendidikan Islam Al-Falah ada madrasah Tsanawiyah dan Aliyah. Info lebih lanjut, hubungi mimin langsung yah, jangan sampai telat. 😉🙏🙏🙏
15/06/2023
Assalamu'alaikum Wr Wb...
Menindak lanjuti banyaknya laporan-laporan tentang akun-akun medsos yang mengatas-namakan lembaga kami, lewat postingan ini kami menyatakan: Yayasan Pendidikan Islam Al-Falah Sukamantri dan Ponpes Al-Falah Sukamantri tidak pernah menyedikan jasa keuangan dan pinjaman dalam bentuk apapun.
Atas perhatiannya kami memohon untuk menyebarluaskan berita ini. Supaya tidak ada lagi korban-korban penipuan dan pertanyaan-pertanyaan seputar berita ini. 🙏🙏🙏
Wassalamu'alaikum Wr Wb.
17/02/2023
Selamat Memperingati Isro wal Mi'raj Kanjeung Nabi Muhammad SAW 27 Rajab 1444 H
20/04/2020
Assalamu'alaikum Warohmatulloh Wabarokatuh
Pengumuman, untuk seluruh santriyin dan santriyat yang hendak mengikuti pengajian "pasaran" di bulan Ramadhan, untuk segera mempersiapkan diri untuk mengikuti kegiatan tersebut.
Adapun yang perlu dipersiapkan adalah membeli kitab yang akan dikaji, yaitu "Kitab Ghoyatul Muna Syarah Safinatun Naja".
Demikian pengumuman ini dibuat untuk dipermaklumkan. Informasi lebih lanjut, bisa menghubungi Rois Dewan Santri Pondok Pesantren Al-Falah (Mang Nawi).
13/02/2020
Beliau pernah berkata: cobaan akan selalu datang saat kita benar² ingin dekat dengan yang maha kuasa, tergantung kita, apakah ingin melawan cobaan itu atau justru mengeluh terhadapnya, yang pasti hasil apapun yang kita dapat dikemudian hari, adalah akibat dari apa yang kita pilih. (kiai syarif hidayat *alm* )
08/02/2020
Seorang santri haruslah mampu menjalankan, dan mengamalkan apapun itu selama pada hal yang fositif,jika seorang santri sudah bisa melakukan itu,maka dia sudah pantas disebut santri sejati.
**amantri.1908
04/02/2020
Assalamu'alaikum wr.wb...
dalam rangka mengenang 40 hari wafatnya almarhum almaghfurlah Kiai Syarif hidayat bin Kh.R.Mahbub sanusi bin Kiai Kh.R.Abdullah sanusi.
Kami segenap keluarga besar Pondok pesantren alfalah s**amantri,mengundang hadirin untuk ikut hadir untuk ikut serta dalam Memberikan do'a terhadap Almarhum,semoga beliau ditempatkan di tempat terbaik disisi Allah ta'ala. Aamiiin allahumma aamiin..
19/01/2020
Mencintai bisa jadi berkaitan dengan urusan diin (agama), bisa jadi berkaitan dengan urusan dunia. Rinciannya sebagai berikut.
1- Sangat s**a jika dirinya mendapatkan kenikmatan dalam hal agama, maka wajib baginya mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya mendapatkan hal itu. Jika kecintaan seperti itu tidak ada, maka imannya berarti dinafikan sebagaimana disebutkan dalam hadits.
Jika seseorang s**a melakukan perkara wajib ataukah sunnah, maka ia s**a saudaranya pun bisa melakukan semisal itu. Begitu p**a dalam hal meninggalkan yang haram. Jika ia s**a dirinya meninggalkan yang haram, maka ia s**a pada saudaranya demikian. Jika ia tidak menyukai saudaranya seperti itu, maka ternafikan kesempurnaan iman yang wajib.
Termasuk dalam hal pertama ini adalah s**a saudaranya mendapatkan hidayah, memahami akidah, dijauhkan dari kebid’ahan, seperti itu dihukumi wajib karena ia s**a jika ia sendiri mendapatkannya.
2- Sangat s**a jika dirinya memperoleh dunia, maka ia s**a saudaranya mendapatkan hal itu p**a. Namun untuk kecintaan kedua ini dihukumi sunnah. Misalnya, s**a jika saudaranya diberi keluasan rezeki sebagaimana ia pun s**a dirinya demikian, maka dihukumi sunnah. Begitu juga s**a saudaranya mendapatkan harta, kedudukan, dan kenikmatan dunia lainnya, hal seperti ini dihukumi sunnah.
**amantri **abumi
**amantri
16/01/2020
Syekh M Nawawi Banten menyebut lima tingkat keimanan anak Adam. Ia menjelaskan secara rinci sebagai berikut ini: مراتب الإيمان خمسة Artinya, “Derajat keimanan ada lima,” (Lihat Syekh M Nawawi Banten, Kasyifatus Saja,
1.Pertama, iman taklid. Keimanan ini didasarkan pada ucapan orang lain (ulama biasanya) tanpa memahami dalilnya. Keimanan orang ini sah-sah saja meski ia terbilang bermaksiat karena meninggalkan upaya pencarian dalil sendiri bila ia termasuk orang yang dalam kategori mampu melakukan pencarian dalil.
2.Kedua, iman ilmu atau ilmul yaqin. Keimanan ini didasarkan pada pemahaman aqidah berikut dalil-dalilnya. “Orang dengan kategori keimanan pertama dan kedua terhijab dari zat Allah,
3.Ketiga, iman ‘iyan atau ainul yaqin. Dengan keimanan ini seseorang mengetahui Allah (makrifatullah) dengan jalan pengawasan batin. Dengan keimanan ini, Allah tidak ghaib sekejap pun dari mata batinnya. Bahkan “gerak-gerik” Allah selalu hadir di dalam batinnya seakan ia memandang-Nya. Ini maqam muraqabah.
4.Keempat, iman haq atau haqqul yaqin. Dengan keimanan ini, seseorang memandang Allah melalui batinnya. Ini yang dibilang oleh para ulama bahwa “arif (orang dengan derajat makrifat) memandang Tuhannya pada segala sesuatu.” Ini maqam musyahadah. “Orang dengan kategori keimanan ini terhijab dari makhluk Allah. Dengan demikian, yang tampak padanya hanya Allah belaka.
5.Kelima, iman hakikat. Dengan keimanan ini, orang menjadi lenyap karena Allah dan dimabuk oleh cinta kepada-Nya. Ia tidak menyaksikan apapun selain Allah. Bahkan ia sendiri tidak menyaksikan dirinya. Seperti tenggelam di laut, ia tidak melihat adanya pantai. Orang ini berada di maqam fana. Semua keimanan ini mulia di level mana pun itu. Tetapi memang derajat dari semua keimanan itu berbeda di sisi Allah. Hanya saja, kita sebagai manusia biasa tidak perlu menilai tingkat keimanan orang lain karena semua mendapatkan petunjuk dari sumber yang sama, yaitu Allah.
**amantri
**abumi
12/01/2020
Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wasallam bersabda:
من سلك طريقا يلتمس فيه علما سهل اللّه له طريقا الى الجنه
Barangsiapa yang berjalan untuk mencari ilmu,maka allah akan tunjukan jalan menuju syurga.
(HR.muslim)
Maka, apalagi yang kita tunggu,mulailah dari yang terdekat juga yang termudah untuk mencari ilmu, insya allah, proses takan mendustakan hasil.