07/08/2023
Alhamdulillah bisa mengabadikan momen bersama Ra Ismail , beliau adalah putra kandung alm. KH. Amien Kholil Yasin dan merupakan salah satu cicit Syaikhuna Kholil Bangkalan
Beliau adalah penulis buku "Catatan Dari Tarim", buku yang dikemas dengan ringan dan mudah dipahami, namun tersimpan sejuta hikmah dan pesan moral yang sangat luar biasa.
Dari awal saya baca buku yang sempat booming saat itu, saya sangat terkesima dengan cara lora dalam menceritakan pengalaman-pengalamannya .
Mulai dari beliau meminta izin pada gurunya KH.Maimoen zubair (pimpinan ponpes al-anwar, sarang) untuk melanjutkan rihlah keilmuannya di Darul Musthafa Tarim, Yaman ( Asuhan Habib Umar bin Hafidz )
Lora bercerita, biasanya para santri yang berpamitan untuk melanjutkan belajar ke luar negeri seperti Yaman, Mekah, atau Mesir belum tentu dizinkan oleh kiai.
Namun, saat Lora Ismael hendak meminta izin untuk melanjutkan studi ke Yaman, ia diizinkan sembari diberi dawuh :
العلم يمن والحكمة يمنية
“Ilmu itu pusatnya di Yaman, dan hikmah juga dari Yaman”.
Hingga beliau menikah diyaman dengan neng mukhtafiyah yang dipandu langsung habib umar bin hafizh.
Yuk kita ingat kembali pesan habib umar tentang KONSEP PERNIKAHAN : 😇
"Jika menikah hanya dilandasi oleh rasa saling mencintai, begitu pesan Umar Bin Khattab.
"Lalu dimana kedudukan iman?"
Betapa banyak yang saling mencintai, tapi pernikahan mereka justru tidak berkah. Bahkan berakhir dengan cekcok maupun perceraian.
Karena iman, Rasulullah saw. sabar ketika dirumahnya hanya tersedia cuka lalu memakannya.
Karena Iman, Ali Bin Thalib sabar menjadi kuli menimba air dengan upah segenggam kurma.
Karena Iman, Fatimah Az-Zahra sabar menggiling gandum hingga tangannya melepuh.
Pernikahan, sungguh tak seindah apa yang dikatakan para motivator ataupun buku pranikah. Akan banyak hadir cobaan dan ujian.
Maka pahamilah, rasa cinta kadang tak bisa ikut berperang. Hanya imam yang kuat dengan pedang kesabaran dikala susah, dan senjata syukur dikala senang, yang mampu menghadapi bala ujian dan cobaan.
Oleh karenanya, boleh-boleh saja menikah karena saling mencintai. Namun pastikan, perasaan itu hanya menjadi makmum dan imanlah yang harus menjadi imamnya.
Pahamilah!
Tak semua cinta itu melahirkan iman. Tapi semua iman, insya Allah akan melahirkan cinta.
Moga bermanfaat 😉
16/04/2022
14/04/2022
09/04/2022
01/04/2022
23/07/2021
06/06/2021
12/05/2021
26/04/2021