23/08/2015
Proses permainan Empati Ball dan proses Debriefing by Funtastic Edventure Kayu, IAIN Raden Intan Lampung
Ayoo yang ingin bergabung bermain dan belajar bersama masih ada permainan yang lain..
Funtastic Edventure adalah lembaga penyedia jasa pelatihan berbasis Experiential Learning ( Pembelajaran dari pengalaman ) baik dalam maupun luar ruang.
Funtastic Edventure menyediakan jasa pelatihan berbasis pengalaman atau yang biasa dikenal dengan outbound baik program rekreasi, training maupun pengembangan. Selain itu di halaman ini kami akan berbagi ilmu secara gratis tentang berbagai pembelajaran dari aktifitas atau permainan di alam terbuka. Bagi yang berminat menggunakan jasa kami silahkan menghubungi kami.
23/08/2015
Proses permainan Empati Ball dan proses Debriefing by Funtastic Edventure Kayu, IAIN Raden Intan Lampung
Ayoo yang ingin bergabung bermain dan belajar bersama masih ada permainan yang lain..
Funtastic Edventure siap membantu anda baik lembaga pendidikan, organisasi, sekolah, perguruan tinggi, perusahaan ataupun komunitas dalam penyelenggaraan kegiatan luar ruangan atau yang sering dikenal sebagai Outbound.
Kami siap membantu kebutuhan anda baik kegiatan outbound yang bertujuan untuk rekreasi "have fun" maupun yang sifatnya training (pelatihan) atau development (pengembangan) berbasis pembelajaran dari pengalaman (experiential learning).
Info lebih lanjut silahkan menghubungi 082183820834 / email : [email protected].
16/08/2015
Alhamdulillah.. inilah Kegiatan pelatihan dan outbond profesional berbasis experiential learning kayu IAIN BL, semua senang dan mendapatkan ilmu bermanfaat yang banyak..
Jadi lebih paham dan ngerti nih tentang dunia pelatihan outbond yang sebenarnya..
Ayo untuk teman2 yang mau join dan belajar bareng datang aja tiap minggu pagi.. GRATIS!!
Info lebih lanjut dan pendaftaran bisa menghubungi 081541042449
Like juga fanpage kita disini dan yuk sama2 gabung di grup nya BELAJAR OUTBOND ALA EXPERIENTIAL LEARNING
Salam Funtastic !
Segenap keluarga besar Funtastic Edventure mengucapkan Taqobalallahu minna waminkum,
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1436 H
Mohon maaf lahir batin.
SALAH KAPRAH DALAM OUTBOUND PART 2
Pembaca yang budiman, kita lanjut lagi nih pembahasan tentang beberapa salah kaprah dalam dunia outbound.
9. Ada beberapa kalangan pelaku outbound yang menganggap cara terbaik untuk memberikan pembelajaran kepada peserta dari kegiatan outbound yg barusan dilakukan adalah dengan membiarkan saja "toh mereka juga ngerti sendiri" atau ada yg malah kebalikannya yaitu si instruktur/fasilitator yg ceramahin peserta nah kalo pesertanya lebih tua apa iya mau diceramahin anak muda? Ada juga yg agak mendingan setelah selesai main outbound peserta langsung ditembak dgn pertanyaan "menurut kalian apa pelajaran (kalo kalangan anak rohis nyebutnya "ibroh") yg bisa kita ambil dari permainan tadi?" Dan jawabannya biasanya selalu sama dari game ke game yaitu : leadership,komunikasi,percaya,kerjasama,kerja keras,semangat,pantang nyerah,ujung-ujungnya seru,capek (sambil tangannya mainan rumput).
Sebenarnya metode di atas tidak salah karena memang dalam 2 generasi awal teknik fasilitasi menggunakan metode di atas tapi zaman dahulu kala sekitar sebelum tahun 1960an, sementara sekarang sudah sampai generasi ke 7 yaitu "flagging the experience" yaitu memasukkan nilai-nilai pembelajaran dengan memadukan teknik2 dalam hypnosis dan experience.
10. Penyelenggaraan outbound yg sering serba dadakan karena permintaan klien yg sudah mepet waktunya akhirnya persiapan penyelenggaranya juga ala kadarnya. Yang sering terjadi banyak yg miss.
11. Klien/konsumen sering kali tidak tahu apa tujuan diadakannya outbound yang membuat mereka bingung sendiri apa output yg ingin dihasilkan dari outbound itu sendiri. Ujung-ujungnya yang penting bisa refreshing dan jeleknya adalah tidak terjadi kesepakatan parameter keberhasilan program yg sama antara konsumen dengan penyelenggara outbound itu sendiri.
12. Banyak penyelenggara outbound yg tidak melakukan assesing (mencari dan menganalisa kebutuhan konsumen) untuk meyusun program outbound tapi lebih cenderung caplok program yang sudah ada dan dimiliki. Jadi program di disain bukan berdasarkan kebutuhan dan tujuan konsumen tapi berdasarkan kemauan penyelenggara itu sendiri.
13. Banyak konsumen yang menganggap untuk menghandle kegiatan outbound adalah hal yg mudah jadi seharusnya bisa dibayar murah, nah ini yg fatal. Padahal dari peserta kumpul dan berangkat ke lokasi sampai pulang lagi adalah tanggung jawab penyelenggara outbound. Jika terjadi apa-apa dengan peserta dan dengan dana yg "murah" tadi apa yg bisa dipersiapkan si penyelenggara tidak akan bisa maksimal. Setidaknya dengan dana yg cukup penyelenggara bisa mendaftarkan asuransi untuk setiap peserta dan kru yg terlibat sebagai back up jika terjadi kecelakaan dan juga mempersiapkan jalur evakuasi yg aman dan nyaman.
14. Nih yang sangat penting jika anda mau bermain di ketinggian dan menggunakan instalasi tali tinggi semacam flying fox dll harap waspada dan banyaklah cari informasi ke operator atau pihak penyenggara tentang kualitas dan umur alat-alat yang dipakai. Karena banyak sekali penyedia wahana tali tinggi dibenturkan dengan dilema antara kebutuhan biaya maintain yg tinggi dengan harga yg dijual ke konsumen yg sangat murah akhirnya peralatan yg dipakai seadanya saja dan kualitasnya semakin menurun tanpa ada maintain yg baik.
Tulisan ini dibuat bukan untuk mengkritik tapi sebagai bahan pembelajaran bagi kita dalam urusan tentang outbound. Dan sumber yang dipakai dalan tulisan ini banyak didapatkan dari pembelajaran di AELI (asosiasi experiential learning indonesia).
Demikian dan semoga bermanfaat.
Salam EL
(Funtastic Edventure -provider EL)
SALAH KAPRAH DALAM OUTBOUND
Pernahkah anda menjadi peserta outbound? Atau mungkin andalah yang mengadakan outbound atau anda yang menjadi instruktur atau fasilitatornya? Bagi anda yg tidak familiar dengan kata-kata outbound mungkin lebih paham jika istilahnya gathering atau flying fox yg bisa anda jumpai di hampir semua resort atau tempat wisata.
Tapi tahukah anda ada beberapa hal tentang outbound yang selama ini ternyata salah kaprah. Apa sajakah itu??
1. Dari namanya yaitu "Outbound" atau outbond atau otbon adalah sebuah plesetan dari sebuah merk dagang franchise sekolah pembelajaran dari pengalaman yg berasal dari amerika yang bernama "Outward Bound School". Karena lebih mudah menyebut outbound ketimbang outward bound maka jadilah semua kegiatan di alam terbuka disebut outbound.
2. Sebenarnya jenis kegiatan yang disebut outbound itu adalah metode pembelajaran yg disebut Experiential Education atau Experiential Learning. Dan di luar negeri bidang Experiential Learning atau Experiential Education adalah jurusan kuliah tersendiri dari tingkat sarjana sampai doktor.
3. Semua kegiatan di alam terbuka sering disebut outbound padahal masing-masing memiliki nama dan kekhasan tersendiri misal climbing, caving, diving, camping, rafting, orienteering dll.
4. Banyak orang menganggap kegiatan outbound adalah kegiatan yg mudah yang penting pernah lihat atau pernah main pasti bisa mengadakan sendiri. Inilah yang akhirnya membuat kualitas dan standar keselamatan peserta dalam kegiatan outbound semakin lama semakin menurun.
5. Dalam kegiatan outbound yg penting peserta bisa have fun ..haha ..hihi.. berarti acara sukses. Jika anda punya pemikiran seperti itu maka segeralah bertaubat karena berarti anda harus banyak-banyak belajar lagi. Parameter kesuksesan acara outbound tergantung jenis program dan tujuan program. Jika memang program rekreasi salah satu parameter kesuksesannya adalah peserta bahagia,senang dan merasa refresh. Tapi jika itu program training dan development berarti yang harus dikembangkan adalah pola pikir dan perilaku peserta, nah beda lagi jika itu program terapi berarti anda harus bisa meluruskan kembali yang bengkok.
6. Kegiatan outbound untuk tujuan training atau development bisa dilaksanakan dengan durasi 1 atau setengah hari. Ini adalah hil yang mustahal karena untuk mengembangkan atau mengubah think ataupun behaviour butuh proses dan waktu yang lebih panjang serta ada step step yang harus dilalui untuk mencapai tujuan program. Dalam program dengan durasi setengah atau sehari sangat sulit untuk mencapai tujuan tersebut, kalaupun diadakan hasilnya tidak akan maksimal. Sebagai pembanding, program outbound untuk training atau development di luar amerika dan eropa durasinya lebih dari 10 hari.
7. "Ah cuma outbound sehari kok" atau "ah cuma sesama anggota organisasi kok" jadi "gak butuh tim medis". Ini yang sering jadi pemahaman teman-teman jika mengadakan kegiatan outbound atau aktifitas lain di alam terbuka misal camping dll. Pertanyaannya jika tiba-tiba ada salah satu peserta yang penyakitnya kambuh saat acara atau tiba-tiba ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri sementara lokasi acara jauh dari rumah sakit, apa yang akan kita lakukan?sementar mereka (korban) butuh pertolongan pertama yg jika terlambat sedikit saja mungkin nyawanya tidak akan tertolong. Nah jika sampai ada yang meninggal siapa yg tanggung jawab?
8. Karena keterbatasan tempat akhirnya milih lokasi kegiatan sekenanya saja tapi tidak memperhatikan keselamatan peserta. Jarang sekali penyelenggara outbound yang memperhatikan apakah kontur tanahnya datar atau tidak apakah aman buat peserta atau tidak,apakah ada lubang atau benda-benda berbahaya di tanah atau tidak,apakah ada ranting atau batang pohon yang bakal jatuh dan bisa menimpa peserta atau tidak dll.
Bersambung...
Kesimpulan sementaranya adalah jika anda hendak menyelenggarakan kegiatan outbound atau yg lebih tepat Experiential Learning pilihlah lembaga yang benar-benar memahami hal-hal tersebut di atas demi kenyamanan dan keselamatan anda.
Salam EL.
Sebentar lagi di setiap kampus perguruan tinggi akan memasuki tahun ajaran baru dan sudah menjadi hal yang lumrah akan diadakannya orientasi mahasiswa baru (maba).
Namun banyak program orientasi maba terutama yang dikelola oleh mahasiswa "seniornya" atau yang lebih dikenal dengan "makrab" menjadi program yang tidak baik dan menghasilkan sistem yang tidak baik. Contohnya kejadian di salah satu perguruan tinggi negeri di lampung dalam beberapa tahun terakhir yang sudah menimbulkan korban akibat kekerasan fisik dan mental yang dilakukan mahasiswa senior terhadap juniornya (maba) atau kasus yang beberapa kali terjadi di STPDN.
Untuk alasan itulah kami dari Funtastic Edventure selaku praktisi Experiential Learning ingin mengajak kepada seluruh mahasiswa dan lembaga kemahasiswaan untuk mengkaji dan memikirkan kembali kebermanfaatan sistem ospek atau makrab bagi maba dan diri sendiri. Dan kami ingin berkolaborasi dengan mahasasiswa dan lembaga kemahasiswaan untuk membenahi konsep makrab itu sendiri dengan metode pembelajaran Experiential Learning (EL).
Metode EL sangat cocok untuk program pengenalan softskill yg dibutuhkan dalam dunia perkuliahan baik itu kemandirian,kedewasaan dan kemampuan beradaptasi. Dalam metode ini peserta yang akan belajar dari experience aktifitas yg dilakukan dan difasilitasi. Untuk lebih detailnya dapat menghubungi kami "Funtastic Edventure".
Salam EL
Banyak kalangan masyarakat baik dari dunia industri,perkantoran maupun pendidikan yang masih memandang sebelah mata tentang kegiatan Experiential Learning atau yang lebih dikenal sebagai outbound. Masyarakat yang belum paham menganggap kegiatan seperti itu hanyalah cocok untuk refreshing atau "main-main" sebagai pelepas penat dengan aktifitas setiap hari. Tapi terkadang ada sebagian yang memahami manfaat kegiatan outbound itu sendiri tapi hanya sebatas kegiatan fisik. Bagaimana dengan kita?
Karena ketidakpahaman itulah plus ditambah makin banyaknya lembaga atau perorangan yang membuat kegiatan Experiential Learning / outbound sekedarnya saja yang penting pernah dimainkan atau sekedar lihat di youtube akhirnya kualitas pengelolaan kegiatan ini semakin turun dan tidak ada kesesuaian antara goal program dengan aktifitas outbound itu sendiri. Yang lebih parahnya lagi tim "instruktur" yang bertugas memandu kegiatan outbound sangat kurang dihargai baik oleh konsumen maupun lembaganya sendiri. Maka dari itu banyak yang menganggap jadi instruktur outbound atau sering disebut dengan "fasilitator" cuma untuk sambilan/sampingan.
Padahal jika kita kembalikan ke tupoksi (tugas pokok dan fungsi) seorang fasilitator sangatlah banyak apalagi jika itu adalah kegiatan yg bersifat pelatihan,pengembangan ataupun terapi. Bayangkan saja seorang fasilitator harus memahami setiap makna pembelajaran dari setiap aktifitas,harus mengamati perkembangan peserta dan kelompoknya,memberikan perlakuan atau judgment yg sesuai untuk kelompok sesuai dgn goal program,bertanggungjawab dan memperhatikan keselamatan peserta baik secara fisik maupun mental dan masih banyak lagi yang lain. Dengan sebegitu banyaknya tugas seorang fasil layakkah jika mereka dibayar dengan sangat murah?
Kabar baiknya sekarang fasilitator adalah sebuah profesi yang diakui oleh negara. Bahkan sudah ada standarisasi kompetensi fasilitator dari tingkat pemula sampai tingkat utama,dari cuma seorang operator sampai programmer. Standarisasi kompetensi ini sudah ditandatangani oleh Kementrian tenaga kerja dan fasilitator berada di bawah naungan kementerian pariwisata bidang kepemanduan outbound. Dan pemerintah akan memberlakukan regulasi untuk pengadaan atau pengelolaan kegiatan outbound harus dikelola oleh fasilitator dan lembaga yg sudah tersertifikasi. Jadi jika seorang fasilitator dan lembaganya sudah memenuhi standarisasi berarti mereka secara kualitas lebih baik dari yang belum tersertifikasi sesuai dengan standar kompetensi kerja nasional. Dan semoga dapat menjadi nilai jual lebih si fasilitator maupun lembaganya.
Dengan demikian diharapkan menjadi "fasilitator" bukan lagi peofesi sambilan tapi bisa menjadi profesi yang dihargai di masyarakat layaknya guru maupun dosen.
Mengenai standar kompetensi kerja nasional indonesia untuk fasilitator experiential learning dapat diunduh di www.aeli.or.id
01/07/2015
Selamat Malam Sahabat Funtastic !
Sebagai salam perkenalan berikut saya bahas tentang game yg bernama Empathy Ball. Biasanya game ini dipakai dalam stage awal sebuah rangkaian kegiatan outbound / experiential learning. Objective atau nilai pembelajaran yg sering ditekankan adalah mengenaj empaty atau kepedulian terhadap orang lain sesuai dengan namanya. Yang terjadi biasanya peserta akan fokus cara menangkap tapi tidak peduli bagaimana teman di sebelahnya bisa menangkap lemparannya atau tidak.
Tertarik mencoba game ini?
Silahkan dipraktekkan dalam lingkaran kelompok. Semoga bermanfaat.
Salam Funtastic !
-----------------------------------------------------------------------------------
- Ingin belajar lebih dalam tentang dunia outbond / experiential learning ?
- atau bahkan ingin menjadi instrukturnya ?
Silahkan bergabung bersama kami di FUNTASTIC EDVENTURE (Education & Adventure )di grup BELAJAR OUTBOND/EXPERIENTIAL LEARNING
atau Like Fanpage FUNTASTIC EDVENTURE
- Bagi instansi, perusahaan, organisasi dll. yang ingin memakai jasa kami untuk program pelatihan edukasi indoor ataupun outdoor berbasis outbond/experiential learning silahkan hubungi kami di 081541042449 atau pin 56AC1C84
Salam Funtastic !
Selamat datang di Funtastic Edventure sebagai mitra anda belajar banyak hal berbasis Experiential Learning / pembelajaran dari pengalaman.