Playgroup & TK Widuri

Playgroup & TK Widuri Selamat datang di TK Widuri Jl. Adipati Agung No. 47 Baleendah Bandung

Saat ini, kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan anak usia dini sudah sangat tinggi. Hal ini didukung juga oleh kemajuan infomasi dan tekhnologi yang memberikan beraneka ragam informasi sehingga masyarakat dapat dengan cepat mengakses dan menerima informsi apapun khususnya mengenai informasi pendidikan. Pemerintah Indonesia sangat concern dan peduli terhadap pentingnya pendidikan yang te

rcakup dalam Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Dan dijelaskan lebih lanjut dalam Peraturan Pemerintah Nomor 58 tentang Standar Pendidikan Anak Usia Dini. Keinginan dan tuntutan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan pendidikan yang bermutu disikapi oleh pemerintah dan masyarakat penyelenggara pendidikan anak usia dini yaitu dengan berkembanganya penyelenggara pendidikan anak usia dini baik yang berbentuk fomal (TK / RA ) ataupun yang berbentuk non formal. Dalam penyelenggarannya setiap pengelola /penyelenggara layanan PAUD (TK) dituntut memberikan layanan pendidikan yang terbaik, aman dan nyaman bagi anak untuk tumbuh dan berkembang dengan maksimal. Penyelenggara PAUD (TK) harus siap memberikan program-program belajar yang bermutu dan kegiatan-kegiatan unggulan lainnya, sehingga mampu bersaing dan berkompetisi secara positif dengan penyelenggara PAUD lainnya. Berkenaan dengan hal tersebut, maka kami, Yayasan Ar Rahman Fadillah tergerak dan termotivasi untuk membantu pemerintah mencerdaskan generasi-generasi penerus bangsa khususnya dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Sehingga tunas-tunas bangsa ini dapat mmbawa bangsa Indonesia menjadi bangsa yang maju, besar dan bermartabat. Untuk mendukung cita-cita tersebut maka Yayasan Ar Rahman Fadillah mendedikasikan pengabdiannya melalui bidang pendidikan dimulai dari pendidikan anak usia dini, yaitu Taman Kanak – Kanak WIDURI. Sejak pendiriannya di tahun 2006, Taman Kanak-Kanak WIDURI telah mendapatkan kepercayaan dan amanah dari masyarakat sekitar Bale Endah khususnya dan masyarakat luas lainnya untuk mendidik dan membimbing putra – putri mereka.

04/05/2020
24/06/2017

*السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه*

*بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــم*

Dengan segala kerendahan hati ijinkan kami sekeluarga mengucapkan :

* Taqabballahu minna wa minkum, Shiyaamana wa shiyamakum. Kullu’aam wa antum bikhair *
*Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 H*,
*Minal Aidin Wal Faidzin*
🙏🤝🙏

* Mohon maaf lahir & bathin atas segala khilaf, salah dan dosa *

آمــــــــــــــين.

وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه
Kel. Besar PGTK Widuri

13/06/2017

Mendidik anak dengan kekerasan memang bisa membuat anak menurut, tapi saat dewasa anak itu tidak akan paham bagaimana caranya akrab dengan orangtua. Saat itu, ia mungkin bisa memberi hadiah kepada orangtuanya, tapi tidak bisa memberi pelukan. Bukan karena ia tidak mau, bahkan ia sangat ingin melakukannya. Hanya saja ia tidak tahu bagaimana cara memulainya.

Nilai-nilai yang orangtua tanam dalam diri anaknya, baik maupun buruk, suatu hari akan kembali kepada orangtua itu sendiri. Semangat menjadi orangtua yang lebih baik karena-Nya. :)

31/05/2017

BAHASANYA VULGAR. APA ADANYA TAPI KITA WAJIB TAHU

Barusan nonton Basa Basi di Trans TV. Bintang tamunya Bu Elly Risman. Ngeri sekaligus bikin sedih. Musibah paling bahaya adalah ketika kita ga sadar kalau dalam bahaya besar. Kurang lebih ini kesimp**annya. Untuk para orang tua, silahkan dibaca.

Apa yang beliau paparkan, shocking banget buat para orangtua yang hadir.
Pemaparan awal tentang kesalahan-kesalahan komunikasi orang tua pada anak, bicara terlalu cepat,
bicara terlalu banyak, (ngomel) yang tidak perlu, tanpa sadar berbohong, mengkritik, mengenggurui, dll.

Komunikasi yang salah mengakibatkan anak jadi BLAST. Jiwanya jadi kosong, ga pede, pemarah, dendam sama orang tuanya sendiri.

Beliau ngasih contoh kasus anak kecil yang ngadu ke gurunya, "Bu, kalau aku bunuh ayahku boleh ga? Aku dosa ga?". Ternyata si anak merasa selalu disalahkan dan didikte orang tuanya.

Nah, anak-anak yang BLAST ini adalah sasaran empuk buat pengusaha p**nografi karena rata-rata dari mereka pasti akan cari pelampiasan. Sekarang masuk ke bagian industri p**nografi. Target market utama mereka adalah anak laki-laki. Kenapa laki-laki? Karena mereka lebih mudah fokus dan hormon testosteron mereka lebih tinggi daripada perempuan. Setiap tahun pebisnis p**nografi rapat dengan para ahli dari berbagai disiplin ilmu untuk merencanakan strategi pemasaran yang baru.

Alih-alih mengembangkan produk, mereka memilih untuk 'investasi masa depan' pada anak-anak. Target mereka adalah anak laki-laki yang terpapar p**nografi, kalau sudah 33 sampai 35x mast****si berarti sudah bisa dipastikan akan menjadi pelanggan masa depan karena otaknya pasti sudah ketergantungan dengan p**nografi (p**n addiction).

Yang perlu diketahui, p**n addiction jauh lebih merusak otak daripada drugs addiction. Terapinya pun jauh lebih susah. Drug addict bisa diterapi dengan detoxifikasi tapi p**n addict harus dengan terapi dan butuh tekad dari yang bersangkutan. Dan kerusakan yang ditimbulkan sekali kita terpapar akan permanen. Paparan p**nografi itu berjenjang.

Jadi ibarat sampah, pertama kali mungkin kita akan muntah-muntah nyium baunya. Tapi lama kelamaan, kalau kita nyium sampah (misal tukang sampah) kita akan terbiasa bahkan bisa makan di deket sampah (bahkan ada yang tinggal di TPS tho?)

Begitupun dengan p**nografi, setiap levelnya anak akan semakin kebal dan anak butuh melihat yang levelnya lebih tinggi untuk bisa terangsang. Kalau melihat sudah ga 'ngaruh' lagi, mereka akan melakukan. Dan disini bencananya.

Kami dikasih contoh beberapa kasus mengerikan yang pelakunya anak-anak s*x addict. Ada audience yang curhat tentang tetangganya, anak kelas 6 SD yang 'ngerjain' adik kandungnya yg berusia 5 tahun. Sekarang si adik malah jadi ketagihan s*x.

Ada lagi anak 10 tahun yang menyodomi temennya pake SENDOK! (Ada games yang ngajarin anak-anak untuk menyodomi)

Contoh-contoh mengerikan lainnya. Anak-anak p**n addict bisa dikenali. Ada ciri-cirinya. Dan pertanyaan mereka luar biasa.

Kalau anak normal keponya cuman "s*x itu apa?". "Bayi itu berasal dari mana?".
Anak-anak p**n addict akan bertanya, "Bagaimana cara memasukkan p***s ke dalam v****a?". Dan pertanyaan-pertanyaan lainnya yang terlalu vulgar.

Bahkan ada istilah-istilah yang audience aja ga tahu itu apa. Kalau anak sudah 33-35x mast****si, hampir bisa dipastikan akan terjadi in**st. Atau dia akan melampiaskan pada temennya di sekolah. Dan itu kasusnya BANYAK. Jadi usia 7 tahun saudara laki-laki dan perempuan tidurnya udah harus dipisah. (Tahu kan kasus anak umur 11 tahun yang memperkosa 2 adik perempuan dan IBU KANDUNGnya karena selalu tidur 1 ruangan dengan mereka?)

80% kasus pelecehan terjadi di rumah sendiri/rumah keluarga dekat (rumah nenek pas ngumpul keluarga) dan sekolah. Nah, disitulah bibit awal pedofilia dan LGBT.

Semuanya saling berkaitan.
Sekarang tentang media, film. Terutama yang asalnya dari Amrika yang dicontohkan film Breaking Dawn sama Fifty Shades of Grey. Games-games cowok dan games cewek (The Sims4).

Video klip contohnya Nicky Minaj (yang ngajarin or*l s*x) bahkan kata Bu Elly, kalau anak anda disuruh makan sosis malah muntah, berarti dia udah nonton video klipnya dan Miley Ciyrus (wrecking Ball).

Tontonan lainnya ada Glee (udah jelas lah ya misi LGBTnya), komik, spongebob (kami dikasih liat scene spongebob ciuman sama patrick), stiker LINE, K-Pop (diliatin foto 2 cowok K-Pop idol lagi ciuman bibir di panggung) dan situs (ada situs LGBT bahkan untuk anak-anak).

Bu Elly nangis di panggung, beliau curhat sama kami bahwa pemerintah seolah tutup kuping sama kejadian ini. Beliau sudah menawarkan reset dan mendatangi kementerian-kementerian terkait untuk sosialisasi p**n awareness. Tapi ga pernah digubris.

UU p**nografi pun ga ada penerapannya (kayak ga ada). Bahkan terakhir beliau diskusi dengan Ibu Jokowi tapi yang bikin kecewa justru bersamaan dengan seminar kami, Ibu negara malah kampanye kanker serviks (sudah booming karena si jupe kena).

Ga ngerti implementasinya sampe atau nggak ke masyarakat. Makanya ayo jadi penggerak di unit kerja kita masing-masing. Pemerintah itu seharusnya membentengi masuknya bencana ke Indonesia bukannya memfasilitasi.

Ekspresi harus bisa dipertanggungjawabkan.
Kalau dibiarin bebas, akhirnya orang jadi liar. Itulah kenapa harus ada aturan. Sebenernya yang pikirannya tertutup justru seniman Indonesia.

Pikirannya hanya terfokus pada gimana sih pemerintah!
Gimana sih umat Islam nih ga kompromis! Padahal harusnya mereka lebih DEWASA dalam berpikir. Ga pragmatis.

Orang Indonesia itu ga semuanya adult. Di sini juga ada anak-anak. Mereka belum ngerti mana yang harus diikuti, mana yang nggak. Di situlah peran kita melindungi mereka.

Kita semua punya tanggungjawab moral. Termasuk seniman.

Hal yang mengejutkan adalah isi sambutan founder salingsapa.com (penyelenggara). Beliau bilang, "Saya punya kenalan beberapa pemilik stasiun tv swasta. Salah satunya yang ada di kebon jeruk. Saya kaget, ternyata rata-rata dari mereka pada ga punya tv. Ketika saya tanya alasannya (sama pemilik stasiun di kobon jeruk), beliau bilang, "Saya sudah tahu bahwa produser itu mengejar rating. Sekarang, program tv itu pure A BUSINESS. Jadi mereka akan menayangkan apapun yang menarik minat masyarakat sehingga rating naik. Kalau rating naik, otomatis iklan berdatangan"

Mereka aja ga membiarkan anak mereka nonton tv. Dan kita masih membiarkan anak-anak kita nonton? Jadi intinya, kita semua punya peran untuk menanggulangi krisis moral di Indonesia. Karena dampaknya jangka panjang dan krusial. Ketika nanti kita jadi pejabat, jadi pengambil keputusan, pelajari baik-baik apa yang mau kita putuskan. Karena tanggungjawab kita besar. Sekarang, tugas kita adalah merintis perubahan positif di unit kerja masing-masing

Ajak diskusi orang-orang yang masih satu visi, orang-orang yang masih punya passion untuk memperbaiki carut-marut negara ini.

Kalimat terakhir paparannya Bu Elly Risman, "Ayo Bergerak Bersama. Lindungi Anak Indonesia dari Bahaya Pornografi".

Sorry, just sharing. Karena kita ga bisa kerja sendiri. Butuh KAMU...
IYA KAMU...
Butuh KAMU buat ikutan. Semoga kita bisa merintis perbaikan. Semoga negeri ini jadi lebih baik nantinya.



Opie syarif

Silahkan di share jangan biarkan artikel ini engkau baca sendirian. Karena ini ilmu yang bermanfaat insyallah.

Silahkan kunjungi artikel2 islami yang memotifasi

https://tarbiahmoeslim.wordpress.com/

Semoga bermanfaat

Assalamualaikum.wr.wb🌷 Hari RABU tgl 24 Mei 2017 di sekolah mengadakan bazar makanan yang bertema " INDONESIAN FOOD AND ...
24/05/2017

Assalamualaikum.wr.wb
🌷 Hari RABU tgl 24 Mei 2017 di sekolah mengadakan bazar makanan yang bertema " INDONESIAN FOOD AND INTERNATIONAL FOOD "..
🔔 anak-anak membawa makanan sesuai dengan temanya ;
🍣 Tk B membawa makanan dengan tema Asian Food
🍰 Tk A membawa makanan dengan tema West and western food
🍢 PG membawa makanan dengan tema indonesian food
🌷 anak-anak membawa makanan secukupnya untuk berbagi bersama teman-temannya.
💖 Terima kasih bunda sudah ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini ..
Wassalamualaikum

Salam manis dari buguru yang cantik cantik 👸👸

 # Entrepreneur Days  #Alhamdulilah hari ini jualannya laris maniiiiiis yuhuuuuuu 😀😀 ramai sekali lho ada spaghetti, tah...
04/05/2017

# Entrepreneur Days #
Alhamdulilah hari ini jualannya laris maniiiiiis yuhuuuuuu 😀😀 ramai sekali lho ada spaghetti, tahu rambutan,macroni keju,pisang keju,brownis dan kuekue lainnya 🍰🍧🍝🍌🍮

 # LatePost.... Goes to post office... Belajar kirim surat buat ayah bunda tersayang di rumah,mengenal kantor pos,kok or...
29/03/2017

# LatePost....
Goes to post office... Belajar kirim surat buat ayah bunda tersayang di rumah,mengenal kantor pos,kok orange semua... eeh apa itu apa itu... Oooh perangko sampe terheran-heran..dan lucu pengen di bawa p**ang 😁 itu si perangko ...

 .. . Keseruaaan bermain yang tak terlupakan bersama kaka-kaka di outbond Puntang Djaya Bandung 😄
29/03/2017

.. . Keseruaaan bermain yang tak terlupakan bersama kaka-kaka di outbond Puntang Djaya Bandung 😄

06/03/2017

✂ Bagaimana cara memutus siklus Anak Nakal ? ✂

Saat ngopi bareng mas Dodik Mariyanto di teras belakang rumah, iseng2 saya buka obrolan dengan satu kalimat tanya :

"Mengapa anak baik biasanya semakin baik, dan anak nakal biasanya semakin nakal ya mas?"

Mas Dodik mengambil kertas & spidol, lalu membuat beberapa lingkaran.

"Wah s**a banget, bakalan jadi obrolan berbobot nih", pikir saya ketika melihat kertas dan spidol di tangan mas Dodik.

Mas Dodik mulai menuliskan satu hadist:
رِضَى الرَّبِّ فِي رِضَى الوَالِدِ، وَسَخَطُ الرَّبِّ فِي سَخَطِ الْوَالِدِ

“Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua dan murka Allah tergantung pada murka orang tua”

Artinya setiap anak yang baik, pasti membuat ridho orangtuanya, hal ini akan membuat Allah Ridho juga.

Tapi setiap anak nakal, pasti membuat orangtuanya murka, dan itu akan membuat Allah murka juga.

"Kamu pikirkan implikasi berikutnya & cari literatur yang ada untuk membuat sebuah pola", tantang mas Dodik.

Waaa pak Dosen mulai menantang anak baik ya, s**a saya.

Setelah membolak balik berbagai literatur yang ada, akhirnya saya menemukan satu tulisan menarik yang ditulis oleh kakak kelas mas Dodik, yaitu mas Dr. Agus Purwanto DSc disana beliau menuliskan bahwa anak nakal dan anak baik itu bergantung pada ridho dan murka orangtuanya.

Akhirnya kami berdua mengolahnya kembali, menjadi siklus anak baik dan siklus anak nakal:

📝 Siklus Anak Baik
Anak Baik -> orangtua Ridho -> Allah Ridho -> keluarga berkah -> bahagia -> anak makin baik

📝 Siklus Anak nakal
Anak Nakal -> orangtua murka -> Allah Murka -> keluarga tidak berkah -> tidak bahagia -> anak makin nakal

Kalau tidak ada yang memutus siklus tersebut, maka akan terjadi pola anak baik akan semakin baik, anak nakal akan semakin nakal.

Bagaimana cara memutus siklus Anak Nakal ? ternyata kuncinya bukan pada anak melainkan pada ORANGTUANYA.

Anak Nakal -> ORANGTUA RIDHO -> Allah Ridho -> keluarga berkah -> bahagia -> anak jadi baik

Berat? iya, maka nilai kemuliaannya sangat tinggi. Bgm cara kita sbg ortu/guru bisa ridho ketika anak kita nakal?

Ini kuncinya :
َإِنْ تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ“

Bila kalian memaafkannya, menemuinya dan melupakan kesalahannya... maka ketahuilah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS 64:14).

CARA ORANGTUA RIDHO adalah..
Menerima anak tersebut, memaafkan dan mengajaknya dialog, rangkul dengan sepenuh hati, terakhir lupakan kesalahannya.

Lalu, sebagai pengingat selanjutnya, kami menguncinya dgn pesan dari Umar bin Khattab

Jika kalian melihat anakmu/anak didik mu berbuat baik, maka puji dan catatlah, apabila anakmu/anak didikmu berbuat buruk, tegur dan jangan pernah engkau mencatatnya
- Umar Bin Khattab

Smg bermanfaat..
Baarakallahufiikum

Peni Wulandari
اللهم انا نسألك علما و رزقا طسبا و عملا متقبلا...

27/08/2016
JANGAN MAINKAN SEMUA PERANBy  : Ibu Elly Risman(Senior Psikolog dan Konsultan, UI)Kita tidak pernah tahu, anak kita akan...
10/08/2016

JANGAN MAINKAN SEMUA PERAN

By : Ibu Elly Risman
(Senior Psikolog dan Konsultan, UI)

Kita tidak pernah tahu, anak kita akan terlempar ke bagian bumi Allah yang mana nanti, maka izinkanlah dia belajar menyelesaikan masalahnya sendiri .

Jangan memainkan semua peran,
ya jadi ibu,
ya jadi koki,
ya jadi tukang cuci.

ya jadi ayah,
ya jadi supir,
ya jadi tukang ledeng,

Anda bukan anggota tim SAR!
Anak anda tidak dalam keadaan bahaya.
Tidak ada sinyal S.O.S!
Jangan selalu memaksa untuk membantu dan memperbaiki semuanya.

mengeluh karena mainan puzzlenya tidak bisa nyambung menjadi satu, "Sini...Ayah bantu!".

botol minum sedikit susah dibuka, "Sini...Mama saja".

sepatu sulit diikat, "Sini...Ayah ikatkan".

sedikit minyak
"Sudah sini, Mama aja yang masak".

Kapan anaknya bisa?

Kalau bala bantuan muncul tanpa adanya bencana,
Apa yang terjadi ketika bencana benar2 datang?

Berikan anak2 kesempatan untuk menemukan solusi mereka sendiri.

Kemampuan menangani stress,
Menyelesaikan masalah,
dan mencari solusi,
merupakan keterampilan/skill yang wajib dimiliki.

Dan skill ini harus dilatih untuk bisa terampil,
Skill ini tidak akan muncul begitu saja hanya dengan simsalabim!

Kemampuan menyelesaikan masalah dan bertahan dalam kesulitan tanpa menyerah bisa berdampak sampai puluhan tahun ke depan.

Bukan saja bisa membuat seseorang lulus sekolah tinggi,
tapi juga lulus melewati ujian badai pernikahan dan kehidupannya kelak.

Tampaknya sepele sekarang...
Secara apalah salahnya kita bantu anak?

Tapi jika anda segera bergegas mnyelamatkannya dari segala kesulitan, dia akan menjadi ringkih dan mudah layu.

Sakit sedikit, mengeluh.
Berantem sedikit, minta cerai.
Masalah sedikit, jadi gila.

Jika anda menghabiskan banyak waktu, perhatian, dan uang untuk IQ nya, maka habiskan p**a hal yang sama untuk AQ nya.

AQ?
Apa itu?
ADVERSITY QUOTIENT

Menurut Paul G. Stoltz,
AQ adalah kecerdasan menghadapi kesulitan atau hambatan dan kemampuan bertahan dalam berbagai kesulitan hidup dan tantangan yang dialami.

Bukankah kecerdasan ini lebih penting daripada IQ, untuk menghadapi masalah sehari-hari?

Perasaan mampu melewati ujian itu luar biasa nikmatnya.
Bisa menyelesaikan masalah, mulai dari hal yang sederhana sampai yang sulit, membuat diri semakin percaya bahwa meminta tolong hanya dilakukan ketika kita benar2 tidak sanggup lagi.

So, izinkanlah anak anda melewati kesulitan hidup...

Tidak masalah anak mengalami sedikit luka,
sedikit menangis,
sedikit kecewa,
sedikit telat,
dan sedikit kehujanan.

Tahan lidah, tangan dan hati dari memberikan bantuan.
Ajari mereka menangani frustrasi.

Kalau anda selalu jadi ibu peri atau guardian angel,
Apa yang terjadi jika anda tidak bernafas lagi esok hari?

Bisa2 anak anda ikut mati.

Sulit memang untuk tidak mengintervensi,
Ketika melihat anak sendiri susah, sakit dan sedih.

Apalagi menjadi orangtua, insting pertama adalah melindungi,
Jadi melatih AQ ini adalah ujian kita sendiri juga sebagai orangtua.

Tapi sadarilah,
hidup tidaklah mudah,
masalah akan selalu ada.
Dan mereka harus bisa bertahan.
Melewati hujan, badai, dan kesulitan,
yang kadang tidak bisa dihindari.

Selamat berjuang untuk mencetak pribadi yg kokoh dan mandiri .....

https://ihei.wordpress.com/2016/08/09/jangan-mainkan-semua-peran/

By  : Ibu Elly Risman (Senior Psikolog dan Konsultan, UI) Kita tidak pernah tahu, anak kita akan terlempar ke bagian bumi Allah yang mana nanti, maka izinkanlah dia belajar menyelesaikan masalahnya…

Address

Jln. Adipati Agung No. 47 Baleendah
Baleendah
40375

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Playgroup & TK Widuri posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to Playgroup & TK Widuri:

Shortcuts

Share

Category