Rangkang Sunnah

Rangkang Sunnah

Share

Halaman resmi Rangkang Sunnah

11/03/2023

Syekh Nuruddin Itr lahir di kota Aleppo Suriah pada 1937 M/ 1356 H. Sang ayah Al-Hajj Muhammad Itr termasuk salah satu murid kinasih Al-Allamah Al-Jalil Al-Imam Asy-Syekh Al-Arif billah Muhammad Najib Sirajuddin. Ayah beliau seorang pengajar, pendidik dan pekerja keras.

Beliau lahir di Aleppo Suriah dari keluarga yang memiliki tradisi keagamaan yang shaleh dan keilmuan yang kuat. Beliau bermarga al-Hasani, menganut akidah Asy'ariyah, bermazhab Hanafi sekaligus seorang sufi. Kepakaran beliau dalam disiplin ilmu hadits diakui sentaro dunia Islam. Beliau rajin mengajar, rajin menulis dan mentahqiq.

Syahdan Al-Hajj Muhammad bernadzar memiliki keturunan yang akan dikhidmahkan untuk melayani agama. Dan Allah swt. pun mengabulkan. Lahirlah seorang putra yang kelak menjadi pelita umat. Nuruddin remaja menimba ilmu jenjang pendidikan menengah atas di Madrasah Tsanawiyah Syar'iyah Al-Khasrawiyah dan dikenal sebagai pelajar cerdas dan giat melebihi rata-rata teman sebangkunya. Dia lulus pada tahun 1954 dan meraih prediket cumlaude.

Nuruddin muda kemudian melanjutkan studinya ke luar negeri. Universitas Al-Azhar Mesir menjadi destinasi intelektualnya. Dia kuliah lancar empat tahun dan meraih gelar lisensi pada 1958. Dia tercatat sebagai alumni pertama dari angkatannya. Tidak dinyana, Nuruddin muda menjadi perhatian para gurunya dari kalangan masyayikh dan ulama-ulama besar Al-Azhar, saat mereka melihat kecerdasan, kegigihan dan keshalehan dalam pribadinya.

Allah SWT. memudahkan dia menimba ilmu dari banyak ulama rabbani. Guru-guru beliau antara lain Syekh Musthafa Mujahid, Syekh Muhamamd Muhammad As-Samahi, Syekh Abdul Wahab Al-Buhairi dan Syekh Muhammad Muhyiddin Abdul Hamid. Namun sosok guru yang membentuk kecerdasan ilmu dan kebeningan spiritualnya adalah Sirajul Ummah Syekhul Islam Al-Allamah Syekh Abdullah Sirajuddin Al-Husaini pada tahun-tahun terakhir hidupnya. Gurunya adalah seorang pakar hadits bergelar Al-Hafizh dan ulama ahli tafsir. Syekh Nuruddin adalah keponakannya sendiri.

Pada tahun 1964, Syekh Nuruddin meraih gelar doktoral dari Jurusan Tafsir dan Hadits Fakultas Ushuluddin Universitas Al-Azhar dengan predikat mumtaz ma'a syaraf alias summa cumlaude. Judul disertasi beliau berjudul Thariqah At-Tirmidzi fi Jami'ihi wa Al-Muwazanah Bainahu wa Baina Ash-Shahihain. Disertasi ini dianggap sebagai percontohan disertasi yang baik dari segi penulisan muatan isi dan metodologi. Metode beliau dalam membuat kategorisasi bab perbab menjadi rujukan para pengkaji metodologi para ulama hadits.

Syekh Nuruddin Itr kemudian langsung kembali ke kampung halaman di Suriah. Beliau mengajar madrasah menengah atas dalam waktu tidak lama hingga kemudian diangkat menjadi dosen pengajar mata kuliah Hadits di Universitas Islam Madinah sejak 1965 hingga 1967.

Sesudah itu, Syekh Nuruddin Itr p**ang ke Damaskus, mengajar di madrasah hingga kemudian menjadi dosen di Fakultas Syariah Universitas Damaskus. Beliau mengajar mata kuliah Hadits dan Tafsir di Fakultas Sastra di dua kampus; Universitas Damaskus dan Universitas Aleppo.

Selain kiprah mengajar di Madinah dan Damaskus, Syekh Nuruddin juga mengajar di sejumlah universitas Arab dan Islam dalam waktu yang tidak terlalu lama. Di samping itu, beliau juga mengisi majlis pengajian di beberapa masjid. Beliau masih aktif mengajar di kampus meski dalam usia beliau yang sudah terlampau sepuh. Dari keikhlasan dan kealiman beliau, lahir ribuan guru agama yang di antaranya menjadi ulama besar.

Syekh Nuruddin Its juga pernah diminta menjadi ahli tenaga yang meninjau dan otomasi metode pendidikan dengan pemandangan sarjana dan berbaring di sejumlah universitas Arab.

Sepanjang karir, beliau sudah menjadi dosen pembimbing tesis dan disertasi. Karena beliau dikenal sangat teliti dan detail dalam memberikan penilaian.

Syekh Nuruddin Itr telah menulis lebih dari 50 kitab dalam bentuk karangan buku atau tahqiqan kitab. Yang paling terkenal antara lain Manhaj An-Naqd fi' Ulum Al-Hadits (Metodologi Kritik dalam Studi Ilmu Hadits). Kitab ini dinilai sebagai fase sejarah baru dalam ilmu Musthalah Hadits sesudah fase Syekhul Islam Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani.

Kitab beliau yang berjudul I'lam Al-Anam Syarh Bulugh Al-Maram didapuk sebagai “hadiah istimewa” bagi metodologi Hadits Tahlili. Syekh Nuruddin Itr menciptakan kebaruan dalam menjelaskan bagaimana para ulama fikih beristinbat menggali hukum-hukum yang berbeda-beda dari satu nash (teks) yang sama.

Karya-karya beliau identik dengan inovasi dalam kategorisasi bab perbab dan memuat informasi yang padat dan jelas pada saat yang bersamaan. Sebagian besar karangan beliau dipercaya menjadi buku pegangan dan buku ajar mata kuliah di banyak universitas seperti Universitas Damaskus dan Universitas Al-Azhar.

Syekh Nuruddin Itr adalah bapak yang welas asih, guru yang tegas dan murabbi ruhani bagi murid-muridnya. Yang pernah menjadi murid beliau pasti memiliki kesan mendalam dalam kehidupan ilmu dan dakwah mereka. Tidak sedikit madrasah dan ma'had berdiri berkat sokongan dana dari beliau. Diam-diam beliau juga sering memberikan uang kepada para pelajar.

Al-Allamah Syekh Nuruddin Itr merupakan sosok ulama rabbani dengan aura spiritual yang kuat. Penyucian jiwa adalah tujuan hidup beliau. Beliau berlaku zuhud dan tidak berambisi dengan jabatan dan kenikmatan dunia. Ridha Allah dan Rasulullah adalah cita-cita beliau. Sosok ulama yang rendah hati, toleran, khusyuk dan berhati lembut pantulan dalam pribadi beliau.

Orang-orang yang pernah menghadiri majelis beliau pasti tidak akan menyangkal kalau-kalau Syekh Nuruddi Itr hidup di dunia orang-orang yang hatinya berpaut dengan Rasulullah SAW. Itulah alasannya, dia memilih menjauh dari sorot kelelahan di tengah berjibun prestasi yang telah dia raih.

Maka tidak berlebihan bila kami mengatakan bahwa manhaj hidup beliau adalah meredam nafsu dan mendisiplin rendah hati meski kehormatan dan kewibawaan banyak diberikan kepadanya layaknya anugrah yang Allah SWT berikan kepada orang-orang yang jujur, tulus dan istiqamah.

Menyatakan cintanya kepada Al-Azhar, Syekh Nuruddin Itr pernah berkata, “Hal yang aku sabar untuk berjumpa dengan Allah adalah cintaku pada Al-Azhar.

Semoga Allah SWT melimpahkan samudra rahmat dan menempatkan beliau di surga-Nya.

https://sanadmedia.com

10/07/2021

Rangkang Darul Ma'rifah turut berdukacita atas wafatnya KH Zainuddin Djazuli ( Pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Ploso)

Semoga Allah mengampuni segala kesalahannya, menerima segala amal ibadahnya, melapangkan kuburnya dan menempatkan sebagai ahli surga. Amiin
__________________
Ikuti Sosial Media Rangkang Darul Ma'rifah
Instagram : |
Facebook : Rangkang Darul Ma'rifah
__________________

07/06/2021

إِنَّ مِنْ أَحِبِّكُمْ إِلَيَّ وَأَقْرَبِكُمْ مِنِّي مَجْلِسًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَحْسَنُكُمْ أَخْلَاقًا

“Sesungguhnya di antara orang-orang yang paling aku cintai dan paling dekat tempat duduknya pada hari kiamat denganku yaitu orang-orang yang paling baik akhlaknya.” (HR. Tirmidzi)
















07/06/2021

Man 'arafa Nafsah Faqad 'Arafa Rabbah. Barang siapa kenal dirinya maka akan kenal Tuhannya. Bagaimana mengenal diri dengan menghilangkan wujud diri. Bagaimana menghilangkan wujud diri dengan mengekalkan sifat sifat ketuhanan (Lahut) dan menghilangkan sifat sifat ketuhanan (Nasut).




















05/06/2021

Padahal Allah SWT memberikan kebaikan kepada kita namun kebanyakan kita memilih jalan yang dimurkai oleh Allah SWT.








31/05/2021

Kedudukan Mursyid sangat penting bagi salik yang hendak berjalan kepada Allah SWT. Bahkan Ulama Aceh penyebar Thariqat Syattariyah di Nusantara sekaligus Pengarang tafsir Melayu pertama di Nusantara Syaikh Abdurrauf As Singkili (Syiah Kuala) dalam kalamnya menyuruh kepada Salik untuk mengikuti jalan yang disuruh Mursyid.


















30/05/2021

Orang yang mahabbah pada Allah dan Rasulullah pasti akan banyak menyebut (zikir) Allah dan Shalawat kepada baginda Rasulullah Saw, semakin banyak dia berzikir dan bershalawat maka semakin Wushul dengan Allah Swt dan rasulullah Saw.

28/05/2021

Seseorang akan bersama orang yang dicintainya, ketika kita mencintai orang alim, sholeh maka kita akan bersama mereka, jika yang kita cintai orang munafik, fasiq maka kita juga akan bersama mereka kelak.



27/05/2021

Abu Tgk. H. Abdul Ghaffar Lhoknga adalah Seorang Ulama Kharismatik dari Aceh. Beliau merupakan Mursyid Thariqat Haddadiyah serta Imeum Chik (Imam Besar) Mesjid Lhoknga. Beliau dilahirkan pada tahun 1931 M. Beliau Ulama sepuh yang sangat tawadhu'.

Kedatangan Abu Ghafar Lhoknga untuk memperdalam Ilmunya kepada Abu Syech Mud sangat beralasan, mengingat beliau sebelumnya telah belajar di Banda Aceh tepatnya Uleelheu selama delapan tahun kepada ulama yang bernama Teungku Haji Makam rentang waktu 1951 sampai 19589. Karena di tahun 1959 beliau merantau ke Kabupaten lainnya Blangpidie belajar kepada Abu Syech Mud yang juga aslinya berasal dari Lhoknga. Selain kepada Abu Syech Mud, Abu Ghafar Lhoknga disebutkan dalam nazam yang disusun oleh Abuya Jamaluddin Waly, juga termasuk salah satu ulama yang pernah menimba ilmu di Dayah Darussalam Labuhan Haji. Karena diantara figur kharismatik ulama dari Lhoknga selain Abu Ghafar adalah Abu Gurah yang berasal dari Peukan Bada dan keduanya adalah murid dari Abuya Syekh Muda Waly al-Khalidy.

Setelah menimba ilmu di berbagai tempat, Abu Ghafar Lhoknga dalam usianya 31 tahun mulai berkiprah secara luas di kampung halamannya Lhokruet Lhoknga Aceh Besar. Beliau sebagai ulama, Imam Chik dan pemimpin dayah. Semenjak tiba di desanya, beliau secara tulus dan sungguh-sungguh mengabdi kepada masyarakatnya. Tidak terhitung banyaknya masyarakat yang didik oleh beliau di berbagai majelis taklim yang berpusat di Banda Aceh dan Aceh Besar.

Abu Ghafar mengajarkan kitab-kitab melayu jawo kepada murid-muridnya. Di antara kitab-kitab jawo yang sering digunakan sebagai rujukan dalam pengajian Abu Ghafar adalah Kitab Tafsir, Kitab Tasauf, dan Kitab Tauhid. Untuk kitab tafsir biasanya beliau memakai kitab Tafsir Turjuman al Mustafid yang ditulis oleh Syekh Abdurrauf al-Singkili atau Teungku Syiahkuala. Kitab Turjuman al Mustafid sendiri dibagian-bagian tertentu memiliki titik kerumitan, apalagi bila menyangkut pembahasan Qira’at yang terdapat di dalamnya. Demikian p**a kitab tasauf Sirussalikin, walaupun jawo tetapi dibanyak tempat riwayat-riwayat hadisnya tidak berbaris dan terkadang butuh pemahaman yang mendalam. Namun Abu Ghafar Lhoknga sebagai ulama yang alim jawo, sangat lihai dalam memaknai dan menjelaskan maksud dari pengarang Kitab-kitab tersebut.

Semasa hidupnya, Abu Ghafar juga seorang guru Tarekat Haddadiyah dan yang diijazahkan oleh gurunya Abu Syech Mud dari jalur Abu Haji Hasan Kruengkalee. Sehingga di berbagai pengajiannya, beliau mengajarkan bacaan surat Yasin secara bersanad, doa-doa dan berbagai hizib yang pernah beliau perolehan dari para gurunya itu. Abu Ghafar juga seorang ulama yang zuhud dan qana’ah dalam hidupnya. Banyak pelajaran berharga yang dipetik dari kehidupan ulama kharismatik itu.

Setelah berbagai kontribusi untuk masyarakatnya, dalam usia 81 tahun wafatlah ulama yang bertuah tersebut. Rahimahullah Rahmatan Wasi’atan. Alfaatihah.









Sumber : jaringansantri.com

Photos from Rangkang Sunnah's post 23/05/2021

SYAIKH MUHAMMAD BIN FADHLULLAH BURHANPURI

Dia lahir di Ahmedabad dan dari keluarga hazrat Khawaja Qutubudin Maudud Chrishti.

Dalam pembelajaran Tradisional dia adalah Murid Syaikh Wajihuddin Alvi tetapi disiplin ke Shah mah berpuri.

Dia menetap di Madrasah Syaikh Wajihuddin Alvi Selama 12 Tahun.

Dia Membangun Mesjid dan juga Madrasah pada masa Muhammad Shah Mubarak Faruqi di Burhanpur dan di Madrasahnya para Mahasiswa di ajarkan Pelajaran Hadits, Fiqh, dan Tafsir. Dia banyak menulis Buku.

Banyak orang belajar Hadits, Tafsir dan Ilmu Agama pada Syaikh Muhammad bin Fadhlullah.

Pada 12 Rabi'ul awal dia bersama orang orang berkumpul di madrasah nya untuk membacakan puisi dan puji pujian kepada Rasulullah SAW.
Dia wafat pada 12 Ramadhan 1029 H. Atau 1649 M di Burhanpur dan dimakamkan di pemakaman Hamid, Burhanpur.

Foto : Makam Syaikh Fadhlullah Burhanpuri

16/05/2021

Ya Allah selamatkanlah saudara-saudara kami kaum muslimin yang lemah di Palestina, Ya Allah sayangi dan kasihilah mereka. Amiin



















13/05/2021
Want your school to be the top-listed School/college in Banda Aceh?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Website

Address


Banda Aceh