21/06/2023
Nature Walk to Gunung Komendur ⛰️🐾
_____
Warga kota Balikpapan mungkin tidak asing lagi dengan nama gunung ini yang juga merupakan taman kawasan hutan kota terletak di kelurahan Prapatan. Sebagai warga kota asli dan lahir di kota ini, baru ini juga saya dan anak-anak mengunjungi wilayah ini.
Setelah berkumpul di Masjid Istiqomah Balikpapan, kami menuju kawasan hutan kota yang terletak di salah satu titik tertinggi kota Balikpapan melewati perumahan Pertamina, Gunung Dubbs.
Sebelum petualangan di mulai, kami sudah dapat cerita yang agak ‘horor’ dari driver taksi online yang mengantar menuju lokasi ketika melewati Gunung Teknik Pertamina menuju Jalan Langkat untuk menjemput satu teman Khw sebelum menuju Gunung Komendur.
Siang itu pukul 2, cuaca cukup terik dan suasana kompleks sangat sepi karena memang akses jalan yang tidak bebas dilalui umum. Qadarullah bisa nature walknya pas siang bolong karena bisanya di waktu itu aja setelah beberapa kali agenda ini batal.
Driver taksi online ketika melewati daerah itu bercerita,
“Mbak, beberapa hari lalu saya ada dapat penumpang perempuan jam 3 dini hari di daerah ini, sambil menunjuk lokasi perumahan yang terkenal sepi. Perempuan itu mau ke Tempat Hiburan Malam di wilayah BP. Pas tanjakan hutan itu, penumpang saya ‘kesambet’ mbak!, saya panik betul, akhirnya bawa ke sekuriti dan dibacakan ayat kursiy terus ngamuk-ngamuk. Saya diminta antar lagi balik ke tempat jemputnya. Wah serem betul mbak!” Seru mas itu.
Anak-anak tertegun mendengarnya, sambil bertanya, “Kesambet itu apa?” 😅
“Kesambet itu seperti kerasukan” jawab saya.
Alhamdulillaah tapi anak-anak santai aja mendengar kisah itu, mereka sibuk cerita dan ga sabar mau hiking di Gunung Komendur (alhamdulillaah juga mereka ga pernah browsing di You Tube apa itu Gunung Komendur dan kisah-kisah yang dibuat-buat orang tentang gunung itu 😊).
Sampai di Gunung Komendur, kami mulai memasuki wilayah hutan, cuaca panas terik mulai tidak terasa karena pepohonan menutupi jalan setapak, dan hawa mulai terasa sejuk dan mencekam karena jalanan hanya ada kami.
Suasananya sangat indah karena sepanjang kiri jalan kami bisa melihat teluk Balikpapan dan kapal-kapal dari atas hutan.
Jalan semakin menaik dan terjal. Semakin masuk hutan, hawa semakin sejuk dan yang terdengar hanya suara desiran angin meniup pohon, dedaunan kering yang terinjak kaki-kaki kami, suara burung dan binatang hutan.
Anak-anak masih asyik bercerita sepanjang jalan setapak sambil kami terus ingatkan agar fokus karena jalanan mulai berbatu dan menanjak naik turun.
Kemudian setelah menempuh lumayan dalam, sampailah kami di suatu tempat, yaitu makam Pangeran Adji Kemala yang bergelar Pangeran Adji Karta Intan yang wafat di tahun 1933 di gunung ini beserta prajuritnya ketika bertempur melawan tentara Jepang kala itu.
Pangeran Adji Kemala adalah anak ke duapuluh dari Sultan Muhammad Sulaiman yang merupakan sultan kerajaan Kutai Kartanegara Ing Martadipura dan namanya diabadikan sebagai nama bandara kota Balikpapan.
Setelah mengucapkan salam dan mendoakan penghuni kubur, kami melewati satu persatu makam. Di sekitar makam, kita juga akan melihat sebuah bungker tempat persembunyian ketika perang berlangsung dan juga bebatuan yang kabarnya adalah sebagai tangga yang biasa digunakan Pangeran Adji Kemala untuk beristirahat sambil menatap dari atas perairan teluk dan kilang-kilang minyak. Rasa ikut membayangkan juga bagaimana indahnya pemandangan kala itu.
Beberapa meter kemudian kita akan menemukan makam Pangeran Adji Kemala yang sekarang dibangunkan rumah bercat coklat dan dibalut kain kuning khas adat Kutai. Pintu makam terkunci, dan kita bisa mengunjungi juru kunci makam jika ingin masuk ke dalam dan melihat langsung makam tersebut. Suasana di sini semakin sangat sepi, jauh dari riuhnya kota.
Setelah melewati makam, kami menuju Menara Radar yang juga merupakan C***r Budaya di Gunung Komendur ini. Alhamdulillaah setelah meminta izin petugas di situ, kami dan anak-anak diizinkan untuk masuk dan naik ke atas menara.
Di atas menara kita bisa melihat pemandangan yang sangat indah dari teluk Balikpapan dari depan dan belakang, masyaallah.
Setelah puas, kami kembali menuruni gunung dan mampir dulu ke cafe yang berada di puncak Pelayaran untuk mendengarkan kembali kisah sejarah kota Balikpapan dan menulis kembali pengalaman trip mereka di buku sambil memandang teluk Balikpapan dan menikmati sejuknya semilir angin serta segarnya segelas ice lemon tea. Alhamdulillaah. 💕
Gunung Komendur bisa menjadi wisata edukasi sekaligus alam. Banyak hal yang bisa digali dari sejarah kota dan juga kerajaan Kutai dari sini, termasuk juga yang terpenting adalah pelajaran aqidah sehingga alhamdulillah tidak ada yang merasa takut atau merasa bagaimana dan justru menikmati nature walknya, masyaallah.