Kisah dan hadis nabi serta kata kata mutiara

Kisah dan hadis nabi serta kata kata mutiara menambah agar kita lebih mengenal agama dan mencintai ALLAH dan baginda nabi....dengan alqur'an dan hadis serta kisah dan kata kata mutiara

datu kelampayan dan datu sanggul badangsanakan dunia akhirat,bahkan ketika wafatnya datu sanggul beliau berwasiat bahwa ...
20/07/2026

datu kelampayan dan datu sanggul badangsanakan dunia akhirat,bahkan ketika wafatnya datu sanggul beliau berwasiat bahwa yang memandikan adalah datu kalampayan...

nasehat diri
19/07/2026

nasehat diri

18/07/2026

GURU BANGIL Lahir dari kampung melayu ilir martapura, lebih 10 tahun menuntut ilmu di mekkah.
-
berpindah ke jawa buat mendirikan ponpes syekh muhammad arsyad al-banjari dan beliau keturunan yang ke 6 dari syekh muhammad arsyad al-banjari.
-
Guru Sekumpul juga pernah bercerita bahwasanya Guru Bangil ingin berziaroh ke Luar Batang Jakarta (Habib Husein bin Abu Bakar Alaydrus).
-
Guru Bangil mengajak Guru Sekumpul berziaroh ke Luar Batang, tapi Guru Bangil menyuruh Guru Sekumpul berniat dulu mulai dari rumah (niat apa saja dalam hal kebaikan). Karena kalau kita berniat mulai dari rumah sampai ke halaman maqom Habib Luar Batang, maka niatnya sudah diterima Allah. Inilah kelebihan Habib Luar Batang karena tingginya pangkat beliau di hadapan Allah ta'ala. Saat itu, umur Guru Sekumpul masih umur 32 tahun.
-
Kemudian Guru Bangil menyuruh Guru Sekumpul berpegang di baju Guru Bangil. Maka melihatlah Guru Bangil dan Guru Sekumpul akan Habib Luar Batang (bertatap muka langsung). Guru Bangil dan Guru Sekumpul berbicara langsung dengan Habib Luar Batang.
-
Inilah diantara karomat Guru Bangil (Tuan Guru Syarwani Abdan).
-




Sejak Mbah Yai Hamid Pasuruan membongkar penyamaran wali besar Bululawang sebagai penjual tempe, nama Kiai Muhsin Syafi’...
17/07/2026

Sejak Mbah Yai Hamid Pasuruan membongkar penyamaran wali besar Bululawang sebagai penjual tempe, nama Kiai Muhsin Syafi’i Bululawang dikenal luas masyarakat Malang dan sekitarnya. Sosok Kiai Muhsin menjadi magnet besar, karena sosoknya yang memiliki keistimewaan dan karomah dari Allah SWT.
Pada masa hidupnya, Kisi Muhsin juga sering diminta untuk mendeteksi dan menemukan sumber air. Beliau juga diminta juga untuk mendeteksi dan mencari sumber air di sekitar perumahan bukit puncak Buring Indah, karena masyarakat di sekitar daerah perumahan tersebut bertambah banyak dan belum tersedianya pasokan air bersih.
Namun KH. Muhsin mendapat tantangan dari peneliti ahli geologi dan hidrologi yang telah meneliti sekian lama di daerah tersebut dan menyimpulkan bahwa tidak ada sumber air ataupun bila mengebor sumur tidak akan ada airnya
Mungkin karena juga sang peneliti merasa sakit hati pekerjaannya disinggung dengan didatangkannya seorang kiai.
“Ayo kiai, kalo sampai ada sumber air di daerah ini, saya minum air kencing sampeyan!” kata seorang peneliti kepada Kiai Mushin.
Sosok Kiai Muhsin termasuk orang yang sabar dengan anugerah Allah Ta’ala yang diberikan kepadanya bisa mendeteksi keberadaan air dalam bumi yang mugkin juga suatu karomah. Maka, atas izin Allah Ta’ala lalu menemukannya dan menyuruh mengebor tempat tersebut dan ternyata air bisa keluar.
Penduduk merasa gembira dan diadakannya tasyakuran atas ditemukannya keberadaan air. Di sisi lain, peneliti tersebut merasa malu, penduduk sekitar pun mengolok-oloknya meminta janji perkataannya, namun Kiai Muhsin meminta agar penduduk berhenti mengolok-olok.
“Saya sudah memaafkannya dan tidak mengambil janji perkataan peneliti itu,” kata Kiai Muhsin
KH. Muhsin pernah bercerita bahwa beliau merasakan adanya sumber air dengan adanya getaran yang dirasakan dari kaki beliau.
KH. Muhsin adalah seseorang yang dulunya pernah dikatakan oleh KH. Abdul Hamid Pasuruan bahwa beliau (KH. Muhsin) akan menjadi ulama besar dan mempunyai ribuan santri.
Kisah tersebut berawal saat KH. Muhsin bekerja menjadi sopir sedang mengantar sowan juragannya ke Mbah Yai Hamid.
Ketika KH. Muhsin menunggu di luar, Mbah Yai Abdul Hamid mengatakan “walinya gak diajak masuk?”. Setelah sang juragan mengajak beliau masuk, karena penasaran juragan bertanya, dijawab oleh KH. Abdul Hamid.
“Arek iki bakale dadi kiyai gede duwe pondok, santrine ewonan” (anak ini besok akan menjadi kiai besar, punya pondok dan santrinya berjumlah ribuan).” Pada saat itu KH. Muhsin masih muda.
Kini makam KH. Muhsin yang terkenal sabar ini banyak dikunjungi peziarah di setiap malam Jum’at, terlebih malam Jum’at legi, di PP Roudlotul Muhsinin Al-Maqbul Bululawang Malang.
Wallahu a'lam

16/07/2026

Kisah Sawad Bin Ghaziyyah Ra

Assalamua'laikum warahmatullah wa barakatuh...

Sawad bin Ghaziyyah RA adalah salah seorang Ahlul Badar, dan termasuk dari sedikit sahabat yang menemui syahidnya di medan Perang Badar itu. Pada hari berlangsungnya pertempuran ketika sedang persiapan pasukan, Nabi SAW mengatur barisan dan meluruskannya, seperti ketika meluruskan shaf-shaf shalat. Saat tiba di tempat Sawad, beliau melihat kalau posisinya agar bergeser, tidak lurus dengan anggota pasukan lainnya. Beliau memukul perut Sawad dengan anak panah sambil bersabda, "Luruskan barisanmu, wahai Sawad…!!"

Tetapi tanpa diduga oleh siapapun, tiba-tiba Sawad berkata, "Wahai Rasulullah, engkau telah menyakitiku, maka berilah kesempatan kepadaku untuk membalasmu (meng-qishash-mu)..!!"

Para sahabat terkejut, dan sebagian besar marah dengan ucapan Sawad ini, apalagi Umar bin Khaththab. Nabi SAW sendiri sebenarnya terkejut dengan sikapnya itu, tetapi beliau menenangkan mereka. Sambil menyerahkan anak panah yang dipakai memukul, beliau bersabda, "Kalau begitu, balaslah wahai Sawad…!!"

Sambil menerima anak panah dari tangan Nabi SAW, Sawad berkata, "Wahai Rasulullah, engkau memukulku di perut yang tidak tertutup kain, karena itu hendaklah engkau singkapkan baju engkau..!!"

Para sahabat makin marah dengan sikap dan kemauan Sawad yang tidak sepatutnya ini. Tetapi Nabi SAW tetap menenangkan mereka dan memenuhi permintaan Sawad. Setelah beliau menyingkapkan baju beliau, Sawad segera melemparkan anak panah tersebut dan memeluk perut Nabi SAW dengan erat sambil menangis bahagia,sekaligus meminta maaf kepada beliau. Sekali lagi Nabi SAW dibuat terkejut dengan tindakan Sawad yang tidak tersangka-sangka ini. Beliau berkata, "Apa-apaan engkau ini, Sawad….??"

Sawad berkata, "Inilah yang aku inginkan, ya Rasulullah, telah lama aku berharap kulitku yang hina ini bisa bersentuhan dengan kulit engkau yang mulia, dan aku bersyukur bisa melakukannya, semoga ini menjadi saat-saat terakhir dalam hidupku bersama engkau….!!"

Nabi SAW tersenyum mendengar jawaban Sawad ini, karena apa yang dilakukannya adalah ekspresi kecintaannya kepada Nabi SAW. Segera saja beliau mendoakan kebaikan dan ampunan bagi Sawad.

Ketika pertempuran mulai berkobar, Sawad segera menghambur ke barisan kaum musyrikin yang jumlahnya jauh lebih besar, yakni lebih dari tiga kali lipat banyaknya. Dengan semangat jihad yang begitu menggelora dan keinginan untuk mencapai syahid di jalan Allah, ia menyerang musuh tanpa sedikitpun rasa takut. Luka tikaman dan sayatan senjata tidak langsung menghentikan langkahnya untuk menghadang serangan kaum musyrikin. Sawad baru berhenti berjuang ketika kakinya tidak lagi mampu menyangga tubuhnya, tangannya tak lagi mampu menggerakkan pedang akibat terlalu banyaknya luka-luka dan darah yang mengucur dari tubuhnya. Namun demikian mulutnya tampak tersenyum ketika tubuhnya roboh ke tanah, karena ruhnya langsung disambut para malaikat yang langsung mengantarnya ke hadirat Allah.

السًلام عليكم ورحمهٌ الله وبركاتهاَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ"Empat Sunga...
16/07/2026

السًلام عليكم ورحمهٌ الله وبركاته
اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
"Empat Sungai Surga dan Rahasia Basmalah"
Saat Nabi Muhammad Saw. di Isra’ dan Mi’raj-kan oleh Allah Ta'ala ke langit, Beliau diperlihatkan berbagai keajaiban yang tak terbayangkan oleh akal manusia. Salah satu yang menarik perhatian Beliau adalah pemandangan surga dengan empat sungai yang mengalir di dalamnya.
Namun sungai-sungai itu bukan sungai biasa. Masing-masing mengalirkan air tawar yang jernih, susu yang tak berubah rasa, khamr yang tidak memabukkan, dan madu yang murni. Melihat keajaiban itu, Rasulullah Saw. pun bertanya kepada Malaikat Jibril as., “Wahai Jibril, dari manakah asal sungai-sungai ini, dan ke manakah alirannya?”
Jibril as. menjawab dengan penuh adab, “Sungai-sungai itu mengalir menuju Telaga al-Kautsar. Namun aku tidak mengetahui dari mana hulunya. Mintalah kepada Allah Ta'ala agar Dia memberitahumu.”
Rasulullah Saw. pun berdoa kepada Allah Ta'ala agar diberi penjelasan tentang sumber keempat sungai tersebut. Tak lama kemudian, datanglah seorang malaikat yang memberi salam kepada Beliau.
“Wahai Muhammad, pejamkanlah kedua matamu,” kata malaikat itu.
Rasulullah Saw. pun menuruti perintah tersebut.
“Sekarang, bukalah kedua matamu,” lanjut malaikat itu.
Ketika Rasulullah Saw. membuka mata, Beliau mendapati dirinya berada di bawah sebuah pohon yang sangat besar. Di hadapannya tampak sebuah kubah raksasa yang terbuat dari mutiara, dengan pintu emas yang berkilauan. Kubah itu begitu besar, hingga seandainya seluruh jin dan manusia berkumpul di atasnya, mereka tak ubahnya seperti burung kecil di puncak gunung.
Namun pintu kubah itu terkunci.
Di bawah kubah itulah Rasulullah Saw. melihat keempat sungai tadi mengalir. Kini jelaslah jawaban atas pertanyaan Beliau. Merasa cukup, Rasulullah Saw. pun hendak melanjutkan perjalanan.
Malaikat yang mengantarnya bertanya, “Mengapa engkau tidak masuk ke dalam kubah itu?”
Rasulullah Saw. menjawab, “Bagaimana aku bisa masuk, sementara pintunya terkunci dan aku tidak memiliki kuncinya?”
Malaikat itu pun berkata, “Kuncinya adalah Bismillāhirrahmānirrahīm.”
Rasulullah Saw. mendekati pintu kubah tersebut dan mengucapkan, "Bismillāhirrahmānirrahīm."
Seketika, pintu kubah itu pun terbuka.
Saat Rasulullah Saw. masuk ke dalamnya, Beliau melihat bahwa keempat sungai tersebut mengalir dari empat tiang utama kubah. Pada setiap tiang tertulis lafadz Bismillāhirrahmānirrahīm. Dari setiap huruf dan nama Allah itu, mengalir sungai-sungai surga:
Air tawar mengalir dari huruf mim pada kata Bismi
Sungai susu mengalir dari huruf ha pada kata Allah
Sungai khamr mengalir dari huruf mim pada kata Ar-Rahman
Sungai madu mengalir dari huruf mim pada kata Ar-Rahim
Saat itulah Rasulullah Saw. mengetahui bahwa asal-usul keempat sungai surga tersebut bersumber dari lafadz basmalah.
Kemudian Allah Ta'ala berfirman, “Barang siapa dari umat-Ku menyebut-Ku dengan nama-nama ini, dengan hati yang bersih dari riya’, dan ia mengucapkan Bismillāhirrahmānirrahīm, maka Aku akan memberinya minum dari sungai-sungai ini.”
Kisah ini mengajarkan bahwa basmalah bukan sekadar pembuka lisan, tetapi kunci keberkahan, pintu rahmat, dan sumber kenikmatan surga bagi hati yang ikhlas dan bersih. Wallāhu a'lam
_______

15/07/2026

DOA KAYA.



(فائدة لسعة الرزق والبيع والشراء)

تقرأ صباحا ومساءً ٧ مرات (يا كريم يا رحيم اللهم يا ذا الرحمة الواسعة يا مطلع على السرائر والضمائر والهواجس والخواطر لا يعزب عنك شيء أسألك فيضة من فيضان فضلك وقبضة من نور صلتك وأنساً وفرجاً من بحر كرمك أنت بيدك الأمر كله ومقاليد كل شيء فهب لنا ما تقر به أعيننا وتغنينا عن سؤال غيرنا فإنك واسع الكرم كثير الجود حسن الشيم فببابك واقفون ولجودك الواسع المعروف منتظرون يا كريم يا رحيم) فإنه لا يفتقر أبدا ولا يحتاج إلى أحد وسهلت له الأمور

---

Transliterasi

(Fā'idah li-sa'atir-rizqi wal-bai'i wasy-syirā')

Tuqra'u shabāḥan wa masā'an 7 marrāt: *(Yā Karīmu yā Raḥīmu, Allāhumma yā żar-raḥmatil-wāsi'ah, yā muṭṭali'an 'alas-sarā'iri waḍ-ḍamā'iri wal-hawājisi wal-khawāṭir, lā ya'zubu 'anka syay', as'aluka faiḍatan min faiḍāni faḍlik, wa qabḍatan min nūri shilatik, wa unsan wa farajan min baḥri karamik, anta bi-yadikal-amru kulluh wa maqālīdu kulli syay', fa-hab lanā mā taqurru bihī a'yununā wa tughnīnā 'an su'āli ghairinā, fa-innaka wāsi'ul-karam kaṡīrul-jūd ḥasanus-syam, fa-bi-bābika wāqifūn, wa li-jūdikal-wāsi'il-ma'rūfi muntaẓirūn, yā Karīmu yā Raḥīm)* fa-innahū lā yaftaqiru abadā wa lā yaḥtāju ilā aḥad, wa suhhilat lahul-umūr.

---

(Amalan/Manfaat untuk Kelapangan Rezeki serta Jual Beli)

Dibaca pada waktu pagi dan petang sebanyak 7 kali:

"Wahai Yang Maha Mulia, wahai Yang Maha Penyayang. Ya Allah, wahai Pemilik rahmat yang luas, wahai Yang Maha Mengetahui segala rahasia, hati nurani, bisikan hati, dan lintasan pikiran, tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi dari-Mu. Aku memohon kepada-Mu limpahan dari karunia-Mu, segenggam cahaya dari hubungan (kedekatan) dengan-Mu, serta ketenteraman dan jalan keluar dari lautan kemurahan-Mu. Di tangan-Mu-lah segala urusan dan kunci-kunci segala sesuatu. Maka anugerahkanlah kepada kami apa yang menyejukkan mata kami dan mencukupkan kami sehingga kami tidak perlu meminta-minta kepada selain-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Luas kemurahan-Mu, banyak kebaikan-Mu, dan teramat baik sifat-sifat-Mu. Maka di pintu-Mu-lah kami berdiri, dan karunia-Mu yang luas lagi dikenal itulah yang kami tunggu-tunggu, wahai Yang Maha Mulia, wahai Yang Maha Penyayang."

Maka sesungguhnya (siapa yang mengamalkannya) tidak akan pernah jatuh miskin, tidak akan butuh kepada siapa pun, dan segala urusannya akan dimudahkan.
___

Barangsiapa yang mengistiqomahkan doa ini, setiap pagi 7x dan sore 7x. Maka tidak akan fakir selamanya dan semua urusannya dipermudah oleh Allah SWT. Aamiin..
Doanya ada didalam tanda kurung ya..

ِيَا كَرِيمُ يَا رَحِيمُ اللّٰهُمَّ يَا ذَا الرَّحْمةِ الواسِعَة يا مُطَّلِعُ على السَّرَائِر والضَّمائِر والهَوَاجِسِ والخَواطِرِ لا يَعْزُبُ عنك شَيْءٌ أَسْأَلُكَ فَيْضَةً من فَيْضَانِ فَضْلِك وقَبْضَةً مِن نُور صِلَتِك وأُنْسًا وفَرْجًا من بَحْرِ كَرَمِك أنت بِيَدِك الأَمْرُ كُلُّه ومَقَالِيدُ كُلِّ شيء فَهَبْ لنا ما تَقِرّ ُبِهِ أَعْيُنُنا وتُغْنِينا عن سُؤَال غَيْرِنا فَإِنَّك وَاسِعُ الكَرَمِ كَثِيرُ الجُودِ حُسْنُ الشِّيَمِ فبِبَابِك واقِفُون ولِجُودِك الوَاسِعِ المَعْرُوفِ مُنْتَظِرُون يا كَرِيمُ يا رَحِيمُ
(Yā Karīmu yā Raḥīmu, Allāhumma yā żar-raḥmatil-wāsi'ah, yā muṭṭali'an 'alas-sarā'iri waḍ-ḍamā'iri wal-hawājisi wal-khawāṭir, lā ya'zubu 'anka syay', as'aluka faiḍatan min faiḍāni faḍlik, wa qabḍatan min nūri shilatik, wa unsan wa farajan min baḥri karamik, anta bi-yadikal-amru kulluh wa maqālīdu kulli syay', fa-hab lanā mā taqurru bihī a'yununā wa tughnīnā 'an su'āli ghairinā, fa-innaka wāsi'ul-karam kaṡīrul-jūd ḥasanus-syam, fa-bi-bābika wāqifūn, wa li-jūdikal-wāsi'il-ma'rūfi muntaẓirūn, yā Karīmu yā Raḥīm)

15/07/2026

Assalamualaikum
Daripada Abu Hurairah, Rasulullah ﷺ bersabda,

"Sesungguhnya Allah Tabaraka wa Ta'ala mempunyai para malaikat yang sentiasa berkeliling. Tugas mereka ialah mencari majlis-majlis zikir. Apabila mereka menemui suatu majlis yang di dalamnya terdapat zikir kepada Allah, mereka duduk bersama ahli majlis itu. Sebahagian malaikat menaungi sebahagian yang lain dengan sayap-sayap mereka sehingga memenuhi ruang antara mereka dengan langit dunia.

Apabila majlis itu bersurai, para malaikat naik ke langit. Lalu Allah 'Azza wa Jalla bertanya kepada mereka, sedangkan Dia lebih mengetahui tentang mereka,

'Dari manakah kamu datang?'

Mereka menjawab,

'Kami datang daripada hamba-hamba-Mu di bumi. Mereka bertasbih kepada-Mu, membesarkan-Mu (bertakbir), mentauhidkan-Mu (mengucapkan La ilaha illallah), memuji-Mu (mengucapkan Alhamdulillah), dan mereka memohon kepada-Mu.'

Allah berfirman,

'Apakah yang mereka pohon daripada-Ku?'

Mereka menjawab,

'Mereka memohon syurga-Mu.'

Allah berfirman,

'Adakah mereka pernah melihat syurga-Ku?'

Mereka menjawab,

'Tidak, wahai Tuhan kami.'

Allah berfirman,

'Bagaimanakah keadaan mereka sekiranya mereka benar-benar melihat syurga-Ku?'

Para malaikat berkata lagi,

'Mereka juga memohon perlindungan kepada-Mu.'

Allah berfirman,

'Daripada apakah mereka memohon perlindungan-Ku?'

Mereka menjawab,

'Daripada api neraka-Mu, wahai Tuhan kami.'

Allah berfirman,

'Adakah mereka pernah melihat neraka-Ku?'

Mereka menjawab,

'Tidak.'

Allah berfirman,

'Bagaimanakah keadaan mereka sekiranya mereka benar-benar melihat neraka-Ku?'

Para malaikat berkata lagi,

'Mereka juga memohon keampunan daripada-Mu.'

Lalu Allah berfirman,

'Sesungguhnya Aku telah mengampunkan mereka. Aku telah mengurniakan kepada mereka apa yang mereka pohon, dan Aku telah melindungi mereka daripada apa yang mereka minta perlindungan.'

Para malaikat berkata lagi,

'Wahai Tuhan kami, dalam kalangan mereka ada seorang hamba yang banyak melakukan dosa. Dia sebenarnya hanya lalu di situ, kemudian duduk bersama mereka.'

Maka Allah berfirman,

'Aku juga telah mengampuninya. Mereka ialah suatu kaum yang sesiapa sahaja yang duduk bersama mereka tidak akan menjadi orang yang rugi (atau celaka).'

[Sahih Muslim, 2689]

14/07/2026

"Betapa banyak orang yang berharap dekat kepada Allah, namun enggan meninggalkan hangatnya tempat tidur. Padahal kemuliaan qiyamul lail tidak akan diraih kecuali oleh mereka yang lebih memilih keridaan Allah daripada kenyamanan dirinya."

Abdullah bin al-Mubarak

13/07/2026

Itban Bin Malik Ra

Itban bin Malik RA adalah salah seorang sahabat Ahlul Badar, dan ia ditugaskan Nabi SAW untuk menjadi imam dalam shalat jamaah di masjid kaumnya, Bani Salim. Untuk sampai ke masjid/mushalla kaumnya itu, Itban harus melaluisuatu lembah. Jika turun hujan, ia mengalami kesulitan untuk melewati lembah tersebut, tetapi tetap saja ia melakukannya untuk sampai ke masjid dan melaksanakan tugas yang diberikan Rasulullah SAW kepadanya.

Ketika usianya makin tua dan penglihatannya mulai berkurang, ia benar-benar merasa kesulitan untuk mendatangi masjid Bani Salim, terutama kalau sedang hujan, karena biasanya terjadi banjir atau banyaknya genangan air pada lembah yang harus dilaluinya. Karena itu ia bermaksud meminta keringanan kepada Nabi SAW atas tugas yang beliau berikan kepadanya. Apalagi di masjid Bani Salim tersebut telah ada beberapa orang lainnya yang bisa menggantikan tugasnya mengimami shalat jamaah.

Itban bin Malik datang ke Madinah untuk menemui Rasulullah SAW, dan menyampaikan maksudnya tersebut. Rasulullah SAW memahami kesulitan Itban dan memenuhi permintaannya. Kemudian Itban berkata lagi, "Wahai Rasulullah, saya mohon tuan datang ke rumah saya, saya ingin menjadikan sebagian rumah saya untuk mushalla…"

Sekali lagi Nabi SAW memenuhi permintaan Itban, dan berjanji untuk mendatangi rumahnya esok harinya. Keesokan harinya, ketika hari tidak begitu panas lagi, Nabi SAW bersama Abu Bakar datang ke rumah Itban. Setelah dipersilahkan masuk, beliau tidak langsung duduk tetapi justru bersabda, "Dimana tempat yang engkau harapkan aku akan shalat?"

Itban mengantar Nabi SAW pada tempat disiapkan untuk mushalla, beliau berdiri dan bertakbir, ia dan Abu Bakar berdiri di belakang beliau ikut shalat juga. Beliau shalat sunnah dua rakaat, usai shalat, Itban mempersilahkan dua tamunya yang mulia ini makan bubur gandum yang telah disiapkannya.

Penduduk kampung Itban yang mendengar kabar kehadiran Nabi SAW dan Abu Bakar, berbondong-bondong datang ke rumah Itban menemui beliau. Tetapi ada salah seorang warga yang berkata, "Apa gerangan yang sedang dilakukan Ibnu Malik..??"

Seorang warga lainnya menyahuti, "Dia sih orang munafik, yang tidak cinta kepada Allah dan RasulNya…!!"

Rasulullah SAW yang mendengar pembicaraan tersebut bersabda, "Janganlah kalian berkata seperti itu, apakah kalian tahu, dia (Itban) mengucapkan Laa ilaaha illallaah itu dengan tujuan mengharapkan keridhaan Allah?"

"Allah dan RasulNya lebih mengetahui…" Kata salah seorang dari mereka, tetapi kemudian ia berkata lagi, "Adapun kami, demi Allah, tidaklah kami mengetahui pembicaraan dan kecintaannya melainkan condong kepada orang-orang munafik..!!"

Melihat prasangka-prasangka yang berkembang seperti itu, beliau bersabda menegaskan, "Sesungguhnya Allah mengharamkan api neraka kepada orang-orang yang mengatakan : Laa ilaaha illallaah Muhammadur rasulullah, dengan tujuan untuk memperoleh keridhaan Allah…!!"

Address

Tapus Dalam
Amuntai
71455

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Kisah dan hadis nabi serta kata kata mutiara posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category