Dari dasar pikiran tersebut dan atas kerjasama dari berbagai pihak, pada tahun ini kami mengadakan kegiatan dengan nama Aceh Community Art Project.
Kumpulan pelaku seni yang perduli akan pentingnya pendidikan, kebersihan n peran pemuda/i dalam mempertahankan dan mengembangkan seni dalam setiap aspek kehidupan Daerah Tohoku Jepang dan Aceh di Indonesia sama-sama mengalami bencana alam dahsyat dengan dampak besar yang disebabkan oleh gempa pada tahun 2004 di laut Sumatera dan pada tahun 2011 di Timur Laut Jepang. Kami selaku lembaga non-profit
dengan nama Chikyuu Taiwa Labo, sejak tahun 2013 telah melaksanakan berbagai macam kegiatan dua negara di dasari atas pemikiran bahwa bencana alam ini bukan hanya menyisakan kerugian pada tanah yang kita tinggali, akan tetapi dari bencana alam kita harus dapat membagikan rasa sakit dan pengalaman-pengalaman tersebut agar dapat dirasakan juga secara bersama, dan dari bencana alam tersebut diharapkan dapat membuka jalan baru terhadap perbaikan dan kemajuan. Community Art merupakan sebuah cara untuk membangun kebersamaan dan memvisualisasikan permasalahan social yang ada melalui wujud seni. Berlatar belakang akan usaha pasca bencana alam dan tsunami jepang, kami menyelenggarakan Aceh Community Art Project pada Desember 2017 di Aceh yang sama-sama pernah mengalami bencana alam dan tsunami. Perencanaan kegiatan ini di rencanakan berlanjut selama 3 tahun lamanya sampai 2019 bertepatan dengan 15 tahun peringatan Tsunami Aceh. Kemudian, kegiatan yang dilakukan di Tohoku adalah kami mengundang 4 orang staff consortium dari Aceh pada Agustus 2017 dan mengikuti berbagai macam kegiatan berupa kunjungan ke Sekolah Dasar, pemukiman sementara korban tsunami, tempat pelayanan sosial, festival lokal, dan Art Project lainnya. Meskipun berbeda bahasa dan budaya, tapi melalui kegiatan pertukaran ini, kedua belah pihak dapat saling menemukan pengalamannya masing-masing, khususnya dari pengalaman mereka terhadap bencana alam yang dapat dilanjutkan dan diwujudkan akan angan untuk membangun berbagai hal di masa depan. Penyelenggara: NPO Chikyu Taiwa Labo, Aceh Community Art Consortium
Sponsorship: Japan Foundation, Toyota foundation, YS Community Foundation
Pendukung: Asosiasi Pendidikan Kota Higashi Matsushima
Partnership: Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Aceh, Dinas Pariwisata Kota Aceh, KSA, TPMT, SD Negeri 31 Banda Aceh, Aceh TV, SD Miyanomori Higashi Matsushima, Citizen Center Kota Miyato, Hamahirugao Ambassador, SD Yotsukura Kota Iwaki, Asosiasi Himawari (Asuto Nagamachi Sendai City Revival Neighborhood Community Association), NPO Community Art Funabashi, General Incorporated Association MMIX Lab, General Incorporated Association Kids Media Station, General Incorporated Association Art Inclusion, General Incorporated Association Art And Fabric Association, General Incorporated Association Hito Machi And Art Laboratory.
主催:NPO法人地球対話ラボ、アチェ・コミュニティアート・コンソーシアム
助成:国際交流基金、トヨタ財団、YSコミュニティ財団
後援:東松島市教育委員会
協力:アチェ州政府観光局、バンダアチェ市政府観光局、KSA、TPMT、SD Negeri 31 Banda Aceh、アチェTV、東松島市立宮野森小学校、宮戸市民センター、ハマヒルガオAmbassador、いわき市立四倉小学校、ひまわり会(仙台市あすと長町復興住宅自治会)、NPO法人コミュニティアート・ふなばし、一般社団法人MMIX Lab、一般社団法人キッズ・メディア・ステーション、一般社団法人アート・インクルージョン、一般社団法人アート・アンド・パブリック協会、一般社団法人まちとアート研究所
Both of area in Aceh and Tohoku (Japan) were similarly faced terrible natural disasters of earthquake and tsunami. It was happen in 2004 in the sea of Sumatra and in 2011 in sea of eastern Japan. As a non-profit institution called as Chikyuu Taiwa Labo, we had managed many events in both countries starting from 2013. The events were based on a perception that the disasters happened not only left the loss for the land, but also shared the pains and experiences. Those feelings are expected to be felt together, so it triggers the new insight towards improvement and advancement. Regarding to that thought, in this year, we held an activity termed as the Aceh Community Art Project, which is collaborated with various parties. Establishing an art community is a way of constructing togetherness and visualising existing social problems in the form of art. Having a background of the condition against the post-natural disaster and tsunami in Japan, we would like to organise the Aceh Community Art Project on December 2017 in Aceh, which also experienced the same catastrophe. The activity is planned for 3 years, starting from 2016 to 2019 considering the 15th anniversary of the earthquake and tsunami in Aceh. Furthermore, in doing so, four of the consortium members from Aceh came to Tohoku on August 2017. They did a series of activities such as visiting to several elementary schools, residences of tsunami victims, social services, local festivals, and other related projects. However, although the participants and the hosts have different language and culture, they could find valuable experiences through this exchange programme. The experience is needed to realise and to establish the goals of constructing many positive things against the disaster area in the future. Organisers : NPO Chikyu Taiwa Labo, Aceh Community Art Consortium
Funding : Japan Foundation, Tokyo Foundation, YS Community Foundation
Sponsorship : The Association of Education of Higashimatsushima City
Partnership : Dinas Pariwasata Aceh (the Tourism Office of Aceh), KSA (Kougetsu School Association), TPMT (Taman Pendidikan Masyarakat Tanyoe), SD Negeri No. 31 Banda Aceh, Aceh TV, SD Miyanomori Higashimatsushima, citizens of Miyato City, Hamaritugao Ambassador, SD Yotsukura Iwaki, the Association of Himawari (Asuto Nagamachi Sendai City Revival Neighbourhood Community Association), NPO Community Art Funabashi, General Incorporated Association MMIX Lab, General Incorporated Association Art Inclusion, General Incorporated Art and Fabric Association, and General Incorporated Hito Machi and Art Laboratory.