Tolong Bawa Aku Ke Surga..
Mengunjungi seorang teman yang sedang kritis sakitnya, dia menggenggam erat tangan saya, lalu menarik ke mukanya, dan membisikkan sesuatu..
Dalam air mata berlinang dan ucapan yg terbata2 dia berkata, "Jika kamu tidak melihat aku di syurga, tlg tanya pada Allah di mana aku, tolonglah aku ketika itu..."
Dia langsung terisak menangis, lalu saya memeluknya dan meletakkan muka saya di bahunya. Sayapun berbisik, "Insyaallah, insyaallah, aku juga mohon kepadamu jika kamu juga tidak melihat aku di syurga..."
Kami pun menangis bersama, entah berapa lama...
Ketika saya meninggalkan Rumah Sakit, saya terkenang akan pesan beliau...
Sebenarnya pesan itu pernah disampaikan oleh seorang ulama besar, Ibnu Jauzi, yg berkata kpd sahabatnya sambil menangis:
"Jika kamu tidak menemui aku di syurga bersama kamu, maka tolonglah tanya kepada Allah tentang aku; Wahai Rabb kami, si fulan sewaktu di dunia selalu mengingatkan kami tentang Engkau, maka masukkanlah dia bersama kami di syurga."
Ibnu Jauzi berpesan begini bersandar kepada sebuah hadits:
"Apabila penghuni syurga telah masuk ke dalam syurga lalu mereka tidak menemukan sahabat-sahabat mereka yg selalu bersama mereka dahulu di dunia, maka mereka pun bertanya kepada Allah; Ya Rabb! kami tidak melihat sahabat-sahabat kami yang sewaktu di dunia bersholat bersama kami, berpuasa bersama kami dan berjuang bersama kami..."
Maka Allah berfirman, "Pergilah ke neraka, lalu keluarkanlah sahabat-sahabatmu yang di hatinya ada iman, walau hanya sebesar zarrah."
(Ibnu Mubarak dlm kitab Az Zuhd)
Maka wahai sahabat2ku,
Di dalam bersahabat, pilihlah mereka yg boleh membantu kita bukan ikatan di dunia, tetapi hingga akhirat..
Carilah sahabat2 yg senantiasa berbuat amal sholeh, yg sholat berjamaah, berpuasa dan sentiasa berpesan agar meningkatkan keimanan, serta berjuang untuk menegakkan agama Islam.
Carilah teman yg mengajak ke majlis ilmu, mengajak berbuat kebaikan, bersama untuk kerja kebajikan, serta selalu berpesan dgn kebenaran.
Teman yg dicari kerana urusan niaga, pekerjaan, teman nonton bola, teman memancing, teman shopping, teman fb utk bercerita hal politik, teman whatsapp utk menceritakan hal dunia, akan berpisah pada garis mati dan masing2 hanya akan membawa diri sendiri.
Tetapi teman yg bertakwa, akan mencari kita untuk bersama ke syurga....
Simaklah diri, apakah ada teman yg seperti ini dalam kehidupan kita, atau yg ada mungkin lebih buruk dari kita...
Ayo berubah sekarang, kurangi waktu dgn teman yg hanya condong pada dunia, carilah teman yg membawa kita bersama ke syurga, karena kita tidak bisa mengharapkan pahala ibadah kita saja utk masuk syurga Allah..
Perbanyaklah usaha, moga satu darinya akan tersangkut, dan membawa kita ke pintu syurga....
Al-Hasan Al-Bashri berkata:
"Perbanyakkanlah sahabat-sahabat mukminmu, karena mereka memiliki syafa'at pada hari kiamat”.
Pejamkan mata, berfikirlah.. siapa agaknya diantara sahabat2 kita yg akan mencari dan mengajak kita bersama2 ke syurga..
Jika tidak, mulailah hari ini mencari teman ke syurga sebagai suatu misi peribadi.
Agaknya kepada siapa antum boleh menyampaikan pesan ini?
--------
Sahabat, tolong tanyakan Allah jika aku tiada bersamamu di syurgaNya...❤
LDK Ar-Risalah UIN Ar-Raniry Aceh
LDK Ar Risalah merupakan Sebuah Organisasi kampus yang bergerak dalam bidang dakwah dan tarbiah.
Pada suatu ketika, Rasulullah bertanya kepada para sahabat, "siapakah yg paling luar biasa imannya?"
Para sahabat menjawab, "malaikat,ya Rasulullah." Balas Rasulullah, "sudah tentulah malaikat luar biasa imannya, kerana mereka sentiasa di sisi Allah."
Seketika terdiam para sahabat, menjawab lagi, "para nabi,ya Rasulullah." Rasulullah berkata, "para nabi sudah tentu hebat imannya, kerana mereka menerima wahyu daripada Allah."
Para sahabat mencoba lagi, "kalau begitu kamilah yang paling beriman." Jawab Rasulullah, "aku berada di tengah tengah kalian, sudah tentulah kalian orang yang paling beriman."
Lalu, salah seorang sahabat berkata, "kalau begitu, Allah dan Rasul Nya sajalah yang mengetahui." .
Maka dengan nada perlahan, Rasulullah berkata, "Mereka adalah umat yang hidup selepas aku. Mereka membaca Al Quran dan beriman dengan isinya. Orang yang beriman denganku dan pernah bertemu denganku, adalah orang yang Bahagia. Namun orang yang tujuh kali lebih bahagia adalah mereka yang tidak pernah bertemu aku tetapi beriman denganku."
Rasulullah diam seketika. Kemudian, beliau menyambung dengan suara yang lirih, "Sesungguhnya, aku rindukan mereka... اَللَّهُمَّ صَلِّ َعلى سيدنا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آِل سيدنا مُحَمَّدٍ
📢📣🔊🔉
Mungkin dengan ini, bisa sedikit membangkitkan semangat kita dalam dakwah. Bukan persoalan pantas dan tidak pantas, akan tetapi ternyata bisa dikatakan bahwa ini adalah kewajiban semua umat muslim.
Berikut pembahasan mengenai "Saya Belum Pantas Berdakwah":
Suatu ketika, saya sedang mengikuti muhadaroh seorang ustadz. Pada kesempatan tersebut saya bertanya, "Ustadz, bagaimana saya bisa berdakwah sedangkan saya sendiri merasa masih memiliki begitu banyak kekurangan, terutama ilmu agama saya yang belum seberapa. Masih terlalu banyak bagian dari agama ini yang belum sya pahami. Saya juga masih sering berbuat dosa ustadz.
Dengan tenang, sang ustadz menjawab, "memangnya ilmu apa yang kau jadikan syarat u/ dipahami agar engkau mau berdakwah? Apakah u/ berdakwah harus menunggy engkau jadi ulama? Apakah u/ berdakwah harus paham bahasa Arab? Apakah u/ berdakwah harus hafal banyak hadits? "
Lupakah engkau dengan Abu Bakar As Shiddiq yang baru satu hari memeluk agama Islam, keesokan harinua langsung berdakwah dan menhislamkan 5 orang sahabat? Saat itu, apakah Abu Bakar telah menjadi ulama? Apakah ia telah hapal Al-Qur'an?
"Lupakah engkau dengan Bilal Bin Rabah r.a. ketika ditindih dengan batu yang besar oleh majikannya, ia masih sempat berdakwah pada majikannya bahwa tiada Tuhan yang patut disembah kecuali Allah SWT. Saat itu, apakah Bilal yelah hafal Al-Qur'an? Saat itu, Bilal baru baru saja memeluk agama Islam dan baru mempelajari satu surah yaitu surah Al-Ikhlas dan satu surah itulah yang beliau dakwahkan pada majikannya. Saatbdisuruh u/ kembali menyembah banyak Tuhan, dengan tegas ia menjawab, "ahad, ahad, ahad!"
"Lupakah engkau dengan Mi'adz bin Jabal yang diutus berdakwah ke Yaman? Apakah beliau adalah seorang ulama? Hafal Al-Qur'an? Beliau hanya dibekali oleh satu hadits Rasulullah saw., : Ajarkanlah penduduj Yaman bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah SWT., dirikan sholat dan bayarlah zakat. "Jika memang u/ berdakwah butuh bnyak ilmu, maka seharusnya saya tidak duduk disini membawakan muhadhorah ini karena ilmu saya juga masih sedikit. Saya bukan ulama. Saya belum hafal seluruh Al-Qur'an.
Jika yang boleh berdakwah hanya orang yang tanpa dosa, maka tak seorang pun boleh berdakwah kecuali Rasulullah saw, karena hanya beliau yang ma'sum, dijaga dari keslahan. Abu Bakar, Unar, Utsman, Ali r.a., mereka juga punya dosa, namun mereka tak pernah berhenti berdakwah.
Syarat u/ berdakwah cuma satu; sudah mengetahui satu ayat Al-Qur'an. Rasulullah shallallahu'alaihi wassalam bersabdaa, "sampaikanlah dariku meskipun satu ayat" (HR.Bukhari). Bila kita telah berilmu satu ayat Al-Qur'an, kita sudah wajib mendakwahkannya.
Dakwah juga tidak harus di podium. Saat engjau akan berangjat ke mesjid, lalu engkau mengajak orang yang engkau temui di jalan untuk ikut sholat di Mesjid, itu juga sudah dakwah. Bila engkau telah tertarbiyah lalu engkau mengajak orang lain ikut tarbiyah, maka itu juga dakwah. Dakwah tidak selamanya dengan mengajar orang, mengajak orang pada kebaikan pun adalah dakwah.
⬆diambil dari :
Buku: Aktivis Dakwah Kampus Problematika & Solusi
Penulis: A. Muhammad Akhyar
🔥 *DIRIMU… DIRIKU… MEMANG TANGGUH*🔥
Dulu engkau tangguh,
Kenapa sekarang luluh?
Sudahlah, jangan mengaduh,
Hidup memang lumrah begitu.
Kesulitan itu aksesoris hidup,
dia kadang mengepung,
menjelma bagai elang,
menyeringai garang,
mencengkram tajam menghujam.
Dan engkau,
engkau bagai pipit kecil
dikepung raksasa-raksasa lapar.
Pucat pasi,
Ingin berlari,
Sembunyi.
Sayapmu mungkin kecil
Paruhmu mungil
Cakarmu kerdil
Dan
Nyalimu menggigil!
Tapi,
Ketahuilah!
Kekuatan itu bukan pada realitas fisikmu,
bukan p**a di aksesoris tubuhmu.
Melainkan pada motivasi di dadamu,
yang lahir dari keberserahan pada Allah-mu
Berserahmu itulah sahabat,
yang akan menjelma kekuatan,
yang membuat Daud kecil menyungkurkan Jalut,
yang membantu Musa menenggelamkan Fir’aun,
yang menegarkan Hajar di tandus Makkah,
yang meneguhkan Bilal di himpitan batu Umayyah
Kekuatan yang akan membuat ke-pipit-anmu menjelma rajawali.
Tangguh, teguh, kukuh, tak kenal aduh!
Berserahlah sahabat….
Pada Kekuatan yang menjagamu
Bukan menyerah
Pada kesulitan yang mengepungmu.
Tegakkan!
Kepalkan!
Hancurkan!
Sampai rintangan itu terjungkal di hadapanmu!
*Karena kutahu : Dirimu memang tangguh!*
MENJADI MAHASISWA HEBAT !
***
ANDA TIDAK LAGI SISWA, TAPI MAHASISWA. SELAMAT MENJADI DEWASA.
Kita bersama bukan karena kita tak bisa sendiri, kita berdua bukan karena kita harus berdua. Kita melakukan itu semua karena kita tau jika kita bisa melakukan semuanys jika kita bekerja sama.
Tak perlu menjadi "Superman" untuk menaklukkan dunia, cukup menjadi "Superteam" maka dunia akan tertaklukkan.
Sahabat, begitu pun ketika engkau menjadi MAHASISWA BARU, hal yang mesti kau lakukan pertama kali adalah mencari sahabat dekat. Mencari lingkungan hebat dan pastinya mendapatkan teman yang tepat. Jangan salah pilih apalagi salah dekat.
Siapa kita ditentukan siapa kawan kita, lingkungan kita, buku yang kita baca, film yang kita tonton dan lain nya. Maka untuk itu, saya berharap adik adik mahasiswa baru terutama teman teman yang membaca ini dapat berusaha untuk mencari lingkungan yang bisa membuat teman teman menjadi lebih baik lagi, orang sekarang mengatakan nya dengan nama HIJRAH.
Sahabat... Mari kita berbenah diri demi masa depan nanti. Jangan salah ambil jalan, apalagi salah jati diri!
Menebar cinta dalam cinta.
*Teruntuk Para Pejuang Dakwah...*
Pejuang dakwah hendaknya mengambil ibrah dari sirah kehidupan para Nabi as
Pejuang dakwah harus memiliki mental baja, sehingga ketika dia mendapatkan penolakan dari kaumnya, dia tetap tegar dan tetap konsisten dalam jalan para Anbiya’ ini🛣
Pejuang dakwah juga tidak layak untuk menghentikan dakwahnya ketika orang yang mau menerima seruannya hanya sejumlah hitungan jari⌚
Pejuang dakwah juga tidak pantas untuk membubarkan jamaahnya ketika jamaah yang hadir di masjidnya hanya beberapa saja 🕌
Pejuang dakwah harus tetap konsisten dalam berdakwah, berapa pun jumlah jamaahnya👭👭
Tetaplah berbuat baik dan menebar kebaikan ✊🏼
LELAH yg dis**ai Allah
Ada 8 kelelahan yang dis**ai Allah SWT dan RasulNya :
1. Lelah dalam berjihad di jalan-Nya
(QS. 9:111)
2. Lelah dalam berda'wah/mengajak kepada kebaikan (QS.41:33)
3. Lelah dalam beribadah dan beramal sholeh (QS.29:69)
4. Lelah mengandung, melahirkan, menyusui. merawat dan mendidik putra/putri amanah Illahi (QS. 31:14)
5. Lelah dalam mencari nafkah halal
(QS. 62:10)
6. Lelah mengurus keluarga
(QS. 66:6)
7. Lelah dalam belajar/menuntut ilmu
(QS. 3:79)
8. Lelah dalam kesusahan, kekurangan dan sakit
(QS.2:155)
Semoga kelelahan dan kepayahan yang kita rasakan menjadi bagian yang dis**ai Allah dan RasulNya. Aamiin yaa Rabbal-'aalamiin
Lelah itu nikmat. Bagaimana mungkin? Logikanya bagaimana? Jika anda seorang ayah, yang seharian bekerja keras mencari nafkah sehingga p**ang ke rumah dalam kelelahan yang sangat. Itu adalah nikmat Allah swt yang luar biasa, karena banyak orang yang saat ini menganggur dan bingung mencari kerja.
Jika anda seorang istri yang selalu kelelahan dengan tugas rumah tangga dan tugas melayani suami yang tidak pernah habis. Sungguh itu nikmat luar biasa, karena betapa banyak wanita sedang menanti-nanti untuk menjadi seorang istri, namun jodoh tak kunjung hadir.
Jika kita orang tua yang sangat lelah tiap hari, karena merawat dan mendidik anak-anak, sungguh itu nikmat yang luar biasa. Karena betapa banyak pasangan yang sedang menanti hadirnya buah hati, sementara Allah swt belum berkenan memberi amanah.
Lelah dalam Mencari Nafkah
Suatu ketika Nabi saw dan para sahabat melihat ada seorang laki-laki yang sangat rajin dan ulet dalam bekerja, seorang sahabat berkomentar: “Wahai Rasulullah, andai saja keuletannya itu dipergunakannya di jalan Allah.”
Rasulullah saw menjawab: “Apabila dia keluar mencari rezeki karena anaknya yang masih kecil, maka dia di jalan Allah. Apabila dia keluar mencari rejeki karena kedua orang tuanya yang sudah renta, maka dia di jalan Allah. Apabila dia keluar mencari rejeki karena dirinya sendiri supaya terjaga harga dirinya, maka dia di jalan Allah. Apabila dia keluar mencari rejeki karena riya’ dan kesombongan, maka dia di jalan setan.”
(Al-Mundziri, At-Targhîb wa At-Tarhîb).
Sungguh penghargaan yang luar biasa kepada siapa pun yang lelah bekerja mencari nafkah. Islam memandang bahwa usaha mencukupi kebutuhan hidup di dunia juga memiliki dimensi akhirat.
Bahkan secara khusus Rasulullah saw memberikan kabar gembira kepada siapa pun yang kelelahan dalam mencari rejeki. “Barangsiapa pada malam hari merasakan kelelahan mencari rejeki pada siang harinya, maka pada malam itu ia diampuni dosanya oleh Allah swt.”
Subhanallah, tidak ada yang sia-sia bagi seorang muslim, kecuali di dalamnya selalu ada keutamaan.
Kelelahan dalam bekerja bisa mengantarkan meraih kebahagiaan dunia berupa harta, di sisi lain dia mendapatkan keutamaan akhirat dengan terhapusnya dosa-dosa. Syaratnya bekerja dan lelah. Bukankah ini bukti tak terbantahkan, bahwa kelelahan ternyata nikmat yang luar biasa?
Kelelahan Mendidik Anak
Di hari kiamat kelak, ada sepasang orangtua yang diberi dua pakaian (teramat indah) yang belum pernah dikenakan oleh penduduk bumi.
Keduanya bingung dan bertanya: ”Dengan amalan apa kami bisa memperoleh pakaian seperti ini?” Dikatakan kepada mereka: “Dengan (kesabaran)mu dalam mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anakmu.”
Merawat dan mendidik anak untuk menjadi generasi shaleh/shalehah bukan urusan yang mudah. Betapa berat dan sangat melelahkan. Harta saja tidak cukup.
Betapa banyak orang-orang kaya yang anaknya “gagal” karena mereka sibuk mencari harta, namun abai terhadap pendidikan anak. Mereka mengira dengan uang segalanya bisa diwujudkan. Namun, uang dibuat tidak berdaya saat anak-anak telah menjadi pendurhaka.
Berbahagialah manusia yang selama ini merasakan kelelahan dan berhati-hatilah yang tidak mau berlelah-lelah. Segala sesuatu ada hitungannya di sisi Allah swt. Kebaikan yang besar mendapat keutamaan, kebaikan kecil tidak akan pernah terlupakan.
Rasulullah saw bersabda:
“Pahalamu sesuai dengan kadar lelahmu.”
Allah swt akan selalu menilai dan menghitung dengan teliti dan tepat atas semua prestasi hidup kita, sebagaimana firman-Nya:
“Dan bahwasanya seorang manusia tidak memperoleh selain apa yang telah diusahakannya. Dan bahwasanya usahanya itu kelak akan di perlihatkan kepadanya. Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna”.
(QS. An-Najm: 39-41).
Mari kita mencari kelelahan yang diridhoi Allah SWT..
06/10/2016
Butuh Kawan dalam Perjalanan
Oleh: Rochma Yulika
Sahabat Surgaku...
Tak bisa kita menapaki kehidupan tanpa seorang kawan.
Kita butuh mereka untuk saling menguatkan.
Kita butuh mereka untuk saling mengingatkan.
Kala diri kita rapuh ada teman yang kan menyentuh.
Kala kita dirundung sepi akan ada teman yang menemani.
Kala kita mulai futur ada yang menghibur.
Kala jiwa kita merasakan penat ada yang memberi semangat.
Tak mungkin kita usung amanah ini hanya sendiri.
Tak mungkin kita jalani tanpa teman untuk berbagi.
Itulah manfaat beramal jama'i.
Dalam perjalanan dengan banyak sahabat kita akan bahu membahu.
Saling ingatkan agak tak mudah merasa jemu.
Berharap bisa berkontribusi meski terbatas dalam ilmu.
Dan senantiasa belajar menambah wawasan kepada para guru.
Hiduplah hidup berada dalam satu jalan.
Hiduplah hidup berada dalam naungan.
Hiduplah hidup untuk bersapaan.
Hiduplah hidup berada dalam kebersamaan.
Keindahan dunia tak kan bisa kita nikmati kala kesendirian.
Bila sepi melanda teman perlu dihadirkan.
Inilah saatnya kita ambil peran.
Saling menolong sudah menjadi kebiasaan.
Hidup bermasyarakat kan jadi tuntutan.
Ajaran kebaikan selalu jadi pedoman.
Perjuangan Islam tidak akan tegak tanpa adanya ukhuwah islamiyah.
Islam menjadikan persaudaraan sebagai dasar bagi aktifitas perjuangan untuk menegakkan agama Allah di muka bumi.
Ukhuwah islamiyah akan melahirkan rasa kesatuan dan menenangkan hati manusia. Banyak persaudaraan lain yang bukan karena Islam dan persaudaraan itu tidak akan kuat dan kekal.
Persaudaraan Islam yang dijalin oleh Allah ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻭﺗﻌﺎﻟﻰ merupakan ikatan terkuat yang tiada tandingannya.
Perpecahan di kalangan umat dewasa ini terjadi disebabkan mereka tidak memenuhi persyaratan ukhuwah, yaitu kurangnya mendekatkan diri kepada Allah dengan ibadah yang bersungguh-sungguh.
Ketaatan beribadah dan ketakwaan sebagai solusi dari perpecahan umat. Allah ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻭﺗﻌﺎﻟﻰ berfirman,
"Sesungguhnya orang orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat". (QS. Al- Hujurat: 10)
Hidup untuk Bersyukur
(Ringkasan tulisan dalam Bahjat al-Nufuus karya Ibnu 'Atha'illah as-Sakandari)
Betapa banyak karunia yang Allah berikan dan pertolongan yang Allah ulurkan, melebihi kasih seorang ibu.
Ketika kita masih bayi, ibu sangat memperhatikan makan, minum, istirahat, dan tidur kita. Sementara kita tak mengetahui segala yang ia perbuat.
Demikian p**a dengan kondisi manusia di dunia. Semua kebutuhan lahir dan batin telah Allah siapkan (Bacalah Q.S 45:13 dan Q.S 16:53). Namun seringkali, kita tak menyadari nikmat yang telah diberikan-Nya.
Keadaan kita sama seperti bayi yang diberi baju bagus oleh ibunya. Bayi belum memahami nilai baju yang baik. Tanpa pikir panjang, ia bisa saja mengotori bahkan merobeknya. Lantas sang ibu akan menggantinya, mencuci yang kotor, dan menjahit yang robek, sementara anaknya tak mengetahui segala yang sang ibu lakukan karena akalnya masih lemah.
Begitu p**a Allah. Dia telah memakaikan kita baju tauhid, baju makrifat, baju cinta, baju iman, baju islam, dan baju kemuliaan. Allah p**a yang telah menyiapkan seluruh alam untuk manusia agar kita bertasbih, bersyukur, dan menyembah-Nya (Bacalah Q.S 14:24).
Jika kita renungkan, apa yang telah kita perbuat dan apa yang telah Allah perbuat kepada kita hingga saat ini, kita akan sangat malu. Menyadari segala kemurahan, kebaikan, maaf, dan ampunan yang Allah berikan. Sedangkan kita melakukan pembangkangan, kemaksiatan, kekufuran, penyimpangan, dan ketidakpatuhan.
Jika ada yang mencintaimu karena kebaikanmu padanya, bukankah itu biasa? Tapi Allah begitu luar biasa, karena masih mencintai kita yang terus menentang dan membangkang kepada-Nya.
Bahkan... sebagian orang bijak, meneteskan air mata ketika minum air yang sejuk, karena malu kepada Allah. Mereka menyadari pemberian Allah dan merasa tak bisa berbuat banyak untuk mensyukurinya. Mereka berucap, "Inilah bentuk kasih sayang Allah terhadap hamba-Nya."
Dan Allah telah memaklumatkan, "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah nikmat kepadamu, dan jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." (Q.S Ibrahim:07)
~BISNIS KEHORMATAN~
Oleh : Ust. M. Anis Matta, Lc.
Menegakkan wajah dan mempertahankan kehormatan pribadi di atas kemiskinan yang panjang, bukanlah perkara gampang. Tapi bertahan dalam kemiskinan yang panjang di tengah gemerlap dunia materi dengan tetap mempertahankan tingkat produktivitas ilmiah yang tinggi, tentu saja jauh lebih sulit.
Tapi itulah inti semua tantangan yang dihadapi para ulama pewaris nabi. Itu akan menjadi lebih rumit bila mereka hidup pada suatu masa di mana para penguasa bersikap anti ulama, meremehkan peranan ilmu pengetahuan, dan s**a merendahkan ulama. Kemiskinan adalah pilihan hidup mereka, tapi kehormatan adalah tameng mereka.
Masalahnya adalah bahwa sebagian dari kehormatan itu harus dipertahankan dengan materi atau harta. Harta itu sendiri tidak secara langsung berhubungan dengan produktivitas dalam dunia mereka. Tapi itulah masalahnya: harta, kata Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam, adalah sumber kebanggaan manusia dalam hidup. Maka, perintah menjadi kaya beralasan di sini: agar kita juga memiliki kebanggaan itu, agar kita dihormati dalam pergaulan masyarakat.
Bisnis adalah jalannya. Itu sebabnya kita menemukan para ulama besar yang juga pebisnis. Abu Hanifah, misalnya, adalah pengusaha garmen. Beliau bahkan membiayai hidup sebagian besar murid-muridnya. Itu membuat beliau terhormat di mata para penguasa, relatif untouchable.
Tapi itu juga memberikan beliau kedalaman dalam fiqih, khususnya dalam bidang muamalah. Beberapa literatur awal dalam masalah keuangan regara kemudian lahir dari tangan inurid beliau. Misalnya, Kitab Al Kharaj yang ditulis Abu Yusuf. Untuk sebagiannya, pemikiran ekonomi Islam pada mulanya diwarisi dari fiqih Abu Hanifah.
Walaupun begitu, pop**aritas mereka tidak datang dari kekayaan mereka yang melimpah ruah. Sebab, bisnis tidak boleh mengganggu ‘bisnis’ mereka yang lain.
Sebab, mereka hanya ingin menjadi orang bebas dengan bisnis itu. Sebab, mereka hanya ingin mempertahankan kehormatan mereka dengan bisnis itu. Itu berarti bahwa mereka harus mampu mengelola bisnis paruh waktu dengan sukses.
Demikianlah kejadiannya. Suatu saat Abdullah Ibnul Mubarak, guru para ahli zuhud, ulama dan perawi hadits yang tsiqah, jago panah dan petarung sejati, ditanya tentang mengapa beliau masih berbisnis. Beliau yang terlibat dalam sebagian besar pertempuran di masa hidupnya, menulis beberapa buku monumental seperti Kitab Al Zuhd, memang dikenal sebagai seorang pebisnis yang sukses. Namun, beliau hanya menjawab dengan enteng.
“Aku berbisnis untuk menjaga kehormatan para ulama agar mereka tidak terbeli oleh para penguasa.“
Da'i adalah buku yang terbuka melalui akhlaknya, tuturnya, tingkah lakunya.
Tidak semua orang masuk Islam karena dengar taujih. Namun tersentuh dari akhlak.
Pemenang sejati harus melewati beberapa ronde. Banyak ragam cara untuk mendekatkan orang dengan Islam .
Jika tidak direspons, ingatlah: hidayah mutlak milik Allah.
Ketika Nabi Nuh AS berdakwah mendapatkan penolakan luar biasa. Ia tak patah arang.
Berdakwah selama 950 tahun. Tak sedikit yang menganggapnya pendusta.
Batu punya perasaan. Tapi hati yang membatu tak akan punya perasaan.
Oleh sebab itu, neraka berbahan bakar batu&manusia. Karena sama kerasnya.
Tetap berfikir positif terhadap objek dakwah. Dengan begitu kita tahu celah memperbaikinya.
Kalau hanya ingin "terkenal" berlaku saja yang aneh-aneh. Sayangnya, dakwah tak begitu.
Memikirkan apa yang dibutuhkan masyarakat. Tsaqofatul khidmat. Perhatikan dan lakukan.
Alqudro alqalamiyah. Kemampuan komunikasi. Dialog. Agar mudah diterima.
Hargai pengorbanan. Minimal terima kasih. Ketika di "like" status FB, kita senang sekali.
Senyumlah pada objek dakwah. Kalau bisa, latihanlah senyum paling manis depan cermin.
Berjabat tanganlah. Rasulullah itu paling akhir mengakhiri jabat tangan.
Menatap ketika diajak bicara. Jangan melengos, karena dianggap tak menghargai.
Dengarkan ucapan mereka dengan baik.
Perhatian. Misal, memperhatikan yang ia pakai, "Ya Allah.. Bagus sekali baju antum".
Hal-hal tersebut yang membuat objek dakwah tertarik kepada kita.
Karena, jika ada yang mendapat hidayah Allah melalui akhlak kita, ini lebih baik dari dunia dan seisinya.
Hayu, ke taman surga bersama
Hanya butuh satu menit…
Kita bisa menangguk pahala kebaikan yang banyak, menggugurkan dosa keburukan, meninggikan derajat, dan meraih ridha Allah SWT.
Jika menit demi menit kita manfaatkan secara maksimal…terkumpul satu jam yang penuh berkah dengan amal kebaikan.
Jika jam demi jam kita manfaatkan secara maksimal…terkumpul satu hari satu malam yang penuh berkah dengan amal kebajikan.
Duhai, alangkah banyaknya menit-menit kita yang terbuang percuma…
Betapa banyak jam-jam kita yang berlalu tanpa manfaat dunia dan akhirat…
Betapa banyak hari-hari dan malam-malam kita yang hangus, lenyap, dan tak pernah bisa kembali lagi…tanpa mendatangkan ridha Allah dan pahala melimpah dari-Nya.
Saudaraku seislam dan seiman…
Ramadhan masih menyisakan beberapa hari dan malam…
Masih ada banyak menit dan jam yang siap melimpahkan karunia Allah kepada kita.
Pertanyaannya, benar-benar seriuskah kita memanfaatkannya untuk meraih ridha Allah dan pahala tertinggi di sisi-Nya?
Semoga jawabannya adalah iya…dengan tekad bulat, ucapan lisan, dan amal perbuatan kita.
Wallahu a’lam bish-shawab.
Click here to claim your Sponsored Listing.
Location
Category
Contact the school
Address
Lingkar Kampus Uin
Banda Aceh