20/08/2012
Otak Manusia, Kapasitas Tak Terbatas
"Daya ingat manusia lebih fantastis daripada yang dibayangkan. Apabila seluruh informasi di alam semesta dimasukkan ke dalam otak kita, otak kita tidak akan penuh"(Irwan Widiatmoko, Trainer Super Great Memory)
Dahulu, orang lebih banyak menggunakan otak kanan saja. Segala sesuatu diselesaikan dengan menggunakan otak kanannya. Misal, ada orang sakit maka mereka mengambil daun lalu direbus dan air rebusannya diminum, untuk menyembuhkan orang yang sakit tersebut. Ketika ditanya alasannya? Jawabannya adalah "saya juga tidak tahu mengapa menggunakan daun itu, tapi hati saya yakin dengan daun penyakitnya akan sembuh". Itulah insting dan kadang menjadi mistik. jadi, jaman dulu orang "pure" menggunakan otak kanannya, meski sekarang pun ada yang demikian.
Periode berikutnya ketika ilmu terus pesat berkembang dan berakibat kepada ilmu barat maka penggunaan otak kanan mulai ditinggalkan diganti optimalisasi otak kiri. Maka dibangunlah metode-metode penelitian yang rumit, teori-teori yang detil, dan argumentasi ilmiah tentang sesuatu. Sangat berbeda dengan periode sebelumnya. dan di zaman itu orang fokus pada metode penelitiannya bukan pada penemuan itu sendiri. Sehingga yang terjadi kemudian adalah orang menjadi budak industri, mereka bekerja amat keras, lupa akan kebutuhan spiritual bahkan lupa membahagiakan diri sendiri.
Maka era modern adalah era dimana orang maju adalah orang yang dapat menyatukan kemampuan otak kanan dan kiri secara seimbang.
Apa itu otak?
Otak terdiri dari berbagai sel saraf, dan secara fisik organ ini berbentuk gumpalan, yang cenderung berwarna kelabu. Dalam gumpalan ini mengalir milyaran arus listrik, yang gunanya menyampaikan informasi, memberi perintah ke seluruh tubuh, berupa gerak, rasa, dan sebagainya. Arus listrik inilah yang membuat kita bergerak, melihat, merasa, dan sebagainya, sehingga ketika kita melihat huruf demi huruf, maka kita akan mampu merangkainya menjadi sebuah kata yang bermakna dan seterusnya. Otak inilah yang kemudian mengendalikan berbagai perilaku kita sehari-hari dalam beraktifitas, baik pasif (seperti tidur), maupun aktif (seperti bekerja, berfikir, dan sebagainya.)
Meski otak merupakan himpunan beberapa sel, otak hanya bekerja dengan sel saraf. Sistem saraf inilah yang menyampaikan informasi ke otak untuk di olah, ditafsirkan, kemudian dikembalikan lagi menjadi perintah untuk berperilaku; ketika Anda menemukan sesuatu, maka otak berusaha mencocokkannya dengan ingatan-ingatan terdahulu yang pernah terekam dalam penyimpanan otak, dan jika hal itu lama kita temukan maka dahi kita pun kemudian akan berkenyit.
Dengan kesempurnaan otak yang dimiliki manusia, hampir tak ada yang tidak mungkin dicapai oleh manusia, hanya masalah waktu, kapan pencapaian itu tiba.