Yuk, Belajar Bahasa Jepang Bersama-sama

Yuk, Belajar Bahasa Jepang Bersama-sama

Share

Yuk, belajar bahasa Jepang bersama-sama!

31/07/2016

Ada yang tahu artinya hikari oikakete?

Hikari=cahaya/sinar
Oikakete berasal dari kata kerja oikakeru=mengejar yang akhiran -ru-nya berubah menjadi -te karena past tense.

Jadi hikari oikakete artinya mengejar cahaya. Kalau diartikan berdasarkan makna tersirat, cahaya di sini maksudnya masa depan yang cerah. Yah, intinya adalah di sini kita harus terus berusaha mencapai masa depan yang cerah.

We'll journey to the end...

30/03/2016

Konbanwa minna... udah pada tidur yaa... ya udahlah klo udah pada tidur... Sayanya gak bisa tidur maklum udah 2 bulan gak ketemu yang tersayang. Hasek2.

Nah, judul materi malam ini adalah jejejenggg...

PERMINTAAN MAAF...
maafkan akuu menduakan cintamu...
(eh dasar kamu yaa gak pernah sms dan telpon alasannya gak punya pulsa, gue jadi gak bisa tidur kan... lohhh kok jadi curhat 😕) warui2...

Ada beberapa kata yang biasa diucapkan sebagai ungkapan permintaan maaf,

Formal:
- Sumimasen, bisa diartikan juga permisii...
- Yurushii kudasai, bisa diartikan juga permisi, minta izin, mohon kerelaannya... (udah dibilangin gue gak rela... ck😬)

Informal:
- Warui kedo, arti spesifiknya, sorry... iya deh gue ngaku salah (warui=salah/buruk).
- Tsumari
- Gomenasai, bisa diucapkan 'gomen' atau 'gomen, ne'

Gomen ne sama a mabushii, sono yokogao mitetara... (versi AKB48)
Maafkan sama a (summer=musim panas) menyilaukan, saat tatap wajahmu dari samping... (versi JKT48)

Wkwkwk jadi nyasar ke lagu yaa, gomen 😅

30/03/2016

Gomen-gomen ada kesalahan dalam postingan sebelumnya tentang kalimat,
"Bokura wa mirai wo kaeru chikara wo yume ni miteta"

Ralat:
- Kaeru artinya kembali atau mengembalikan atau pulang. Tiba2 saya teringat kata okaerinasai, ada kata kaeri atau kaeru yang artinya selamat datang kembali. Jadi salah ya jika mengartikan kaeru=menemukan, karena menemukan='mitsukeru'. Sekali lagi...mou ikkai yurushii kudasai!! 😆
-chikara artinya kekuatan.

So arti yang benar adalah:
"Kita punya kekuatan untuk mengubah masa depan, terlihat dalam mimpi"

Alasan:
Frase I=
- Mirai wo kaeru berarti kembali ke masa depan. Kenapa bukan kembali ke masa depan? Karena kembali maksudnya adalah mengubah kembali atau meninjau kembali seeilaahh ribet bgt ya ngartiinnya. Intinya itulah... Ini didukung oleh kata 'kekuatan' jadilah mengubah masa depan dg kekuatan kita, yaa dibolak-balik juga sama aja maksudnya hihi...

Frase II
- Yume ni miteta sebelumnya diartikan setelah melihat mimpi. Terus apa guna 'ni' di sana yang artinya 'dalam'. Jadi saya coba artikan 'terlihat dalam mimpi'. Karena 'terlihat' sama maknanya dengan 'telah melihat' jadi 'ni' tidak perlu dihilangkan.

Sekian larat hari ini... sampai jumpa di materi berikutnya. Oyaa... fren2, kalau ada yang bisa ajarin saya buat blog untuk page ini, saya kasih 100 juta cash. Hahaha bercanda kawan, jodan dake... 😂

24/03/2016

Ohayou minna daijoubu ka? Semuanya sehat kan?

Oke hari ini kita akan mempelajari sebuah kalimat untuk mengisi kekosongan hati kita. Haseekk...

Ini dia baris pertama dari lagu Parallel Hearts komposisi by: Yuki Kajiura:
'Bokura wa mirai wo kaeru chikara wo yume ni miteta'

Untuk mengartikannya, kita tentukan dulu subjek, predikat, dan objeknya.

- Subjeknya adalah 'bokura' atau 'bokutachi' yang artinya kita. Subjek ditandai dengan wa di belakangnya yang artinya adalah atau gak diartikan juga gapapa.

- Predikatnya ada 2, yaitu 'kaeru' yang artinya menemukan dan 'miteta' berasal dari 'miteiru' past tense artinya telah melihat atau setelah melihat. Bentuk awal semua predikat dalam bahasa jepang diakhiri oleh -ru.

- Subjeknya adalah 'mirai' yang artinya masa depan. Ditandai dengan wo di belakangnya.

- Ada kata 'yume' dalam kalimat tersebut dan di belakangnya ada ni yang biasanya mengacu pada tempat. Jadi jika 'yume' artinya mimpi, maka 'yume ni' bisa diartikan dalam mimpi.

Nah, setelah tahu posisi masing2 kata akan kita rangkai berdasarkan SPOK. Karena kalimat ini majemuk ditandai dengan adanya 2 predikat maka ada 2 frase. Yakni 'bokura wa mirai wo kaeru' dan 'yume ni miteta'.

- Frase pertama artinya kita menemukan masa depan.
- Frase kedua artinya setelah melihat mimpi.
Jika digabung maka kalimat ini artinya menjadi: 'Kita menemukan masa depan setelah melihat mimpi' yang maksudnya adalah

Kita akan tahu bagaimana masa depan kita dengan melihat apa mimpi kita saat ini. Jadi masa depan kita tergantung pada mimpi kita.

Thanks for read today. Ots**aresamadesh*ta!!! 😆

21/07/2015

Ne kamisama, setelah hengkang berbulan2 lamanya dari page ini, ternyata masih banyak yang menunggu. Nanti akan saya siapkan materi selanjutnya ya. Terima kasih untuk yang mau setia. Ots**are...

09/02/2015

Motivasi hari ini:
Dari sekuelnya Naruto Shippuden, Uzumaki Naruto pernah berseru kepada lawannya saat menghadapi sebuah pertarungan,

"Akan kuserang kau dengan kedua tanganku. Jika tanganku patah, kan kugunakan kedua kakiku. Jika kakiku hancur, kan kugunakan kepalaku. Jika kepalaku masih tak bisa kugunakan, akan kuserang kau dengan gigiku."

Ini membuktikan kepada kita bahwa apapun yang terjadi, kita tidak boleh menyerah pada impian kita. Bukan berarti kita harus menghajar orang seperti di anime tersebut. Tetapi yang benar, lakukan segalanya dengan sungguh2. Penuh hasrat dan kemauan. Karena di setiap ada kemauan, di situ akan ada jalan. There's a want, there's a way. Jangan ragu untuk mewujudkan impian itu. Karena impian kita adalah milik kita sendiri.

04/02/2015

Kalau kemarin kita belajar dengan mengartikan, hari ini kita akan belajar tentang cara membuat kalimat positif, tanpa kata kerja. Kita coba 1 kalimat dulu ya dari yang paling mudah. Jangan lupa kamus Indonesia-Jepangnya!

contoh:
“Saya seorang guru.”
saya = watashi/atashi, boku, ore (tergantung pada siapa kita berbicara)
guru = sensei

- Hati-hati pada penggunaan subjek atashi, boku, ore, harus
digunakan pada kondisi yang tepat (lihat materi sebelumnya).
Kalau sampai salah ucap, bisa tersinggung lawan bicara kita.
Subjek pun bisa kita hilangkan pada kondisi tepat.
- Pemilihan partikel yang tepat. Partikel yang cocok
untuk konteks kalimat ini yaitu wa=‘adalah’ (saya adalah
seorang guru). Partikel ‘ga’ juga berarti adalah, tetapi
konteksnya adalah penekanan subjek. Biasanya digunakan
dalam keadaan terdesak untuk mempertahankan apa yang ingin
kita ucapkan. Kalau kalimat di atas menggunakan ‘ga’
maknanya menjadi ‘saya ini profesinya guru loh, masa kau tak
percaya’.
- Setiap kalimat positif harus diakhiri dengan -desu (formal) atau
–da (non formal). Kedua akhiran itu pun bisa kita gabungkan lagi
dengan akhiran –ne, -yo, -yo ne; untuk menambah kesan akrab,
menjadi:
desu + ne = desu ne (dibaca desne)
desu + yo = desho (dibaca desyo)
desu + yo ne = desho ne
da + ne = da ne
da + yo = da yo
da + yo ne = da yo, ne

Jadi, ada 5 sampai lebih ungkapan yang dapat kita buat dari contoh kalimat di atas, yang artinya sama-sama ‘saya seorang guru’, tetapi tergantung pada konteks penggunaan kalimat.
1. Kalau kita lagi nggak mau basa-basi (sok sibuk), hilangkan
subjeknya saja: “Sensei desu.” atau “Sensei da.”
2. Kalau kita lagi nggak mau basa-basi, tetapi tetap ingin
menghormati lawan bicara kita: “Atashi wa sensei desu.” atau
“Atashi wa sensei da.”
3. Kalau kita lagi berdebat dengan orang lain soal profesi: “Atashi
ga sensei desu!” atau “Atashi ga sensei da!”
4. Kalau kita lagi kepingin basa-basi atau sok kenal/sok dekat:
Atashi wa sensei desu, ne...
Atashi wa sensei desho...
Atashi wa sensei desho, ne...
Atashi wa sensei da, ne...
Atashi wa sensei da yo...
Atashi wa sensei da yo, ne...
(Catatan: subjek atashi bisa diganti dengan boku/ore.)

Bagaimana? Bisa dimengerti, kan? Kalau di antara kita ada yang bertanya, “Loh, kok beda dengan aturan yang saya baca di buku?” Yah, memang sedikit beda (bukan berarti nggak ada yang sama ya!), karena di sini kita belajar bahasa agar kita bisa mempraktekkannya di kehidupan nyata, agar kita bisa memahami apa yang orang lain sedang bicarakan.

Jadi, selain mempelajari bahasa tertulis/formal (yang biasanya ada di buku-buku), kita juga mempelajari bahasa lisan/non formal. Kalau kau terlalu sering belajar lewat buku, cobalah kau putar film berbahasa Jepang atau kau dengarlah lagu bahasa Jepang. Kau pasti nggak tahu mereka sedang ngomong apa? Kau pasti hanya bisa ber-oohh. Jadi, intinya ‘selain belajar dari buku, belajar dari lingkungan juga penting’. Bisa dipraktekkan juga kok untuk belajar yang lain.

Jaa, owarimash*ta (akhirnya).
Ash*ta ni tsuzuketeii (kita lanjutkan besok lagi).
Sa-you-na-ra to ots**aresamadesh*ta....

04/02/2015

Ohayou, minna...
Pagi semua...

Lho, kok ohayou (selamat pagi), kan ini sudah malam. Yep, di tempat kerja baruku, terdapat kebiasaan aneh ini. Meskipun pagi, siang, malam, kalau kita baru pertama kali bertemu dengan orang itu, hari ini, kita harus tetap menyapanya dengan ‘selamat pagi’.

Setelah kutelusuri, ternyata kebiasaan ini mengadopsi dari sistem nilai di Jepang. Di Jepang pun demikian, kalau kita baru pertama kali bertemu dengan orang itu, hari ini, kita harus tetap menyapanya dengan ‘selamat pagi’. Wah2, nggak nyangka ya segitu pentingnya sapaan ‘selamat pagi’ sampai membudaya di mana-mana...

Maknanya di sini, kita menunjukkan kepada orang tersebut kalau kita ini masih fresh dan kita ini orang penuh semangat. Jadi, tiada hari yang tidak pagi. Meskipun sudah malam, semangat kita tetap seperti di pagi hari. Tentunya ini bukan tanpa alasan ya. Begitu juga dengan budaya yang satu ini...

03/02/2015

Sh*tsureishimasu...
Daripada bingung nyari materi, mending kita belajar bahasa Jepang lewat lagu ya.

Oke malam ini, kita akan membahas satu bait chorus lagu dari miliknya Yui Yoshioka (tahu kan yang mana orangnya, kalau nggak tahu tanya ke mbah google aja deh), judulnya Please Stay With Me

Ini dia satu bait chorus yang akan dibahas:
(Ingat! Anggap saja kita pencipta lagunya, berarti makna lagu ini adalah tentang pengalaman pribadi kita, means/yang artinya subjek utamanya adalah 'aku' dan 'kamu')

"Aitai to tada negau dakede
Konna ni mo namida afureru kara my love
Yozora ni ukabeta tameiki ga koboreru
Please Stay With Me"

Baris 1.
Aitai = berasal dari kata ai (bertemu) dan akhiran -tai (ingin); sehingga artinya ingin bertemu
to = dan
tada = hanya
negau = memohon/ingin
dake de = dake artinya hanya; 'de' di sini cuma akhiran seperti -desu, jadi buang aja daripada bikin pening.

Maknanya, aku di sini punya permohonan. Permohonannya nggak muluk2, hanya satu (ditandai dengan pengulangan kata hanya 'tada' dan 'dake'), yaitu ingin ingin bertemu denganmu.
Bahasa puitisnya: Kumohon, kuhanya ingin bertemu denganmu.

Baris 2.
Konna ni = konna artinya ini; 'ni' biasanya mengacu pada tempat; tapi dalam konteks kalimat ini, bisa diartikan 'hal ini'
mo = juga
namida = air mata; bisa juga diartikan tangisan
afureru = penuh
kara = karena
my love = cintaku

Kita hubungkan kata konna ni (hal ini) dan kara (karena), sehingga maknanya, karena hal ini (permohonan di baris 1), aku menangis tersedu-sedu (penuh air mata).
Bahasa puitisnya: Karena hal ini juga, ku terus menangis sedih, cintaku ('Beib' ^_^)

Baris 3.
Yozora ni = ingat kata sora (langit); ada aozora, koizora, akazora. Kalau yozora artinya langit malam; 'ni' artinya di (mengacu tempat)
ukabeta = berasal dari doshi (kata kerja) ukeberu (melayang, mengapung). Akhiran -ru berubah jadi -ta biasanya karena past tense (kejadian lampau)
tameiki ga = menghela napas; 'ga' hanya untuk penekanan kalau subjeknya di sini menghela napas, bukan yozora lagi.
koboreru = melimpah

Di sini ada 2 frase: 'yozora ni ukabetta' dan 'tameiki ga koboreru' ditandai dengan adanya ukabetta (kata kerja; dalam bahasa jepang, kata kerja selalu berada di akhir frase/kalimat) dan 'ga' di antara tameiki, yang menunjukkan kalau tameiki adalah subjek untuk frase yang berbeda dengan subjek yozora.
Yozora ni ukabetta, maknanya aku melayang di langit malam, sebenarnya memberitahukan bahwa aku ini lagi galau loh, pengen ketemu kamu, tapi nyariin kamu ke mana-mana tetap nggak ketemu2 (Hahai)
Tameiki ga koboreru, maknanya aku menghela napas panjang; koboreru (melimpah), nggak mungkin kan kita memaknainya sebagai menghela napas melimpah (apa maksudnya). Jadi sesuai konteks kalimatnya, yang melimpah di sini maksudnya udara saat kita bernapas. So, menghela napas panjang adalah frase paling tepat dan sesuai konteks. Maknanya, aku di sini sudah pasrah, sudah lelah dengan permohonan baris 1 tadi.
Bahasa puitisnya: kumelayang di langit malam dan kuhela napas panjang

4. Please, stay with me = tolong, tetaplah di sisiku (bahasa puitisnya, hahai :D)

Jelas? Jelas?
Jadi intinya, kalau dilihat dari bait chorusnya, lagu 'Please Stay With Me' ini menceritakan tentang seseorang yang ditinggal pergi orang yang dicintainya dan berharap sekali untuk bertemu kembali dengan orang itu dengan cara setia menantinya. Hu2i, romantis banget ya si Yui ini ^_^

Mou sh*tsumonga arimas**a? Apa ada pertanyaan?
Kalau tidak, kita akhiri pelajaran malam ini.
Ots**aresamadesh*ta.
Jaa, oyasumi... selamat tidur... ^_^

27/11/2014

Ohayou...
Hari ini kita akan belajar tentang nichijou aisatsu (ungkapan salam sehari-hari). Ada beberapa ungkapan dalam bahasa jepang yang digunakan untuk memberi salam kepada orang lain. Jika di Indonesia ada selamat pagi, siang, dan malam. Di Jepang pun demikian. Berikut daftarnya, check!

-Ohayou gozaimasu (selamat pagi), bisa disingkat ‘ohayou’ saja.
Cara membacanya ohayo-( ‘yo’ dipanjangkan) gozaimas.
Ohayou gozaimasu diungkapkan apabila kita bertemu seseorang untuk pertama kalinya pada suatu hari. Jadi maknanya bukan hanya sekedar selamat pagi, tapi bisa berarti hai atau halo!
Sesuai aturan, salam ini digunakan sejak dini hari sampai pukul sebelas siang, tetapi jika kita bertemu seseorang lewat pukul sebelas, salam ini masih bisa digunakan asalkan baru pertama kali kita bertemu orang itu pada hari itu. Ohayou gozaimasu digunakan dalam keadaan formal maupun informal, sedangkan ohayou sebaiknya digunakan dalam keadaan informal kepada teman, adik, ataupun saudara yang lebih muda.

-Konnichiwa (selamat siang)
Konnichiwa berasal dari kata konnichi yang berarti siang ini dan partikel wa, jadi salam ini diungkapkan dari tengah hari hingga sore hari. Dan bisa diungkapkan dalam keadaan formal maupun informal.

-Konbanwa (selamat malam)
Cara membacanya kombangwa
Konbanwa berasal dari kata konban yang berarti malam ini dan partikel wa, jadi salam ini diungkapkan pada malam hari saja. Dan bisa diungkapkan dalam keadaan formal maupun informal.

Catatan:
Ohayou, konnichiwa, dan konbanwa hanya bisa digunakan sekali pada orang tertentu dalam sehari. Jadi, jika kita bertemu lagi dengan orang yang sama pada hari itu, kita cukup menganggukkan kepala atau mengucapkan kata ‘doumo’ yang bisa juga berarti ‘ketemu lagi nih!’

Ots**aresamadesh*ta!

26/09/2014

WORO-WORO!

Saya mau berbagi sedikit nih tentang pengalaman saya dalam belajar bahasa Jepang. Kalau ditanya sejak kapan saya s**a dengan Jepang, saya berani menjawab sejak kecil. Karena sejak kecil, saya s**a sekali sama film2 yang berbau Jepang. Tidak hanya anime versinya sailormoon dan saint seiya, tapi juga waktu kecil saya penggemar beratnya maskedrider black (ksatria baja hitam).

Waktu duduk di bangku SD saya juga tertarik sekali dengan pelajaran IPS mengenai sejarah penjajahan bangsa Indonesia oleh Jepang (lebih weh2). Waktu itu, saya hapal sekali sama yang namanya fujinkai, jibakutai, dokuritsu junbi coosakai dan dokuritsu junbi inkai (weh2 masih inget sedikit2 ternyata). Waktu SMP saya sampai rela pinjam buku pintar milik teman saya hanya untuk belajar huruf hiragana dan katakana (waduh!).

Dan alhamdulillah, waktu SMA saya diberi kesempatan belajar bahasa Jepang dengan Enita sensei. Ots**aresamadesh*ta Enita sensei!

Tapi sampai waktu itu, saya masih belum paham jika mendengar orang Jepang ngomong walaupun nilai bahasa Jepang saya lumayan bagus. Kemudian, saat kuliah ada seorang sensei yang berbagi sedikit pengalamannya waktu bersekolah di Jepang, kepada saya bahwa ternyata eh ternyata penggunaan bahasa di Jepang hampir mirip dengan di Indonesia.

Di Jepang dikenal bahasa tertulis/teori dan lisan, sedangkan di Indonesia dikenal bahasa formal dan informal/slang. Saya baru tahu, bahwa selama ini yang saya pelajari hanya bahasa tertulisnya saja. Karena itu, meskipun saya bisa membaca banyak teks dalam hiragana dan katakana, saya tidak bisa memahami maksud pembicaraan orang Jepang. Yang bisa saya lakukan hanya ‘plongak-plongok’ alias bengong. Sama seperti orang Indonesia, orang Jepang lebih s**a berbicara dalam bahasa lisan/informal/slang.

Misalnya dalam hal menanyakan nama:
Bahasa tertulis : Anata no namae wa nandesu ka?
(Siapakah nama anda?)
Bahasa lisan : Ano namae wa? (Namamu?)

Atau mengucapkan terima kasih:
Bahasa tertulis : Arigatou gozaimash*ta (Terima kasih)
Bahasa lisan : Sankyuu (Tengkyu; dalam versi sms ditulis
dengan angka ‘39’ karena san berarti 3 dan
kyuu berarti 9)

Nah, sejak saat itu, saya memutuskan belajar secara otodidak dengan hanya bermodalkan kamus. Saya mulai mengoleksi lagu dan film2 Jepang dari anime hingga movie-nya hanya untuk mempelajari bahasa Jepang (niat banget ya!). Saya juga selalu mengupdate info2 tentang Jepang via internet juga teman2 saya yang Jepang maniak.

Sekian, semoga pengalaman saya ini bermanfaat bagi kita.
Ots**aresamadesh*ta!

24/09/2014

Ungkapan terima kasih

Saya s**a bilang ‘ots**aresamadesh*ta’ di akhir materi. Ada yang tahu artinya? Hayo, ini adalah salah satu bentuk ungkapan terima kasih dalam bahasa Jepang. Ayo kita pelajari bersama.

1. Arigatou gozaimasu, ungkapan yang artinya ‘terima kasih’ ini rasanya adalah yang paling familiar di telinga kita ya. Cara mengungkapkannya bisa lengkap ‘arigatou gozaimasu’ atau disingkat ‘arigatou’ dengan memanjangkan ‘to’-nya. Atau bisa juga menjadi ‘arigatou gozaimash*ta’ untuk mengungkapkan terima kasih atas pertolongan yang telah berlalu (past tenses). Bisa juga ditambahkan ‘ne’ yang artinya ‘ya’ menjadi ‘arigatou ne’ atau ‘terima kasih ya’. Atau ditambahkan ‘yo’ yang artinya ‘loh’ menjadi ‘arigatou gozaimasho’ yang artinya ‘terima kasih loh’

2. Ookini, penduduk dari distrik Osaka, Kobe, dan Kyoto di Jepang lebih s**a mengungkapkan terima kasih dengan ‘ookini’ daripada ‘arigatou’. Ookini terdengar lebih lembut dan feminim ya daripada ‘arigatou’, sesuai dengan sifat penduduk Kyoto yang menjunjung tinggi nilai2 budaya (kalau di Indonesia macam orang Solo dan Jogja kali ya!)

3. Doumo, artinya ‘banyak’ atau ‘sekali’. Ungkapan ini biasa dikombinasikan dengan ungkapan terima kasih yang lain untuk menunjukkan rasa terima kasih yang banyak/sangat/mendalam sekali. Cara mengungkapkannya bisa dengan Doumo saja atau Doumo arigatou, dan Ookini doumo.

4. Ots**aresamadesh*ta, artinya terima kasih atas kerja kerasnya. Orang Jepang sangat menghargai hasil kerja orang lain sekecil apapun, karena itu ungkapan ini sudah menjadi budaya di Jepang. Misalnya, seorang ibu yang menyambut anaknya yang pulang sekolah atau suaminya yang pulang kerja dan seorang guru yang mengakhiri pelajarannya di kelas akan mengungkapkan ‘ots**aresamadesh*ta’. Bahkan hanya menerima hadiah buatan tangan saja, mereka akan mengungkapkan ‘ots**aresamadesh*ta’ atau ‘makasih loh udah repot2 mbikinin’. Cara mengungkapkannya: Ots**aresamadesh*ta, Ots**aresamadesu, Ots**aresamadesu ne, Ots**aresamadesho.

5. Sankyuu (dibaca sangkiuu), ungkapan ini adalah salah satu bentuk bahasa slang/informal di Jepang. Diserap dari bahasa Inggris ‘thank you’. Sankyuu juga menjadi tren bahasa sms di Jepang dengan cara menuliskan angka ‘39’ karena san artinya 3 dan kyuu artinya 9. Unik yah!

Saya cenderung lebih s**a mengucapkan ‘ots**aresamadesh*ta’ daripada yang lainnya karena saya ingin menghargai teman2 yang sudah susah payah membaca materi dari saya. Bukan hanya membaca, bahkan membuka halamannya saja, saya sudah sangat berterima kasih sekali. Ots**aresamadesh*ta teman2!

Want your school to be the top-listed School/college in Bandar Lampung?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Telephone

Website

Address


Bandar Lampung